Short Review: Festival Film Eropa (Europe on Screen) 2013

Seingat movietard, Festival Film Eropa (Europe on Screen) -selanjutnya disingkat EoS– untuk Tahun 2012 lalu baru saja terlaksana pada bulan November lalu yang review-nya bisa kamu baca disini. Tiba-tiba, EoS Tahun 2013 sudah wara-wiri pada bulan… Mei! Ya, pagelaran EoS tahun ini entah kenapa jauh lebih maju dibanding biasanya, yang mengambil porsi bulan di akhir tahun. Setelah kehilangan 3 hari pertama EoS karena movietard berada di luar kota, mulai hari Senin (4/5) hingga Minggu (12/5), movietard seolah ‘balas dendam’ dengan menonton film-film EoS. EoS tahun 2013 ini tidak lagi merambah jaringan bioskop komersil dan kembali kepada muasalnya yaitu di pusat-pusat bahasa asing tanpa mengenakan harga tiket masuk *yay, i love free screening!!*. Selama kurun waktu 7 hari, movietard sukses menonton 14 film-film dari berbagai negara Eropa. Sedikit perbandingkan, jika dibandingkan dengan pilihan EoS tahun lalu yang masuk ke kategori ‘bagus banget’ atau arthouse movies sekali seperti menampilkan film pemenang Palme d’Or Amour ataupun pemenang best foreign movie di Academy Award melalui In a Better World, EoS Tahun 2013 justru tampil dengan pilihan film yang lebih fun dengan banyak sekali pilihan film yang mengusung tema road trip gila-gilaan. And here’s my short review.

Christmas Tango PosterChristmas Tango [To tango ton Hristougennon]
The Plot
Letnan Karamanindis menyukai istri kolonel atasannya, dan ia memiliki harapan untuk mengajak perempuan itu berdansa tango di acara pesta malam natal.

The Comment
Christmas Tango (2011) awalnya berkesan sebagai film yang suram, apalagi dengan setting barak kamp tentara bersalju di pedalaman Yunani yang jauh dari hiruk pikuk kota. Tetapi, siapa sangka dari kesepian kamp itu lahir sebuah cerita hangat tentang cinta dari para tentara? Kelucuan dihadirkan oleh sosok kaku Karamanindis yang memaksa anak buahnya, Lazarou, untuk mengajarinya berdansa tango diam-diam di luar jam kerja. Kekuatan Christmas Tango adalah bagaimana film ini mampu menghadirkan momen-momen yang sangat heartwarming dan pastinya, mengundang tawa tanpa harus menghadirkan comical scenes. Hanya dengan dialog dan gerak-gerik kedua tentara ketika berdansa tango, audiens sudah dibuat tertawa melihat bagaimana dansa tango yang biasanya dilakukan pasangan lelaki dan perempuan, kali ini dilakukan oleh dua orang lelaki yang didasari tujuan yang berbeda. Tetapi hey, kita semua tahu bahwa seiring dengan semakin seringnya interaksi keduanya, akan ada hal baru yang tumbuh.

Christmas Tango 5

Disutradarai oleh Nikos Koutelidakis, Christmas Tango dibesut dengan cukup baik oleh Koutelidaskis dengan menggunakan alur flash back dan well, dengan ending yang sangat khas film Eropa, dimana audiens dibiarkan berpikir untuk menarik kesimpulan akhir. Film ini sendiri sepertinya juga sangat sukses di negaranya dengan menerima 5 nominasi di Hellenic Film Academy Awards. Walaupun movietard agak membenci ending Christmas Tango, tetapi penampilan enerjik karakter Lazarou, si perwira muda yang tampil begitu cute, sangatlah mencuri perhatian. Bahkan menurut movietard, interaksinya dengan si letnan jauh lebih menarik dibandingkan ketika melihat interaksi si letnan dengan istri atasannya. Christmas Tango realitasnya memiliki side plot story yang sebetulnya sangat menarik tetapi sayangnya, bagian tersebut tersebut hanya dibiarkan menjadi ‘tempelan’. At the end, Christmas Tango menjadi potret kecil tentang kisah cinta (tak sampai) di penghujung bulan Desember yang dingin tetapi justru menjadi film yang begitu hangat. A very nice movie!

imagesRoad North [Tie Pohjoiseen]
The Plot

Ini cerita Leo yang secara tiba-tiba menemui anak lelakinya yang sudah diadopsi keluarga lain, Timo, dan mengajak Timo melalukan perjalanan kembali ke tempat ia dibesarkan.

