Evil Dead

MV5BMTc0NDM1ODAyOV5BMl5BanBnXkFtZTcwMTg0NDY3OAThe Plot
Lima orang anak muda menginap di kabin tengah hutan, ‘masalah’ datang ketika ketika salah satu dari mereka membuka buku ‘setan’.

The Comment
Movietard tertarik untuk menonton Evil Dead [2013] karena salah satu film favorit movietard tahun 2012 kemarin, Cabin in the Woods [2012] adalah salah satu film yang terinspirasi dari film original, Evil Dead [1981] yang mengilhami remake ini. Movietard sendiri belum pernah menonton Evil Dead versi tahun 1981 yang menurut penulis misteri horror Stephen King adalah masterpiece dari sutradara visioner kala itu, Sam Raimi. Raimi sendiri, sekarang telah menjelma menjadi sutradara papan dengan membawa catatan bahwa Evil Dead menjadi salah satu kesuksesannya dalam menciptakan pakem horror modern. Nah, ketika versi remake dari masterpiece ini hadir ditahun ini, movietard merasa inilah waktu yang tepat. Apalagi, menurut teman moviegoers, versi remake-nya tidak mengecewakan. Movietard pun semakin penasaran untuk menonton Evil Dead, dan luckily, movietard berhasil menontonnya setelah meminta teman moviegoers untuk menemani karena tidak berani menonton sendirian di bioskop *malu*.MV5BMTQ0ODUwNzg5OF5BMl5BanBnXkFtZTcwNDk4ODAyOQ_002Story plot Evil Dead yang dibuat Fede Alvarez  dibantu Rodo Sayagues dan Diablo Cody langsung memberikan opening scene yang cukup berani dangan kehadiran seorang anak perempuan yang kerasukan. Tanpa penjelasan berarti, layar pun langsung berganti, mengajak audiens ke dalam hutan yang dingin dimana terdapat kabin kayu yang akan menjadi tempat menginap lima anak muda yang terdiri dari si junkie Mia, dua teman Mia, Eric dan Olivia dan disusul oleh kehadiran kakak Mia yang ganteng David dan pacarnya, Natalie. Dari percakapan para anak muda tersebut, audiens memahami bahwa kehadiran mereka di tempat itu memiliki misi terhormat untuk menyembuhkan Mia. Masalahnya adalah, ketergantungan Mia akan drugs sudah begitu akut sehingga setiap kali Mia meminta pulang, teman-teman dan kakaknya justru tak mengindahkannya. Yang tak disadari adalah, bahaya yang lebih besar mengintai mereka, bukan dari obat-obatan ataupun alam yang tak bersahabat, melainkan dari buku Naturom Demonto yang dibaca oleh Eric. Ya, ada kehadiran satu tamu lagi, si iblis yang akan merasuki para anak muda tersebut dengan misi mengambil lima jiwa manusia.

Movietard love it! What? Really? Walaupun Evil Dead bukan hiburan yang easy consume to watch but luckily, sepanjang menonton, movietard tak perlu menutup mata karena kehadiran iblis dalam Evil Dead justru menjelma dalam tubuh para manusia sehingga movietard hanya tinggal berteriak saja tanpa harus menutup mata. Jujur, movietard jauh lebih bisa menonton film-film bertemakan slasher yang mengandalkan banyak adegan torturing dan gory scenes daripada film horror yang menampilkan penampakan setan dalam bentuk asli mereka. Jadi, ketika Evil Dead hadir dengan tema dimana iblis merasuki tubuh anak-anak remaja tersebut dan mulai membawa konsekuensi berupa penyiksaan terhadap tubuh anak muda dan teman-temannya, surprisingly, movietard justru menikmati momen-momen ini bahkan terkadang tertawa ketika karakter iblis yang merasuki mulai menggunakan kata-kata makian dalam bahasa slang Amerika. Memang sih, terkadang wajah-wajah anak remaja yang tengah dirasuki iblis menjadi sangat seram dengan tingkat kepucatan yang berlebih, tetapi tetap saja, movietard masih bisa menontonnya karena tidak merasa setakut menonton penampakan setan dalam bentuk asli. Sebagai perbandingan, untuk film comedy horror Thailand berjudul Pee Mak [2013] saja, movietard menutup mata beberapa kali ketika adegan mengetengahkan kelakuan ‘setan’ asli padahal kan Pee Mak sendiri berbau komedi!

