The Spectacular Now

MV5BMjA5MTc0NTkzM15BMl5BanBnXkFtZTcwODEwNjE3OQ@@._V1_SX640_SY720_The Plot
Ini cerita Sutter Keely (Miles Teller) yang pada tahun terakhirnya di SMU justru baru berkenalan dengan si gadis polos Aimee Finecky (Shailene Woodley)

The Comment
The Spectacular Now (2013) sudah menjadi buzz sejak pertengahan tahun 2013 lalu ketika film ini diputar dalam Sundance Film Festival dan mendapat berbagai review yang positif. Film-film dengan tema coming of age memang menghadirkan pesona yang bahkan tetap memikat movietard yang sudah melewati fase tersebut lama sekali. Dan sama seperti The Perks of Being a Wallflower, The Spectacular Now juga hasil adaptasi novel remaja karangan Tim Tharp. Bedanya, tidak seperti Chbosky yang turun tangan dalam menggarap filmnya juga, Tharp mempercayakan The Spectacular Now ditangani oleh orang lain. Movietard sendiri lumayan telat menonton The Spectacular Now karena baru pada awal tahun 2014 ini iseng mengunduhnya *itu pun karena insomnia akut* pada hari Minggu dini hari, dan pada saat itu, movietard langsung mencoba menontonnya supaya bisa lebih cepat tertidur, but hey, turned out… I didn’t fall asleep and after watched it, I just wanna say, love, love, loveee this movie!

MV5BMTk4MjIwMzE0M15BMl5BanBnXkFtZTcwMDA5Mzc5OQ@@._V1_SX640_SY720_Film dibuka diawali dengan narasi Sutter yang tengah bingung mengisi aplikasi essay untuk pendaftaran college. Narasi Sutter mengajak kita melihat kehidupan remaja kelas menengah Amerika di daerah suburban. Jadi, jangan bayangkan kita akan melihat kehidupan ‘sibuk’ ala New York dengan sekolah-sekolah privat mereka dengan gaya hidup yang serba update dan fashionable. Yang ada adalah sebuah sekolah umum, lingkungan perumahan yang tenang dan asri dengan anak-anak dengan pakaian yang sederhana,  it’s kinda remind me with Dawson’s Creek ya. Yang dikerjakan Sutter setiap harinya sederhana saja, jika tak bekerja sambilan, ia asyik berpesta dengan sang pacar yang cantik dan teman-temannya tanpa pusing memikirkan nilai pelajaran ataupun mengirimkan aplikasi pendaftaran ke kampus *karakter Sutter ini juga mirip sekali dengan karakter Pacey di Dawson’s Creek juga loh!*. Kehidupan Sutter menjadi bergejolak ketika ia diputuskan sang pacar yang memilih cowok lain dengan prestasi akademik gemilang dan justru semakin bergejolak ketika ia bertemu Aimee.

The Spectacular Now turned out be a very realistic movie for any ages. Skrip yang dibuat Scott Neustadter dan Michael H. Weber realitasnya tak cuma menyentil para remaja, tetapi oleh semua orang dengan berbagai rentang usia, karena toh menjadi dewasa adalah sebuah pilihan yang tidak dibatasi oleh umur seperti bagaimana dalam The Spectacular Now, kita dapat melihat karakter Ayah Sutter sendiri sebagai representasi dari kelompok ini. Yang menarik adalah, jalinan plot The Spectacular Now pun termasuk ‘aman’ dimana film ini tidak se-intriguing Fish Tank yang melibatkan sexual intercourse remaja dengan pria beristri ataupun The Perks of Being a Wallflower yang melibatkan usaha bunuh diri dan depresi mendalam yang dialami karakter utama. Alkoholisme yang dialami Sutter realitasnya disajikan dengan halus oleh Neustadter dan Weber, dan bahwa walaupun adiksi yang dialami Sutter cukup parah, dalam momen-momen tertentu,  Neustadter dan Weber justru mampu memoles adiksi ini dengan bumbu komedi seperti pada saat pertemuan pertama Sutter dengan Aimee.

MV5BMjEzOTA4MDc2M15BMl5BanBnXkFtZTcwNDEyMjk3OA@@._V1_SX640_SY720_Menyenangkannya, Neustadter dan Weber juga menyajikan romantisme remaja yang cukup menonjol dalam The Spectacular Now lengkap dengan momen prom-night! Movietard ikut tersenyum melihat scene-scene kecil yang tampil begitu sweet layaknya pendekatan ala abg zaman ‘dahulu’ seperti ketika Sutter dan Aimee mengobrol tentang komik ataupun ketika Sutter menggoda Aimee dengan meledek kedekatannya dengan lelaki  lain, yang kesemuanya terjalin dengan sangat natural. Overall, The Spectacular Now tidak kehilangan sentuhan romantisme masa remaja yang berhasil direkam dengan cantik dan tidak murahan oleh sutradara James Ponsoldt. Bahkan, movietard merasa adanya kemiripan gaya penyutradaraan Ponsoldt dengan Reiner ketika menggarap Flipped. Film ini juga didukung dengan penampilan flawless dari Woodley dan Teller yang berhasil menyakinkan kita dengan karakter Aimee yang malu-malu sementara Sutter adalah seorang yang percaya diri. Apalgi, chemistry keduanya terjalin dengan sempurna yang membuat movietard ikut tersenyum bahagia walaupun menonton The Spectacular Now pada  dini hari.

