The Great Gatsby

MV5BMTkxNTk1ODcxNl5BMl5BanBnXkFtZTcwMDI1OTMzOQThe Plot
Ini narasi Nick Carraway (Tobey Maguire) yang menceritakan tentang kisah kasih Gatsby (Leonardo di Caprio) kepada Daisy Buchanan (Carey Mulligan).

The Comment
Jujur, alasan utama movietard menonton The Great Gatsby [2013] adalah… pemain sepakbola idola movietard, Xabi Alonso. Alonso, dalam sebuah interview, pernah menyebut buku The Great Gatsby adalah ‘the best book I’ve ever read’ yang membuat movietard penasaran tentang cerita The Great Gatsby itu sendiri. Novel The Great Gatsby adalah novel lawas dari F. Scott Fitzgerald yang diterbitkan pada periode 1920-an. Cerita The Great Gatsby pun sudah pernah diadaptasi dalam versi film. Tetapi, as usual, movietard terlalu malas untuk membaca dan mengunduh file lama film The Great Gatsby untuk mengetahui isi ceritanya. Karenanya, ketika The Great Gatsby diadaptasi dalam versi modern pada tahun 2013, movietard bersemangat sekali menontonnya. Apalagi, ada nama sutradara Baz Luhrmann di kursi sutradara dan scriptwriter. Selama ini, movietard cukup menyukai film-film garapan Luhrman seperti Romeo + Juliet, Moulin Rouge dan bahkan, Australia masuk dalam lima teratas film favorit movietard tahun 2008 lalu karena Luhrmann yang biasanya tampil kinky berhasil tampil konvensional dalam membuat romance movie yang mengharu biru melalui Australia. Movietard berharap The Great Gatsby bisa tampil secantik Australia.

MV5BMjM2Njg5NTE2NF5BMl5BanBnXkFtZTcwNzYwOTM0OQ_002And turned out, it wasn’t. Ya, The Great Gatsby memang tampil begitu mewah dimana Luhrmann berhasil menyajikan kehidupan sosialita New York dalam visualisasi yang begitu indah melalui pakaian-pakaian cantik Daisy dalam balutan permata, mansion yang besar, pesta-pesta yang mewah, tetapi, entah kenapa cerita yang tersaji justru begitu berjarak dengan audiens ditambah dengan ending yang begitu menyebalkan. The Great Gatsby sendiri seperti yang movietard tulis diatas memotret tentang kisah kasih Gatsby kepada Daisy yang sayangnya sudah menjadi istri pria lain, Tom Buchanan. Sepanjang film, sama seperti karakter Carraway, audiens diajak melihat usaha Gatsby membujuk Daisy untuk meninggalkan Tom. Misi yang seharusnya cukup mudah mengingat Tom sendiri juga bukanlah tipe pria setia, tetapi yang menjadi ganjalan, dengan kebiasaan hidup nyaman yang dimiliki Daisy sekarang, mungkinkah ia meninggakan Tom? Gatsby memang telah menjelma menjadi pria kaya, tetapi dari beberapa scenes flashback dan cerita-nya kepada Carraway, audiens tahu bahwa Gatsby dahulu hanyalah seorang anak lelaki miskin.

The Great Gatsby sebetulnya bisa menjadi film yang jauh lebih cerewet mengingat banyak subthemes yang menjadi kritikan sosial dari Fitzgerald terhadap kehidupan masyarakat Amerika di kota besar di dekade 20-an yang berjuang meraih american dream. The Great Gatsby berbicara mengenai kesenjangan sosial di Amerika, tentang kekuatan ekonomi baru berupa penjualan saham, tentang peran besar minuman alkohol dan obat-obatan yang melibatkan mafia, tentang pembagian kelas masyarakat New York dimana kaum-kaum jetset tinggal di rumah-rumah mewah di Long Island sementara sebagian yang merupakan kelas menengah tinggal di dekat kawasan industri yang kumuh. Tetapi Luhrmann yang juga mengadaptasinya dalam bentuk skrip dengan dibantu Craig Pearce justru begitu fokus pada kisah cinta Gatsby dan Daisy. Movietard cukup bisa menerima kisah penggapaian cinta Gatsby kepada Daisy yang memakan porsi terbesar. Sayangnya adalah, kalau di Moulin Rouge kisah cinta Satine dan Christian yang tragis bisa disajikan denan balutan humor yang cerdas dan satir, dalam The Great Gatsby, kisah cinta Gatsby dan Daisy yang tak kalah tragis justru disajikan dengan begitu bertele-tele dan overdramatic yang jujur, membuat movietard agak bosan.

