Finding Dory

FDposter

The Plot
6 (enam) bulan setelah petualangan mencari Nemo, kali ini Marlin dan Nemo harus membantu Dory (Ellen DeGeneres) mencari orang tua Dory ke perairan Morro Bay, California.

The Comment
Movietard salah satu audiens yang ‘tumbuh’ bersama film-film Pixar, dimana salah satunya yang begitu memorable adalah Finding Nemo (2003). Finding Nemo menjadi salah satu family movie paling heartwarming yang membuat movietard tertawa dan juga terharu melihat perjuangan si ayah mencari buah hatinya. Kisah petualangan mencari Nemo ini pun sempat menghadirkan demam Nemo di seluruh dunia, yaitu demam memelihara ikan badut berwarna orange yang tentunya dinamai dengan -siapa lagi- kalau bukan Nemo! Dan 13 tahun sejak kepopuleran Nemo tersebut, Pixar kembali membuat sekuel dari karakter lawas tersebut, well, sesungguhnya tidak sepenuhnya sekuel karena alih-alih menjadikan Nemo dan Marlin sebagai main leads, kisah ini bergeser pada si sidekick di film pertama, Dory, si ikan pipih blue tang yang sebelumnya menemani Merlin mencari Nemo, dalam film berjudul Finding Dory (2016).

Continue reading

Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows

posterr

The Plot
Ini kisah lanjutan para remaja mutan kura-kura ninja yang kembali harus menghadapi Shredder ditambah musuh baru, Krang.

The Comment
Sesungguhnya, alasan pertama movietard mau ‘menyeret’ kaki ke bioskop untuk menonton Teenage Mutant Ninja Turtle: Out of Shadows– TMNT:OutS (2016) adalah bergabungnya Stephen Amell. Ya, Amell telah menjadi aktor favorit movietard di layar kecil melalui perannya sebagai vigilante Green Arrow dalam serial televisi Arrow. Jadi, ketika dikabarkan Amell bergabung dalam proyek TMNT:OutS guna memerankan Casey Jones, movietard menjadi cukup bersemangat menonton versi sekuel ini. Tanpa kehadiran Amell, movietard tidak akan tertarik untuk menonton kembali petualangan kura-kura mutan dalam versi live action. Sejak versi pertama live action Teenage Mutant Ninja Turtles pada tahun 2014, movietard tidak dibuat jatuh hati terhadap versi live action ini. Prekuel tersebut memiliki plot dan eksekusi yang menurut menurut movietard seharusnya berada pada level film televisi saja.

Continue reading

2015’s Movies End-Note

Berhubung tahun 2015 lalu movietard jaraaaaaang sekali me-review film di blog ini (Well, jarang mungkin term yang kurang tepat juga karena memang hanya satu film yang di-review tahun lalu, hehehehe), rasanya movietard punya ‘hutang’ melakukan kaleidoskop di awal tahun 2016 ini. Kaledoiskop ini dalam bentuk movies end-note yang berisi 5 (lima) film yang ditonton movietard pada tahun 2015 dan… menjadi favorit. As usual, term favorit sendiri merefleksikan penilaian subyektif movietard ya, and here we go!

5. The Imitation of Game
MV5BNDkwNTEyMzkzNl5BMl5BanBnXkFtZTgwNTAwNzk3MjE@._V1_SX640_SY720_The Comment
Pada saat memilih 5 film terfavorit tahun lalu, rasanya cukup sulit bagi movietard untuk memilih film pada peringkat ke-5, ada beberapa film yang sempat masuk pertimbangan seperti Avengers: Age of Ultron yang sangat ‘ramai’, Whiplash yang membuat movietard terjengit, Surga yang Tak Dirindukan yang membuat movietard menangis sesenggukan hingga Jurasic World yang membuat movietard iri setengah mati dengan Dallas Howard yang tampil sangat stylish, but finally, akhirnya peringkat kelima jatuh ke The Imitation of Game, film semi biografi tentang kehidupan kriptografer jenius Inggris Alan Turing pada masa perang dunia kedua. Selain kehadiran Cumberbatch sebagai Turing dan aktor-aktor Inggris lainnya yang tak kalah kece, highlight film ini justru diberikan oleh Knightley yang sempat menjadi love interest ‘jejadian’ Turing padahal sesungguhnya ia juga tak kalah jenius. Kerjasama Cumberbatch dan Knightley, baik dalam memecahkan kode hingga dalam ranah personal karena kedua belum mampu menunjukkan jati diri sebenarnya ditengah masyarakat konservatif di kala itu, membuat movietard jatuh hati pada film ini.

Continue reading

Le Pere Noel

501931The Plot
Di malam natal, bocah berusia 6 tahun bernama Antoine (Victor Cabal) bertemu dengan sinterklas (Tahar Rahim) yang berjanji akan mengajaknya menaiki kereta Santa.

The Comment
Le Pere Noel (2014) adalah film festival perdana yang movietard tonton dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Kesibukan di dunia nyata membuat movietard ‘hiatus’ menghadiri festival-festival film di Jakarta, sedih memang, but hey, I’m back now! Le Pere Noel sendiri hadir sebagai bagian dari gelaran Festival Sinema Perancis yang pada tahun-tahun terdahulu cukup rajin movietard hadiri dan bahkan, film yang ditayangkan kala itu menjadi favorit movietard seperti Le Premier Jour Du Reste De Ta Vie (2008). Awalnya, Le Pere Noel bukan pilihan utama movietard tetapi hey, siapa yang tak gemas melihat tampang cute bocah berpipi tembam terpampang di poster film? Dan sepanjang film, Victor Cabal tampil sangat memikat yang membuat movietard ingin ‘menculik’ Cabal *eh*. Continue reading

The Kings of Summer

MV5BMTc3ODA1NTI0MV5BMl5BanBnXkFtZTcwOTE4OTUzOQ_002The Plot
Ini kisah Joe (Nick Robinson) dan kedua temannya yang ‘melarikan diri’ dari rumah orang tua mereka dengan membangun rumah kayu di tengah hutan.

