The Wolf of Wall Street

MV5BMjIxMjgxNTk0MF5BMl5BanBnXkFtZTgwNjIyOTg2MDEThe Plot
Ini kisah hidup Jordan Belfort (Leonardo Di Caprio), si pialang saham pendiri perusahaan Stratton Oakmont, yang melakukan kecurangan dan manipulasi saham pada dekade 90-an.

The Plot
Ada dua film yang menarik perhatian pada pemutaran midnight kemarin, The Wolf of Wall Street (2013) dan American Hustle (2013), yang keduanya memang baru ‘berjaya’ di ajang Golden Globe. Seolah belum cukup, kedua film ini juga menjadi nominasi Best Picture di Academy Award ke 86. Movietard sendiri akhirnya memilih menonton The Wolf of Wall Street karena memiliki jam tayang yang lebih awal dibanding American Hustle. Tetapi, siapa sangka durasi film ini adalah 179 menit, alhasil, mau tak mau movietard agak sedikit lelah mengikuti perjalanan jatuh bangun Belfort pada dini hari. The Wolf of Wall Street sendiri adalah film adaptasi dari memoar Jordan Belfort yang berjudul sama, dimana ia menceritakan kisahnya melakukan kecurangan dan penipuan penjualan saham pada periode tersebut. Kisah yang sebetulnya cukup berat bagi audiens yang awam akan pasar saham, tetapi, di tangan Scorsese, ia membawa The Wolf of Wall Steet menjadi sangat fun, atau lebih tepatnya hedonis.

article-2527313-1A0A7EC800000578-452_634x440Skrip yang diolah Terence Winter langsung mengajak kita melihat sosok Belfort lebih dekat pada masa kejayaannya pada periode 90-an. Dengan alur flashback, audiens diajak kembali pada tahun 1987, ketika Belfort bekerja di firma invetasi L. F. Rothschild. Siapa sangka diawal bekerja, ia justru menyaksikan perusahaannya gulung tikar akibat turunnya harga saham gila-gilaan pada moment Black Monday. Ia kemudian pindah ke perusahaan saham kecil, yang justru mengajarkan Belfort untuk bisa memanfaatkan para pembeli ‘bodoh’ yang percaya dengan saham-saham perusahaan kecil. Berangkat dari pengalaman tersebut, ia mengumpulkan teman-temannya para salesman, dan dari sinilah, Stratton Oakmont lahir. Singkat cerita, Belfort menjadi pialang sukses walaupun tidak dengan cara halal sehingga ia dijuluki The Wolfie. Seiring dengan kesuksesan finansial Belfort, gaya hidup Belfort pun menjadi berupa dengan mengadopsi high life-style, begitupun dengan kehidupan rumah tangganya dimana ia menceraikan istrinya dan menikahi si model cantik. Tetapi, Belfort lupa bahwa dibalik kesemua kesenangan, ada harga yang harus dibayar, salah satunya adalah penyelidikan FBI terhadap dirinya.

Sebelumnya, duo Scorsese-Di Caprio pernah mengimpresi movietard melalui The Aviator (2004), salah satu biopicture terbaik yang pernah ada di pita seluloid yang melukiskan tentang kegilaaan mimpi dari si jutawaan eksentrik Howard Hughes. Movietard masih ingat bagaimana Di Caprio berhasil menjadikan karakter Hughes tampil begitu enigmatik. Ia berhasil mewujudkan mimpi gilanya di industri film dan penerbangan pada periode 1930-an tetapi dibalik itu, kita melihat bagaimana ‘tidak normal’-nya Hughes yang mengurung diri sambil telanjang karena ia menderita obsessive compulsive disorder. For me, The Aviator adalah sebuah film yang biopicture yang bombatis, over-dramatic tetapi memiliki kepahitan di dalamnya. Nah, The Wolf of Wall Street memiliki plot yang sama. Sayangnya adalah, biopicture Belfort ini terasa tidak seintens Hughes. Kegilaan mimpi Belfort ditunjukkan melalui kecintaannya terhadap uang, perempuan, pesta-pesta mewah, mobil dan rumah, dan yang paling membuat miris adalah, kecintaannya terhadap obat-obatan. Ya, sepanjang film, kita melihat para pialang saham ‘jejadian’ ini menghirup kokain atau menelan pil quaaludes yang membuat mereka teler berkepanjangan. Hasilnya adalah, The Wolf of Wall Street memang eksplosif dan over-dramatic, tapi tidak sepahit kisah Hughes karena Belfort justru tampil begitu hedonis sepanjang film.

MV5BMjMzOTg5MDA2MF5BMl5BanBnXkFtZTgwOTc0MzQ4MDEDengan segala tingkah pola khas jutawan pemuja uang, Belfort tampak seperti ‘pahlawan’ modern bagi para lelaki pekerja kelas menengah guna mewujudkan american dream. Bagaimana tidak, ia diusianya baru kepala tiga berhasil memiliki rumah mewah, helikopter dan yatch pribadi. Seolah belum cukup memiliki istri si model yang cantik, ia juga gemar menyewa para prostitute dari berbagai kelas untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Instead of kagum, movietard sih justru merasa miris melihat sosok lelaki seperti itu, he’s a total douche walaupun bagi sebagian orang, ia adalah ‘pahlawan’, seorang kelas pekerja yang pintar menggunakan kemampuannya guna mewujudkan kegilaan mimpi. Nah, The Wolf of Wall Street memang membuka interpretasi terbuka akan karakter Belfort, you could choose to love him or hate him adalah pilihan yang memang diberikan skrip Winter dimana ia tidak menjadikan Belfort sebagai karakter protagonis ataupun antagonis. Kolase perjalanan hidup Belfort selama kurun waktu sepuluh tahun masa ‘jaya’-nya yang disajikan Scorsese membuat audiens berhak menilai diri Belfort. Kalaupun pada akhirnya movietard melihat ia sebagai total douche dan misogynist sejati, sesungguhnya Belfort sendiri memang memenuhi perannya sebagai si antagonis ini dari mata seorang perempuan seperti movietard.