MV5BMjIyNjk4MjgzN15BMl5BanBnXkFtZTcwODIwOTM0OQYa, selama hampir 2,5 jam audiens menyaksikan bagaimana Daisy tampil cute sepanjang film. Luhrmann begitu stylish dalam memaksimalkan kecantikan Daisy dimana ia bermain-main ditengah balutan gordeng yang panjang menjuntai, bermain ditengah baju-baju yang dilempar atau ketika Daisy hanya duduk manis ditengah bunga-bunga. Audiens melihat Daisy seperti anak-anak, sehingga seberapa menyebalkannya pun karakter Daisy, we couldn’t hate her because she’s so adorable. Thanks to Carey Mulligan yang bermain sangat cantik dan memang tampil begitu cantik di film ini. Sementara itu untuk Di Caprio, movietard rasa ia hanya melakukan pengulangan yang bahkan jauh lebih sederhana dari perannya sebagai jutawan Howard Hughes dalam The Aviator [2004]. Ketika dahulu Di Caprio berhasil menampilkan sosok Hughes yang eksentrik dan obsesif, untuk karakter Gatsby, Di Caprio justru tampil tidak seeksplosif karakter Hughes, padahal kan seharusnya Gatsby -yang memilik cinta begitu besar terhadap Daisy- bisa tampil tak kalah obsesif. Sayangnya, opposite attraction antara Daisy dan Gatsby sepanjang film justru kurang terasa, kita merasa bahwa Daisy sebetulnya not really that into Gatsby ataukah memang seperti itulah interpretasi Luhrmann terhadap karakter Daisy versinya. Anyway, yang justru menjadi nilai plus adalah, chemistry antara Gatsby dengan Carraway yang tersaji dengan baik, as usual, Maguire memberikan penampilan terbaiknya dalam narasi yang cukup terbatas, apalagi baby face Maguire menunjang kepolosan karakter Carraway.

Wait, masih ada satu poin yang membuat movietard mengernyitkan dahi ketika menonton The Great Gastby adalah, soundtrack-nya! Movietard tahu kegemaran Luhrmann memasukkan lagu-lagu yang sebetulnya tak sesuai dengan timeline waktu untuk filmnya seperti ketika Lady Marmalade, Like a Virgin, Your Song, Smell Like Teen Spirits menjadi soundtrack untuk Moulin Rouge [2001]. But hey, sekuens lagu-lagu tersebut sangat masuk dalam tarian yang disajikan dalam Moulin Rouge mengingat Moulin Rouge adalah film musikal yang kinky. Nah, seolah tak mau kalah, ia melakukannya lagi dalam The Great Gastby, bukan hal yang buruk sebetulnya, tetapi sayangnya, ia melakukannya dengan berlebih sementara The Great Gatsby bukanlah musical movie seperti Moulin Rouge. Dalam The Great Gatsby, lagu-lagu kontemporer ber-genre pop, jazz dan hip hop bergabung untuk melukiskan drama cinta platonis pada dekade 20-an ini. Some people maybe loves the the music juxtaposition from Luhrmann yang meminta bantuan meracik soundtrack The Great Gatsby kepada Jay-Z, tetapi bagi movietard, justru lagu-lagu ini terdengar tidak cocok bagi kemewahan The Great Gatsby yang seharusnya menonjolkan banyak sisi orkestra.

