One Way Trip

gloryday

The Plot
Ini kisah perjalanan dua hari satu malam 4 (empat) orang pemuda, yang melahirkan banyak pembelajaran dalam kurun waktu tersebut.

The Comment
Movietard harus mengakui pada semester pertama tahun 2016 ini agak terkena ‘demam’ menonton serial korea. Masing ingat kan jika movietard dibuat menangis dan tertawa oleh serial korea Descendants of the Sun (2016)? Setelah tamat menonton serial tersebut, movietard melanjutkan menonton serial korea lainnya yang tak kalah menghibur, diantaranya Angry Mom (2015) dan Reply 1988 (2015), dalam dua serial ini terdapat dua karakter pendukung yang menarik perhatian karena walaupun sudah menjadi karakter yang begitu gentleman sepanjang serial, keduanya gagal mendapatkan cinta dari karakter perempuan utama *puk-puk Bak Dong dan Jung Hwan*. Saking simpatinya terhadap dua karakter pemuda tersebut, movietard menaruh perhatian terhadap si ganteng Ji Soo dan si charming Ryo Joon Yeol sebagai aktor yang memerankannya. Jadi, ketika dua nama ini bermain bersama dalam sebuah kisah coming of age, tentunya movietard bersemangat menonton film Korea, One Way Trip atau Glory Day (2016).

Continue reading

Advertisements

The Way Way Back

MV5BNTU5ODk5NDg0Nl5BMl5BanBnXkFtZTcwNzQwMjI1OQThe Plot
Duncan (Liam James) terjebak pada libur musim panas yang ‘menyedihkan’, sebelum ia bertemu Owen (Sam Rockwell) yang mengajaknya bekerja di taman bermain air Water Wizz.

The Comment
Another Coming-of-age story which was released at Sundance Film Festival 2013! Setelah The Spectacular Now dan The Kings of Summer, movietard finally menonton The Way Way Back (2013) yang tak kalah heartwarming dari dua cerita sebelumnya. Bahkan, movietard merasa lebih relate dengan kisah film walaupun film ini justru tampak sebagai film yang paling ‘anak-anak’ dibanding kedua film sebelumnya. Hal ini karena karakter utama dalam The Way Way Back, seorang bocah yang cenderung merasa misfits mengingatkan movietard pada diri sendiri ketika zaman masih remaja. Pada masa pertumbuhan, penerimaan akan diri sendiri memang cenderung ditentukan oleh penilaian para significant other di lingkungan sekitar seperti orang tua dan teman-teman. Nah, karakter utama dalam The Way Way Back adalah bocah lelaki berusia 14 tahun yang memang agak socially awkward ketika dihadapkan pada lingkungan. Bisa dibayangkan tidak jika seorang bocah yang memang agak sulit bergaul harus menghadapi lingkungan baru dan orang-orang baru? Bingung, takut dan tak nyaman pastinya!

Continue reading

The Kings of Summer

MV5BMTc3ODA1NTI0MV5BMl5BanBnXkFtZTcwOTE4OTUzOQ_002The Plot
Ini kisah Joe (Nick Robinson) dan kedua temannya yang ‘melarikan diri’ dari rumah orang tua mereka dengan membangun rumah kayu di tengah hutan.

The Comment
Movietard sudah banyak mendengar review positif akan betapa heartwarming-nya film bertemakan coming-of-age, The Kings of Summer (2013) pada gelaran Sundance Film Festival 2013 bersamaan dengan The Spectacular Now. As I wrote before, I think you already knew that coming-of-age themes always have a special attraction to me. Sayangnya pada tahun lalu, movietard belum memiliki waktu untuk menontonnya. Padahal, file film ini sendiri sudah cukup lama ‘nongkrong’ di hard-disk eksternal bersama dengan film coming-of-age lainnya, Mud. Luckily, di bulan Januari ini, movietard memiliki banyak waktu luang dikarenakan tengah libur kuliah *yay!*. So, I finally have time to watch this movie. Apalagi, The Kings of Summer memiliki penokohan dan setting yang mirip dengan one of best children adventure movies yang menjadi favorit movietard, Stand By Me (1986), yang berfokus pada petualang remaja lelaki ‘bermain’ di hutan. Bedanya, jika petualangan Chris dan kawan-kawan didasari oleh semangat menjadi ‘pahlawan’ dengan mencari mayat di hutan, petualangan Joe dan kawan-kawan didasari karena keletihan mereka menghadapi orang tua.

Continue reading

The Spectacular Now

MV5BMjA5MTc0NTkzM15BMl5BanBnXkFtZTcwODEwNjE3OQ@@._V1_SX640_SY720_The Plot
Ini cerita Sutter Keely (Miles Teller) yang pada tahun terakhirnya di SMU justru baru berkenalan dengan si gadis polos Aimee Finecky (Shailene Woodley)

The Comment
The Spectacular Now (2013) sudah menjadi buzz sejak pertengahan tahun 2013 lalu ketika film ini diputar dalam Sundance Film Festival dan mendapat berbagai review yang positif. Film-film dengan tema coming of age memang menghadirkan pesona yang bahkan tetap memikat movietard yang sudah melewati fase tersebut lama sekali. Dan sama seperti The Perks of Being a Wallflower, The Spectacular Now juga hasil adaptasi novel remaja karangan Tim Tharp. Bedanya, tidak seperti Chbosky yang turun tangan dalam menggarap filmnya juga, Tharp mempercayakan The Spectacular Now ditangani oleh orang lain. Movietard sendiri lumayan telat menonton The Spectacular Now karena baru pada awal tahun 2014 ini iseng mengunduhnya *itu pun karena insomnia akut* pada hari Minggu dini hari, dan pada saat itu, movietard langsung mencoba menontonnya supaya bisa lebih cepat tertidur, but hey, turned out… I didn’t fall asleep and after watched it, I just wanna say, love, love, loveee this movie!

