Sabtu Bersama Bapak

sabtu-bersama-bapak-poster-twitterThe Plot
Ini kisah hidup Ibu Itje (Ira Wibodo) dan kedua putranya, Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahenra) paska meninggalnya Gunawan (Abimana Aryasatya).

The Comment
Hype film Sabtu Bersama Bapak (2016) sudah mulai terasa sejak tahun lalu di beberapa timeline media sosial seperti path dan instagram movietard, well, karena selain memang mem-follow salah satu aktor yang ikut bermain di dalamnya, kelompok pertemanan movietard juga sudah membicarakan novel berjudul sama yang menjadi dasar adaptasi untuk film ini sejak tahun lalu. Movietard belum sempat membaca Sabtu Bersama Bapak versi novel karangan Adhitya Mulya, tetapi kira-kira 10 tahun lalu, movietard pernah membaca Jomblo yang merupakan novel perdana Mulya. Menurut movietard, Mulya memiliki gaya penceritaan yang asyik, dimana tema-tema yang sebetulnya cukup berat seperti misalnya tentang selingkuh dapat disampaikan dengan lebih sederhana dan komikal. Jadi, ketika akhirnya Sabtu Bersama Bapak di-release pada libur lebaran 2016 ini, movietard cukup bersemangat untuk menontonnya. Apalagi, di timeline media sosial, beberapa teman yang sudah menonton terlebih dahulu pun juga memuji film ini.

Continue reading

Now You See Me 2

now1

The Plot
Ini kisah lanjutan The Four Horsemen dan Dylan Rhodes (Mark Ruffalo) yang kali ini harus menghadapi si scientist pintar, Walter Mabry (Daniel Radcliffe).

The Comment
Now You See Me 2 (2016) adalah sekuel dari salah satu film terasik yang ditonton movietard di tahun 2013, Now You See Me, yang reviewnya dapat dibaca disini. Now You See Me menjadi film bertema ‘pencurian’ yang dibalut dengan trik-trik sulap sehingga membuat audiens terhibur seperti layaknya ketika tengah menonton pertunjukkan sulap sebenarnya, seolah belum cukup, movietard pun juga dibuat berguman ‘damn it!’ ketika mengetahui twist yang tersaji di akhir film. Jadi, ketika di tahun 2013 tersebut, pembicaraan mengenai sekuel Now You See Me sudah terdengar, tentunya, movietard menjadi salah satu audiens yang tidak sabar menunggu kelanjutan kisah aksi The Four Horsemen. Seperti layaknya franchise Fast and Furious yang mengusung berbagai aksi ‘pencurian’ dalam balutan balapan liar yang mendebarkan, Now You See Me tampaknya akan menjadi franchise aksi ‘pencurian’ dalam balutan trik-trik sulap yang menyenangkan.

Continue reading

Ada Apa dengan Cinta 2

Ada-Apa-Dengan-Cinta-AADC-2The Plot
Ini kisah Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) yang bertemu kembali di Yogyakarta setelah 14 tahun perpisahan legendaris mereka di bandara.

The Comment
Remaja tahun 2000-an mana yang tidak mengenal karakter Rangga dan Cinta? Pasangan berseragam abu-abu yang menjadi nyawa salah satu film Indonesia bergenre remaja paling sukses di Indonesia melalui Ada Apa dengan Cinta –AADC- (2002). Sebetulnya, tinggal menunggu waktu kapan Mirles film akan mengeyampingkan idealismenya dengan kembali mengkomersialisasikan produksi lawas mereka. Pemilihan AADC merupakan jalan aman dibandingkan meneruskan Petualangan Sherina mengingat Sherina pun telah dewasa, ataupun meneruskan petualangan Gie mengingat Sok Hok Gie telah ‘damai’ di pegunungan Semeru. Rangga dan Cinta menyajikan petualangan yang jauh lebih sederhana tetapi justru lebih universal, yaitu mengenai petualangan cinta muda-mudi, yang sayangnya, membutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk menikmati kelanjutan kisah mereka berdua.

Continue reading

10 Things I Love about Descendants of The Sun

descendants-of-the-sun

Kali terakhir movietard membuat review mengenai TV Series yang memang memiliki kategori tersendiri di blog ini adalah tahun 2013, tepatnya ketika membahas 10 Best Episode of Gossip Girl in My Version sebagai ode perpisahan terhadap Gossip Girl yang dapat dibaca disini. Walaupun jarang melakukan review di kategori ini, sejujurnya, movietard cukup rajin menonton TV series, yang sebagian besar adalah TV series produksi Amerika Serikat dan Inggris sementara movietard sangatlah jaaaaaaaaarang menonton TV series produksi Korea Selatan. Referensi movietard akan TV series Korea Selatan terhenti pada periode 2000-an sehingga bagi movietard, Jang Dong Gun dan Won Bin tetaplah aktor terkeren se-Korea Selatan.

