The Big Short

MV5BMjM2MTQ2MzcxOF5BMl5BanBnXkFtZTgwNzE4NTUyNzE_002The Plot
Ini kisah segelintir orang-orang ‘pintar’ yang mampu memprediksi datangnya kredit macet di sektor properti Amerika Serikat pada tahun 2008.

The Comment
Movietard sangat telat menonton The Big Short, yang untungnya, tidak seperti Macbeth yang sudah tidak ada di bioskop manapun di Selatan Jakarta, The Big Short masih terpampang di sebuah bioskop di Jakarta Selatan dengan satu jam pemutaran saja! Apa yang membuat movietard begitu tertarik dengan film ini? Magnet film ini bukanlah nama Christian Bale, Steve Carell, Brad Pitt hingga Ryan Gosling *oke, nama terakhir memang menjadi magnet ya* tetapi movietard juga tertarik dengan kisah krisis finansial di tahun 2008 yang menjadi plot utama film ini. Well, sebagai eks anak ekonomi, setidaknya movietard memiliki kewajiban untuk menonton dan mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi di Amerika Serikat di kala itu.

MV5BMjQwNTA3NzMzMF5BMl5BanBnXkFtZTgwOTQzNDY4NjE

Diadaptasi dari buku non-fiksi Michael Lewis yang berjudul sama, The Big Short menceritakan krisis finansial di Amerika Serikat yang diakibatkan oleh kredit macet sektor properti melalui angle yang berbeda, dari orang-orang di bidang investasi yang meramalkan bahwa industri properti yang kokoh, diprediksi akan runtuh ketika bunga fluktuatif diterapkan sehingga para debitur tidak mampu membayar kredit kepemilikan rumah mereka. Orang-orang ‘pintar’ ini adalah Michael Burry (Christian Bale), Mark Baum (Steve Carell) dan tim -yang di dalam film melalukan riset terhadap bisnis properti terlebih dahulu-, dan duo anak muda yang dibantu banker senior Ben Rickert (Brad Pitt). Mereka semua melalukan credit default swap, kontrak yang mengatur jika kredit properti tersebut macet, maka mereka akan mendapatkan hak pembayaran dari bank.

Apakah plot The Big Short terdengar memusingkan? The Big Short surprisingly justru tampil lebih sederhana dari bayangan awal movietard. Narasi yang dibawakan banker ganteng Jared Vennett (Ryan Gosling) dibantu Margot Robbie hingga Selena Gomez bahkan langsung ditujukan ke audiens. Mereka menjelaskan kepada kita tentang term-term perbankan yang sejalan dengan cerita ini dengan analogi yang dibuat sederhana, tetapi toh, narasi Gosling tidak menjelaskan mengenai kegagalan sistem pasar terbuka, bank-bank investasi yang overliquid, perusahaan perkreditan yang tidak melakukan studi kelayakan calon debitur secara ketat, ketidakkehadiran industri riil dengan nilai tambah yang besar seperti di Jepang dan Cina, hingga permasalahan gaya hidup high class masyarakat tanpa didukung penghasilan yang sepadan *oooppps, do I make this movie blog like a micro-macro economy’s blog?*

MV5BMTk3MjkxNTUzOF5BMl5BanBnXkFtZTgwMzU5NzM0NzE

Nah, alih-alih bicara akar krisis finansial Amerika Serikat tersebut, The Big Short fokus pada ke-eksentrikan para karakternya, dimana para karakter ini menjadi bahan olok-olok sepanjang film karena dianggap melakukan investasi bodoh. Olok-olok ini juga terlihat dari montase yang digunakan director Adam McKay. Alih-alih tampil serius dengan menggunakan montase ala bloomberg TV, Fox Business, atau CNBC, McKay lebih memilih menggunakan cuplikan video klip hip-hop, video-video pop ala you tube hingga… pemandangan alam! Montase yang jauh dari economy style ini menunjukkan ada cita rasa komedi agak sureal dalam The Big Short. McKay mungkin mengerti bahwa untuk topik ‘berat’ semacam ini, audiens tidak perlu informasi yang terlalu business-oriented melainkan perlu diberikan hiburan yang justru… tidak ‘nyambung’.

Jadi, beruntunglah The Big Short didukung dengan ensemble cast ‘kelas atas’ yang membuat audiens tetap duduk manis menunggu kelanjutan kisah mereka. Kalau tidak didukung oleh penampilan apik Carell dan kawan-kawan, The Big Short akan menjadi mockumentary yang sangat sureal karena memang tidak memiliki plot rapi tiga babak. Jujur, movietard sendiri sangat menikmati melihat kesendirian Burry, kemarahan Baum terhadap dunia, hingga betapa paranoidnya Rickert. Movietard mentertawakan ‘penderitaan’ para karakter ini ketika dibodohi oleh sistem perbankan model derivatif walaupun pada akhirnya, mereka semua menjadi lucky bastard yang mendapatkan keuntungan ketika jutaan masyarakat Amerika lainnya kehilangan rumah dan pekerjaan.

MV5BMjEyMzg2NjMxNV5BMl5BanBnXkFtZTgwNzg5NzM0NzE_002

Pada akhirnya, The Big Short menjadi semacam ‘olok-olok’ McKay terhadap krisis finansial di tahun 2008 lalu. Menurut movietard, film ini bukanlah jenis film award enginereed sehingga movietard cukup terkejut melihat The Big Short dengan surealisme-nya bisa hadir menjadi salah satu nominasi best picture Academy Award 2016. Tetapi mungkin para juri yang menominasikannya mencintai film ini karena Hollywood yang gemerlap setidaknya memerlukan sentilan, karena seperti yang kita tahu, para pembayar pajaklah yang akhirnya ‘menolong’ perusahaan perkreditan dan bank investasi sehingga tidak bangkrut seluruhnya yang dapat berdampak lebih lanjut terhadap perlambatan ekonomi Amerika. Atau mungkin, para juri tersebut juga termasuk kelompok masyarakat yang kehilangan rumah di tahun tersebut?

Semua gambar diambil dari IMBD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s