The Comment
Movietard agak telat ketika menonton Road North [2012] sehingga tidak mengetahui bagaimana awal pertemuan Leo dengan Timo. Tetapi, kehadiran Leo yang tiba-tiba muncul di apartemen Timo justru membuat Timo terganggu. Timo sendiri digambarkan sebagai pianis berbakat yang tengah mengalami krisis ide. Ia tengah terpuruk sepeninggalan istri dan anaknya, dan kehadiran Leo justru menambah runyam kehidupannya. Puncaknya adalah ketika Leo dengan seenaknya mengajak Timo mengunjungi istri dan anak Timo yang memang sudah tinggal terpisah dengan dalih ingin melihat cucunya. Perjalanan ayah dan anak ini berlanjut lebih dalam, termasuk pertemuan mereka dengan ibu dan anak yang melahirkan ketertarikan seksual, pertemuan dengan saudara tiri perempuan Timo, pertemuan dengan kakek dan nenek Timo, dan puncaknya adalah pertemuan dengan ibu yang melahirkan Timo.

roadnorth_02

Road North menjadi sebuah film road trip ayah dan anak yang sangat mengharu biru tanpa harus tampil cheesy. Seperti movietard tulis diatas, cukup banyak film EoS tahun ini yang mengusung tema road trip sebagai sarana penemuan jati diri dan makna hidup, tak terkecuali dengan Road North. Sutradara Mika Kaurismaki membalut story plot Road North seperti lapisan bawang, dimana kita sedikit demi sedikit, sama seperti Timo, mulai memahami kelakuan si ayah Leo yang seenaknya itu, membuat audiens yang awalnya antipati terhadap Leo, akan mulai menyayanginya. Tanpa konflik besar yang terjadi, film mengalir lancar dari dalam mobil sedan merah curian, berjalan pelan menembus desa dan kota di Finlandia dengan pemandangan hijau yang indah, seolah membawa audiens menjadi penumpang ketiga. Road North memang hanya family drama yang sederhana, tetapi pesan yang disampaikan Kaurismaki sangatlah kuat. Bahwa dibalik segala keburukan yang dilakukan oleh anggota keluarga dan bagaimana kita terkadang meninggalkan mereka, mereka tetaplah bagian dari keluarga kita, membuat kita akan menengok ke masa lalu and voila, you’ll love them no matter what happen.

de marathonnnYou Never Walk Alone [De Marathon]
The Plot
George mempertaruhkan bengkelnya guna mendapat uang pinjaman. Taruhan yang dipakai pun tak main-main, ia dan karyawan bengkelnya harus berhasil melalui lomba lari marathon.

The Comment
Bukan, ini bukan film perjalanan hidup seorang liverpudlian, walaupun mengusung judul yang hampir sama dengan slogan Liverpool you’ll never walk alone, You Never Walk Alone [2012] justru berasal dari Belanda. Awww, kasihan sekali para Scouser yang kecolongan dengan judul internasional ini padahal judul Belanda-nya saja tidak berbau slogan ini. But well, mungkin untuk mendorong daya jual, distributor menggunakan judul internasional guna mengingatkan audiens dengan slogan Liverpool tersebut. Luckily, You Never Walk Alone tidak melanggar filosofi kalimat itu sendiri, dimana versi film ini tetap memiliki semangat kebersamaan seperti layaknya para liverpudlian yang selalu membela Liverpool meski Liverpool miskin gelar *kok jadi curhat ya?*. Ya, cerita sekelompok lelaki paruh baya yang alkoholik dan malas yang diharuskan berjuang untuk mengikuti perlombaan marathon jelas seolah tampak sebagai misi mustahil. But hey! Dengan semangat You Never Walk Alone, masak sih mereka masih tetap gagal?

