2015’s Movies End-Note

Berhubung tahun 2015 lalu movietard jaraaaaaang sekali me-review film di blog ini (Well, jarang mungkin term yang kurang tepat juga karena memang hanya satu film yang di-review tahun lalu, hehehehe), rasanya movietard punya ‘hutang’ melakukan kaleidoskop di awal tahun 2016 ini. Kaledoiskop ini dalam bentuk movies end-note yang berisi 5 (lima) film yang ditonton movietard pada tahun 2015 dan… menjadi favorit. As usual, term favorit sendiri merefleksikan penilaian subyektif movietard ya, and here we go!

5. The Imitation of Game
MV5BNDkwNTEyMzkzNl5BMl5BanBnXkFtZTgwNTAwNzk3MjE@._V1_SX640_SY720_The Comment
Pada saat memilih 5 film terfavorit tahun lalu, rasanya cukup sulit bagi movietard untuk memilih film pada peringkat ke-5, ada beberapa film yang sempat masuk pertimbangan seperti Avengers: Age of Ultron yang sangat ‘ramai’, Whiplash yang membuat movietard terjengit, Surga yang Tak Dirindukan yang membuat movietard menangis sesenggukan hingga Jurasic World yang membuat movietard iri setengah mati dengan Dallas Howard yang tampil sangat stylish, but finally, akhirnya peringkat kelima jatuh ke The Imitation of Game, film semi biografi tentang kehidupan kriptografer jenius Inggris Alan Turing pada masa perang dunia kedua. Selain kehadiran Cumberbatch sebagai Turing dan aktor-aktor Inggris lainnya yang tak kalah kece, highlight film ini justru diberikan oleh Knightley yang sempat menjadi love interest ‘jejadian’ Turing padahal sesungguhnya ia juga tak kalah jenius. Kerjasama Cumberbatch dan Knightley, baik dalam memecahkan kode hingga dalam ranah personal karena kedua belum mampu menunjukkan jati diri sebenarnya ditengah masyarakat konservatif di kala itu, membuat movietard jatuh hati pada film ini.

4. The Man from U.N.C.L.E
image004The Comment
Guy Ritchie sudah terbiasa menggarap film spionase, tetapi kali ini, ia mengganti Clooney dengan Cavill dan mengganti Pitt dengan Hammer, sebuah peremajaan dari segi usia para aktor tetapi justru penuaan dari seting cerita, karena film ini mengajak audiens kembali ke dekade 1960-an. Mengangkat pertarungan agen rahasia dari CIA yang diperankan Cavill dan KGB yang diperankan Hammer dan juga pertarungan dua instansi ini dengan NAZI, hasilnya adalah sebuah komedi petualangan yang seru dengan sentuhan klasik yang membuat film ini jauh lebih memikat movietard daripada film spionase sejenis yang justru sangat high-tech. Nilai tambah lainnya, The Man from U.N.C.L.E menyajikankan karakter agen kaku dalam sosok Kuryakin yang diperankan Hammer dengan sangat pas. Kapan lagi melihat Hammer yang berbadan besar justru tampil sangat lucu setiap kali ia berinteraksi dengan Vikander yang menjadi love interest-nya ataupun bromance-nya dengan Cavill?

3. Kingsman: The Secret Service

Kingsman_The_Secret_Service_posterThe Comment
Kingsman: The Secret Service menjadi salah satu hiburan terasik di tahun lalu. Terinspirasi dunia spionase di Inggris dengan James Bond-nya, komik berjudul sama terbit tahun 2012 yang menjadi dasar adaptasi film ini. Bedanya, jika di tahun lalu, Spectre menyia-nyiakan Waltz dan Belucci, Kingsman: The Secret Service tahu bagaimana memaksimalkan para aktornya. Padahal, plot film ini sederhana saja, Firth berperan sebagai agen rahasia senior yang harus mendidik Egerton, yang tak lain anak dari mantan rekan kerja Firth, selain itu, kedua juga harus menghadapi penjahat masa kini yang berusaha menguasai dunia melalui sim card telepon genggam. Nah, keasikan film ini terletak dari bagaimana Vaughn si director berhasil memadukan aksi keren dalam balutan komedi yang juga… penuh darah! Bagi yang sudah pernah menonton Kick Ass, Kingsman:The Secret Service menjadi versi elegan-nya, walaupun sedihnya, terdapat sensor di beberapa adegan pertarungan. Yang juga menambah kesukaan movietard adalah, gaya parlente englishman sejati yang diperlihatkan Firth sepanjang film.

2. Birdman (The Unexpected Virtue of Ignorance)

imagesThe Comment
Alhamdulillah movietard berhasil menonton Birdman lebih cepat karena di akhir Januari 2015 lalu, movietard berkesempatan untuk mengunjungi keponakan di Singapura. Birdman menjadi film pertama yang dipilih selain…. ehm, ehm, Interstellar dikarenakan movietard takut film ini tak akan masuk ke bioskop Indonesia. Faktor utama penarik movietard tentunya si-kece-tiada-matinya Norton dan nama besar Inarittu di bangku director yang selama ini piawai menghadirkan konflik personal pada lingkup kehidupan sehari-hari manusia. Birdman pun masih bermain pada konflik personal, tepatnya menyoroti karakter Thomson, aktor yang sudah habis masa jayanya dan mencoba bangkit dengan bermain teater, tetapi Inarritu menggarapnya dengan tema yang lebih besar, dengan adanya olokan Inarritu terhadap budaya selebritas Hollywood. Birdman bisa saja tampil se-dark Biutiful yang juga digarap Inarritu, tetapi Michael Keaton yang berperan sebagai Thomson justru menghadirkan karakter ‘gila’ ini secara light dan membuat audiens tertawa. Birdman ditutup dengan akhir yang pas, seolah menjadi persetujuan Inarritu terhadap budaya 15 minutes of fame.

1. The Martian
the-martian-posterThe Comment
The Martian menjadi film bertema science fiction yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan Interstellar dan Gravity. Hal ini karena The Martian mengangkat tema yang justru begitu sederhana, yaitu perjuangan bertahan hidup manusia. Nah, alih-alih menjadi film yang cerewet berbicara antariksa kuantum dan istilah-istilah asing lainnya, The Martian tak pernah tampil menggurui dan sepenuhnya menyerahkan beban ke pundak Damon yang berperan sebagai Watney, yang surprisingly, dengan gayanya yang over-confidence justru memberikan bumbu komedi dalam The Martian. Sebetulnya, tema survival manusia yang terdampar di lokasi asing ini pernah diangkat dalam Cast Away, yang membedakan, Watney dengan karakter Noland dalam Cast Away adalah lokasi terdamparnya. Jika 15 tahun lalu, pulau terpecil di laut Pasifik menjadi pilihan, dalam The Martian, tak tanggung-tanggung, Watney terdampar di Mars! Karenanya, movietard memaklumi jika karakter Watney memang diharuskan tampil penuh percaya diri karena jika tidak, siapapun bisa menjadi gila jika harus tinggal seorang diri, di Mars pula!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s