Finding Dory

FDposter

The Plot
6 (enam) bulan setelah petualangan mencari Nemo, kali ini Marlin dan Nemo harus membantu Dory (Ellen DeGeneres) mencari orang tua Dory ke perairan Morro Bay, California.

The Comment
Movietard salah satu audiens yang ‘tumbuh’ bersama film-film Pixar, dimana salah satunya yang begitu memorable adalah Finding Nemo (2003). Finding Nemo menjadi salah satu family movie paling heartwarming yang membuat movietard tertawa dan juga terharu melihat perjuangan si ayah mencari buah hatinya. Kisah petualangan mencari Nemo ini pun sempat menghadirkan demam Nemo di seluruh dunia, yaitu demam memelihara ikan badut berwarna orange yang tentunya dinamai dengan -siapa lagi- kalau bukan Nemo! Dan 13 tahun sejak kepopuleran Nemo tersebut, Pixar kembali membuat sekuel dari karakter lawas tersebut, well, sesungguhnya tidak sepenuhnya sekuel karena alih-alih menjadikan Nemo dan Marlin sebagai main leads, kisah ini bergeser pada si sidekick di film pertama, Dory, si ikan pipih blue tang yang sebelumnya menemani Merlin mencari Nemo, dalam film berjudul Finding Dory (2016).

Continue reading

2013’s Movies End-Note

Say hi to annual Movies End-Note yang kali ini sudah memasuki tahun ke… well, keempat! Dan bodohnya, movietard belum bosan melakukan postingan ini. But… if you get bored, you could skip this post ya! Honestly, tahun 2013 lalu movietard sempat mengalami masa-masa tidak begitu rajin menulis review film, tetapi hey, fetish mengumpulkan tiket bioskop toh tetap saja tak bisa hilang sehingga di awal tahun 2014 ini, movietard kembali menyapa melalui Movies End-Note. Apa itu Movies End-Note? I don’t have any scientific explanation tetapi anggap saja Movies End-Note sebagai kaleidoskop seberapa banyak pengalaman movietard menonton di layar besar, tidak hanya di bioskop tetapi juga di pusat-pusat kebudayaan. Jadi, harap dimaklumi jika film yang masuk daftar ini memang tidak mencakup film yang ditonton melalui cakram DVD atau file film –yang memang di tahun 2013 ini sangat jarang dilakukan movietard karena keterbatasan waktu-.

Guna memudahkan proses ber-flashback ke setiap bulan di tahun 2013, movietard membaginya dalam empat triwulan dengan menyertakan sedikit comment yang berisikan pilihan movietard akan  favorite movie at the month –MotM-. Tak bosan-bosan movietard menekankan, favorite movie tersebut jelas penilaian yang subyektif dari diri movietard. Yang menjadi favorit bukan berarti harus yang terbaik dari segi kualitas tetapi setidaknya memberikan gambaran film-film apa saja yang menempati list favorit movietard untuk tahun 2013 lalu, apakah terdapat film favorit movietard yang juga menjadi kesukaan kamu? If you have a free time, you can read my 2013’s Movies End-Note post, happy reading!

eyeemfiltered1388946951066

Continue reading

The Great Gatsby

MV5BMTkxNTk1ODcxNl5BMl5BanBnXkFtZTcwMDI1OTMzOQThe Plot
Ini narasi Nick Carraway (Tobey Maguire) yang menceritakan tentang kisah kasih Gatsby (Leonardo di Caprio) kepada Daisy Buchanan (Carey Mulligan).

The Comment
Jujur, alasan utama movietard menonton The Great Gatsby [2013] adalah… pemain sepakbola idola movietard, Xabi Alonso. Alonso, dalam sebuah interview, pernah menyebut buku The Great Gatsby adalah ‘the best book I’ve ever read’ yang membuat movietard penasaran tentang cerita The Great Gatsby itu sendiri. Novel The Great Gatsby adalah novel lawas dari F. Scott Fitzgerald yang diterbitkan pada periode 1920-an. Cerita The Great Gatsby pun sudah pernah diadaptasi dalam versi film. Tetapi, as usual, movietard terlalu malas untuk membaca dan mengunduh file lama film The Great Gatsby untuk mengetahui isi ceritanya. Karenanya, ketika The Great Gatsby diadaptasi dalam versi modern pada tahun 2013, movietard bersemangat sekali menontonnya. Apalagi, ada nama sutradara Baz Luhrmann di kursi sutradara dan scriptwriter. Selama ini, movietard cukup menyukai film-film garapan Luhrman seperti Romeo + Juliet, Moulin Rouge dan bahkan, Australia masuk dalam lima teratas film favorit movietard tahun 2008 lalu karena Luhrmann yang biasanya tampil kinky berhasil tampil konvensional dalam membuat romance movie yang mengharu biru melalui Australia. Movietard berharap The Great Gatsby bisa tampil secantik Australia.

Continue reading

Star Trek into Darkness

MV5BMTk2NzczOTgxNF5BMl5BanBnXkFtZTcwODQ5ODczOQThe Plot
Ketika pusat data Starfleet di London diledakkan, Kirk (Chris Pine) dan Spock (Zachary Quinto) menghadapi musuh baru yang sangat karismatik, John Harrison (Benedict Cumberbatch).