MV5BMjQxMjQ1MDA4M15BMl5BanBnXkFtZTcwNjQwOTM0OQ_002Seburuk itukah The Great Gatsby? No, it’s not. Beberapa highlight berupa penampilan cute Mulligan dan bagaimana Maguire mengantarkan cerita The Great Gatsby sebagai narator yang alkoholik adalah hal terbaik yang terdapat dalam film ini. Apalagi, nama-nama yang menjadi supporting cast dalam The Great Gatsby juga begitu layak tonton, dimana Amitabh Bachan, Joel Edgerton dan Isla Fisher bermain dengan baik. Tetapi jujur, The Great Gatsby jelas menjadi film Luhrmann yang paling tidak disukai movietard dibanding Romeo + Juliet, Moulin Rouge dan Australia. Bukan berarti Luhrmann telah kehilangan touch-nya dalam menyajikan sekuens cinta tragis [lagi!] dalam balutan kemewahan karena dari segi penyutradaran, he still made all those great shoots dengan angle yang tetap membuat movietard kagum. Hanya saja, movietard merasa bahwa berbeda dengan film-film lainnya yang sangat kuat dari segi karakter sehingga membuat audiens jatuh cinta kepada para pasangan yang mengagungkan cinta, The Great Gatsby kehilangan pancaran tersebut karena opposite attraction yang disajikan Di Caprio dan Mulligan justru tak tampak sepanjang film. But well, sisi positifnya sih jika suatu saat bertemu Xabi lagi, mungkin movietard dapat bertanya, ‘Do you watch The Great Gatsby movie? Is it a yay or nay for you?’

I knew it was a great mistake for a man like me to fall in love… [Jay Gatsby]

Do You Know?
The Great Gatsby juga disajikan dalam bentuk 3D oleh Luhrmann. Movietard sendiri hanya menontonnya dalam versi non 3D.
Sebelum Carey Mulligan masuk sebagai Daisy Buchanan, nama-nama aktris cantik seperti Natalie Portman, Eva Green, Michelle Williams, Anna Hathaway, Scarlet Johannson, Jessica Alba sempat masuk dalam bursa untuk peran Daisy.
Ben Affleck adalah pilihan utama untuk peran Tom Buchanan, sayangnya ia harus mundur dikarenakan konflik jadwal. Nama Luke Evans dan Bradley Cooper sempat masuk sebelum Edgerton secara tidak sengaja ikut casting dan sesuai.

My Rate
2 Stars. Lurhmann’s directing in The Great Gatsby is amazing with all those glamorous shoot but sadly, I didn’t feel any emotional investment with the couple. Eventhough Mulligan is so beautiful to watch for but her chemistry with Di Caprio was definitely on zero level.

6 thoughts on “The Great Gatsby

    • Personal rate memang hanya 2, tapi temen-temenku sih pada suka, mungking akunya yg terlalu high expectation jadi pas nonton malah justru kecewa sana-sini. Menurutku sih tetep karya terjelek Luhrmann dibanding 3 karya sebelumnya sih

  1. MAY CONTAIN SPOILER!! YOU’VE BEEN WARNED!!

    Well, alasan gw menunggu nunggu great gatsby salah duanya adalah jajaran cast-nya.. And GUWE PALING DEMEN TRAGIC LOVE STORY APALAGI PAKE ADA YG MATIMATI-nya😛

    Hmmm terlepas dari sentuhan luhrmann IMO krg dramatic buat film ini, gatsby sangat menyenangkan mulai dari awal durasi hingga ketengah, perkenalan dgn nick, daisy- hitler buchanan :-€ , -jordan, dan seisi butler house-nya yg hilarious😀

    Then, Porsi Gatsby dan kemisteriusannya, sukses sik.. Bikin nebak2 Either yg diomongin emang true story or boasting boasting ala horangkaya.. Tapi party-nya? FAIL!