demarathon3

Disutradai Diederick Koopal, penyutradaraan Koopal sebetulnya tidak istimewa. Tetapi yang membuat film ini terasa begitu heartwarming adalah bagaimana kuatnya karakterisasi 4 lelaki yang tampil dengan keanehannya masing-masing. You Never Walk Alone juga dipenuhi dengan interaksi diantara keempat lelaki tersebut yang terjalin dengan lucu, pun begitu dengan kehadiran si pelatih mereka yang dipanggil ‘camel’ yang terkadang menghadirkan joke-joke berbau rasist yang tetap aman. Mereka pun ditampilkan apa adanya, dengan tampang yang sudah menua dan tidak tampan, kehidupan mereka pun cenderung loser. Tetapi semangat berjuang menang dalam perlombaan marathon realitasnya memberikan banyak inspirasi, lepas dari hasil akhirnya, yang terpenting adalah proses pendewasaan didalamnya bagi para karakter utama dan juga berdampak kepada para supporting karakter. You Never Walk Alone ditutup dengan ending yang bittersweet walaupun sebetulnya sih movietard inginnya yang happy ending.

aaaWe Have a Pope [Habemus Papam]
The Plot
Konklaf tengah berjalan di Vatikan, dan ini cerita apa yang sebenarnya terjadi pada konklaf dan si paus baru terpilih, Kardinal Melville.

The Comment
Walaupun bukan seorang kristiani, movietard cukup memahami bagaimana prosesi konklaf yang terjadi di Vatikan dimana para kardinal terpilih dari berbagai negara berkumpul untuk memilih paus baru, but wait… benarkah kita sunggu memahami apa yang terjadi? We Have a Pope mengajak audiens melongok ke dalam gereja Vatikan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam. Dengan balutan komedi, tentunya, kita tak perlu menganggap isi cerita We Have a Pope serius, tetapi toh film ini justru hadir dengan begitu menghibur. Siapa sangka para kardinal tersebut masing-masing saling berdoa untuk sama-sama tak terpilih? Siapa yang tak tertawa melihat ‘bodoh’nya pembawa acara televisi yang bersikeras menanyai para kardinal? Siapa yang tak tertawa melihat para kardinal bermain bola voli dibagi berdasarkan kontinen wilayah? Tak disangka bahwa dalam setting gereja yang begitu megah dan dingin, nuansa komedi yang hangat dapat dipancarkan.

papa2

Disutradai Nanni Moretti yang juga ikut bermain film ini sebagai pskiater di Vatikan, film ini tak sepenuhnya bernafaskan komedi kok. Karakter Kardinal Melville yang terpilih menjadi paus tetapi kemudian menghilang dan melebur bersama masyarakat umum menjadi salah satu penggambaran bagaimana besarnya ketakutan seorang manusia ketika ia diserahkan tanggung jawab yang besar. Melville mungkin terlihat penakut, tetapi ketakutan yang ia rasakan dapat kita pahami. Ia tak mau mengecewakan Tuhan, ia tak mau mengecewakan umatnya, apakah ia salah jika ia merasa takut karena ia terlalu mencintai Tuhan? We Have a Pope memiliki tema cerita yang sangat menarik dan bukti bahwa perfilman Italia mampu mengangkat tema sensitif seperti prosesi religiusitas menjadi lebih mudah dikonsumsi audiens umum. Dengan story plot yang menarik dan dialog-dialog yang mengundang tawa, sangat mudah untuk film ini dicintai oleh audiens umum. Sebagai tambahan informasi, di tahun 2011, We Have a Pope juga masuk nominasi Palme d’Or Cannes.

sisterSister [L’enfant d’en Haut]
The Plot
Simon adalah bocah berusia 12 tahun yang sehari-hari bekerja mencuri peralatan ski di pengunungan Alpen, Swiss.

The Comment
Menonton Sister [2012] mengingatkan movietard akan The Kid with a Bike. Citarasa yang ditawarkan hampir mirip dimana sosok utama adalah anak lelaki yang ‘dipaksa’ dewasa karena keadaan. Bahkan perawakan keduanya pun sangat mirip! Tipekal anak lelaki skandinavia bertubuh kurus pucat dengan rambut blonde. Tetapi ada yang berbeda, jika dalam The Kid with a Bike, si anak-lah yang mendapat tuntunan dari orang dewasa yang menyayanginya sehingga dapat membantu si anak menjadi lebih lunak, dalam Sister, justru karakter si anak yang harus menuntun orang dewasa, si kakak, yang bertingkah jauh lebih kekanakan daripada si adik. Sepanjang film, dengan plot yang berjalan lambat, audiens diajak melihat keseharian hidup mereka berdua, dimana si anak berperan menjadi pencari nafkah utama dengan cara sementara si kakak justru mengacaukan segalanya. Dengan mudah, film ini akan membuat kita jatuh cinta kepada Simon dan membenci Louise, si kakak.

