2016’s Movies End-Note

Time passed so fast! Terakhir kali movietard menulis review adalah di pertengahan tahun 2016 dan setelahnya, movietard seolah menghilang ditelan kesibukan. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, movietard melakukan kaleidoskop sederhana atas film-film yang sudah ditonton dan merangkumnya dalam end-note yang berisi 5 (lima) film pilihan di tahun 2016 yang menjadi favorit movietard. Oia, untuk tahun 2016, akan terdapat bonus 2 (dua) end-note tambahan dari serial televisi. silahkan dicek apakah pilihan film favorit movietard sama dengan pilihan kamu?

5. X-Men: Apocalypse
MV5BMjU1ODM1MzYxN15BMl5BanBnXkFtZTgwOTA4NDE2ODE

Film superheroes memang selalu menjadi jualan utama studio besar Hollywood, termasuk di tahun 2016 yang menjual Batman vs. Superman, Captain America: Civil Wars, Suicide Squad hingga si kuda hitam Deadpool. Tetapi, film superheroes favorit movietard justru jatuh ke X-Men: Apocalypse, sekuel ketiga X-Men versi reboot yang dinahkodai sutradara lama, Bryan Singer. X-Men:Apocalypse memang tidak sempurna secara narasi, apalagi jika dibandingkan dengan prekuelnya yang begitu solid, tetapi movietard sudah terlanjur jatuh hati dengan ensemble cast X-Men versi reboot. Mc Avoy dan Fassbender is my favorite couple yang membuat movietard tak akan pernah bosan untuk menyaksikan duo Charles dan Erik muda ini sampai kapanpun, bahkan jika meraka hanya bermain catur pun sepanjang film! Di sekuel ini, kelompok X-Men mendapat teman ‘lama’ tapi baru, karakter-karakter populer di X-Men versi sebelumnya kali ini tampil di usia muda seperti Scott Summers, Jean Grey, dan tentunya Quicksilver yang selalu tampil  memikat. Kekuatan ensemble cast di X-Men:Apocalypse inilah yang menjadi daya tarik utama bagi movietard dan mampu menutupi betapa klisenya karakter villain Apocalypse.

Continue reading

Advertisements

Silver Linings Playbook

MV5BMTM2MTI5NzA3MF5BMl5BanBnXkFtZTcwODExNTc0OA

The Plot
Ini cerita cinta Patrizio ‘Pat’ Solitano Jr (Bradley Cooper) dengan Tiffany Maxwell (Jennifer Lawrence)

The Comment
Silver Linings Playbook (2012) menjadi salah satu ‘must list’ dalam daftar film yang harus ditonton movietard. Alasannya? Film ini menerima nominasi Best Picture di Academy Award ke-85 lalu dan 7 nominasi lainnya. Seolah tak cukup hanya dinominasikan saja, Jennifer Lawrence bahkan memenangkan oscar pertamanya untuk kategori best performance by actress in leading role lewat film ini. Sebetulnya tentang apa sih SLP sehingga mampu memikat para juri Oscar yang konservatif? Faktanya, SLP toh tidak mengulik tentang dunia perpolitikan, perang dan terorisme, sejarah ataupun dunia masa depan. Film ini -layaknya Beasts at the Southern Wild– merupakan film dengan model character driven-movie yang mengandalkan kekuatan akting para aktornya guna membungkus SLP sebagai sebuah kisah romantik komedi yang ‘cantik’. Romantik Komedi? Jika anda membayangkan Lawrence memenangkan oscar dengan peran seperti yang seringkali dimainkan Jennifer Anniston ataupun Katherine Heigl, buang pikiran itu jauh-jauh, karena SLP bukanlah kisah romantik komedi biasa.

Continue reading

Bachelorette

The Plot
Ini kisah petualangan Regan (Kirsten Dunst) dan geng B-friends di malam sebelum hari pernikahan teman segeng mereka, Becky (Rebel Wilson)

The Comment
Hollywood telah menginvasi kita dengan cerita kenakalan para pria menjadi tontonan yang ‘menyenangkan’. Dimulai dengan cerita guy high schooler yang belajar seks melalui American Pie, beranjak lebih dewasa dengan menyoroti para kaum lelaki pekerja melalui 40 Years Old Virgin maupun The Hangover. Yang menjadi pertanyaan, apakah Hollywood selalu melupakan perempuan? Well, perempuan pernah dimanjakan dengan keglamouran Carrie dan kawan-kawan melalui Sex and The City dan begitu banyaknya romantic comedy yang hanya berkisar masalah pencarian jodoh. But hey, akhirnya perempuan diajak untuk melihat diri mereka sendiri yang nyatanya bisa ‘gila’ melalui Bridesmaids (2011), dan yang beredar baru-baru ini, Bachelorette (2012). Jujur, movietard terkejut dengan kehadiran Bachelorette di bioskop Indonesia -walaupun cuma terbatas di Blitzmegaplex- tetapi melihat deretan cast Bachelorette dan premis ceritanya yang harusnya menarik membuat movietard menonton Bachelorette di layar lebar.

Continue reading

Seven Something

The Plot
Ini adalah omnibus tiga cerita cinta dari Thailand yang dibagi dalam kontinuum usia, yaitu diusia 14, 21, 28 dan 42.

