Sabtu Bersama Bapak

sabtu-bersama-bapak-poster-twitterThe Plot
Ini kisah hidup Ibu Itje (Ira Wibodo) dan kedua putranya, Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahenra) paska meninggalnya Gunawan (Abimana Aryasatya).

The Comment
Hype film Sabtu Bersama Bapak (2016) sudah mulai terasa sejak tahun lalu di beberapa timeline media sosial seperti path dan instagram movietard, well, karena selain memang mem-follow salah satu aktor yang ikut bermain di dalamnya, kelompok pertemanan movietard juga sudah membicarakan novel berjudul sama yang menjadi dasar adaptasi untuk film ini sejak tahun lalu. Movietard belum sempat membaca Sabtu Bersama Bapak versi novel karangan Adhitya Mulya, tetapi kira-kira 10 tahun lalu, movietard pernah membaca Jomblo yang merupakan novel perdana Mulya. Menurut movietard, Mulya memiliki gaya penceritaan yang asyik, dimana tema-tema yang sebetulnya cukup berat seperti misalnya tentang selingkuh dapat disampaikan dengan lebih sederhana dan komikal. Jadi, ketika akhirnya Sabtu Bersama Bapak di-release pada libur lebaran 2016 ini, movietard cukup bersemangat untuk menontonnya. Apalagi, di timeline media sosial, beberapa teman yang sudah menonton terlebih dahulu pun juga memuji film ini.

Continue reading

Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2)

RHpsoter

The Plot
Ini kisah B.J Habibie (Reza Rahardian) menggapai mimpi memajukan industri dirgantara Indonesia, jatuh cinta, hingga aktif berorganisasi ketika tengah melanjutkan studinya di Jerman Barat.

The Comment
Movietard termasuk audiens yang dibuat kagum dengan Habibie & Ainun (2012) yang merupakan salah satu film terbaik Indonesia. Kamu dapat membaca review movietard yang begitu menikmati dan bahkan dibuat menangis oleh film garapan Faozan Rizal tersebut di sini. Bagi movietard, segala aspek dari penceritaan, akting hingga sinematografi dalam film tersebut cukup sempurna. Jadi, ketika Habibie & Ainun diberitakan akan dibuat versi sekuelnya, movietard dibuat bingung mengingat rangkaian kisah Habibie dan Ainun sesungguhnya sudah terangkum semuanya dalam film tahun 2012 tersebut. Nah, sekuel ini realitasnya bermain di timeline yang berbeda seperti layaknya sekuel pada umumnya. Hadir dengan judul Rudy Habibie (Habibie Ainun 2) (2016), embel-embel 2 sesungguhnya tidak tepat karena film ini menjadi sekuel yang berperan sebagai prekuel terhadap film Habibie & Ainun tahun 2012 lalu, dan penggunaan judul Rudy Habibie sesungguhnya lebih tepat karena dalam timeline di seting film ini, Ainun tidak pernah bertemu langsung dengan Habibie.

Continue reading

Ada Apa dengan Cinta 2

Ada-Apa-Dengan-Cinta-AADC-2The Plot
Ini kisah Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) yang bertemu kembali di Yogyakarta setelah 14 tahun perpisahan legendaris mereka di bandara.

The Comment
Remaja tahun 2000-an mana yang tidak mengenal karakter Rangga dan Cinta? Pasangan berseragam abu-abu yang menjadi nyawa salah satu film Indonesia bergenre remaja paling sukses di Indonesia melalui Ada Apa dengan Cinta –AADC- (2002). Sebetulnya, tinggal menunggu waktu kapan Mirles film akan mengeyampingkan idealismenya dengan kembali mengkomersialisasikan produksi lawas mereka. Pemilihan AADC merupakan jalan aman dibandingkan meneruskan Petualangan Sherina mengingat Sherina pun telah dewasa, ataupun meneruskan petualangan Gie mengingat Sok Hok Gie telah ‘damai’ di pegunungan Semeru. Rangga dan Cinta menyajikan petualangan yang jauh lebih sederhana tetapi justru lebih universal, yaitu mengenai petualangan cinta muda-mudi, yang sayangnya, membutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk menikmati kelanjutan kisah mereka berdua.

Continue reading

Surat dari Praha

Poster-Surat-dari-PrahaThe Plot
Larasati (Julie Estelle) menerima wasiat dari sang Ibu untuk mengantarkan kotak dan sebuah surat ke lelaki paruh baya bernama Jaya (Tio Pakusadewo) di Praha.

