Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2)

RHpsoter

The Plot
Ini kisah B.J Habibie (Reza Rahardian) menggapai mimpi memajukan industri dirgantara Indonesia, jatuh cinta, hingga aktif berorganisasi ketika tengah melanjutkan studinya di Jerman Barat.

The Comment
Movietard termasuk audiens yang dibuat kagum dengan Habibie & Ainun (2012) yang merupakan salah satu film terbaik Indonesia. Kamu dapat membaca review movietard yang begitu menikmati dan bahkan dibuat menangis oleh film garapan Faozan Rizal tersebut di sini. Bagi movietard, segala aspek dari penceritaan, akting hingga sinematografi dalam film tersebut cukup sempurna. Jadi, ketika Habibie & Ainun diberitakan akan dibuat versi sekuelnya, movietard dibuat bingung mengingat rangkaian kisah Habibie dan Ainun sesungguhnya sudah terangkum semuanya dalam film tahun 2012 tersebut. Nah, sekuel ini realitasnya bermain di timeline yang berbeda seperti layaknya sekuel pada umumnya. Hadir dengan judul Rudy Habibie (Habibie Ainun 2) (2016), embel-embel 2 sesungguhnya tidak tepat karena film ini menjadi sekuel yang berperan sebagai prekuel terhadap film Habibie & Ainun tahun 2012 lalu, dan penggunaan judul Rudy Habibie sesungguhnya lebih tepat karena dalam timeline di seting film ini, Ainun tidak pernah bertemu langsung dengan Habibie.

Continue reading

Advertisements

2015’s Movies End-Note

Berhubung tahun 2015 lalu movietard jaraaaaaang sekali me-review film di blog ini (Well, jarang mungkin term yang kurang tepat juga karena memang hanya satu film yang di-review tahun lalu, hehehehe), rasanya movietard punya ‘hutang’ melakukan kaleidoskop di awal tahun 2016 ini. Kaledoiskop ini dalam bentuk movies end-note yang berisi 5 (lima) film yang ditonton movietard pada tahun 2015 dan… menjadi favorit. As usual, term favorit sendiri merefleksikan penilaian subyektif movietard ya, and here we go!

5. The Imitation of Game
MV5BNDkwNTEyMzkzNl5BMl5BanBnXkFtZTgwNTAwNzk3MjE@._V1_SX640_SY720_The Comment
Pada saat memilih 5 film terfavorit tahun lalu, rasanya cukup sulit bagi movietard untuk memilih film pada peringkat ke-5, ada beberapa film yang sempat masuk pertimbangan seperti Avengers: Age of Ultron yang sangat ‘ramai’, Whiplash yang membuat movietard terjengit, Surga yang Tak Dirindukan yang membuat movietard menangis sesenggukan hingga Jurasic World yang membuat movietard iri setengah mati dengan Dallas Howard yang tampil sangat stylish, but finally, akhirnya peringkat kelima jatuh ke The Imitation of Game, film semi biografi tentang kehidupan kriptografer jenius Inggris Alan Turing pada masa perang dunia kedua. Selain kehadiran Cumberbatch sebagai Turing dan aktor-aktor Inggris lainnya yang tak kalah kece, highlight film ini justru diberikan oleh Knightley yang sempat menjadi love interest ‘jejadian’ Turing padahal sesungguhnya ia juga tak kalah jenius. Kerjasama Cumberbatch dan Knightley, baik dalam memecahkan kode hingga dalam ranah personal karena kedua belum mampu menunjukkan jati diri sebenarnya ditengah masyarakat konservatif di kala itu, membuat movietard jatuh hati pada film ini.

Continue reading

Lincoln

MV5BMTQzNzczMDUyNV5BMl5BanBnXkFtZTcwNjM2ODEzOAThe Plot
Ini kisah hidup presiden Amerika Serikat ke-16 yang berhasil menghapus perbudakan di Amerika pada abad ke-19, Abraham Lincoln (Daniel Day-Lewis).

The Comment
Rasanya movietard pernah menulis bahwa salah satu genre film kesukaan movietard adalah biopic movie seperti The Aviator, Gandhi, Milk dan Howl. Movietard sangat suka melihat bagaimana tokoh-tokoh terkenal ditransformasikan dalam pita seluloid, membuat audiens memahami lebih dekat para tokoh ini lengkap dengan kelebihan dan kekurangan mereka. Tetapi, jika tokoh yang diangkat adalah seorang presiden Amerika, dimana filmnya pun bercerita tentang kebijakan politisnya dan berdurasi 180 menit? Errrrr… tampaknya movietard agak takut juga. Apalagi, review singkat di lini masa dari moviegoers yang sudah menonton Lincoln (2012) mengatakan, mereka cukup bosan ketika menonton Lincoln. Jujur, movietard sempat agak takut tertidur di dalam bioskop kerena menontonnya sendirian pada jam pemutaran hampir lewat jam delapan malam. Tetapi, Lincoln meraih 12 nominasi dalam Academy Award ke-85 dimana salah satunya adalah best picture sehingga begitu sayang jika dilewatkan and Thank God! I made the right decision to watch it at big screen *dancing*
Continue reading

The Grandmaster

14164596273633708791The Plot
Ini biografi Wing Chung/Ip Man (Tony Leung) seorang ahli beladiri China.