sister2

But hey! Sister ternyata menyajikan twist yang lumayan menyayat hati. Membuat movietard yang menontonnya mau tak mau membatin, bahwa terkadang memang beban tanggung jawab yang besar justru membuat seseorang lari dari tanggung jawab itu. Sister disutradarai oleh Ursula Meier, dan Meier berhasil membalut kepedihan hidup Simon yang harus mengurus dirinya sendiri justru begitu inspiring. Kita disajikan momen-momen cute melalui potongan kehidupan-nya ketika ia tengah bersama teman-temannya, momen sedih dimana ia bahkan harus ‘membayar’ guna mendapatkan kasih sayang, ataupun ketika ia tengah ‘bekerja’ di tengah hamparan gunung Alpen, Swiss yang indah. Ya, Simon memang miskin tetapi ia tidak rendah diri dan justru dari tubuhnya terpancar semangat untuk tetap maju. Tetapi, yang membuat movietard membatin adalah, ketika musim dingin berakhir, apa yang harus dilakukan Simon guna menafkahi ia dan Louise?

jackieJackie
The Plot
Ini kisah perjalanan dua orang kembar non-identik yang selama ini dibesarkan oleh ‘ayah-ayah’ mereka guna menemui surrogate mother mereka di New Mexico.

The Comment
Another fun road trip! Setelah perjalanan kaum lelaki dalam Road North, kali ini giliran perempuan yang melakukan perjalanan menemukan jati diri. Jackie [2012] diawali dengan narasi Sofie dalam menceritakan kisahnya, sekaligus memotret kebebasan cinta dan hak manusia di Belanda. Ya, orang tua Sofie adalah pasangan homo penuh cinta. Ketika Sofie justru tampil lebih apatis dengan hubungan percintaan. Selain Sofie, audiens diperkenalkan dengan adik Sofie, Daan, yang lahir beberapa menit lebih lambat dan telah menikah. Dua saudara dengan kepribadian begitu berbeda disatukan oleh keadaan yang ‘memaksa’ mereka menempuh perjalanan menuju New Mexico guna mengantarkan Jackie, si ibu yang kandungannya dahulu dipinjam oleh orang tua Sofie. Seperti layaknya film-film road trip, dalam perjalanan ini tentunya kedua gadis kota ini akan menemukan banyak hambatan yang justru menjadi pembelajaran baru bagi mereka.

jackie2

Jackie menjadi sedikit dari film di EoS Tahun 2013 yang memuat nama beken dari Amerika, dimana tercatat Holly Hunter berperan sebagai Jackie. Dan hey, Hunter bermain sangat cute sebagai ibu hippies. Di usia yang sudah tidak muda, Hunter tetap tampil cantik dengan kapasitas akting yang tetap sempurna, dan ia-lah yang mengajarkan Sofie dan Daan untuk mengetahui apa yang sebetulnya mereka inginkan. Dibesut oleh Antoinette Beumer, penyutradaan Beumer sebetulnya tidak begitu istimewa walaupun as usual, seperti layaknya sutradara film-film Eropa lain, Beumer pun sudah memaksimalkan keindahan landscape setting yang memotret hamparan salju dan keindahan gurun New Mexico. Yang menarik dari Jackie adalah twist tentang karakter si surrogate mother sendiri yang membuat tak hanya duo Sofie dan Daan terkejut, audiens pun akan ikut terkejut. Tetapi hey, kita sudah terlanjur dibuat jatuh cinta dengan Jackie, sehingga Jackie-lah yang akan hidup dalam memori audiens dan pastinya, hidup pada memori kedua perempuan muda yang akan kembali ke Belanda dengan diri mereka yang baru.

route_irish_ver2_xlgRoute Irish
The Plot
Ini kisah penyelidikan Fergus terhadap kematian sahabatnya, Frankie, yang tengah bertugas di Irak.

