A Wedding Invitation

A-Wedding-Invitation-2013-6The Plot
LiXing [Eddie Peng] dan QiaoQiao [Bai Baihe] adalah pasangan yang sudah berpacaran sejak mereka duduk di bangku sekolah. Mereka putus di tahun 2007, dengan perjanjian ‘aneh’ untuk lima tahun yang akan datang.

The Comment
Movietard awalnya menyangka A Wedding Invitation [2013] adalah film produksi Korea Selatan. Melihat sekilas hanya dari poster film yang minimalis dengan memasang kedua tokoh utamanya yang good looking dan nama yang memang sangat ‘chinese’, sekali, tampak bahwa kisah yang tersaji akan ‘unyu’ khas film Korea Selatan. Apalagi, setengah tahun ini, movietard sudah jarang menonton drama romantis Asia sehingga sempat mengutarakan keinginan menonton A Wedding Invitation ke teman moviegoers yang… ternyata memiliki voucher untuk menonton film tersebut dengan gratis! Dan entah karena ia kasihan melihat movietard yang ‘mupeng’ sekali dengan film ini atau memang movietard yang beruntung, rekan moviegoers memberikan voucher miliknya kepada movietard! Yay! Pada pertengahan minggu lalu, ketika movietard menyambangi blitzmegaplex karena iseng *awalnya berniat menonton After Earth sih*, but hey! ketika melihat A Wedding Invitation ternyata sudah diputar, movietard langsung mengalihkan pilihan ke film ini.

27791_1687Realitasnya, A Wedding Invitation bukanlah produksi asli dari Korea Selatan, melainkan terdapat kerjasama dengan rumah produksi China walaupun film ini tetap dipegang kendalinya oleh korean director, Ki-Hwan Oh. Story plot A Wedding Invitation dibuat oleh Qin Haiyan yang memotret pertemuan pertama LiXing dan QiaoQiao di bangku menengah atas dengan cute dimana pendekatan dimulai dari sekotak makanan yang selalu dibuat LiXing untuk sang pujaan hatinya. Mereka berpacaran, kuliah, lulus, bekerja dan… ketika kisah seharusnya berakhir bahagia karena LiXing yang bercita-cita menjadi koki tampaknya memang sangat cocok dengan QiaoQiao yang seorang desainer piring keramik, QiaoQiao justru meminta putus dengan alasan ia ingin mengejar mimpi untuk menjadi sukses di Shanghai! LiXing jelas tak terima, sehingga kala itu, mereka berdua membuat kontrak bahwa 5 tahun di masa yang akan datang, jika mereka berdua masih tetap single, mereka berdua akan menikah. Lima tahun telah berlalu, LiXing telah menjadi koki sukses, dan ketika QiaoQiao menerima telepon LiXing dimana ia menyangka LiXing akan mengajaknya menikah, LiXing justru mengabarkan ia akan meminang perempuan lain.

Sudah seperti itu saja kisahnya? Mereka tidak jadi menikah? Tapi kan A Wedding Invitation adalah film romantic drama, seharusnya kisah LiXing dan QiaoQiao berakhir bahagia dong? Well, tenang saja, Haiyan meyajikan lanjutan cerita yang cukup menarik setelahnya, ketika QiaoQiao akhirnya segera terbang ke Beijing untuk ‘memenangkan’ hati LiXing. Berhasilkan usaha QiaoQiao? Bahkan Haiyan menyajikannya dengan twist yang sebetulnya sih sudah mampu movietard tebak karena Haiyan memberikan petunjuk yang kelewat jelas di awal film. Tetapi toh, A Wedding Invitation memang bukan film drama misteri yang membuat audiens harus mengumpulkan petunjuk-petunjuk guna mengetahui akhir kisah, ini murni kisah percintaan muda-mudi yang memang dibuat guna membuat audiens terenyuh. Tetapi, jangan takut, alih-alih tampil ‘menye’, surprisingly, story plot A Wedding Invitation mampu tampil cukup lucu seperti layaknya romantic comedy produksi Thailand yang sering movietard tonton tahun kemarin. Tetapi di sisi lain, terdapat keharuan dengan porsi yang jauh lebih dalam daripada film-film produksi Thailand tersebut.

27792_0228Keunggulan A Wedding Invitation adalah penggambaran  dua karakter utama  yang mengingatkan movietard dengan pasangan lucu dalam kisah ATM Errak Error. Alih-alih tampil sebagai eks pasangan yang sempurna secara sifat, QiaoQiao digambarkan sebagai perempuan yang egois, ceplas ceplos dan suka mengkritik *terutama mengkritik makanan yang dibuat LiXing maupun semua koki lainnya!* dan toh, ia tak ragu-ragu mengatai mantan pacarnya sebagai brainless idiot. Sementara itu, LiXing biarpun sudah sangat sukses secara fisik, karir dan material realitasnya juga memiliki sisi anak-anak dan mulut yang tak kalah ‘sampah’ yang membuat audiens gemas, tetapi hey, lepas dari itu, audiens ditunjukkan bagaimana LiXing adalah pria yang selalu berjuang meraih cinta-nya, siapa yang tak meleleh dengan pria ini? Ketika keduanya bertemu kembali paska lima tahun berpisah, audiens dapat melihat keduanya memang memiliki chemistry yang tetap baik, dimana beberapa kesalahpahaman justru melahirkan momen-momen yang mengundang tawa. Didukung dengan chemistry yang baik dari pasangan utamanya, Bai-He dan Peng, realitasnya mereka berdua mampu membuat movietard jatuh cinta dengan pasangan ini.