    Somehow gw ga dibikin impress,
    horang kaya,sering bikin party, SO WHAT?!..
    Darimana duitnya?! F*ck it! Mabok bae’ lahh
    Yg punya rumah mane nih?! Kepo amat sik lo

    Well then viola!! Lebih lebih bukan hal yg nonsense bikin open invitation party tiap minggu for 4years, berharap pacar lama lo melipir then “Woi gile lo Ndro horang tajir skr” trus CLBK? FAIL!

    IMO image gatsby lsg jatoh disini, he’s a totally coward
    Gw ga tau apakah norma kesusilaan at 20’s yg masih dipegang erat di barat,ato emang dasarnya Gatsby yg pengecut.. Justru mendompleng betapa teguhnya gatsby setia sama daisy

    Cowo, pergi perang, KAKKOI!
    Nah saat charm home girl-nya ninggalin kawin..
    Yahh harusnya bisa menyentuh juga sik moment ini, cuma sayang kurang diEkspos, flashback bout engagement berdua nanti klo udh habis perang kita kawin,ngontrak rumah,punya anak etc etc.. Malahan ada percakapan telepon yg msh ngga jelas tentang “detroit harus jdi kota kecil” yg gatsby omongin sama siapa.., Dan destinasi mereka kabur ato bukan.., Only god knows.

    Lupakan partynya.. Liat niatnya beli rumah tetangaan depandepan sama daisy,tiap malem ke-dock buat ngobatin kagennya dia.. Ehh eh eh dirusak lagi, dgn secara ga langsung manfaatin nick yg secara tau kebetulan ato ngga jadi tetangga barunya instead of manfaatin jordan yg seharusnya bsa lebih masuk akal, karna she is BFF daisy dan tau kisah percintaan mereka dulu-nya..

    Dan abis ketemuan lagi as your mention nggi justru gw malah berubah konotasi, gatsby malah keliatan cuma berobsesi sama cinta lamanya dengan “too pushing” daisy buat ngomong sma hitler klo selama ini dia ga cinta, dan cuma cinta sama gatsby.. Man..ribet deh lo, kawin lari aja ngapa,

    Bimbang-nya daisy juga agak ga jelas sik, either its so loooong lovestory, family matter, atau emang bener2 “stupid”

    As i told you before: a girl its just enough to become “stupid” then she deserve’s the true love *no offense lho yah😉 #pepatah

    Move on dri storyplot, setting salah satu daya tarik film buat gw.. Which is memvisualisasikan setting yg sebenernya justru jdi P.R.. Bagaimana ngeblend tempat,wardobe,makeup,ambience jadi dapet.. Klo soundtrack yg lo agak masalahin, klo buat gw justru Mobil-mobil yg dipake.. I mean ford at 20’s blom sebegitunya.. Including mobil-nya sendiri jadi detail penting di film ini sendi saat daisy nabrak, Boleh lah ford special custom cuma gatsby yg punya, warga lainya? Harusnya sih mostly yg dipake kereta kuda dan ford jadul.

    Gw 3/5, mungkin bukunya biasanya lebih bagus, entahlah.

    • *kunyah popcorn*
      Panjang amat sih yu… coba ya lo buat blog sendiri aja sanaa!
      Iya betul, pestanya glamorous to the max, tapi kalau udah pernah ntn Moulin Rouge, memang Luhrmann demennya gini, overdramatic sih tapi ya dia nggak peduli kesesuaiannya sama real life, seperti dalam poin lo adalah mobil.
      Kayaknya Luhrmann memang cuek untuk masalah kesesuaian dgn timeline waktu ini
      masalah bimbangnya Daisy memang jadi misteri, tapi ya seperti yang kutulis interpretasi Luhrmann terhadap karakter Daisy memang seperti itu sih, kalo menurut gue sih ya… sebetulnya Daisy cinta Tom dan Gatsby tapi somehow saat Tom ketahuan selingkuh, Daisy jadi kayak berpikir ulang, nah saat Gatsby menunjukkan sisi emosionalnya, Daisy jadi berpikir ulang (lagi)
      Ah, perempuan…. *lanjut makan popcorn*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s