The Comment
Nama Ken Loach menjadi alasan movietard menonton Route Irish [2010]. Ia-lah sutradara yang membuat salah satu film paling lucu yang pernah movietard tonton, Looking for Eric. Kali ini, Loach kembali bukan dengan komedi krisis paruh baya yang menimpa kaum lelaki Inggris, melainkan menyoroti apa yang terjadi dibalik gegap gempita perang di negara konflik seperti Irak. Route Irish berfokus pada penyelidikan yang dilakukan Fergus terhadap meninggalnya Frankie. Dan Loach menghadirkannya dengan cita rasa drama aksi khas Inggris yang memang tidak begitu ramai dari segi aksi, yaitu hanya terdapat beberapa adegan baku hantam dan peledakan mobil. Story plot Route Irish lebih kental dengan drama yang memuat banyak plot guna mengganjal usaha Fergus, seolah menegaskan bahwa usaha seorang diri dengan hanya dibantu teman-teman melawan konspirasi yang dilakukan petinggi-petinggi negara jelas mustahil layaknya seperti usaha manusia untuk mencuri bulan.

Route-Irish-2

Anyway, movietard cukup menyukai Route Irish karena mengambil sudut pandang yang selama ini luput dari kacamata Hollywood. Bahwa realitasnya, kekejaman perang memang dilakukan oleh para tentara di negara konflik walaupun di negara asli mereka, para tentara ini dianggap sebagai pahlawan negara. Loach seolah menegaskan keberpihakannya terhadap kaum pribumi yang terzalimi dengan plot berupa penemuan footage rekaman video handphone yang dikirimi Frankie kepada Fergus ataupun karakter yang membantu meretas isi handphone tersebut yang menginginkan keadilan terhadap para korban lokal. Mungkin saja Loach membuat Route Irish menjadi salah satu kritik terhadap pemerintah negara adidaya yang selama ini melakukan lobi-lobi tinggi guna menutupi fakta yang terjadi di negara perang. Tetapi bagi movietard secara personal, film ini menunjukkan bahwa keberadaan neraka realitasnya ada di muka bumi ini, yaitu di negara-negara konflik dengan perang berkepanjangan.

hastalavista2012afficheCome as You Are [Hasta la Vista]
The Plot
Ini kisah tiga orang remaja penyandang disabilitas yang berusaha mewujudkan impian mereka berkunjung ke rumah bordil khusus disabilitas.

The Comment
Ketika Indonesia memotret penyandang disabilitas dengan begitu lembut melalui What They Don’t Talk about When They Talk about Love (2013), Belgia memproduksi versi comedy dramanya berjudul Come as You Are (2011) yang sangat lucu! Film ini memang pasti akan mencuri hati audiens, dan di Eropa sana, Come as You Are sukses mendapatkan Audience Award di European Film Awards tahun 2012 dan Karlovy Vary International Film Fesival 2012. Come as You Are berkisah tentang Jozef, yang lumpuh total dan berkarakter keras kepala dan agak menyebalkan, yang mengajak kedua temannya, si lembut Lars pengidap low vision dan si ganteng Phillipe yang sayangnya lumpuh kaki dan mengidap kanker, untuk menjalankan misi melepas keperjakaan mereka di rumah bordil yang khusus disediakan untuk penyandang disabilitas. Mengingat rumah bordil ini terletak di Spanyol, ketiganya tentunya harus melakukan road trip dari Belgia ke Spanyol yang dipandu oleh perawat perempuan bernama Claude. Tentunya, misi melepas keperjakaan ini menjadikan perjalanan yang terlupakan bagi ketiganya.

Hasta-la-vista

Come as You Are sukses membuat movietard terpingkal-pingkal sepanjang menontonnya. Bagaimana tidak, ketiga karakter utama tampil dengan begitu luwes. Lepas dari disabilitas mereka, celetukan-celetukan mereka sepanjang film jelas menjadi highlight dalam film ini seperti ketika Jozef dan Phillipe meledek Lars yang ingin melihat laut, pohon kelapa dan lumba-lumba padahal ia kan buta! Dibesut oleh Geoffrey Enthoven, Enthoven suskes membuat audiens seolah ikut bersama geng ini berjalan-jalan mengitari Perancis, mengintip menara Eiffel dari dalam mobil van yang sumpek, menginap di hotel berbintang lima berupa hamparan rumput ditengah hutan, ke villa mewah di Spanyol hingga tentunya, ketika momen mengharukan mereka berempat di pinggir laut. Come as You Are realitasnya bukan hanya sekedar film komedi yang memuat cerita para remaja kehilangan keperjakaannya melainkan mengajarkan kita untuk tetap mengejar mimpi melawan keterbatasan yang ada pada diri. Film ini pun ditutup dengan sebuah ending yang menyesakkan, tetapi yang pasti, ketiga anak remaja tersebut telah belajar banyak dalam perjalanannya, tentang pendewasaan, pertemanan dan pastinya, cinta.

