The Hangover III

MV5BMTA0NjE1MzMzODheQTJeQWpwZ15BbWU3MDY4MTQ3Mzk_002The Plot
Ini kisah penutup bagi kawanan wolfpack dimana Phil [Bradley Cooper], Stu [Ed Helms] dan Doug [Justin Bartha] harus bisa menyadarkan Alan [Zach Galifianakis] untuk menjadi dewasa.

The Comment
Pertama-tama, movietard harus mengaku bahwa dahulu, movietard rela mengeluarkan uang untuk membeli dvd original The Hangover [2009] *padahal waktu itu masih zaman susah, lulus kuliah dan belum bekerja sehingga hanya mengandalkan uang jajan dari orang tua*. Pun begitu untuk sekuelnya The Hangover II, walaupun tidak membeli cakram dvd lagi, movietard meminta file film ini kepada rekan moviegoers. Intinya sih agar suatu saat, movietard dapat menontonnya kembali. And turned out, kedua film tersebut pun sudah movietard tonton beberapa kali and I still get laughed on it! Kenapa sih movietard senang sekali dengan film ini? The Hangover dan sekuelnya jelas menjadi obat mujarab jika movietard ingin tertawa lepas tanpa harus berpikir. Betul, menonton The Hangover sebetulnya menjadi hiburan murah meriah dimana kita dapat menikmati kegilaan melalui si pencarian perhatian, Alan, si dokter gigi yang menjadi bulan-bulanan, Stu, si guru ganteng, Phil dan yang paling normal diantara mereka, Doug. Jadi, ketika penutup trilogy The Hangover disajikan melalui The Hangover III [2013], movietard langsung menontonnya untuk kembali menikmati kembali kegilaan Alan dkk.

MV5BMTgyMzQ4Mzg0NV5BMl5BanBnXkFtZTcwODAzNDk0OQWalaupun premis yang disajikan berbeda dengan kedua pendahulunya, dimana kali ini Alan dkk tidak mengalami peristiwa mabuk berlebih paska acara resepsi pernikahan yang membuat mereka lupa segalanya, it still has the fun factor. Scriptwriter Todd Phillips yang juga duduk di kursi sutradara, dibantuCraig Mazin, justru menggambarkan geng The Wolfpack tengah menjalani misi mulia guna mengantarkan Alan ke lembaga rehabilitasi guna menyembuhkan ADHD-nya. Paska meninggalnya sang ayah *yang tak langsung terjadi karena kesalahan Alan*, ibu dan adik Alan sudah tak tahan sehingga meminta bantuan The Wolfpack untuk membujuk Alan untuk masuk ke kembaga rehabilitasi. Sayangnya, misi tersebut terpaksa gagal ditengah jalan ketika geng wolfpack tiba-tiba ‘diculik’. Setelah dirunut, penculikan ini terjadi dengan kisah mereka di film pertama, alhasil sekarang mereka harus menghadapi ancaman dari si bos penjual obat Marshall [John Goodman] yang menginginkan emasnya yang dicuri Mr. Chow [Ken Jeong] kembali. Kalau tidak, Doug *why always him?* yang dijadikan sandera akan mati. Jadi, misi penangkapan Mr. Chow yang telah kabur dari penjara di Thailand dimulai. Do they could make it? Do they could saved Doug?

Mari lupakan judul film ketiga ini yang sebetulnya agak kurang masuk dengan story plot film. Movietard justru tertarik melihat bagaimana installment The Hangover telah merubah nasib para aktornya. Ya, di tahun 2009, film ini muncul dengan mengandalkan nama-nama yang masih dalam kategori mediocre seperti Cooper yang hanya wara wiri menjadi guest star di serial televisi. Jadi, The Hangover-lah yang menjadi titik awal para aktornya untuk dikenal secara luas. Selang hanya lima tahun, audiens sudah dapat melihat Cooper wara-wiri menjadi main leading actor dalam Limitless, hingga bermain dalam film kategori Oscar dalam Silver Linings Playbook. Galifianakis pun bernasib serupa, siapa sangka ia kemudian dapat beradu akting dengan Downey Jr. jika bukan berkat installment ini? Atas dasar misi terima kasih dan well, memang karena para aktor ini suka bersenang-senang bersama *Juga pastinya faktor uang untuk studio film yang memegang kendali*, rasanya cukup menyenangkan melihat bagaimana Phillips kembali mau mengumpulkan geng The Wolfpack untuk menutup kisah mereka dengan perpisahan yang layak.

MV5BMjA1NDY1MzIyNl5BMl5BanBnXkFtZTcwNjYyNDk0OQ_002And I love the third movie! In my opinion, dibanding seri kedua yang lebih banyak memiliki sexually offensive content, versi ketiga ini jauh lebih ‘aman’. Ya, tak ada lagi lady boy atau kegilaan besar yang membuat movietard meringis seperti adegan pemotongan tangan seperti dalam film kedua. Sometimes, the bigger isn’t always the better, no? Justru, The Hangover III jauh lebih ‘manis’ dibandingkan kedua pendahulunya. Terutama untuk karakter Alan diceritakan belajar untuk grow up di film ini. Dibalik semua sikap neurotik Alan yang membuat audiens sudah melewati batas gemas, toh Alan tetaplah bintang dalam seri ini. Movietard suka sekali dengan scene dimana Alam bertemu dengan si bayi yang ia namai Carlos di The Hangover *Ingat bayi berkacamata yang ia gendong kemanapun?*. Nah dalam installment ketiga ini, si bayi yang sudah dewasa ini pun realitasnya juga menganggap Alan sebagai sang ayah. Dengan si anak inilah Alan seolah menemukan momen pendewasaannya. Walaupun hanya sebentar, momen ini justru menunjukkan sisi kelembutan Alan. Apalagi, terdapat interaksi yang tak kalah lucu antara Alan dengan seorang perempuan dan tentunya, interaksi Alan dengan Mr. Chow yang ternyata membuktikan bahwa Alan still has the good heart and also bring the happiness.

