2013’s Movies End-Note

Say hi to annual Movies End-Note yang kali ini sudah memasuki tahun ke… well, keempat! Dan bodohnya, movietard belum bosan melakukan postingan ini. But… if you get bored, you could skip this post ya! Honestly, tahun 2013 lalu movietard sempat mengalami masa-masa tidak begitu rajin menulis review film, tetapi hey, fetish mengumpulkan tiket bioskop toh tetap saja tak bisa hilang sehingga di awal tahun 2014 ini, movietard kembali menyapa melalui Movies End-Note. Apa itu Movies End-Note? I don’t have any scientific explanation tetapi anggap saja Movies End-Note sebagai kaleidoskop seberapa banyak pengalaman movietard menonton di layar besar, tidak hanya di bioskop tetapi juga di pusat-pusat kebudayaan. Jadi, harap dimaklumi jika film yang masuk daftar ini memang tidak mencakup film yang ditonton melalui cakram DVD atau file film –yang memang di tahun 2013 ini sangat jarang dilakukan movietard karena keterbatasan waktu-.

Guna memudahkan proses ber-flashback ke setiap bulan di tahun 2013, movietard membaginya dalam empat triwulan dengan menyertakan sedikit comment yang berisikan pilihan movietard akan  favorite movie at the month –MotM-. Tak bosan-bosan movietard menekankan, favorite movie tersebut jelas penilaian yang subyektif dari diri movietard. Yang menjadi favorit bukan berarti harus yang terbaik dari segi kualitas tetapi setidaknya memberikan gambaran film-film apa saja yang menempati list favorit movietard untuk tahun 2013 lalu, apakah terdapat film favorit movietard yang juga menjadi kesukaan kamu? If you have a free time, you can read my 2013’s Movies End-Note post, happy reading!

eyeemfiltered1388946951066

Continue reading

Monsters University

MV5BMTUyODgwMDU3M15BMl5BanBnXkFtZTcwOTM4MjcxOQ@@._V1._SX640_SY948_The Plot
Ini awal mula pertemuan monster Mike Wazowski (dubber Billy Cristal) and James ‘Sulley’ Sullivan (dubber John Goodman), ketika keduanya masih duduk dibangku universitas

The Comment
Beberapa tahun lalu, movietard selalu menganggap Pixar’s movies as part of the greatest. Ya, ibarat hasil ujian, film-film animasi buatan Pixar selalu memiliki nilai seratus dan tak kalah dengan film-film besar yang menjadi best pictures. Bagi movietard, Pixar’s movies adalah kesempurnaan baik secara artistik, cerita hingga hasil di pasaran. Jelas, Pixar membawa film animasi ke dimensi yang jauh lebih terhormat dengan standard yang tinggi seperti bagaimana Nolan meletakan fondasi superheroes yang baru melalu trilogi Batman. Siapa sih yang tidak ikut menangis melihat akhir petualang Woody dan Andy dalam Toy Story 3? Keuniversalan cinta dalam Wall-E? Besarnya kasih ayah kepada anak dalam Finding Nemo? Hingga tentunya petualang bocah dan kakek tua yang cute dalam Up? Tetapi, ibarat hasil ujian pun, entah karena si siswa sudah terlalu ‘malas’ belajar, pada tahun-tahun terakhir ini karya Pixar seolah mengalami, well, I need to state this as my opinion, mengalami degradasi. Jujur, movietard kecewa dengan Cars 2 dan bahkan di tahun lalu, movietard melewatkan Brave. Tetapi ketika trailer Monsters University (2013) hadir, movietard merasa senang dengan kembalinya the duo from Monsters Inc (2001), Mike and Sulley, yang dahulu sempat menjadi tontonan menyenangkan bagi movietard di zaman… well, sekolah tingkat pertama.

Continue reading

Oz the Great and Powerful

MV5BMjMyMzQ1ODM1MF5BMl5BanBnXkFtZTcwMjE2MTQxOQThe Plot
Oscar Diggs (James Franco) hanyalah pesulap yang terbawa angin topan hingga ke Emerald city, dimana ia justru dianggap sebagai penyihir hebat penyelamat negeri.

The Comment
Movietard agak telat menonton Oz the Great and Powerful (2013), yaitu hampir lewat seminggu setelah pemutarannya. Setelah membaca komentar teman moviegoers di lini masa yang menyerang penampilan Franco di film ini, mau tak mau, movietard penasaran, is he that bad? Ekspektasi pun makin merendah mengingat dalam OtGaP, Franco bermain dalam genre yang belum pernah dicobanya, yaitu drama fantasy ala Disney yang berhubungan dengan film musikal klasik The Wizard of Oz (1939). Ya, dengan sedikit mengambil karakter-karakter dari buku The Wonderful Wizard of Oz karangan L. Frank Baum, OtGaP menjadi awal cerita kehadiran si penyihir besar Oz yang nantinya akan ditemui Dorothy dan kawan-kawan di negeri Oz. Sebuah prekuel atas salah satu kisah dongeng klasik yang pernah ada? Dengan mengangkat Raimi yang dalam cv-nya justru lebih ahli menggarap cerita horror daripada drama fantasy? Jujur, Disney tampak ‘gila’ dengan pilihan mereka.