artwork-superclasicoSuperclasico
The Plot
Christian dan Oscar adalah bapak dan anak yang terbang ke Argentina untuk menjemput istri dan ibu mereka, yang sayangnya telah berpacaran dengan pesepakbola seksi dan terkenal.

The Comment
Salah satu family drama yang memikat dari Denmark! Ya, Superclasico [2011] adalah produksi Denmark walaupun judulnya yang berasal dari bahasa spanish ‘clasico’ memang akan mengingatkan audiens untuk julukan pertandingan sepakbola yang melibatkan klub besar. Tetapi hey, director Ole Christian Madsen memang mengajak audiens terbang ribuan mil dari Erope ke Amerika Latin, tepatnya Argentina. Melalui karakter lelaki paruh baya Christian, audiens diajak melihat usaha Christian merebut kembali istrinya Anna. Usaha Christian ini ditemani dengan putranya yang berusia 16 tahun yang penyendiri, penggemar filsuf dan demam memotret, Oscar. Dan kisah perjalanan Christian dan Oscar di Buenos Aires ditengah gegap gempita pertandingan superclasico yang melibatkan klub River Plate dan Boca Junior terekam sangat menarik. Bagi kedua lelaki ini, perjalanan ke Argentina memberikan Christian pandangan baru akan hidupnya dan sideplot Oscar yang jatuh cinta dengan gadis lokal yang terjalin dengan sangat cute juga menjadi momen heartwarming untuk film ini.

superclasico

Citarasa komedi hadir dalam Superclasico dengan begitu kuat, beberapa bagian bahkan menggunakan sexual jokes yang cukup berani melibatkan nudity dan sexual intercourse. Lucu sih tapi pasti bukan film yang layak tonton bagi audiens dibawah usia 17 tahun. Anyway, walaupun karakter utamanya sudah tidak lagi muda, tetapi movietard menikmati kisah penggapaian cinta kali kedua ini. Narasi Christian mengantarkan jalinan cerita dalam Superclasico dengan lancar, dan siapa yang tak terharu mendengar speech Christian yang mengatakan ia akan selalu mencintai Anna? Tetapi hey, bintang dalam Superclasico adalah karakter anak mereka, Oscar, yang menemukan cinta pertamanya di Argentina dimana ia memiliki cara yang sangat unik dalam melukiskan cintanya. Oscar disini menyajikan fragmen yang akan membuat audiens terharu dan tertawa. Pun begitu, ia melakukannya tanpa harus terlihat bodoh. Favorit movietard adalah ketika Oscar menyatakan perasaanya dan ketika Oscar berniat bunuh diri dengan jatuh dari atas gedung, total cute! Superclasico memang murni tentang cerita cinta, tetapi film ini hadir dengan begitu menyenangkan di tengah panasnya kota Buenos Aires.

Three Steps Above Heaven (2010)3 Steps above Heaven [Tres Metros Sobre el Cielo]
The Plot
Ini adalah kisah perjalanan cinta Babi, seorang gadis baik-baik dari keluarga kaya yang jatuh cinta dengan H, pemuda nakal.

The Comment
Spanyol tak hanya jago memproduksi pemain sepakbola berbakat, dari ranah film, kehadiran 3 Steps above Heaven [2010] yang diadaptasi dari novel romance berjudul sama adalah buktinya. Sebetulnya sih film yang disutradarai Fernando Gonzalez Molina ini cuma kisah cinta impulsif remaja sana. Kita diperkenalkan bagaimana Babi *movietard juga tertawa pertama kali mendengar namanya* dan H pertama kali bertemu, pendekatan yang dilakukan H, Babi mulai jatuh cinta, Babi dan H berpacaran, bertengkar, berbaikan, bertengkar lagi dan terus berulang Molina berhasil mengantarkan sebuah kisah cinta modern dengan well packaged. Aktor-aktor muda bermain total, termasuk dua pemain utamanya, yang tak segan untuk melakukan beberapa sexy scenes guna menunjang cerita mengenai kedalaman cinta mereka. Didukung dengan supporting actors yang memenuhi peran mereka sebagai penghibur melalui dialog-dialog yang lucu seperti melalui karakter adik dan teman Babi, 3 Steps above Heaven pun tampil cukup menghibur. Apalagi Molina menambah cita rasa barat dengan menyelipkan lagu-lagu yang sudah dikenal audiens seperti Forever Young. Overall, 3 Steps above Heaven termasuk film paling easy consumed dalam gelaran EoS tahun ini.

