Oz the Great and Powerful

MV5BMjMyMzQ1ODM1MF5BMl5BanBnXkFtZTcwMjE2MTQxOQThe Plot
Oscar Diggs (James Franco) hanyalah pesulap yang terbawa angin topan hingga ke Emerald city, dimana ia justru dianggap sebagai penyihir hebat penyelamat negeri.

The Comment
Movietard agak telat menonton Oz the Great and Powerful (2013), yaitu hampir lewat seminggu setelah pemutarannya. Setelah membaca komentar teman moviegoers di lini masa yang menyerang penampilan Franco di film ini, mau tak mau, movietard penasaran, is he that bad? Ekspektasi pun makin merendah mengingat dalam OtGaP, Franco bermain dalam genre yang belum pernah dicobanya, yaitu drama fantasy ala Disney yang berhubungan dengan film musikal klasik The Wizard of Oz (1939). Ya, dengan sedikit mengambil karakter-karakter dari buku The Wonderful Wizard of Oz karangan L. Frank Baum, OtGaP menjadi awal cerita kehadiran si penyihir besar Oz yang nantinya akan ditemui Dorothy dan kawan-kawan di negeri Oz. Sebuah prekuel atas salah satu kisah dongeng klasik yang pernah ada? Dengan mengangkat Raimi yang dalam cv-nya justru lebih ahli menggarap cerita horror daripada drama fantasy? Jujur, Disney tampak ‘gila’ dengan pilihan mereka.

Continue reading

Rise of the Planet of the Apes

The Plot
Caesar (diperankan melalui motion capture oleh Andy Serkis) adalah seorang simpanse jenius yang dirawat peneliti Will Rodman (James Franco). Dan ini adalah cerita Caesar mencari ‘keadilan’ versinya.

The Comment
The Planet of Apes? The Rise of the Apes?  Oh well, Movietard harus mengulangi lafal judul film ini sekitar 4 kali sebelum benar-benar ingat, and It’s Rise of the Planet of the Apes (2011). Dari judulnya yang panjang, sebetulnya kisah film ini bisa dibilang begitu sederhana. Kalau mau ber-flashback sedikit ke tahun 2001, waktu itu Movietard sempat menonton film Planet of the Apes (2001), berkisah tentang Astronot Mark Wahlberg yang tiba di planet dimana kera-lah yang menjadi penguasa sementara manusia justru menjadi kaum proletar. Dan kalau mau ber-flashback lebih jauh (yang ini murni hasil googling Movietard, bukan menonton langsung), film Planet of the Apes (2001) adalah remake dari film berjudul sama, Planet of the Apes (1968). Jadi, setelah sebelumnya cerita tentang Kera yang menguasai dunia sudah beberapa kali dibuat, hal baru apakah yang ditawarkan oleh RotPotA?

Continue reading

Academy Award 2011: A Personal Preview

Walaupun sudah masuk bulan kedua ditahun 2011 tetapi movietard masih tetap malas nulis movie review film-film yang sudah ditonton, but hey, I’m still trying to push myself to write something, but now…. I’m begging another forgiveness, lagi-lagi tidak ada review. It’s another just a thought, and I’ll talk about 83 th Academy Awards (Oscar 2011). But wait, ini bukan list nominee-nya, untuk mengetahui daftar nominasi lengkapnya, kamu bisa buka disini. Tulisan ini murni cuapan subyektif dari movietard, and here we go!

Continue reading

Eat Pray Love

The Plot
Ini memoar Elisabeth ‘Liz’  Gilbert (Julia Roberts) ketika  ber-travelling ke tiga negara yang terkenal itu.

The Comment
Eat Pray Love (2010) dalam masa pra dan produksi menjadi salah satu long awaited movies, tetapi, setelah di-release, film yang di-direct dan ditulis oleh Ryan Murphy justru mendapat review negatif karena dianggap kurang mampu menggambarkan esensi pencarian jati diri Liz versi novel. Movietard sendiri bukanlah pembaca novelnya sehingga menjadi bertanya-tanya, is this movie another novel bad rip off?

Continue reading

Milk

The Plot
Harvey Milk (Sean Penn) adalah seorang aktivis dan politisi gay pertama yang terpilih menjadi anggota San Francisco Board of Supervisors, dan ini adalah biografinya.

The Comment
The most talented bad boy, bad man lebih tepat mengingat usianya saat ini, Sean Penn is back! Dan Milk (2008) menjadi bukti bahwa ia memang salah satu aktor paling berbakat di Hollywood. Setelah berhasil mengimpress movietard melalui I Am Sam (2001) dan 21 Grams (2003), Penn kembali menjadi bintang dalam film ini di mana ia memainkan karakter Harvey Milk dengan sangat meyakinkan.

Continue reading