The Comment
Movietard sudah banyak mendengar review positif akan betapa heartwarming-nya film bertemakan coming-of-age, The Kings of Summer (2013) pada gelaran Sundance Film Festival 2013 bersamaan dengan The Spectacular Now. As I wrote before, I think you already knew that coming-of-age themes always have a special attraction to me. Sayangnya pada tahun lalu, movietard belum memiliki waktu untuk menontonnya. Padahal, file film ini sendiri sudah cukup lama ‘nongkrong’ di hard-disk eksternal bersama dengan film coming-of-age lainnya, Mud. Luckily, di bulan Januari ini, movietard memiliki banyak waktu luang dikarenakan tengah libur kuliah *yay!*. So, I finally have time to watch this movie. Apalagi, The Kings of Summer memiliki penokohan dan setting yang mirip dengan one of best children adventure movies yang menjadi favorit movietard, Stand By Me (1986), yang berfokus pada petualang remaja lelaki ‘bermain’ di hutan. Bedanya, jika petualangan Chris dan kawan-kawan didasari oleh semangat menjadi ‘pahlawan’ dengan mencari mayat di hutan, petualangan Joe dan kawan-kawan didasari karena keletihan mereka menghadapi orang tua.

Continue reading

The Secret Life of Walter Mitty

MV5BMTQzNzU5NzQ4OF5BMl5BanBnXkFtZTgwODk3MDgxMDEThe Plot
Ini kisah petualangan Walter Mitty (Ben Stiller), si manager pemegang negatif foto di majalah Life, yang harus mencari klise nomor 25 untuk sampul terakhir majalah Life.

The Comment
Kapan terakhir kali kita melihat Ben Stiller tampil menakjubkan? Dalam perannya sebagai Chas dalam The Royal Tenenbaums tahun 2001? Selebihnya, Stiller bersama gerombolan frat pack-nya lebih sering bermain di komedi Hollywood yang menuai keuntungan komersial. But hey, Stiller sesungguhnya memiliki bakat yang jauh lebih besar daripada tampil lucu, ia-lah sutradara yang membuat film yang ditasbihkan sebagai ‘salah satu film terbaik generasi X’, Reality Bites (1994) yang kenes berbicara tentang pilihan menjadi dewasa ketika kita dihadapkan dunia kerja paska lulus kuliah, dimana Reality Bites justru merayakan kehidupan anti kemapanan dan anti-work. Memang terdapat mimpi yang kelewat berbahaya ketika film ini justru menjadikan kemapanan sebagai hal yang membosankan sementara sang pahlawan justru adalah individu yang memilih pilihan paling demokratis di seluruh jagad raya, yaitu mengikuti kata hati. Faktanya, Reality Bites adalah jeritan hati Stiller terhadap dunia yang kala itu sudah terlalu terlelap dalam kapitalisme. Paska Reality Bites yang menjadi directorial debut Stiller, movietard pikir, ia tak akan pernah berada dibelakang layar kembali hingga datanglah The Secret Life of Walter Mitty (2013) yang turned out, menjadi salah satu film paling sweet yang dibuat Stiller.
Continue reading

2013’s Movies End-Note

Say hi to annual Movies End-Note yang kali ini sudah memasuki tahun ke… well, keempat! Dan bodohnya, movietard belum bosan melakukan postingan ini. But… if you get bored, you could skip this post ya! Honestly, tahun 2013 lalu movietard sempat mengalami masa-masa tidak begitu rajin menulis review film, tetapi hey, fetish mengumpulkan tiket bioskop toh tetap saja tak bisa hilang sehingga di awal tahun 2014 ini, movietard kembali menyapa melalui Movies End-Note. Apa itu Movies End-Note? I don’t have any scientific explanation tetapi anggap saja Movies End-Note sebagai kaleidoskop seberapa banyak pengalaman movietard menonton di layar besar, tidak hanya di bioskop tetapi juga di pusat-pusat kebudayaan. Jadi, harap dimaklumi jika film yang masuk daftar ini memang tidak mencakup film yang ditonton melalui cakram DVD atau file film –yang memang di tahun 2013 ini sangat jarang dilakukan movietard karena keterbatasan waktu-.

Guna memudahkan proses ber-flashback ke setiap bulan di tahun 2013, movietard membaginya dalam empat triwulan dengan menyertakan sedikit comment yang berisikan pilihan movietard akan  favorite movie at the month –MotM-. Tak bosan-bosan movietard menekankan, favorite movie tersebut jelas penilaian yang subyektif dari diri movietard. Yang menjadi favorit bukan berarti harus yang terbaik dari segi kualitas tetapi setidaknya memberikan gambaran film-film apa saja yang menempati list favorit movietard untuk tahun 2013 lalu, apakah terdapat film favorit movietard yang juga menjadi kesukaan kamu? If you have a free time, you can read my 2013’s Movies End-Note post, happy reading!

eyeemfiltered1388946951066

Continue reading