Menurut movietard, Galifianakis ditambah dengan Jeong, yang semakin lama menambah screen time dengan peran yang cukup vital, adalah core dalam The Hangover III. Tanpa mereka, tentunya The Hangover III akan terasa hambar. Phillips dan Mazin pun memberikan ruang gerak yang luas bagi keduanya untuk tampil, well, tampil menyebalkan dan mengundang tawa ketika menjalani adventure terakhir mereka dengan cukup epik. Luckily, para main character lainnya yang justru seolah tampil sebagai supporting cast tampaknya tidak peduli dengan bagaimana mereka tampak bodoh sepanjang film sehingga membiarkan diri mereka menjadi objek penderita bagi kesoktahuan Alan. Cooper tampak cukup ganteng walaupun terlihat berantakan dan Helms yang seringkali dikerjai karakter Alan pun cukup mampu mengundang tawa dengan interaksi-nya dengan Jeong *adegan mereka berdua bertingkah laku layaknya anjing is a win!*. Overal, I love the jokes, movietard tertawa ketika menikmati comedy scenes dan joke-joke di dalamnya. Anyway,  beberapa jokes yang tersaji dalam The Hangover III memang sebagian sudah usang, tetapi setidaknya, joke tersebut pun masih dalam tahap aman untuk dikonsumsi.

MV5BMjA5MjA3NTUzNl5BMl5BanBnXkFtZTcwMzkyNDk0OQWalaupun kritikus membenci The Hangover III dengan mengatakan cerita film ini begitu tak berbobot, hanya carbon-copy dari pendahulunya dengan joke-joke yang tidak lucu, surprisingly, I think The Hangover III was enough good. If you want to get laugh without any deep thinking, just watch it! The Hangover III memanglah bukan film yang mementingkan alur cerita dengan heavy material dan dialog-dialog yang pretentious karena adventure pencarian Mr.Chow realitasnya justru diisi momen-momen bodoh yang mengundang tawa melalui dialog-dialog dan scene yang dibuat begitu komikal *seperti adegan Alan jatuh di papan nama Caesars Palace itu!*. Mengistirahatkan otak ini perlu karena kalau tidak, yang pasti film ini justru akan tampak begitu bodoh dan akan membuat audiens protes kesana kemari dengan penceritaan Phillips dan Mazin yang sangat sederhana sekali. Anyway, movietard tampaknya tertawa terlalu keras ketika menonton The Hangover III sehingga… membuat audiens yang duduk disebelah kiri movietard terganggu dan pindah ke kursi lain! *damn, I felt so guilty at that time. I just love to laughed but sadly people got offended with my laugh, oh may!*.

We can’t be friends anymore. When we get together, bad things happen and people get hurt [Alan]

Do You Know?
Jangan buru-buru keluar ketika end credit title bergulir. Seperti biasa, The Hangover III pun juga menyajikan scene tambahan yang tak kalah gila-nya guna mengundang tawa audiens
Director Todd Phillips tampil sebagai cameo, yaitu sebagai laki-laki di sebuah motel yang melihat Chow melakukan terbang dengan parasut dari Caesar Palace, Las Vegas
Sean Penn dan Robert Downey. Jr sempat dipertimbangkan untuk peran villain dalam The Hangover III yang akhirnya jatuh kepada John Goodman

My Rate
3 stars. The Hangover III is a nice ending for the Wolfpack’s gang journey. It’s better than the second installment but still not better than the original. Eventhough the story plot is not a good one, I had a great time to laugh by watching it. The funny moments was brought nicely by Galifianakis and Jeong.

3 thoughts on “The Hangover III

  1. you know, i think i miss the original formula, the hangover that leads to wild goose chase, ed helms hissy fits, and then absurd ending. I think this last one relies on Jeong and Galifianakis too much. I love Galifianakis but i can not handle too much of Jeong, tbqh. and the thing with the giraffe kinda disturbs me, i think.
    Btw, thank god they didnt hire RDJ, because then the movie would be all about the dude!

    • Yeah, the part III’s core is Galifianakis and Jeong’s characters. Do I hate them at the first? absolutely, but luckily at this finale installment, Phillips made both of them became… good guy, errr not good in the good term, but they showed us their ‘strange’ friendship and how they valued each other in… strange way again
      Yeah, and thank God no… Mike Tyson!

      • i actually love galifianakis (i will watch almost anything with him attach to it) xD. My problem really lies with Jeong (both the person and his character). You were right though their friendship is odd and have these strange term…
        I have to say i’m glad alan find the love of his life😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s