Sabtu Bersama Bapak

sabtu-bersama-bapak-poster-twitterThe Plot
Ini kisah hidup Ibu Itje (Ira Wibodo) dan kedua putranya, Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahenra) paska meninggalnya Gunawan (Abimana Aryasatya).

The Comment
Hype film Sabtu Bersama Bapak (2016) sudah mulai terasa sejak tahun lalu di beberapa timeline media sosial seperti path dan instagram movietard, well, karena selain memang mem-follow salah satu aktor yang ikut bermain di dalamnya, kelompok pertemanan movietard juga sudah membicarakan novel berjudul sama yang menjadi dasar adaptasi untuk film ini sejak tahun lalu. Movietard belum sempat membaca Sabtu Bersama Bapak versi novel karangan Adhitya Mulya, tetapi kira-kira 10 tahun lalu, movietard pernah membaca Jomblo yang merupakan novel perdana Mulya. Menurut movietard, Mulya memiliki gaya penceritaan yang asyik, dimana tema-tema yang sebetulnya cukup berat seperti misalnya tentang selingkuh dapat disampaikan dengan lebih sederhana dan komikal. Jadi, ketika akhirnya Sabtu Bersama Bapak di-release pada libur lebaran 2016 ini, movietard cukup bersemangat untuk menontonnya. Apalagi, di timeline media sosial, beberapa teman yang sudah menonton terlebih dahulu pun juga memuji film ini.

Continue reading

Advertisements

Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows

posterr

The Plot
Ini kisah lanjutan para remaja mutan kura-kura ninja yang kembali harus menghadapi Shredder ditambah musuh baru, Krang.

The Comment
Sesungguhnya, alasan pertama movietard mau ‘menyeret’ kaki ke bioskop untuk menonton Teenage Mutant Ninja Turtle: Out of Shadows– TMNT:OutS (2016) adalah bergabungnya Stephen Amell. Ya, Amell telah menjadi aktor favorit movietard di layar kecil melalui perannya sebagai vigilante Green Arrow dalam serial televisi Arrow. Jadi, ketika dikabarkan Amell bergabung dalam proyek TMNT:OutS guna memerankan Casey Jones, movietard menjadi cukup bersemangat menonton versi sekuel ini. Tanpa kehadiran Amell, movietard tidak akan tertarik untuk menonton kembali petualangan kura-kura mutan dalam versi live action. Sejak versi pertama live action Teenage Mutant Ninja Turtles pada tahun 2014, movietard tidak dibuat jatuh hati terhadap versi live action ini. Prekuel tersebut memiliki plot dan eksekusi yang menurut menurut movietard seharusnya berada pada level film televisi saja.

Continue reading

The Big Short

MV5BMjM2MTQ2MzcxOF5BMl5BanBnXkFtZTgwNzE4NTUyNzE_002The Plot
Ini kisah segelintir orang-orang ‘pintar’ yang mampu memprediksi datangnya kredit macet di sektor properti Amerika Serikat pada tahun 2008.

The Comment
Movietard sangat telat menonton The Big Short, yang untungnya, tidak seperti Macbeth yang sudah tidak ada di bioskop manapun di Selatan Jakarta, The Big Short masih terpampang di sebuah bioskop di Jakarta Selatan dengan satu jam pemutaran saja! Apa yang membuat movietard begitu tertarik dengan film ini? Magnet film ini bukanlah nama Christian Bale, Steve Carell, Brad Pitt hingga Ryan Gosling *oke, nama terakhir memang menjadi magnet ya* tetapi movietard juga tertarik dengan kisah krisis finansial di tahun 2008 yang menjadi plot utama film ini. Well, sebagai eks anak ekonomi, setidaknya movietard memiliki kewajiban untuk menonton dan mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi di Amerika Serikat di kala itu.

Continue reading

The Revenant

MV5BMjMzMTY1NDA0Ml5BMl5BanBnXkFtZTgwNTIyMzExNzEThe Plot
Ini kisah ‘perjalanan’ Hugh Glass (Leonardo Di Caprio) menyusuri pegunungan Lousiana hingga ke Fort Kiowa, Missouri.

The Comment
Movietard menonton The Revenant (2015) di bioskop dekat rumah yang alhamdulillah masih dalam masa promo sehingga harga tiket premiere menjadi cukup terjangkau. Hal yang tak disia-siakan movietard dikarenakan setelah menonton trailer The Revenant yang memotret kawasan pengunungan bersalju, movietard berharap selimut yang disediakan di bioskop mampu menahan ‘dinginnya’ film ini. Hype The Revenant sendiri sebetulnya telah ramai dari akhir tahun lalu ketika film ini masuk menjadi nominasi di beberapa ajang penghargaan film bergengsi, yang sebetulnya sih, hype-nya lebih ramai dalam memperbincangkan apakah Di Caprio akhirnya akan sukses membawa patung bugil paman Oscar melalui film ini.

