Academy Award 2011: A Personal Preview

Walaupun sudah masuk bulan kedua ditahun 2011 tetapi movietard masih tetap malas nulis movie review film-film yang sudah ditonton, but hey, I’m still trying to push myself to write something, but now…. I’m begging another forgiveness, lagi-lagi tidak ada review. It’s another just a thought, and I’ll talk about 83 th Academy Awards (Oscar 2011). But wait, ini bukan list nominee-nya, untuk mengetahui daftar nominasi lengkapnya, kamu bisa buka disini. Tulisan ini murni cuapan subyektif dari movietard, and here we go!

Continue reading

The Social Network

The Plot
Ini cerita Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg) yang, as everybody knows, he’s the founder of the biggest social network in the world nowadays, facebook.

The Comment
The Social Network (2010) adalah salah satu film yang ditunggu movietard tahun 2010 ini. Why? Because this movie got a positive reviews, it’s certified as 97% fresh at RottenTomatoes and to made it perfect, Ebert gave maximum stars! Dengan semua embel-embel itu, jelas The Social Network membuat ekspektasi movietard meninggi walaupun seperti yang kita tahu, it’s not a real Zuckerberg’s biography karena film yang didasari dari buku The Accidental Billionaires tidak mendapatkan konfirmasi keabsahan dari Zuckerberg.

Continue reading

5 Favorite Movies Of 2008

Sebetulnya sudah cukup telat jika movietard menulis daftar film favorit dua tahun yang lalu. Tetapi, anggap saja ini warming-up sebelum movietard membuat daftar film favorit tahun 2009 lalu.
Honestly, movietard memaklumi kalau film-film yang masuk menurut anda tidak cukup baik secara kualitas. Well, itulah alasan movietard memberikan label ‘favorite’, favorit toh bukan berarti harus yang terbaik secara kualitas bukan? And here’s my list 😉

5. Australia
The Plot
Ini kisah lady Sarah Ashley (Nicole Kidman) dari Inggris yang bertahan hidup di Australia dan bertemu si penggembala tanpa nama (Hugh Jackman)

The Comment
Bukannya storyline Australia (2008) sangat cliché? Ya, storylinenya memang sangat hollywood formulaic. Tetapi, kenapa film ini masuk five favorite saya? In my opinion, Australia menjadi tribute director Baz Luhrmann untuk romance movie yang pernah berjaya dulu. Great actors, landscape yang indah, tone warna yang bagus, cerita yang mengharu biru, semuanya benar-benar dikerjakan dengan detil oleh Luhrmann. Membuktikan bahwa Luhrmann tidak hanya cerdas dalam menceritakan sedihnya kasih tak sampai, tetapi bisa juga tampil konvensional dalam menyajikan film roman.

Continue reading

Fight Club

fight-club-dvd-cover

It’s my comment, errrr…analysis is the right term, it my analysis about one of ma favo movies (Apa anda juga suka?), Fight Club (1999)

FULL OF SPOILER
Palahniuk ngejadiin sistem kapitalisme marxist (Marx, si bapak kaum proletar) sebagai temanya, kegelisahan Palahniuk ini ngebuat dia menulis Fight Club, dan  Fincher menerjemahkannya ke medium visual. Ya, Fight Club menunjukkan gimana dunia saat ini memang telah memasuki era kapitalisme akhir. si narator (si-nggak-ada-matinya-Edward-Norton dalam permainanya yang oke) dilukisin sebagai white collar pengguna calvin klein, DKNY ect, doyan ngisi kondo-nya dengan perabotan yang sangat populer yang bahkan juga digilai mrs. Kutcher, Ikea.

Continue reading