Continue reading

2013’s Movies End-Note

Say hi to annual Movies End-Note yang kali ini sudah memasuki tahun ke… well, keempat! Dan bodohnya, movietard belum bosan melakukan postingan ini. But… if you get bored, you could skip this post ya! Honestly, tahun 2013 lalu movietard sempat mengalami masa-masa tidak begitu rajin menulis review film, tetapi hey, fetish mengumpulkan tiket bioskop toh tetap saja tak bisa hilang sehingga di awal tahun 2014 ini, movietard kembali menyapa melalui Movies End-Note. Apa itu Movies End-Note? I don’t have any scientific explanation tetapi anggap saja Movies End-Note sebagai kaleidoskop seberapa banyak pengalaman movietard menonton di layar besar, tidak hanya di bioskop tetapi juga di pusat-pusat kebudayaan. Jadi, harap dimaklumi jika film yang masuk daftar ini memang tidak mencakup film yang ditonton melalui cakram DVD atau file film –yang memang di tahun 2013 ini sangat jarang dilakukan movietard karena keterbatasan waktu-.

Guna memudahkan proses ber-flashback ke setiap bulan di tahun 2013, movietard membaginya dalam empat triwulan dengan menyertakan sedikit comment yang berisikan pilihan movietard akan  favorite movie at the month –MotM-. Tak bosan-bosan movietard menekankan, favorite movie tersebut jelas penilaian yang subyektif dari diri movietard. Yang menjadi favorit bukan berarti harus yang terbaik dari segi kualitas tetapi setidaknya memberikan gambaran film-film apa saja yang menempati list favorit movietard untuk tahun 2013 lalu, apakah terdapat film favorit movietard yang juga menjadi kesukaan kamu? If you have a free time, you can read my 2013’s Movies End-Note post, happy reading!

eyeemfiltered1388946951066

Continue reading

I Got The Liebster and Sunshine Award(s), yay!

Different from my usual movie-review posts, at this post, I will… well, blabbering! Actually, thanks lots to KaramelKinema and MeontheMovie for tagging me to participate at this fun The Liebster and Sunshine Award(s) *ppppssssttt, sebelumnya movietard tengah off untuk liburan* but turned out, I skipped my time-out and tried to write this post because as Karamel Kinema said,  it’s fun to share our passion with the other, so if you have spare time, let’s check it out. I got two tagging for Liebster Award by Karamel Kinema and Me on the Movie, so instead of answering 11 questions, now, I’ll do 22 *pasang ikat kepala*

liebsterblogaward

Continue reading

Monsters University

MV5BMTUyODgwMDU3M15BMl5BanBnXkFtZTcwOTM4MjcxOQ@@._V1._SX640_SY948_The Plot
Ini awal mula pertemuan monster Mike Wazowski (dubber Billy Cristal) and James ‘Sulley’ Sullivan (dubber John Goodman), ketika keduanya masih duduk dibangku universitas

The Comment
Beberapa tahun lalu, movietard selalu menganggap Pixar’s movies as part of the greatest. Ya, ibarat hasil ujian, film-film animasi buatan Pixar selalu memiliki nilai seratus dan tak kalah dengan film-film besar yang menjadi best pictures. Bagi movietard, Pixar’s movies adalah kesempurnaan baik secara artistik, cerita hingga hasil di pasaran. Jelas, Pixar membawa film animasi ke dimensi yang jauh lebih terhormat dengan standard yang tinggi seperti bagaimana Nolan meletakan fondasi superheroes yang baru melalu trilogi Batman. Siapa sih yang tidak ikut menangis melihat akhir petualang Woody dan Andy dalam Toy Story 3? Keuniversalan cinta dalam Wall-E? Besarnya kasih ayah kepada anak dalam Finding Nemo? Hingga tentunya petualang bocah dan kakek tua yang cute dalam Up? Tetapi, ibarat hasil ujian pun, entah karena si siswa sudah terlalu ‘malas’ belajar, pada tahun-tahun terakhir ini karya Pixar seolah mengalami, well, I need to state this as my opinion, mengalami degradasi. Jujur, movietard kecewa dengan Cars 2 dan bahkan di tahun lalu, movietard melewatkan Brave. Tetapi ketika trailer Monsters University (2013) hadir, movietard merasa senang dengan kembalinya the duo from Monsters Inc (2001), Mike and Sulley, yang dahulu sempat menjadi tontonan menyenangkan bagi movietard di zaman… well, sekolah tingkat pertama.

Continue reading