Continue reading

2015’s Movies End-Note

Berhubung tahun 2015 lalu movietard jaraaaaaang sekali me-review film di blog ini (Well, jarang mungkin term yang kurang tepat juga karena memang hanya satu film yang di-review tahun lalu, hehehehe), rasanya movietard punya ‘hutang’ melakukan kaleidoskop di awal tahun 2016 ini. Kaledoiskop ini dalam bentuk movies end-note yang berisi 5 (lima) film yang ditonton movietard pada tahun 2015 dan… menjadi favorit. As usual, term favorit sendiri merefleksikan penilaian subyektif movietard ya, and here we go!

5. The Imitation of Game
MV5BNDkwNTEyMzkzNl5BMl5BanBnXkFtZTgwNTAwNzk3MjE@._V1_SX640_SY720_The Comment
Pada saat memilih 5 film terfavorit tahun lalu, rasanya cukup sulit bagi movietard untuk memilih film pada peringkat ke-5, ada beberapa film yang sempat masuk pertimbangan seperti Avengers: Age of Ultron yang sangat ‘ramai’, Whiplash yang membuat movietard terjengit, Surga yang Tak Dirindukan yang membuat movietard menangis sesenggukan hingga Jurasic World yang membuat movietard iri setengah mati dengan Dallas Howard yang tampil sangat stylish, but finally, akhirnya peringkat kelima jatuh ke The Imitation of Game, film semi biografi tentang kehidupan kriptografer jenius Inggris Alan Turing pada masa perang dunia kedua. Selain kehadiran Cumberbatch sebagai Turing dan aktor-aktor Inggris lainnya yang tak kalah kece, highlight film ini justru diberikan oleh Knightley yang sempat menjadi love interest ‘jejadian’ Turing padahal sesungguhnya ia juga tak kalah jenius. Kerjasama Cumberbatch dan Knightley, baik dalam memecahkan kode hingga dalam ranah personal karena kedua belum mampu menunjukkan jati diri sebenarnya ditengah masyarakat konservatif di kala itu, membuat movietard jatuh hati pada film ini.

Continue reading

The Wolf of Wall Street

MV5BMjIxMjgxNTk0MF5BMl5BanBnXkFtZTgwNjIyOTg2MDEThe Plot
Ini kisah hidup Jordan Belfort (Leonardo Di Caprio), si pialang saham pendiri perusahaan Stratton Oakmont, yang melakukan kecurangan dan manipulasi saham pada dekade 90-an.

The Plot
Ada dua film yang menarik perhatian pada pemutaran midnight kemarin, The Wolf of Wall Street (2013) dan American Hustle (2013), yang keduanya memang baru ‘berjaya’ di ajang Golden Globe. Seolah belum cukup, kedua film ini juga menjadi nominasi Best Picture di Academy Award ke 86. Movietard sendiri akhirnya memilih menonton The Wolf of Wall Street karena memiliki jam tayang yang lebih awal dibanding American Hustle. Tetapi, siapa sangka durasi film ini adalah 179 menit, alhasil, mau tak mau movietard agak sedikit lelah mengikuti perjalanan jatuh bangun Belfort pada dini hari. The Wolf of Wall Street sendiri adalah film adaptasi dari memoar Jordan Belfort yang berjudul sama, dimana ia menceritakan kisahnya melakukan kecurangan dan penipuan penjualan saham pada periode tersebut. Kisah yang sebetulnya cukup berat bagi audiens yang awam akan pasar saham, tetapi, di tangan Scorsese, ia membawa The Wolf of Wall Steet menjadi sangat fun, atau lebih tepatnya hedonis.

Continue reading

The Secret Life of Walter Mitty

MV5BMTQzNzU5NzQ4OF5BMl5BanBnXkFtZTgwODk3MDgxMDEThe Plot
Ini kisah petualangan Walter Mitty (Ben Stiller), si manager pemegang negatif foto di majalah Life, yang harus mencari klise nomor 25 untuk sampul terakhir majalah Life.

The Comment
Kapan terakhir kali kita melihat Ben Stiller tampil menakjubkan? Dalam perannya sebagai Chas dalam The Royal Tenenbaums tahun 2001? Selebihnya, Stiller bersama gerombolan frat pack-nya lebih sering bermain di komedi Hollywood yang menuai keuntungan komersial. But hey, Stiller sesungguhnya memiliki bakat yang jauh lebih besar daripada tampil lucu, ia-lah sutradara yang membuat film yang ditasbihkan sebagai ‘salah satu film terbaik generasi X’, Reality Bites (1994) yang kenes berbicara tentang pilihan menjadi dewasa ketika kita dihadapkan dunia kerja paska lulus kuliah, dimana Reality Bites justru merayakan kehidupan anti kemapanan dan anti-work. Memang terdapat mimpi yang kelewat berbahaya ketika film ini justru menjadikan kemapanan sebagai hal yang membosankan sementara sang pahlawan justru adalah individu yang memilih pilihan paling demokratis di seluruh jagad raya, yaitu mengikuti kata hati. Faktanya, Reality Bites adalah jeritan hati Stiller terhadap dunia yang kala itu sudah terlalu terlelap dalam kapitalisme. Paska Reality Bites yang menjadi directorial debut Stiller, movietard pikir, ia tak akan pernah berada dibelakang layar kembali hingga datanglah The Secret Life of Walter Mitty (2013) yang turned out, menjadi salah satu film paling sweet yang dibuat Stiller.
Continue reading