The Comment
Movietard termasuk audiens yang jatuh cinta dengan Star Trek (2009) yang dibuat 4 tahun lalu. Bahkan sampai sekarang, I still have the movie-file lengkap dengan special features-nya di eksternal hard disk hasil unduhan *malu*. Di tahun itu pula, movietard bersama teman-teman kuliah seolah terkena demam Star Trek hingga membahas bromance Pine dan Quinto. Pun, movietard sempat juga berpikir kalau benar ramalan kiamat datang di tahun 2012 lalu, rasanya sangat menyedihkan tidak bisa melihat sekuel dari Star Trek. Oh may! Did I sound like a trekkie? No, I’m not a Star Trek biggest fans but as I wrote at the first sentence, movietard suka dengan gaya penceritaan Star Trek tahun 2009 yang melanjutkan kisah dari film-film sebelumnya. Abrams berhasil membuat sebuah film science fiction yang menghibur dengan segala keberanian tapi tanpa pikir panjang Kirk dan kekakuan yang dihadirkan Spock. But then, when the sequel is coming, dengan judul Star Trek into Darkness (2013), movietard sempat was-was karena takutnya, film ini akan sok meniru plot The Dark Knight Rises *yang sudah coba ditiru oleh Iron Man dalam installment ketiga dan voila! It failed!*. Movietard memang sempat takut Abrams akan membawa Star Trek into Darkness menjadi terlalu kelam sehingga tidak menghibur seperti pendahulunya.

Continue reading

Oz the Great and Powerful

MV5BMjMyMzQ1ODM1MF5BMl5BanBnXkFtZTcwMjE2MTQxOQThe Plot
Oscar Diggs (James Franco) hanyalah pesulap yang terbawa angin topan hingga ke Emerald city, dimana ia justru dianggap sebagai penyihir hebat penyelamat negeri.

The Comment
Movietard agak telat menonton Oz the Great and Powerful (2013), yaitu hampir lewat seminggu setelah pemutarannya. Setelah membaca komentar teman moviegoers di lini masa yang menyerang penampilan Franco di film ini, mau tak mau, movietard penasaran, is he that bad? Ekspektasi pun makin merendah mengingat dalam OtGaP, Franco bermain dalam genre yang belum pernah dicobanya, yaitu drama fantasy ala Disney yang berhubungan dengan film musikal klasik The Wizard of Oz (1939). Ya, dengan sedikit mengambil karakter-karakter dari buku The Wonderful Wizard of Oz karangan L. Frank Baum, OtGaP menjadi awal cerita kehadiran si penyihir besar Oz yang nantinya akan ditemui Dorothy dan kawan-kawan di negeri Oz. Sebuah prekuel atas salah satu kisah dongeng klasik yang pernah ada? Dengan mengangkat Raimi yang dalam cv-nya justru lebih ahli menggarap cerita horror daripada drama fantasy? Jujur, Disney tampak ‘gila’ dengan pilihan mereka.

Continue reading

Life of Pi

MV5BMTc1OTQ3NDI0MV5BMl5BanBnXkFtZTcwMDM2MzUzOAThe Plot
Ini kisah adventure Piscine ‘Pi’ Molitor Patel (Suraj Sharma) bertahan hidup di laut lepas dengan perahu yang berisikan zebra, orang utan, hyena dan macan Bengali.

The Comment
Jujur, hype Life of Pi (2012) realitasnya sudah membuat movietard curious. Bagi para novel addict, novel Life of Pi sendiri adalah sesuatu yang un-filmable karena mereka menyangsikan all those miracle moments di laut lepas dapat divisualisasikan dengan baik. Tetapi, pita seluloid adalah tempat dimana mimpi-mimpi beyond imagination akan selalu dapat diwujudkan. Kita pernah dibuat kagum dengan kemegahan planet lain melalui Avatar, bahkan kalau berhubungan dengan laut, salah satu film yang paling memorable adalah Jaws yang membuat laut tidak lagi terasa aman. Dan kini, Life of Pi menjadi salah satu alasan bahwa di tempat seluas samudra, semangat hidup seorang anak laki-laki, realitasnya mampu membuat ia bertahan hidup selama 227 hari di laut lepas. Ya, Life of Pi menjadi inspirasi kalau suatu saat movietard terdampar *ketuk meja tiga kali* rasanya akan lebih aman memiliki teman bola voli dibandingkan seekor macan Bengali. Oh well, just kidding, Life of Pi menjadi salah satu jawaban mengapa movietard sangat jatuh cinta dengan film. Karena selain menawarkan spectacleship berupa visualisasi yang indah, Life of Pi sendiri memiliki jalan cerita yang inspiring.

Continue reading

The Amazing Spiderman

The Plot
Peter Parker (Andrew Garfield) awalnya hanya bocah high shool biasa. Gigitan laba-laba hasil rekayasa genetik merubahnya menjadi manusia super.

The Comment
The Amazing Spiderman (2012) menjadi turning point kembalinya movietard menginjakkan kaki ke bioksop untuk benar-benar menonton film. Okay, that’s sound lebay, tetapi jujur, hampir sebulan penuh Movietard tidak menonton film di bioskop, dan hey, kalaupun ke bioskop, yang ditonton selama bulan Juni-Juli kemarin hanyalah gelaran pesta bola Eropa. So, alih-alih menonton Abraham Lincoln: The Vampire Hunter, Brave, Lewat Djam Malam ataupun Madagascar 3, Movietard justru asyik menikmati perempat final dan semi final Euro 2012 di bioskop kesayangan. Belum lagi, kedatangan salah satu punggawa Spain NT ke Indonesia, Xabi Alonso, membuat movietard tak kalah sibuk mengejar si bintang ini selama 3 hari 3 malam pada awal Juli lalu (okay, that’s sound toooo…. lebay, but it happened for real! I stalked Xabi for 3 days). But then, after the Euro party was over, I’m glad to back at my ordinary life and it means… time to watch movies again, and The Amazing Spiderman became the first one!

Continue reading