Stone

The Plot
Ini cerita kriminal Gerald ‘Stone’ Creeson (Edward Norton) yang ingin bebas dengan meminta ‘bantuan’ parole officer, Jack (Robert De Niro)

The Comment
If you visited this stupid blog before, you maybe  know who’s my fave actor all the time, and yep, he’s Edward Norton. It’s been a long time not to watch his movie at big screen since Incredible Hulk (2008) and surprisingly, a new Norton’s movie, Stone (2010) was released in Indonesia! Sayangnya, Stone tidak dibeli oleh distributor untuk suplai film di chain Cineplex, dan hanya muncul di Blitzmegaplex.

Continue reading

Edward Norton

Who is He?
He’s American who not only does acting as his job, but also takes part at producing, directing and scriptwriting. Plus, he’s an environmental activist and still staying solo.

Why is He Becoming My Pick-Up?
Kemarin, salah seorang kolega movieblogger, Gilasinema, memposting artikel menarik tentang real male stars, anda bisa baca postingannya disini I do love his list, a really nice depth article! Sayangnya, tak ada nama Edward Harrison Norton, atau yang lebih dikenal dengan Edward Norton dalam list tersebut. So, I made this column as a tribute for Edward Norton, he’s my 1st favorite actor since I saw him first at American History X (1998).

Continue reading

Fight Club

fight-club-dvd-cover

It’s my comment, errrr…analysis is the right term, it my analysis about one of ma favo movies (Apa anda juga suka?), Fight Club (1999)

FULL OF SPOILER
Palahniuk ngejadiin sistem kapitalisme marxist (Marx, si bapak kaum proletar) sebagai temanya, kegelisahan Palahniuk ini ngebuat dia menulis Fight Club, dan  Fincher menerjemahkannya ke medium visual. Ya, Fight Club menunjukkan gimana dunia saat ini memang telah memasuki era kapitalisme akhir. si narator (si-nggak-ada-matinya-Edward-Norton dalam permainanya yang oke) dilukisin sebagai white collar pengguna calvin klein, DKNY ect, doyan ngisi kondo-nya dengan perabotan yang sangat populer yang bahkan juga digilai mrs. Kutcher, Ikea.

Continue reading

American History X

200px-American_history_x_poster

The Plot
Di L.A, persoalan terkait racism tetap saja terjadi, tepatnya pada Derek Vinyard (Edward Norton) yang membunuh black people based on stupid reason. Yang nggak disadari Derek, perbuatannya itu berdampak terhadap adiknya, Danny Vinyard (Edward Furlong).

The Comment
Rasicm theme selalu saja menarik perhatian sineas Hollywood, dan American History X (1998) jadi bukti permasalahan ini tetap hadir dalam every day life mereka, bahkan setelah puluhan tahun paska retorika Luther King. Menyedihkan? Ya, dan yang lebih menyedihkan, American History X menyoroti rasisme from the darkest side, saat Derek telah menyadari kalau warna kulit tidak menentukan seseorang baik atau tidak, Danny justru menjadi the new Derek (at the past), yang memendam kebencian terhadap black race.

Continue reading