MV5BMjI5NDcxMTQ5OV5BMl5BanBnXkFtZTcwNzk4ODAyOQ_002Memang, dibeberapa bagian, Evil Dead terasa sangat seram, apalagi ketika sudah melibatkan torturing dan gory scenes kepada diri sendiri dan kepada anak-anak lain yang dilakukan dengan brutal sekali. Tetapi, rasa seram yang diberikan bukanlah seram karena ‘takut dengan setan’ tetapi justru perasaan seram mengenai apa yang mereka perbuat lebih lanjut terhadap diri masing-masing dan teman-temannya. Scenes merobek wajah, menembakkan paku, membunuh dengan senapan, hingga memotong lengan hadir dengan begitu riil dan berdarah yang membuat audiens -kalau tidak tahan dengan bentuk-bentuk penyiksaan seperti tersebut- bisa walk out dari bioskop, nah di momen-momen inilah, movietard cukup menjerit dengan kencang. Ya, menonton Evil Dead jelas bukanlah perjalanan untuk mencari pelakunya karena audiens sudah tahu siapa pelakunya. Audiens justru dipersilakan untuk menikmati proses kesakitan dan perjuangan menyelamatkan diri para karakter yang tersisa. Tetapi tenang saja, secara keseluruhan story plot Evil Dead masih layak tonton, apalagi, selain menyelipkan nilai emosional berupa hubungan keluarga yang ingin diperbaiki antara Mia dan David, story plot buatan Alfarez juga masih menyajikan twist yang cukup bagus di akhir cerita.

Dari segi cast, para aktor muda yang mengisi Evil Dead, nama yang terkenal hanyalah Shiloh Fernandez si protagonis David yang dahulu adalah calon kuat pemeran vampire paling terkenal saat ini, Edward Cullen dan Lou Taylor Pucci pemeran si geek David yang sudah wara wiri dibanyak film indie walaupun hanya dengan peran-peran kecil sementara para aktrisnya masih termasuk jajaran aktris muda yang belum begitu terkenal. Overall, mereka bermain cukup baik walaupun tidak superb, dimana audiens dapat menikmati transformasi para remaja ini ketika mereka kerasukan, terutama untuk karakter Mia yang sempat membuat movietard merasa takut dengan penampilannya yang menyeramkan. But hey! Kehadiran Fernandez dengan kegantengannya jelas nilai plus yang membuat movietard semakin betah menonton Evil Dead, apalagi, sepanjang film, karaker David yang diperankan Fernandez adalah jagoan utama kita. Movietard beberapa kali dibuat gemas dengan tingkah heroik David yang seringkali tidak pada tempatnya, yang membuat logika movietard bertanya ‘are you out of your mind?’. Tetapi setelah dipikir, jika David tidak melakukan perbuatan diluar batas logika normal, tentunya kisah Evil Dead tidak akan menjadi begitu intense kan?

MV5BODMyMzQxMzU2OF5BMl5BanBnXkFtZTcwMTE3MzYyOQ_002In conclusion, Evil Dead versi remake ini cukup ‘menyenangkan’ ditonton. Well, movietard tak bisa membandingkannya dengan versi original karena belum pernah menonton versi tersebut, tetapi sebagai penonton awam yang cukup sering menonton film-film bertema slasher, Evil Dead jelas menjadi salah satu film yang cukup membuat movietard menjerit-jerit tanpa harus merasa takut setan *tetep*. Kalau ada yang mengatakan Evil Dead seram sekali, rasanya movietard tidak setuju karena banyak film slasher dari ranah Asia yang jauh lebih menyakitkan ketika ditonton. Moviatard rasa, tingkat torture dan teror yang diberikan dalam Evil Dead masih jauh lebih bisa diterima daripada beberapa slasher Asia yang jauh lebih brutal. Yang utama adalah, jika menonton film-film seperti ini, istirahatkan logika anda. Sempat movietard memiliki beberapa pertanyaan logis terkait dengan story plot Evil Dead, tetapi seperti layaknya menonton summer movies, pakem yang digunakan film horror pun sama, bahwa audiens harus mengistirahatkan logika berpikir ketika menonton untuk sepenuhnya menikmati para karakter utama diteror sepanjang film.

Everything’s gonna be fine? Nothing’s fine. I don’t know if you noticed this, but… everything’s been getting worse… every second [Eric]

Do You Know?
Jangan keluar bioskop dahulu karena setelah credit title Evil Dead, akan ada tambahan scenes yang terkait dengan versi original Evil Dead [1981]
Jika audiens ‘ngeh’, huruf pertama dari nama-nama karakter dalam Evil Dead yaitu David, Eric, Mia, Olivia and Natalie, jika digabungkan akan membentuk kata ‘Demon’
Menurut laporan media, Evil Dead menggunakan 70,000 galon darah palsu yang dijelaskan oleh Alvarez bahwa 50,000 galon digunakan hanya untuk adegan klimaks di akhir film

My Rate
3 Stars. Evil Dead is enough good! The torturing, gory, terror, violence and all the bloodbaths is enough good! With additional bonus of Fernandez’s cool appearance, surprisingly, I really enjoyed to watch it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s