Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows

posterr

The Plot
Ini kisah lanjutan para remaja mutan kura-kura ninja yang kembali harus menghadapi Shredder ditambah musuh baru, Krang.

The Comment
Sesungguhnya, alasan pertama movietard mau ‘menyeret’ kaki ke bioskop untuk menonton Teenage Mutant Ninja Turtle: Out of Shadows– TMNT:OutS (2016) adalah bergabungnya Stephen Amell. Ya, Amell telah menjadi aktor favorit movietard di layar kecil melalui perannya sebagai vigilante Green Arrow dalam serial televisi Arrow. Jadi, ketika dikabarkan Amell bergabung dalam proyek TMNT:OutS guna memerankan Casey Jones, movietard menjadi cukup bersemangat menonton versi sekuel ini. Tanpa kehadiran Amell, movietard tidak akan tertarik untuk menonton kembali petualangan kura-kura mutan dalam versi live action. Sejak versi pertama live action Teenage Mutant Ninja Turtles pada tahun 2014, movietard tidak dibuat jatuh hati terhadap versi live action ini. Prekuel tersebut memiliki plot dan eksekusi yang menurut menurut movietard seharusnya berada pada level film televisi saja.

Continue reading

X-Men: Apocalypse

MV5BMjU1ODM1MzYxN15BMl5BanBnXkFtZTgwOTA4NDE2ODE

The Plot
Ini Kisah Charles Xavier dan rekan-rekan yang berusaha menghentikan mutan Apocalypse (Oscar Isaac) yang berniat menjadikan dunia ke ground zero.

The Comment
X-Men: Apocalypse (2016) menjadi film bertema superheroes keempat yang diluncurkan pada musim panas tahun 2016. Movietard sendiri sangat bersemangat menonton film ini pada hari pertama pemutaran di Indonesia karena sudah terlanjur mencintai duo karakter Charles dan Erik muda yang pertama kali menyapa audiens melalui X-Men: First Class (2011) *yang reviewnya bisa dibaca di sini* dan dilanjutkan dengan X-Men: Days of Future Past (2014) *maaf, movietard tidak membuat review untuk film kedua*. Dibanding installment Avengers yang gigantic, movietard lebih mencintai installment X-Men dikarenakan fondasi cerita yang jauh lebih rapi, karakterisasi yang lebih kuat, cita rasa klasik masa lalu yang menjadi setting film, dan tentunya, permainan apik dari tulang punggung installment prekuel X-Men dimana McAvoy, Fassbender dan Lawrence ‘setia’ berbagi layar sejak seri pertama.

Continue reading

Short Review: Festival Film Eropa (Europe on Screen) 2016

Finally di tahun 2016 ini movietard kembali dapat mengunjungi salah satu festival film terbesar di Jakarta yaitu Europe on Screen (EoS). EoS sendiri menawarkan pilihan untuk menonton film-film Eropa bermutu tanpa mengenakan harga tiket masuk. Ya, ketika Festival Sinema Prancis ataupun Jiffest sudah sedikit mengkomersialisasikan event mereka, EoS sejak tahun 2013 lalu hanya mewajibkan audiens untuk antri satu jam sebelum pemutaran film tanpa mengenakan harga tiket masuk. Setelah movietard sempat vakum menghadiri EoS di tahun lalu, di awal bulan Mei tahun 2016 ini, movietard kembali mendatangi pusat-pusat kebudayaan Eropa untuk menonton film-film pilihan produksi negara-negara Eropa. Pada EoS 2016 ini, movietard berhasil menonton 3 (tiga) film and here’s my short reviews.

The Lobster
MV5BNDQ1NDE5NzQ1NF5BMl5BanBnXkFtZTgwNzA5OTM2NTE

The Plot
Ini petualangan David (Colin Farell) untuk menemukan cinta di masa depan yang absurd, yaitu ketika mencintai seseorang berusaha dilakukan secara obyektif dan dalam aturan tertentu.

Continue reading

Ada Apa dengan Cinta 2

Ada-Apa-Dengan-Cinta-AADC-2The Plot
Ini kisah Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) yang bertemu kembali di Yogyakarta setelah 14 tahun perpisahan legendaris mereka di bandara.