Continue reading

Beasts of the Southern Wild

MV5BMTgxNDM5MDM1Ml5BMl5BanBnXkFtZTcwOTYwNzQ3Nw_002The Plot
Ini cerita si kecil Hushpuppy (Quvenzhané Wallis) yang tinggal di desanya, yang disebut Bathtub.

The Comment
Judul film Beasts of the Southern Wild (2012) sebetulnya sudah cukup familiar di telinga movietard, denger-denger, film inilah yang menjadi kuda hitam dipagelaran Academy Award ke-85 dengan mendapat beberapa nominasi bergengsi seperti best motion picture dan pemeran utamanya bahkan masuk menjadi nominee best performance by actress in leading role yang paling muda! Kalau boleh jujur sih, film ini awalnya jelas tidak menjadi pilihan movietard dan teman-teman untuk ditonton karena kelihatan sekali part of festival movie, tetapi embel-embel nominasi film terbaik jelas menjadi penarik why I must watch this movie. Movietard pun juga sempat bertanya-tanya, sebetulnya apa sih yang membuat para juri Oscar mencintai film ini? Rasa penasaran yang besar akhirnya ‘menyeret’ movietard untuk menonton langsung BotSW. Anyway, sebelumnya, movietard sempat pula menyangka film ini sebagai film animasi karena dari judul dan posternya, it looked like one tetapi ternyata bukan *malu*.

Continue reading

Mirror Mirror

The Plot
Ini cerita petualang si Putri Snow (Lily Collins) menghadapi Ratu yang kejam, kumpulan kurcaci bandit dan pangeran ganteng yang bodoh.

The Comment
Tarsem Singh is back! Setelah terakhir kali menyapa melalui Immortals (2011)yang cukup berdarah, di tahun 2012 ini, Singh sedikit bersantai dengan menggarap adaptasi dari kisah dongeng sejuta umat yang sudah kita ketahui jalan ceritanya, Snow White and the Seven Dwarfs, melalui film berjudul Mirror Mirror (2012). Berbeda dengan adaptasi kisah dongeng ini sebelumnya, Singh membesut kisah si Putri Snow ini dalam versi yang menonjolkan sisi comedy adventure. Well, setelah dibuat jatuh cinta dengan keindahan adventure dalam The Fall (2006), Movietard berharap Singh juga akan meyajikan adventure yang tak kalah menyenangkan dalam film ini. And voila! Movietard cukup terkejut dengan evolusi yang terjadi dalam story plot-nya, membuat movietard cukup mengernyitkan kening ketika menontonnya. Yang menjadi pertanyaan, apakah Singh berhasil menyajikan petualangan bercitarasa komedi seperti yang ia harapkan?

Continue reading

Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides

The Plot
Jack Sparrow (Johnny Depp) kembali bertualang di laut lepas! Kali ini, ia ‘dijebak’ oleh Angelica (Penelope Cruz) untuk membantu ayah Angelica menemukan fountain of the youth.

The Comment
Captain Jack Sparrow backs! Yes, setelah vakum selama 4 empat tahun sejak Pirates of the Caribbean: At World’s End (2007), Jack Sparrow kembali mengunjungi kita *walaupun agak telah masuk ke Indonesia-nya* melalui sekuel Pirates of Caribbean yang keempat, Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides (2011). Sayangnya, kali Captain Jack tidak lagi ditemani sidekick favorite movietard, british couple Will Turner (Orlando Bloom) dan Elisabeth Swann (Keira Knightly). Jadi, bagi anda yang menunggu lanjutan kisah cinta Will dan Elisabeth, siap-siap kecewa karena mereka bahkan tak muncul sebagai cameo sekalipun. Oh well, mungkin Will terlalu sibuk menahkodai The Flying Dutchman dan Elisabeth terlalu sibuk mengurus anak sehingga tak bisa lagi menemani Jack *sedih*.

Continue reading

Tangled

The Plot
Ini petualangan Rapunzel (dubber: Mandy Moore ), si lost princess berambut ajaib yang bertualang ke dunia luar bersama Flynn Ryder (dubber: Zachary Levi).

The Comment
Tangled (2010) menjadi animasi terbaru persembahan Walt Disney menyambut 50 tahun berdirinya studio animasi ini. Walapun mengubah judul menjadi Tangled, menilik pada story plot dan nama gadis karakter utamanya, audiens sepertinya sudah familiar dengan kisah princess yang diadaptasi dari dongeng Grimm’s Brother. But hey! Disney did another deconstruction job terhadap kisah putri berambut panjang yang dikurung dimenara dan diselamatkan pangeran.  And how about the result? Is it a good or a bad one?

Continue reading