Eddie Peng, yang penampilannya sangat macho, realitasnya membuat audiens rasanya ingin menangis ketika karakter LiXing marah-marah dan mengatai QiaoQiao, tetapi siapa yang dapat menyalahkannya? LiXing sama ‘buta’-nya dengan audiens yang dibuat bingung dengan kelakuan QiaoQiao. Bai-He pun membawakan karakter QiaoQiao yang awalnya terlihat egois dan menyebalkan seolah tumbuh dewasa di layar that make you love her. Guna membuat cerita A Wedding Invitation lebih memiliki unsur komedi, Haiyan memasukkan karakter teman QiaoQiao yang gay tetapi memiliki hati yang begitu lembut, MaoMao. MaoMao realitasnya justru menjadi scene stealer dalam film ini. Interaksi QiaoQiao dengan MaoMao, ataupun LiXing dengan MaoMao menjadi momen lucu yang membuat audiens tertawa. Lepas dari beberapa plot holes yang ada dalam kisah ini, realitasnya, story plot yang dibuat Haiyan juga memiliki beberapa peak moments yang mampu membuat air mata movietard mengambang, yes, it’s a tearjerker movie! I don’t know why, but I cried around two times when watching this movie *iya, movietard memang, as I wrote before, cengeng*.

130425-001_1304290548025Overall, A Wedding Invitation jelas salah satu bukti bahwa film drama romantik asia toh tidak selamanya mengikuti pakem standar yang ada. Audiens sempat dibuat tertawa dengan kelucuan-kelucuan yang hadir dari kisah eks pasangan yang menggemaskan ini, tetapi semakin lama, kisah A Wedding Invitation justru membuat audiens rasanya ingin menangis. Ya, selain sisi menyenangkan yang ditampilkan hampir sepanjang film, ketika twist sudah tersaji dalam A Wedding Invitation, keharuan menyergap audiens. Menurut movietard sih, walaupun cerita yang disajikan memang cliche, tetapi story plot dengan twist, alur maju mundur, dialog-dialog yang tidak cheesy membuat A Wedding Invitation menjadi lebih unggul dibanding film-film drama romantis yang sudah ada. Memang sih, audiens pastinya akan bertanya-tanya kenapa usaha LiXing dan QiaoQiao untuk bahagia sepertinya sulit sekali selama bertahun-tahun, tetapi toh, A Wedding Invitation jelas bukan penggambaran realistik mengenai hubungan dua manusia dalam kehidupan nyata *siapa juga yang mau membuat janji kontrak untuk 5 tahun kedepan coba!*, ini murni kisah melodrama ala film yang memang ditujukan untuk menghibur para pasangan muda mudi untuk at least, paling tidak menghargai tentang cinta dan komitmen.

The sweetest thing in the world is your smile [LiXing]

Do You Know?
A Wedding Invitation adalah produksi bersama rumah produksi China, yaitu China Film Group dengan rumah produksi Korea Selatan, CJ Entertainment
Walaupun menggunakan setting Beijing dan Shanghai, kebanyakan orang produksi dalam A Wedding Invitation adalah warga negara Korea sementara aktor utamanya, Eddie Peng berkewarganegaraan Taiwan

My Rate
3 stars. A Wedding Invitation is a different romantic drama movie since the story plot isn’t at the level of cliche because scriptwriter gave some twist that will make you cried. A fine execution by Oh and was supported by the actors’ good performance. Love it!

8 thoughts on “A Wedding Invitation

  1. Hi… boleh share endingnya? Saya nonton kemarin di Garuda Indonesia.. Cuma 4 menit sebelum filmnya ending, udah keburu di stop karena mau landing…
    I’ve been dying to know the ending…🙂

    • Hahahaha it’s okay, eventho I need to give [SPOILER WARNING] before, sudah nonton sampai adegan yang LiXing melamar kan? Nah, setelah adegan heart to heart dimana Qiao membuatkan makanan di coffe shop kepada LiXing *dan meminta LiXing supaya terus tersenyum*, mereka menikah tetapi tidak pakai adegan pernikahan kok karena hanya dihadirkan melalui kolase foto saja yang hadir di coffe shop, yang sekarang diurus oleh Lixing seorang sendiri.
      Yeah, Qiao akhirnya meninggal sih, tetapi LiXing sudah cukup kuat sekarang, endingnya ditutup dengan LiXing yg tersenyum mengamati polah tingkah laku dua remaja yang sepertinya tengah berantem yang datang ke coffe shop yg mengingatkan LiXing akan hubungannya dengan Qiao yg juga penuh huru hara. [END Of SPOILER]

      I watched this movie 3 times, hehehe so I think I remembered all those scenes better ;p, hope you like the ending! Soalnya pas nonton justru banyak banget yg mewek pas ending ini😥

      • Aku aja mewekk terussssss sebelum even endingnya.. Mewek pas kira2 30 – 40 menit sebelum endingnya… Parah sampe sebelah aku bingung, kenapa ada orang tiba2 nangis di airlines? hahahaha…
        Movie nya udah bisa dibeli diluaran yaa?
        Will definitely buy it dhe..
        Thank you yaaa udah share endingnya..
        Akhirnya saya bisa tidur…
        LOL🙂

  2. Sama kok, aku juga menangis 2 kali pas nonton ini, tapi pas kedua dan ketiga sudah mulai biasa
    Seharusnya sih sudah beredar dvdnya ya, di Indonesia sendiri film ini telat masuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s