Di sisi lain, movietard sangat suka bagaimana Scorsese membawa sedikit gaya baru dalam penyutradaraannya, dimana pada beberapa scenes ketika Belfort bernarasi, ia menjelaskan langsung kepada audiens, memang terlihat betapa ia ‘pamer’ terhadap audiens, tetapi it’s kinda fun! Pun begitu ketika Scorsese menangkap suara hati masing-masing karakter yang mengundang senyum. Tampak sekali Scorsese ‘bersenang-senang’ dalam The Wolf of Wall Street. Scorsese juga berhasil membuat Di Caprio tampak sangat lepas dalam melakukan berbagai kebodohan di usia yang sudah tidak muda lagi *kalau yang ini sepertinya memang Di Caprio ahlinya!*. Berkat perannya sebagai Belfort inilah, Di Caprio berhasil mendapatkan piala Golden Globe sebagai Best Actor untuk kategori musical/comedy, in my opinion, kalaupun nanti ia mendapatkan Oscar atas perannya dalam The Wolf of Wall Street, still, I thought it’s not best performance karena akting Di Caprio sebagai Belfort masih dibawah aktingnya sebagai Hughes. The Wolf of Wall Street juga didukung oleh supporting casts  seperti Jonah Hill, si cantik Robbie Maggie dan tentunya, kumpulan sutradara terkenal seperti Spike Jonze, Jon Favreau hingga sutradara Rob Reiner yang kali ini bermain menjadi ayah Belfort. Kesemua karakter ini membuat kisah The Wolf of Wall Street semakin hingar bingar di tengah kesibukan kota New York.

MV5BMTY0OTQ0Mzc0M15BMl5BanBnXkFtZTgwMTY0MzQ4MDESedikit catatan, The Wolf of Wall Street mengandung beberapa konten ofensif yang tak sesuai untuk audiens muda. Memang, telah dilakukan sensor terhadap adegan sexual intercourse tetapi sayangnya, untuk adegan penghisapan kokain ataupun penggunaan kata-kata makian yang begitu banyak, lembaga sensor Indonesia tidak melakukannya. Jadi sebaiknya, film ini tidak ditonton bagi anak usia dibawah 18 tahun mengingat banyaknya adegan penggunaan obat-obat terlarang tersebut ataupun bagaimana sepanjang film audiens akan sering sekali melihat para karakter ini tengah high. Honestly, movietard sendiri merasa kurang puas dengan The Wolf of Wall Street, dengan durasi yang begitu lama, terkadang Scorsese membawa film ini jauh lebih menonjolkan unsur fun yang terus berulang dengan berbagai scenes ketika Belfort tengah high dimana saja, bahkan ketika tengah menyetir pesawat! Pun begitu dengan banyaknya ragam kolase dari mulai kehidupan personal hingga suasana kantor Belfort yang kesemuanya menonjolkan kesenangan duniawi. Bagi movietard, eksploitasi berlebih terhadap gaya hidup Belfort yang hedonis justru membuat film ini menjadi begitu berjarak dengan audiens. Well, kalau memang tujuan Scorsese membuat audiens sadar betapa douchebag-nya manusia ketika ia sudah terlalu rakus dengan uang dan kebutuhan materi seperti yang ditunjukkan karakter Belfort, I think he accomplished the mission.

Let me tell you something. There’s no nobility in poverty. I’ve been a poor man, and I’ve been a rich man. And I choose rich every fucking time [Jordan Belfort]

Do You Know?
The Wolf of Wall Street adalah kolaborasi kelima antara Scoresese dan Di Caprio. Di Caprio sendiri sudah sangat tertarik untuk menfilmnkan cerita Belfort setelah membaca bukunya pada tahun 2007
Bubuk kokain yang dihisap oleh para aktor pialang saham tersebut adalah vitamin B yang ditumbuk. Walaupun mereka tidak merasa nyaman, tetapi setidaknya vitamin B tersebut memberikan energi tambahan untuk menjalankan proses syuting
Jordan Belfort yang asli turut menjadi pemeran pendukung dalam film ini, tepatnya pada scene terakhir dalam The Wolf of Wall Street

My Rate
2,5 stars. With a famous director and the popular actors, The Wolf of Wall Street supposedly be a great movie about a guy who did fraud-stocks. But surprisingly, The Wolf of Wall Street showed us the glamorous part of Belfort’s life and part of that was… snorting cocaine.

13 thoughts on “The Wolf of Wall Street

    • Iya mba, kurang suka sama plot-nya yang terlalu hedonis dan repetisi dibeberapa bagian. mungkin karena based on kisah nyata jadi bentuknya nggak narasi tiga babak gitu, lebih kearah kolase moment2 dari kehidupan hura-hura Belfort.

      Iya betul, untuk best actor Oscar kayaknya sih bakal jatuh ke Matthew McConaughey dalam perannya di Dallas Buyers Club yang menang best actor untuk kategori Drama di Golden Globe

      • Iya mba… aku juga belum nonton Dallas Buyers Club sih, udah ada filenya tapi masih kepengen nunggu release di bioskop.
        Betul, untuk Di Caprio sebetulnya moment pas ya waktu The Aviator kemarin. kayaknya tahun ini sih tetep mesti sabar😀

  1. I believe this is among the such a lot important
    information for me. And i am happy studying your article.
    But should commentary on some common issues, The website taste is wonderful, the articles is really great : D.
    Just right process, cheers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s