600full-three-steps-above-heaven-screenshot

Kalau dipikir, beberapa adegan dalam 3 Steps above Heaven memang termasuk agak norak seperti ketika adegan karakter H melakukan lomba sit up dengan melepas baju ataupun scene balapan motor liar, yang memang sudah diproduksi di film-film lainnya. Tetapi chemistry antara karakter H dan Babi, yang kedua memang sangat good looking dan memang pasangan dalam kehidupan nyata pula, jelas menjadi salah satu alasan kenapa movietard begitu menikmati film ini. Interaksi keduanya berjalan dengan begitu natural, dan dibalik kebengalan H, audiens dapat merasakan cintanya kepada Babi yang begitu besar, yang somehow, realitasnya membuat Babi menjadi takut. 3 Steps above Heaven memang ‘cuma’ cerita cinta impulsif antara dua anak manusia. Tetapi, film inilah yang justru menghasilkan quote paling menohok bagi movietard sepanjang gelaran EoS Tahun 2013. Apalagi, menyebalkannya, Molina memberikan ending yang termasuk ‘wtf’ untuk kisah cinta Babi dan H ini. Sebagai tambahan informasi, di tahun 2012 lalu, Molina sudah mengeluarkan sekuel untuk film ini, and… I really wanna to watch it!

easy-money-posterEasy Money [Snabba Cash]
The Plot
J.W adalah mahasiswa ganteng yang menikmati pergaulan elit, hanya saja, ia sesungguhnya seorang yang miskin yang harus bergelut dengan penyelundupan obat terlarang.

The Comment
Jujur, alasan utama movietard menonton Easy Money [2010] adalah karena karakter utama prianya sangat ganteng! Movietard sempat merasa bahwa Easy Money akan menjadi film aksi yang menyenangkan but turned out, ternyata tidak karena alih-alih menyajikan banyak adegan aksi, film ini cenderung menjadi drama. Diadaptasi dari novel berjudul sama, Easy Money justru berfokus pada konflik yang dialami oleh tiga orang yang terlibat dalam bisnis kokain. Bukan hanya pada karakter J.W yang memang mendambakan hidup menjadi orang kaya, melainkan juga berkisah tentang karakter Jorge yang baru kabur dari penjara sementara adik perempuannya tengah hamil besar, dan tentang Mrado, pembunuh bayaran yang mengincar Jorge tetapi juga harus mengurus anak perempuannya yang tengah tinggal bersamanya. Ketiganya terjebak dalam suatu pola hubungan yang rumit, yang membuat siapa yang kuat, ia-lah yang akan menang.

Snabba-Cash1

Dengan durasi 2 jam lewat, Easy Money yang disutradarai Daniel Espinosa justru menjadi film bercita rasa drama yang tidak cerewet. Tak banyak dialog dalam film ini karena Espinosa lebih banyak berbicara dalam bahasa gambar. Ia berhasil memotret kehidupan sosialita di Swedia hingga kekumuhan yang ada pada kaum imigran Arab di negara yang sama. Sayangnya, entah kenapa, movietard merasa ketiga tokohnya justru tampil begitu berjarak. Mungkin Espinosa memang ingin audiens berada di luar lingkaran tersebut karena gambaran yang ia sajikan adalah potongan kehidupan keras di Swedia. Walaupun movietard kurang menyukai Easy Money karena aksi yang disajikan kurang ‘wah’ dan karakterisasi terasa berjarak, realitasnya, film ini berhasil mencuri perhatian rumah produksi besar Hollywood di Berlin Film Festival dimana Weinstein Company sukses mendapatkan hak ciptanya dan akan membuat versi Hollywood-nya dengan memasang Zac Efron sebagai si karakter mahasiswa penipu tersebut, let’s wait and see ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s