The good thing was, pada tahun 2015 lalu, movietard kembali memiliki waktu luang sehingga berhasil menyelesaikan TV series produksi Korea Selatan berjudul Twenty Again (2015) yang memiliki story plot cukup inspiratif. Dan di semester pertama tahun 2016 ini, movietard kembali mengikuti TV series produksi Korea Selatan berjudul Descendants of The Sun –DotS- (2016) yang realitasnya justru membuat movietard terkena ‘demam’, demam ini membuat movietard rela terbangun dini hari setiap malam kamis dan malam jum’at untuk streaming DotS tanpa subtitle dikarenakan movietard tak sabar menunggu episode terbaru DotS. And here are 10 things I love about DotS.

Continue reading

Spotlight

MV5BMjIyOTM5OTIzNV5BMl5BanBnXkFtZTgwMDkzODE2NjEThe Plot
Ini cerita jurnalisme investigasi dari surat kabar The Boston Globe yang melaporkan adanya sexual abuse yang dilakukan para pendeta di kota Boston tahun 2002

The Comment
Movietard menonton trailer Spotlight ketika menonton The Big Short dan… langsung jatuh hati! Saking tak sabarnya, movietard menempuh jalur ilegal untuk menontonnya. Movietard pernah mempelajari jurnalisme investigasi dan sangat menyukai tema ini. Laporan investigasi biasanya mengangkat isu-isu seperti korupsi ataupun tindakan kriminal yang dilakukan birokrat dan korporat. Salah satu bentuk jurnalisme investigasi yang paling terkenal adalah ketika jurnalis Bob Woodward and Carl Bernstein membongkar skandal watergate yang melibatkan Presiden Nixon. Nah, laporan investigasi yang menjadi fokus dalam film Spotlight memang tidak membongkar kebobrokan institusi pemerintah dan birokratnya, namun justru mengorek kebobrokan institusi yang jauh lebih sakral, yaitu gereja katolik dan para pendetanya.

Continue reading

Surat dari Praha

Poster-Surat-dari-PrahaThe Plot
Larasati (Julie Estelle) menerima wasiat dari sang Ibu untuk mengantarkan kotak dan sebuah surat ke lelaki paruh baya bernama Jaya (Tio Pakusadewo) di Praha.

The Comment
Dari semua jajaran film-film Indonesia yang rilis pada akhir Januari lalu, Surat dari Praha menjadi pilihan teratas movietard. Bukan karena judulnya yang terdengar sangat catchy guna mendorong movietard untuk mengintip Praha melalui film ini, tetapi karena nama Tio Pakusadewo yang selalu tampil maksimal di semua filmnya. Di usia yang justru sudah tidak muda, Pakusadewo is just like a wine, he gets better with age. Ketika mengetahui lawan mainnya si cantik Julie Estelle, movietard sempat berpikir apakah Surat dari Praha akan menjadi Lost in Translation atau Last Love-nya Indonesia, but surprisingly, Surat dari Praha melebihi ekspektasi awal movietard.

Continue reading

2015’s Movies End-Note

Berhubung tahun 2015 lalu movietard jaraaaaaang sekali me-review film di blog ini (Well, jarang mungkin term yang kurang tepat juga karena memang hanya satu film yang di-review tahun lalu, hehehehe), rasanya movietard punya ‘hutang’ melakukan kaleidoskop di awal tahun 2016 ini. Kaledoiskop ini dalam bentuk movies end-note yang berisi 5 (lima) film yang ditonton movietard pada tahun 2015 dan… menjadi favorit. As usual, term favorit sendiri merefleksikan penilaian subyektif movietard ya, and here we go!

5. The Imitation of Game
MV5BNDkwNTEyMzkzNl5BMl5BanBnXkFtZTgwNTAwNzk3MjE@._V1_SX640_SY720_The Comment
Pada saat memilih 5 film terfavorit tahun lalu, rasanya cukup sulit bagi movietard untuk memilih film pada peringkat ke-5, ada beberapa film yang sempat masuk pertimbangan seperti Avengers: Age of Ultron yang sangat ‘ramai’, Whiplash yang membuat movietard terjengit, Surga yang Tak Dirindukan yang membuat movietard menangis sesenggukan hingga Jurasic World yang membuat movietard iri setengah mati dengan Dallas Howard yang tampil sangat stylish, but finally, akhirnya peringkat kelima jatuh ke The Imitation of Game, film semi biografi tentang kehidupan kriptografer jenius Inggris Alan Turing pada masa perang dunia kedua. Selain kehadiran Cumberbatch sebagai Turing dan aktor-aktor Inggris lainnya yang tak kalah kece, highlight film ini justru diberikan oleh Knightley yang sempat menjadi love interest ‘jejadian’ Turing padahal sesungguhnya ia juga tak kalah jenius. Kerjasama Cumberbatch dan Knightley, baik dalam memecahkan kode hingga dalam ranah personal karena kedua belum mampu menunjukkan jati diri sebenarnya ditengah masyarakat konservatif di kala itu, membuat movietard jatuh hati pada film ini.

Continue reading