The Cabin in the Woods

The Plot
Lima orang anak kuliahan menginap di kabin tua di tengah hutan, dimana ‘kengerian’ sudah menyambut mereka.

The Comment
Jujur, movietard susah me-review The Cabin in the Woods (2012) tanpa memberikan spoiler kepada para pembaca setia blog ini *sok banget ya movietard, kayak blog-nya laku aja*. The Cabin in the Woods sendiri, sesuai, dengan premis cerita horror yang sudah begitu umum berkisah tentang anak-anak muda sok berani terisolasi di kabin tua dalam hutan. Selain atmospheric horror melalui suasana kabin tua dan kegelapan malam, toh mereka juga dihadapkan ‘tamu’ tak diundang seperti layaknya dalam Texas Chain Saw Massacre, hingga yang menjadi inspirasi utama untuk The Cabin in the Woods, Evil Dead (1981). Well, movietard sendiri belum menonton Evil Dead, dan jujur, I’m not fan of horror genre tetapi review positif The Cabin in the Woods dan nama besar Joss Whedon selaku produser dan scriptwriter film ini, membuat movietard meluangkan waktu untuk menonton The Cabin in the Woods pada jam pemutaran midnight. And how about the result?

Continue reading

Advertisements

Short Review: Indonesia International Fantastic Film Festival 2011 (Part II)

The Yellow Sea

The Plot
Paska ditinggal istrinya yang bekerja ke Korea Selatan, Gu-Nam menyusul sang istri sekaligus ‘bekerja’ sebagai pembunuh bayaran.

The Comment
Dari judulnya, The Yellow Sea (2011) tampak tidak menarik, ada apa dengan laut kuning yang menjadi pemisah daratan China Timur dengan Korea? Realitasnya, laut ini menjadi tali nasib kehidupan Gu-nam. Yang ia inginkan hanyalah menyebrangi laut kuning guna pulang kembali ke daratan Cina bersama dengan istrinya. Sayangnya, perjalanan pulang Gu-Nam tak mudah karena paska terjebak dalam sebuah scene pembunuhan, ia diharuskan berhadapan dengan mafia korea, and the question, is he gonna be alive? The Yellow Sea lahir dari tangan director Hong-Jin Na yang juga menulis skripnya, dan Hong sangat percaya diri untuk tidak memasang aktor seperti Jang Dong Gun atau Won Bin sebagai main actor *yang ini sih maunya movietard, hihihi*. 

Continue reading

Short Review: Indonesia International Fantastic Film Festival 2011 (Part I)

Coba perhatikan, dari review-review yang movietard post selama ini, ada satu genre yang jaaaarang sekali disentuh, dan itu adalah horror! To told you the truth, I don’t have any courage to write its review since I always close my eyes when I was watching horror movie. Yes, the reason is so simple, movietard memang penakut, but…  for this November, as I did for the past two year, movietard kembali berpartisipasi dalam Indonesia International Fantastic Film Festival (iNAFFF) 2011 yang diadakan di Blitzmegaplex Grand Indonesia pada 11 – 20 November 2011 lalu, and hey, walaupun tetap menghindari menonton film-film bergenre pure horror, dan lebih memilih menonton film bergenre action thriller, slasher, hingga comedy horror, believe it or not, ada beberapa film yang berani movietard tonton sendiri *menyelamati diri sendiri*, and here’s my review (as usual, a short one) and yes, it’s still a part one because I don’t have *tttssssah* enough to time to write it all, so I’m gonna break my iNAFFF’s report in two part *siap-siap ditimpuk*

Immortals
The Plot
Theseus (Henry Cavill) adalah anak manusia yang di’tuntun’ Zeus (Luke Evans) untuk menghadapi Raja Hyperion (Mickey Rouke) yang ingin menguasai dunia dengan melepaskan para titan.

The Comment
Immortals (2011) jelas menjadi salah satu film di tahun 2011 yang ditunggu-tunggu movietard. It’s not because I love geek mythology, my main reason is because I’m a cavillry *What’s Cavillry? Cavillry is a community of Henry Cavill’s lovers at ONTD, and yes, I love Cavill since he played Charles, a character of King Henry’s sidekick at The Tudor* anyway, waktu movietard tahu bahwa Immortals yang menjadi film untuk opening iNAFFF, movietard cukup merasa heran bagaimana sebuah film geek myhtology menjadi bagian dari festival film berdarah *lebai mode on*, but the question is, it’s worth it or not?

Continue reading

Shutter Island

The Plot
Dua orang U.S marshal, Teddy Daniels (Leonardo DiCaprio) dan rekan (Mark Ruffolo) mengunjungi Ashecliff,  pusat perawatan kriminal gila di Shutter Island. Dan ini kisah investigasi tersebut.

The Comment
Martin Scorsese kembali mengarahkan DiCaprio melalui Shutter Island (2010),  film yang diadaptasi dari novel Dennis Lehane. Mystic River (2003) dan Gone Baby Gone (2007) adalah contoh novel Lehane yang telah difilmkan, dimana investigasi kasus yang berujung pada konflik batin selalu menjadi tema besar karya Lehane. Dan dalam Shutter Island, plot utama pencarian Teddy terhadap narapidana Rachel Solando yang melarikan diri, membawa penonton melihat kisah hidup Teddy lebih dalam. Continue reading

The Box

The Plot
Pasangan suami istri Arthur-Norma Lewis (James Marsden-Cameron Diaz) menerima kotak kayu bertombol merah. Jika menekan tombol itu, mereka mendapat satu juta dollar tetapi disaat bersamaan, orang lain akan mati.

The Comment
Judul yang singkat, The Box (2009), realitasnya tidak melukiskan cerita yang juga singkat. Diadaptasi dari short story bejudul Button, Button karangan Richard Matheson, film ini menjadi thriller science-fiction yang cukup baik. Mengambil setting Virginia tahun 1976, di awal film, audiences diperkenalkan dengan karakter Arthur-Norma yang mengalami dilema ketika menerima penawaran menggiurkan untuk push the button for 1 million dollar.

Continue reading

Sherlock Holmes

The Plot
Detektif swasta paling tersohor di London, Sherlock Holmes (Robert Downey Jr) dan rekannya Dr.John Watson (Jude Law) bergelut dengan kasus Lord Blackwood (Mark Strong) yang memiliki ‘black magic’.

The Comment
Jika anda seorang Sherlockian yang telah membaca novel Sherlock Holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle, segera lupakan interpretasi anda akan sosok Holmes yang tinggi, kurus, bermuka tirus dengan sifat yang angkuh, hati-hati dan elegan pada versi novelnya. Ya, novel dan film adalah medium yang berbeda, dan ditangan Guy Ritchie sebagai director, Sherlock Holmes (2009) menjadi sebuah film yang mengenalkan anda dengan sosok Holmes yang baru, baik secara fisik maupun sifat.

Continue reading

Brick


The Plot
High schoolers Brenday Frye (Joseph Gordon-Levitt) berusaha menyelidiki kematian ekspacarnya, Emily. Penyelidikan ini membawa Brendan masuk ke dalam lingkaran elit yang berbahaya.

The Comment
Brick (2005) merupakan salah satu teenage movie berspirit indie yang berbeda dari dari kelompoknya. Alih-alih menyajikan cerita dengan humor slapstick ataupun horor setengah jadi, Brick tampil kelam dan terpengaruh detective stories di era 30-40an. Kata ‘Brick’ sendiri merujuk kepada heroin yang telah dibentuk seperti batu bata.

Continue reading