The Comment
Dari semua jajaran film-film Indonesia yang rilis pada akhir Januari lalu, Surat dari Praha menjadi pilihan teratas movietard. Bukan karena judulnya yang terdengar sangat catchy guna mendorong movietard untuk mengintip Praha melalui film ini, tetapi karena nama Tio Pakusadewo yang selalu tampil maksimal di semua filmnya. Di usia yang justru sudah tidak muda, Pakusadewo is just like a wine, he gets better with age. Ketika mengetahui lawan mainnya si cantik Julie Estelle, movietard sempat berpikir apakah Surat dari Praha akan menjadi Lost in Translation atau Last Love-nya Indonesia, but surprisingly, Surat dari Praha melebihi ekspektasi awal movietard.

Continue reading

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

tenggelamnya-kapal-van-der-wijck-posterThe Plot
Ini kisah cinta antara Zainuddin (Herjunot Ali) dengan Hayati (Pevita Pearce) yang sayangnya terhalang adat dikarenakan Zainuddin bukan orang asli Minang.

The Comment
Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013) merupakan film adaptasi dari novel sastra lawas karangan Buya Hamka yang diterbitkan pada tahun 1939. Minimnya pengetahuan movietard akan dunia sastra realitasnya membuat movietard buta akan karya ini sampai ketika film ini di-release *toyor diri sendiri*. Movietard pun baru berniat menontonnya ketika seorang teman mengatakan film ini bagus, dan seolah tak percaya, movietard memastikannya kembali apakah ia serius atau bercanda. Setelah memastikan bahwa yang ia maksud adalah literally bagus, movietard menontonnya di akhir Desember 2013. Dan diawal Januari ini, movietard menonton untuk kedua kalinya. It’s the first Indonesian movie I’ve watched for two times!. And now, barulah movietard ‘berani’ membuat review-nya Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Simply, akhirnya movietard memahami bahwa film ini menjadi salah satu film yang memang menghibur.

Continue reading

99 Cahaya di Langit Eropa

poster-99-cahaya-di-langit-eropa-e1383578690652The Plot
Ketika mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Wina, Austria, Rangga (Abimana Aryasatya) turut mengajak sang istri, Hanum (Acha Septriasa) bersamanya.

The Comment
Oke, movietard harus mengakui bahwa awalnya tidak tertarik untuk menonton 99 Cahaya di Langit Eropa (2013). Diputar sejak bulan Desember 2013, movietard baru berkesempatan menontonnya di awal Januari ini, itupun setelah mendengar review teman yang mengatakan film ini seolah mengingkari hakikat perbedaan bangsa dan bahasa yang ada di muka bumi. Jelas dong movietard jadi penasaran dengan komentar tersebut, apalagi setelah mengecek poster film ini, ada nama Abimana Aryasatya didalamnya. Abimana tampaknya tengah menjadi ‘it actor’ dalam industri perfilman Indonesia saat ini. Well, mungkin berkah setelah ganti nama ya, Abimana *lihat pin up majalah Aneka*? Kembali kepada 99 Cahaya di Langit Eropa, hasil telisik movietard, film ini merupakan adaptasi buku dari Hanum Salsabiela Rais yang dalam real life beliau memang pernah menemai sang suami untuk mendapatkan gelar Doktor di Wina. Mengetahui hal ini, movietard menjadi lebih bersemangat dan rela menonton pada pemutaran 9 malam *karena 99 Cahaya di Langit Eropa hanya mendapat 2 kali pemutaran, dimana pemutaran pertama dilakukan pada jam 12 siang*.

Continue reading

I Got The Liebster and Sunshine Award(s), yay!

Different from my usual movie-review posts, at this post, I will… well, blabbering! Actually, thanks lots to KaramelKinema and MeontheMovie for tagging me to participate at this fun The Liebster and Sunshine Award(s) *ppppssssttt, sebelumnya movietard tengah off untuk liburan* but turned out, I skipped my time-out and tried to write this post because as Karamel Kinema said,  it’s fun to share our passion with the other, so if you have spare time, let’s check it out. I got two tagging for Liebster Award by Karamel Kinema and Me on the Movie, so instead of answering 11 questions, now, I’ll do 22 *pasang ikat kepala*

liebsterblogaward

Continue reading