Yang membuat movietard semakin jatuh hati adalah, The Spectacular Now sangat relate dengan kehidupan masyarakat timur *hal yang selama ini tampak hilang dalam beberapa film coming-of-age Hollywood*. Dalam The Spectacular Now, peran teman, partner dan keluarga dilukiskan sangatlah penting dalam proses pendewasaan seseorang. Aimee yang awalnya dalam pikiran Sutter adalah sebuah project yang akan ia tolong sebelum lulus dari high school justru menjadi penolong Sutter. Luckily, selain oleh Aimee, Sutter juga memiliki topangan dari sang Ibu. Dan story plot bergerak lebih intens ketika Sutter menemui sang ayah, yang membuat dua puluh menit terakhir dalam The Spectacular Now justru terasa sangat menyentuh, dan disisi ini, kita melihat sosok asli Sutter yang hanya diperlihatkannya di depan Aimee dan sang Ibu, tanpa perlu tragedi besar, audiens justru akan sangat berempati pada Sutter. Yang menjadi pertanyaan lanjutan adalah, jika lingkungan sudah sangat mendukung, dorongan terbesar untuk mengatasi ketakutan itu adalah dari diri sendiri, apakah Sutter akan berhasil mengatasinya atau justru kembali tenggelam dalam ketakutannya menerima tanggung jawab yang ada?

MV5BMTYxNjMwODIwOV5BMl5BanBnXkFtZTcwODExMjk5OA@@._V1_SX640_SY720_Movietard bersyukur karena dapat menonton film ini. Tanpa terkesan menggurui, kisah coming of age dalam The Spectacular Now justru menjadi tohokan bagi movietard mengingat karakter Sutter adalah perwujudan diri kita. Suka atau tidak, kita semua pernah menjadi Sutter, kita pernah ketakutan saat harus menghadapi fase dewasa. Karena takut menghadapi apa yang akan terjadi, yang kita lakukan hanyalah bermain dan bersenang-senang guna menghindari tanggung jawab tersebut. Tetapi hey, Kita bukan Peter Pan yang dapat pergi ke Neverland ketika ia tak mau dewasa, bagaimanapun we need to live our life lengkap dengan segalanya problematikanya. Selain cerita yang sangat heartwarming tersebut, as I wrote above, The Spectacular Now tampil semakin cantik dengan  permainan sempurna Teller dan Woodley dalam memerankan karakter the boy and the girl next door yang sangat cute. It’s definitely one of the best coming-of-age movies I’ve ever watched, I think you need to see it too!

It’s fine to just live in the now, but the best part about now is there’s another one tomorrow. And I’m gonna start making them count [Sutter Keely]

Do You Know?
The Spectacular Now versi novel dan versi film memiliki ending yang berbeda. Dijelaskan oleh Tharp bahwa ending di novel memang lebih ambigu sehingga membuka beberapa interpretasi.
Masa syuting The Spectacular Now  hanya selama 25 hari saja! Teller menjelaskan bahwa ia dan aktor-aktor lain hanya memiliki sedikit waktu untuk memainkan adegan yang emosional. But still, it’s a great movie, no?
Entah karena Ponsoldt menginginkan adanya otentisitas cerita remaja dalam kisah ini dengan masa remajanya, The Spectacular Now juga disyuting di kota Athens, Georgia, yang menjadi kota ia tumbuh di kala remaja

My Rate
4 stars. The Spectacular Now is one of most realistic coming-of-age drama I’ve ever seen which not only talk about guy-girl’s relationship, but also talked about family matter, and most important, the teen’s fear about growing up. All the problems perfectly mixed to be a spectacular story plot which was delivered with spectacular performance by Teller and Woodley. So yeah, it’s a spectacular movie!

5 thoughts on “The Spectacular Now

  1. Hi Salam Kenal!

    Saya tahu film ini setelah nonton film Divergent, dimana Aimee dan Sutter adalah Tris dan Peter di Divergent😀 Saya suka film ini, well, mungkin bagi sebagian orang yang suka nonton film2 besar pasti tidak suka tipe2 film indie semacam ini karena membosankan. Tapi kalau dihayati dan mau repot untuk memahami ceritanya akan beranggapan kalau pesan moralnya sangat mendalam🙂 Bagi penonton yang sudah melewati masa transisi menuju kedewasaan pasti sebagian setuju pernah mengalami hal seperti Sutter

    – Utie

    • Salam kenal juga! Thanks for visiting
      Saya juga sukaaaaa The Spectacular Now, padahal jujur, usia juga udah nggak muda, tapi ya seperti Utie tulis, nonton film ini seperti berflashback ke masa remaja😀

  2. This is the best teen-romance movie I’ve ever seen. Meski baru2 ditonton. 3x nonton ga bosen, dan malam ini berencana nonton lagi. Hahaha. Kena banget di scene “you’re all that the matters to me”. Bikin mewek.. Oh iya, coba donk movetard rekomen ke sutradaranya bikin sekuelnya. Endingnya bikin penasaran. Hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s