The Comment
Remaja tahun 2000-an mana yang tidak mengenal karakter Rangga dan Cinta? Pasangan berseragam abu-abu yang menjadi nyawa salah satu film Indonesia bergenre remaja paling sukses di Indonesia melalui Ada Apa dengan Cinta –AADC- (2002). Sebetulnya, tinggal menunggu waktu kapan Mirles film akan mengeyampingkan idealismenya dengan kembali mengkomersialisasikan produksi lawas mereka. Pemilihan AADC merupakan jalan aman dibandingkan meneruskan Petualangan Sherina mengingat Sherina pun telah dewasa, ataupun meneruskan petualangan Gie mengingat Sok Hok Gie telah ‘damai’ di pegunungan Semeru. Rangga dan Cinta menyajikan petualangan yang jauh lebih sederhana tetapi justru lebih universal, yaitu mengenai petualangan cinta muda-mudi, yang sayangnya, membutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk menikmati kelanjutan kisah mereka berdua.

Continue reading

Captain America: Civil War

MV5BMTc3NzAxNTUxOF5BMl5BanBnXkFtZTgwMTA2MTQ3ODE@._V1_SY1000_CR0,0,674,1000_AL_

The Plot
Pada installment ketiga ini, Kapten Amerika (Chris Evans) harus melawan Tony Stark/Iron Man (Robert Downey Jr) guna melindungi his best buddy, Bucky Barnes (Sebastian Stan).

The Comment
Walaupun trilogi Batman The Dark Knight garapan Nolan telah memberikan pijakan bahwa film ber-genre superheroes juga dapat menjadi drama serius yang menuntut intellectual cost tinggi dari audiens, toh, sebagian besar film ber-genre ini memang dibuat untuk menghibur tanpa mengkhianati audiens. Ini artinya, selain menghadirkan adegan pertarungan yang seru, film ber-genre superheroes juga membutuhkan story plot yang tidak sepenuhnya membodohi audiens dengan tetap mengusung rasionalitas di dalamnya. Nah, tak mau mengingkari rasionalitas ini, plot utama Captain America: Civil War (2016) menjadi kisah lanjutan pada universe yang sama dalam The Avengers: Age of Ultron.

Continue reading

10 Things I Love about Descendants of The Sun

descendants-of-the-sun

Kali terakhir movietard membuat review mengenai TV Series yang memang memiliki kategori tersendiri di blog ini adalah tahun 2013, tepatnya ketika membahas 10 Best Episode of Gossip Girl in My Version sebagai ode perpisahan terhadap Gossip Girl yang dapat dibaca disini. Walaupun jarang melakukan review di kategori ini, sejujurnya, movietard cukup rajin menonton TV series, yang sebagian besar adalah TV series produksi Amerika Serikat dan Inggris sementara movietard sangatlah jaaaaaaaaarang menonton TV series produksi Korea Selatan. Referensi movietard akan TV series Korea Selatan terhenti pada periode 2000-an sehingga bagi movietard, Jang Dong Gun dan Won Bin tetaplah aktor terkeren se-Korea Selatan.

The good thing was, pada tahun 2015 lalu, movietard kembali memiliki waktu luang sehingga berhasil menyelesaikan TV series produksi Korea Selatan berjudul Twenty Again (2015) yang memiliki story plot cukup inspiratif. Dan di semester pertama tahun 2016 ini, movietard kembali mengikuti TV series produksi Korea Selatan berjudul Descendants of The Sun –DotS- (2016) yang realitasnya justru membuat movietard terkena ‘demam’, demam ini membuat movietard rela terbangun dini hari setiap malam kamis dan malam jum’at untuk streaming DotS tanpa subtitle dikarenakan movietard tak sabar menunggu episode terbaru DotS. And here are 10 things I love about DotS.

Continue reading

Deadpool

MV5BMTk1NzEzOTg2M15BMl5BanBnXkFtZTgwMTAyMTgzNzEThe Plot
Wade Wilson (Ryan Reynolds) awalnya hanya vigilante kecil-kecilan sebelum penyakit kanker mengubah ia menjadi immortal dan memiliki alter ego baru, Deadpool.

The Comment
Jujur, movietard agak terkena hype mengenai betapa cool-nya Deadpool (2016) sehingga memutuskan menontonnya di hari kedua pemutaran di Indonesia. Antusiame movietard makin meninggi di awal film ketika Deadpool dibuka dengan opening credit yang begitu asyik, alih-alih menuliskan nama-nama para pekerja film, opening credit Deadpool justru menuliskan ‘an overpaid tool’ untuk mengganti nama sang sutradaranya sementara para aktornya justru dituliskan sebagai ‘a moody teen’, ‘a hot chick’, ‘a british villain’ hingga ‘god’s perfect idiot’ yang tentunya ditujukan bagi Reynolds. Seolah belum cukup meledek sang aktor utama, penulisan julukan tersebut ditemani dengan slow motion dari majalah People yang memuat Reynolds sebagai sexiest man alive ataupun gambar karakter tokoh superhero Green Lantern yang juga pernah diperankan Reynolds. Sebuah sindiran yang lucu sekali kan?

Continue reading