The Comment
Kalau melihat dari poster dan premis ceritanya, The Grandmaster (2013) tampak seperti film klasik China yang megah. Tidak salah memang, ini memang biografi seorang tokoh beladiri legendaris di China.Tetapi, yang membuat movietard tertarik meluangkan waktu menonton seorang diri karena tak yakin teman-teman akan mau menonton film berbahasa mandarin ini adalah nama besar aktor dan sutaradara The Grandmaster, yaitu Tony Leung dan Wong Kar Wai. Movietard sendiri suka dengan karya-karya Wong pada periode 90-an yang selama ini hanya bisa ditonton melalu cakram dvd pinjaman dari rental atau melalui file yang diunduh ilegal *my sin!* seperti As Tears Go By, Days of Being Wild, dan favorit movietard, Happy Together. In my opinion, Wong sukses menyajikan cerita kehidupan cinta anak manusia yang biasanya berakhir dengan tidak bahagia disetiap film-filmnya *ketawa pahit*. Jadi, ketika menemukan The Grandmaster terselip hadir di bioskop nasional diantara film-film ‘besar’, movietard langsung menuju ke bioskop terdekat dari kantor since it’s my first experience of watching Wong’s movie at big screen *hooray*.

Continue reading

Habibie & Ainun

135236201127516_300x430The Plot
Ini adalah rangkuman perjalanan cinta B.J Habibie (Reza Rahardian) dan istrinya, Ainun (Bunga Citra Lestari).

The Comment
Movietard memang seorang yang cengeng (maksimal) tetapi honestly, sedikit sekali film Indonesia yang mampu membuat movietard benar-benar menangis di bioskop. Bahkan dahulu, ketika zaman Ayat-Ayat Cinta (2008) tengah menjadi hype, movietard pun tak pernah ikut menangis. Nah, Habibie & Ainun (2012) menjadi film Indonesia yang mampu membuat movietard menangis bahkan ketika film baru berjalan kurang dari 30 menit! Dalam catatan pribadi, hanya Up (2009) dan My Name is Khan (2010) yang mampu membuat movietard menangis ketika masih di bagian awal film. Selain menyalahkan mood yang memang sedang agak emosional, realitasnya Habibie & Ainun memang begitu tearjerker. Diadaptasi dari buku B.J Habibie yang dibuatnya sebagai catatan terhadap Ainun paska meninggalnya sang istri tercinta, film ini seolah menjadi bukti lain bagaimana ketulusan cinta pasangan suami istri yang menikah selama 48 tahun itu terjalin begitu apik dalam setiap rangkaian pita seluloid.

Continue reading

The Iron Lady

The Plot
Ini biografi Margareth Thatcher (Meryl Streep), perempuan pertama yang menjadi perdana menteri Inggris.

The Comment
The Iron Lady (2012) menjadi salah satu biopic movie yang sukses mengantarkan main actress-nya, Meryl Streep mendapatkan nominasi dari award-award film bergengsi. Bahkan, Streep meraih best drama actress pada Golden Globe ke-69 dan menjadi bagian dari nominee best actress di Academy Award ke-84  atas perannya sebagai ‘perempuan besi’ yang membawa perubahan pada dunia perpolitikan di Inggris modern. Bagi Movietard sendiri, biopic movies memiliki keistimewaan tersendiri karena beberapa film favorit movietard realitasnya merupakan biopic movies seperti Gandhi (1982), The Aviator (2004), Milk (2008) dan Howl (2010), dan apakah The Iron Lady juga akan menjadi bagian dalam favorite list movietard? Well, it’s definitely not.

Continue reading

The King’s Speech

The Plot
Prince Albert, Duke of York (Colin Firth) menderita gagap sejak kecil. Terdengar sepele memang, cerita baru menarik ketika ia ditunjuk menjadi Raja Inggris George VI yang mengharuskannya mampu berpidato dengan lancar.

The Comment
Awalnya, The King’s Speech (2010) jelas tidak menarik perhatian movietard. Hadir dengan pemain-pemain yang usianya lebih tua daripada Keira Knightley dan James McAvoy, tentunya hal ini membuat ekspektasi movietard merendah. Apalagi, tema yang diusung pun pada awalnya (terlihat) berat karena melibatkan keluarga kerajaan Inggris. Tetapi dengan embel-embel menjadi best picture di Oscar, best director untuk Tom Hooper dan best actor for Colin Firth, jelas, The King’s Speech bukan film sembarangan. Yang jadi permasalahan, apakah semua gelar the best of best akan membuat The King’s Speech serupa dengan The Queen, sebuah film bagus tetapi honestly, errr… tidak menghibur bagi movietard.

Continue reading