American Hustle

MV5BNjkxMTc0MDc4N15BMl5BanBnXkFtZTgwODUyNTI1MDEThe Plot
Guna menyelamatkan si pacar, Sydney Prosser (Amy Adams) dari hukuman penjara, Irving Rosenfeld (Christian Bale) harus mau bekerja sama dengan FBI dibawah arahan Richard DiMaso (Bradley Cooper).

The Comment
Buzz mengenai American Hustle (2013) sebetulnya sudah ada dari awal tahun 2013 lalu, tepatnya ketika foto para aktor dengan gaya rambut norak mereka beredar di dunia maya, movietard pun termasuk salah satu yang tertawa melihat gaya baru Christian Bale dan Bradley Cooper. But well, siapa sangka gaya rambut norak tersebut menjadi salah satu bahan publikasi gratis yang tak terduga sehingga publik aware dengan film ini. Kisah dalam American Hustle sendiri terinspirasi dari operasi FBI pada periode 70-an akhir hingga 80-an awal, yang mengetengahkan kisah korupsi yang dilakukan para senator USA melalui suatu operasi Abdul Scam, dimana FBI menyajikan satu karakter dan perusahaan fiktif asal Timur Tengah yang tentunya bernama Abdul dengan Abdul Enterprise-nya yang ceritanya akan berinvestasi di USA. Kisah nyata ini ditulis kembali dengan ditambah bumbu-bumbu drama oleh Eric Warren Singer dan David O. Russell sendiri yang juga duduk dibangku sutradara agar ‘layak’ tampil di pita seluloid. Dengan plot berupa operasi FBI yang terdengar begitu serius, tidakkah film ini juga menjadi begitu serius?
MV5BMjc2Mjc1ODUyOV5BMl5BanBnXkFtZTcwODkwMDg5OQAnd turned out, it wasn’t! Alih-alih tampil serius ala film-film investigasi dengan melibatkan banyak aksi bersenjata, American Hustle justru tampil dengan begitu semarak berbalut citarasa komedi dimana justru kuteks menjadi salah satu ‘senjata’. Ya, Warren Singer dan O. Russell justru mengajak kita melihat sisi humanis dari seorang con-man yang terjebak dalam operasi FBI dengan niat dasar menyelamatkan sang kekasih dari jeratan terali besi. Dalam narasi Irving, awalnya, misi ini terdengar mudah dimana Irving hanya perlu menjadi mediator guna menangkap beberapa penjahat tetapi, peran serta walikota Carmine Polito (Jeremmy Renner) yang begitu total membuat operasi berjalan lebih besar dan tentunya, berbahaya karena kali ini melibatkan para senator dan mafia yang menguasai dunia bisnis kasino. Seolah belum cukup pusing dengan hal ini, kehidupan personal Irving juga turut diramaikan dengan drama dari sang si istri sah, Rosalyn (Jennifer Lawrence) yang butuh penanganan ekstra dan tentunya, dari sang mistress yang justru lebih dekat dengan si agen FBI. Dengan segala drama kehidupan yang pelik dan ditambah dengan obesitas, pantas sekali ya kalau penyakit jantung Irving seringkali kambuh *eh*.

Story plot American Hustle yang tampak begitu ramai jelas membuat audiens agak lelah karena O’Russell sendiri tampaknya juga membuat para karakternya terlalu banyak omong, yes, American Hustle is definitely a talking movie, bahkan pembicaraan clueless lewat telepon pun memakan waktu yang cukup banyak, terkadang terdengar lucu tetapi juga kadang membuat kita mengernyitkan dahi. Tetapi, audiens akan memaafkan jika yang melanturkan ocehan tersebut Jennifer Lawrence bukan? Di sisi lain, American Hustle juga dilengkapi dengan narasi bolak balik antar Irving dan Sydney, jadi film ini sudah menggiring audiens untuk paling tidak memihak dua penipu yang justru mendasari perbuatan mereka berdasarkan kebesaran cinta, dibanding alih-alih memihak agen FBI yang pemarah seperti DiMaso. Tetapi, jangan harap American Hustle akan tampil sebagai film yang smart, kalaupun story plot film ini berhasil menipu audiens, tetapi sejujurnya, dasar cerita memang dibuat tidak cerdas karena lebih menonjolkan unsur komedi. Movietard sendiri sudah menebak twist yang disajikan sehingga operasi abscam tersebut justru terasa kurang wah. Jadi, saat film selesai, movietard tidak bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala karena film ini nyatanya tidak berhasil menipu audiens dengan cerdas.

MV5BMjM4NDQxODI5N15BMl5BanBnXkFtZTgwMzAwNDM3MDEKalau benar bahwa O’Russell -seperti yang dikatakan Bale- memang tidak terlalu peduli dengan plot sehingga ia membiarkan para aktornya berimprovisasi di depan layar sehingga seringkali mengubah jalan cerita, well, plot yang naik turun dan terkesan ada gap, menjadi lebih mudah dipahami karena ini berarti American Hustle tidak strictly based on plot yang membuat terkadang, audiens dibuat bingung dengan tujuan dari talking movie ini. Apa ini film tentang cinta ataukah tentang aksi operasi mengingat konflik dalam ranah bisnis dan personal Irving campur aduk, dipenuhi dengan dialog-dialog panjang dari karakternya, kadangkala ditambah juga dengan teriakan. Lucunya adalah, dengan segala ketidakjelasan plot yang tidak terstruktur rapi tersebut, audiens tetap akan menatap ke layar, simply, karena film ini justru tampil begitu manusiawi. Melihat kesulitan yang dialami Irving -termasuk bagaimana kesabarannya ketika harus menghadapi Rosalyn- entah kenapa justru membuat audiens tertawa dan berempati bukan? Dan luckily, O.Russell tetap berpegang pada dasar komedi, dimana problematika Irving ini ditampilkan bukan dengan dark tone, melainkan tetap menonjolkan gegap gemerlap kehidupan pada dekade 80-an. Movietard menikmati setiap kolase momen yang dialami Irving, tertawa bersamanya, walaupun sebetulnya hingga kini tetap bingung darimana Irving bisa mengenal si walikota.

