Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows

posterr

The Plot
Ini kisah lanjutan para remaja mutan kura-kura ninja yang kembali harus menghadapi Shredder ditambah musuh baru, Krang.

The Comment
Sesungguhnya, alasan pertama movietard mau ‘menyeret’ kaki ke bioskop untuk menonton Teenage Mutant Ninja Turtle: Out of Shadows– TMNT:OutS (2016) adalah bergabungnya Stephen Amell. Ya, Amell telah menjadi aktor favorit movietard di layar kecil melalui perannya sebagai vigilante Green Arrow dalam serial televisi Arrow. Jadi, ketika dikabarkan Amell bergabung dalam proyek TMNT:OutS guna memerankan Casey Jones, movietard menjadi cukup bersemangat menonton versi sekuel ini. Tanpa kehadiran Amell, movietard tidak akan tertarik untuk menonton kembali petualangan kura-kura mutan dalam versi live action. Sejak versi pertama live action Teenage Mutant Ninja Turtles pada tahun 2014, movietard tidak dibuat jatuh hati terhadap versi live action ini. Prekuel tersebut memiliki plot dan eksekusi yang menurut menurut movietard seharusnya berada pada level film televisi saja.

1111

Story Plot TMNT:OutS yang ditulis Josh Appelbaum dan Andrew Nemec mengambil seting setahun setelah penangkapan Shredder yang kali ini akan dipindahkan ke tempat eksekusi baru. Yang terjadi adalah, Shredder beserta dua penjahat Rocksteady dan Bebop berhasil kabur, yang membuat salah satu polisi yang ikut serta dalam pengawalan tersebut, Casey Jones (Stephen Amell), merasa bertanggung Jawab untuk mengembalikan para tahanan tersebut. Mengetahui Shredder berhasil kabur, Leonardo (Pete Ploszek), Raphael (Alan Ritchson), Michelangelo (Noel Fisher), Donatello (Jeremy Howard) dibantu April O’Neil (Megan Fox) bahu membahu menangkap kembali Shredder yang kali ini tak sendiri, melainkan juga dibantu oleh penjahat dari planet lain, Krang. Di sisi lain, para kura-kura ini juga tengah mengalami krisis identitas yang membuat kelompok mereka tidak sesolid sebelumnya, duh, harap dimaklumi karena dari segi usia kura-kura, mereka masih termasuk remaja ya!

Sama seperti prekuelnya, versi sekuel ini lagi-lagi memiliki eksekusi yang tidak cukup baik. Well, Salah satu kelemahan dari computer generated image (CGI) adalah, ketika diterapkan sepenuhnya dalam sesosok karakter tanpa didukung sokongan aktor yang lihai berekspresi dalam proses motion-capture, hal ini jelas akan menjadi blunder untuk film itu sendiri. Problematika inilah yang movietard rasakan ketika menonton TMNT:OutS. Walaupun karakterisasi telah ditulis dengan kuat seperti Leonardo si pemimpin yang kalem, si pintar Donatello, si jagoan berotot Raphael hingga si happy go lucky Michelangelo. Karakter-karakter ini realitasnya tidak cukup kuat membuat audiens jatuh hati karena mereka tampil emotion-less sepanjang film. Movietard tidak mengharapkan aktor ‘dibelakang’ para karakter kura-kura dalam TMNT:OutS ini tampil seekspresif Andy Serkins sebagai Caesar dalam dwilogi Planet of the Apes, tetapi Caesar jelas mampu membuat audiens berempati terhadapnya dan melupakan bahwa ia hanyalah karakter jelmaan CGI, bukan sosok kera asli berkat kelihaian Serkins dalam proses motion-capture.

2

Seolah belum cukup dengan para karakter utama yang tampil kaku sepanjang film, supporting cast dalam sosok manusia asli pun tampil tampil sama buruknya seperti para karakter CGI tersebut. Fox memang tetap tampil cantik tetapi memiliki peran yang semakin terpinggirkan di seri ini sementara Amell yang movietard harapkan tampil cool, justru malah terlalu banyak ‘omong’ dalam TMNT:OutS. Yang menarik adalah, ketika supporting cast lapis pertama tersebut gagal mendukung film dengan baik, luckily, supporting cast lapis kedua mampu memenuhi peran mereka sebagai pengundang tawa. Ya, siapa yang tidak akan dibuat terhibur dengan ‘kebodohan’ Vern Fenwick yang sudah menjadi selebriti? Ataupun dibuat tersenyum-senyum melihat interaksi Rocksteady dan Bebop yang juga tak kalah bodoh? Para supporting character inilah yang setidaknya membuat movietard masih ‘tahan’ menikmati TMNT:OutS.

Tetapi pada akhirnya, movietard beberapa kali jatuh tertidur pada pertengahan film ke belakang, termasuk di salah satu klimaks film. Duo penulis Appelbaum dan Nemec tampaknya tak mau bersusah payah menyajikan alur pertarungan dengan twist tertentu, bahkan terasa bahwa penyelesaian pada babak ketiga film terkesan ‘dipermudah’ guna memberikan ruang terhadap aksi pertarungan yang gigantic dibandingkan menggali plot lebih dalam. Movietard sempat dibuat antusias dengan plot ramuan ajaib yang dapat membalikkan mutan menjadi manusia, tetapi sayangnya, penyelesaian tergesa-gesa yang dilakukan duo penulis membuat peran ramuan ajaib ini menjadi sia-sia. Disutradarai Dave Green yang baru memegang seri kedua ini, eksekusi TMNT:OutS dibawah arahan Green sesungguhnya lebih baik dibanding prekuelnya. Adegan-adegan pertarungan yang disajikan sepanjang film cukup seru, tetapi sayangnya, movietard tetap tertidur menjelang akhir film, yang membuktikan bahwa scene-scene yang gigantic realitasnya tidak dapat menyelamatkan story plot TMNT:OutS yang begitu membosankan.

3

TMNT:OutS menjadi sekuel yang biasa saja, walaupun secara keseluruhan sekuel ini sedikit lebih baik dari film pertama. Jikapun suatu saat terdapat film ketiga, movietard tidak akan tertarik menontonnya tanpa ada sokongan supporting cast baru yang menarik. Dengan story plot yang sederhana, film ini menjadikan adegan-adegan pertarungan sebagai jualan utama guna memancing audiens yang menyasar pada kategori anak-anak dan remaja. Tetapi, sisi positif adalah, TMNT:OutS memiliki kontennya yang bersih, dimana joke-joke yang disajikan sangat aman sehingga para orang tua dapat dengan tenang membawa anak-anak menonton TMNT:OutS. Bagi audiens umum, sebaiknya turunkan dulu ekspektasi sebelum menonton film ini. TMNT:OutS jelas tidak memiliki kualitas setara dengan film-film superheroes seperti Captain America: Civil War, Deadpool, hingga X-Men: Apocalypse yang telah diluncurkan. Bahkan, menurut movietard, karakter Vision dalam Captain America: Civil War mampu berakting lebih baik daripada kumpulan karakter di TMNT:OutS.

Semua gambar diambil dari IMDB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s