The Comment
Seperti layaknya kebiasaan Blitzmegaplex yang suka menayangkan film-film produksi Thailand (Ingat ATM Errak Error, 30 Fabulous, Suckseed, dll?), Seven Something (2012) menjadi film romantic comedy kesekian yang di-release di Indonesia dan ditengah audiens yang sudah lumayan ‘melek’ dengan perfilman Thailand. Buktinya adalah movietard sendiri yang sudah mulai hafal dengan muka Chantavit Danasevi, si aktor ganteng yang bermain di Hello Stranger dan ATM Errak Error. Ya, ranah perfilman dalam negeri kita toh mulai diinvasi oleh film-film produksi Thailand. Thailand yang sebelumnya dikenal dengan kualitas film horror-nya nyatanya juga tak kalah apik ketika membesut romantic comedy. Dan Seven Something menjadi salah satu bukti bagaimana perfilman negara tetangga lagi-lagi jauh lebih maju daripada industri perfilman lokal. Continue reading

ATM Errak Error

The Plot
Jib (Preechaya Pongthananikorn) dan Sua (Chantavit Dhanasevi) adalah rekan sekerja yang berpacaran. Hubungan mereka diuji ketika keduanya menghadapi ATM bank yang rusak.

The Comment
ATM Errak Error (2012) sebetulnya sudah lama ‘nangkring’ di bioskop Blitzmegaplex yang memang cukup rajin mendistribusikan film-film produksi Thailand, yaitu kira-kira sejak awal bulan Februari. Tetapi movietard sok sibuk dan baru sempat menontonnya pada akhir Maret lalu. Paska dibuat kurang puas dengan film produksi Thailand lainnya, 30 Fabulous (2012) yang ceritanya yang begitu soap opera formulaic dan membosankan, surprisingly, ATM Errak Error was different, it was a funny romantic comedy! Tak heran karena ATM Errak Error lahir dari rumah produksi yang sebelumnya sudah sukses  mengeluarkan Hello Stranger, Suckseed dan Billionaire. And to told you the truth, ketiga film tersebut memang sukses menghibur movietard. Dan sama dengan para pendahulunya, romantic comedy ini sukses membuat movietard tertawa sampai capek di bioskop!

Continue reading

This Means War

The Plot
Tuck (Tom Hardy) dan FDR (Chris Pine) adalah agen CIA yang bersahabat dekat, dan ini cerita mereka melawan penjahat dan juga persaingan mereka memperebutkan Lauren (Reese Witherspoon).

The Comment
Movietard sempat bingung memilih untuk menonton This Means War (2012) atau The Vow (2012). Tetapi, coworker yang sudah menonton keduanya merekomendasikan This Means War yang menurutnya lebih lucu dibanding The Vow. Melihat premisnya, This Means War memang akan tampil menghibur dengan mengusung cita rasa romanticcomedy berbalut action. A mixed genre seperti ini pernah ditampilkan juga dalam Knight & Day (2010), dan tampaknya menjadi pilihan aman bagi para produser Hollywood karena it’s a win-win solution bagi pasangan yang datang ke bioskop. Kaum lelaki akan terhibur dengan adegan aksi yang cukup seru dan kaum perempuan akan menyukai romantisme di dalamnya. Yang menjadi pertanyaan, apakah This Means War sukses menghasilkan hiburan yang memuaskan bagi seluruh pihak?

Continue reading

Short Review: Festival Film Eropa (Europe on Screen) 2011

Di minggu ke dua bulan November 2011 kemarin, movietard iseng untuk datang ke Festival Film Eropa (Europe on Screen) -selanjutnya disingkat EoS– yang memang tengah berlangsung di pusat-pusat kebudayaan di Jakarta. Dari judulnya pun, kamu sudah tahu bahwa film-film yang diputar pastinya adalah produksi negara-negara Eropa. I attended EoS two years before (at 2009) and watched some nice movies there, since I got a spare time after work-hours and it’s still a free entry *yeah!*, I watched 3 movies, the first two at Goethehaus, November 8th, and the last at Instituto Italiano di Cultura, November 10th. And here’s my very-very short review.

Flickan (The Girl)
The Plot
Seorang anak gadis berusia 10 tahun ditinggal keluarganya pada sebuah musim panas. Dan ini cerita ‘petualang’ si anak selama musim panas itu.

The Comment
Movietard agak terlambat datang ketika menonton Flickan (2009). Flickan sendiri berfokus pada ‘The Girl’, yes, tokoh ini memang anonymous, yang ditinggal keluarganya ke Afrika, dan ia dirawat oleh auntie-nya. Masalahnya, si bibi bukanlah mother-type dan justru asyik berpesta dengan teman laki-lakinya, jadi, ketika si anak ditinggal auntie-nya entah kemana, it means, ia harus menjalani hidup seorang diri dan menjalani ‘adventure’-nya. Well, di desa kecil Swedia, petualang apa sih yang dapat terjadi? Actually, it consist of swimming lesson, playing with her girls and boy-friend neighbours, kissing old guy’s cheek until meet with a young guy who ride the fly-baloon.

Continue reading