Hal positif lainnya dari American Hustle adalah, para heroine -jika karakter Sydney dan Rosalyn bisa dianggap heroine- justru tampil menonjol ditengah dominasi para lelaki. Karakter Sydney dan Rosalyn menonjol lengkap dengan kompleksitas masing-masing ketika mereka berdua berhadapan dengan Irving, yang menunjukkan lagi-lagi bahwa love is the most powerful emotion. Tribute untuk Adams yang berhasil membawakan karakter Sydney tampil sangat menggoda -dengan baju-baju keren v-neck berpotongan dada rendah itu dan bagaimana ia selalu braless!– lengkap dengan accent british-nya, pun begitu dengan Lawrence yang menyajikan sentuhan segar dalam American Hustle yang selalu mengundang tawa dengan ocehannya. Jika kejeniusan akting Adams berhak diganjar best actress, khusus untuk Lawrence, in my opinion, perannya sebagai Rosalyn seharusnya tetaplah tidak mengantarkannya memperoleh best supporting actress di ajang Golden Globe lalu mengingat Lupita Nyong’o dalam 12 Years of Slave jauh lebih layak mendapatkannya. Tetapi yang sudah berlalu biarkan berlalu, movietard berharap pada Oscar yang akan datang, Nyong’o finally mendapatkan haknya tersebut *I’m team 12 Years of Slave*

MV5BMTg2MTEwODUwMF5BMl5BanBnXkFtZTcwNzkwMDg5OQOverall, O’Russell lagi-lagi berhasil menggabungkan segudang bakat cemerlang dari aktor-aktor papan atas Hollywood, dengan menggabungkan para casts dari drama serius The Fighter dan drama komedi cantik, Silver Lining Playbooks. Sama seperti film pendahulunya, O.Russell berhasil men-direct kesemua aktor tersebut untuk bermain lepas -walaupun kadangkala berasa terlalu lepas ya- dalam film ini. American Hustle sendiri menjadi sebuah cerita operasi FBI yang justru tampil begitu manusiawi dengan sense humor yang cukup banyak. Yang membuat film ini memikat adalah, pilihan O’Russell yang bukan memihak pada birokrasi dan penegakan kebenaran, melainkan hanya kepada apa yang dianggap ‘benar’ oleh para karakter yang juga bukan orang baik but surprisingly, yang dalam suatu kesulitan justru masih menunjukkan hati nurani. Walaupun menurut movietard American Hustle sendiri masih dibawah pencapaian O.Russell sebelumnya dalam The Fighter dan Silver Lining Playbooks yang lebih terstruktur rapi, movietard toh lebih menyukai film ini dibandingkan film nominasi Oscar lainnya yang justru terlalu hedonis, The Wolf of Wall Street.

You’re nothing to me until you’re everything [Sydney Prosser]

Do You Know
Skrip awal American Hustle berjudul American Bullshit, yang masuk dalam kategori Black List tahun 2010. Blacklist sendiri adalah kumpulan skrip-skrip keren yang sayangnya belum diproduksi
Peran Irving Rosenfeld sempat jatuh kepada Bradley Cooper ketika Christian Bale mengundurkan diri dikarenakan terbentur jadwal, ketika Bale kembali, Cooper mengisi peran DiMaso
Christian Bale menjelaskan bahwa pada masa shooting, banyak plot American Hustle yang berubah dikarenakan improvisasi para aktornya, yang oleh O. Russell dibiarkan saja karena o.Russell mengharapkana para karakternya justru akan ‘tumbuh’ dengan improvisasi mereka

My Rate
3 stars. American Hustle is one of entertaining movie! Eventho’ the story itself wasn’t as great as I expected, but I love seeing Irving and Sydney’s adventure during the FBI operation. And yeah, Adams and Lawrence are so beautiful to watch!

all photos was taken from here

3 thoughts on “American Hustle

    • Iyaaaa mba, ciri khas O.Russell memang pada banyak dialog dan karakterisasi yang kuat, jadinya filmnya berkesan cerewet. Tapi lebih suka Silver Lining Playbooks karena ‘cerewet’nya jelas tujuannya dan smart banget nyampain problem cintanya kalau untuk American Hustle agak kedodoran karena banyak terlalu banyak plotnya

  1. kalau liat gambar terakhir di atas…poor Renner- who? he is there but no-one noticed..🙂

    Sampai saat ini sane masih berpikir, sebenernya lebih ‘dipercaya’ kalau peran JLaw & Amy di-switch…
    bukan berarti penampilan JLaw disini ga bagus (to me, She is the best in it )tapi kerasa mistcast- kemudaan aja jadi bininya Bale- yang not so attractive disini ^^

    but that’s a good movie anyway, i loved it..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s