Stoker

MV5BMTA5ODUxMzEyODdeQTJeQWpwZ15BbWU3MDk0NDAzMTkThe Plot
India Stoker (Mia Wasikowska) baru menjadi yatim, dan ini adalah kisah pertemuannya dengan si Paman Charlie (Matthew Goode).

The Comment
Movietard adalah penggemar Nicole Kidman dan sebisa mungkin tak melewatkan film Kidman jika diputar di Indonesia. Tahun ini, movietard sangat menunggu kehadiran The Paperboy (2012), tetapi rasanya mustahil film yang menghadiahi Kidman beberapa nominee best supporting actress di acara penghargaan film tahun lalu masuk ke jaringan bioskop Indonesia. Kekecewaan movietard realitasnya dihibur dengan kehadiran film baru Kidman lainnya, Stoker (2013) yang mengusung genre drama thriller. Hype Stoker di kalangan moviegoers pun sudah lumayan besar mengingat ini adalah film berbahasa Inggris pertama karya sutradara Korea Selatan Park Chan-Wook yang membuat banyak moviegoers jatuh hati dengan Oldboy (2003). Well, movietard penah menonton Oldboy *bahkan movietard pernah menggelar acara nonton bareng Oldboy tahun 2009*, but turned out, Oldboy isn’t kind of movie that I love *ketawa*. Tetapi ketika mengetahui Kidman bergabung dalam proyek Chan-Wook, movietard memberanikan diri menonton Stoker.

MV5BMTkwNDkxODQ0N15BMl5BanBnXkFtZTcwMzc5OTYwOQSkrip Stoker dibuat Wenworth Miller yang sebelumnya justru lebih dikenal audiens sebagai bintang layar kaca melalui serial televisi Prison Break. Tanpa setting tempat dan waktu yang jelas, audiens diajak mendengar narasi perempuan muda cantik di pinggir jalan berbalutkan rumput ilalang. Adegan lalu berpindah ke acara berkabung keluarga Stoker paska kecelakaan yang menimpa kepala keluarga, Richard Stoker (Dermot Mulroney). Pada hari pemakaman sang ayah, paman India, Charlie (Matthew Goode) yang selama ini tak diketahui kabarnya datang berkunjung dan memutuskan tinggal dengan India dan ibunya, Evelyn (Nicole Kidman). Dengan bahasa gambar dan sedikit dialog, audiens tahu bahwa India yang baru merayakan ulang tahun ke-18 termasuk kategori gadis aneh, ia tidak dekat dengan sang Ibu dan justru sangat dekat dengan sang ayah dimana mereka berdua memiliki hobi berburu *girl, you should choose more ordinary hobby than hunting*. Kehadiran Paman Charlie membawa nuansa dan kegairahan baru pada dua perempuan Stoker ini. Yang menjadi permasalahan, seiring dengan kedatangan Paman Charlie, orang-orang seperti pengurus rumah tangga dan bibi India mulai menghilang. Apa yang sebenarnya tengah terjadi pada keluarga Stoker? Siapa sebetulnya Paman Charlie?

Movietard tidak bermaksud membandingkan Stoker dengan Oldboy, tetapi salah satu alasan kenapa movietard tak menyukai Oldboy adalah it’s a very mind disturbing movie based in its content. Sebagai film thriller, Oldboy tidak hanya berbicara tentang balas dendam tetapi juga memiliki subplot menengenai incest. Apalagi, Oldboy berakhir dengan ending yang ‘menyebalkan’. Luckily, Stoker tidak memiliki jalan cerita ‘separah’ Oldboy dimana incest-theme yang dimasukkan Miller dieksekusi dengan lebih halus. Anyway, kalau berbicara twist, story plot Stoker pun masih menyajikan twist yang cukup berani untuk penutupan kisah. Memang sih ending Stoker tetap tidak se-wtf Oldboy karena Miller memang bermain di ranah yang lebih halus. Ditambah lagi, Stoker menyajikan beberapa holes dalam ceritanya. Ya, movietard sempat bingung dengan banyaknya keanehan dalam story plot Stoker yang menyajikan pertanyaan ‘Kok bisa-bisa gini sih?’ tetapi dipertengahan film, movietard menyerah dan memilih untuk ‘mengistirahatkan’ logika untuk sepenuhnya berkonsentrasi menonton penampilan menawan trio Wasikowska, Kidman dan si tampan Goode.

MV5BMTc4NDk3NzAxMV5BMl5BanBnXkFtZTcwOTA4MDk5OA_002Audiens umumnya akan menganggap Stoker sebagai film aneh. Lepas dari jalan ceritanya, Stoker memang dieksekusi Chan-Wook berbeda. Stoker penuh dengan dialog-dialog singkat, close up shoot wajah para karakternya, hingga close up shoot terhadap benda maupun hewan kecil. Kalau merujuk pada reviews para kritikus, gaya penyutradaan Chan-Wook dalam Stoker membuat film ini dikategorikan sebagai arthouse movie. Kalau pikiran awam movietard sih menyimpulkan bahwa definisi ‘art’ dalam Stoker memang a very well done job dimana keeleganan Chan-Wook membesut film ini realitasnya ‘menyelamatkan’ Stoker dari cap disturbing movie. Chan-Wook membuat movietard jatuh hati dengan visualisasi Stoker yang begitu indah. Bahkan, Chan-wook menambahkan elemen visual yang tak kalah menggoda dibanding kecantikan Kidman, Wasikowska, dan ketampanan Goode, seperti dengan kehadiran sepatu, ikat pinggang, pensil kayu hingga laba-laba. Elemen visual yang tampak ‘kecil’ ini realitasnya berperan penting dalam menjadikan Stoker begitu kaya. Siapa mengira Chan-Wook mampu membuat ikat pinggang menjadi elemen visual penting yang menciptakan ketegangan?

Anyway, jika sebelumnya movietard tidak menyukai tema seksualitas dalam Oldboy, honestly, dalam kasus Stoker, movietard menyukai selipan tema seksulitas yang cukup eksplisit. Salahkan ketampanan dan ke-charming-an Goode yang membuat movietard juga tergila-gila terhadap pesona paman Charlie seperti para perempuan Stoker. Kehadiran si paman ganteng ini justru membongkar naluri seksual yang terlarang, berupa kertertarikan antara Evelyn dengan Charlie dan most of all, ketertarikan si gadis remaja, India, dengan si paman Charlie. Jangan jijik dulu, faktanya, interaksi keduanya divisualisasikan dengan tidak murahan oleh Chan-Wook, seperti melalui adegan permainan duet piano yang sangat intens. Bagaimana tidak, hanya dengan berduet bermain piano dengan sang paman, India justru mengalami orgasme ketika mendentingkan jari-jarinya tersebut. Pun begitu ketika India melihat keintiman Charlie dan ibunya yang melahirkan letupan pada diri India. Dan ketika letupan tersebut menjadi ledakkan, hal ini membuat India tampil begitu berani dengan menggoda seorang anak lelaki teman sekolahnya.

MV5BMTM3NjU2MDM0OV5BMl5BanBnXkFtZTcwNzkxNzk5OASelain tampilan visualisasi Chan-Wook yang indah, kelebihan Stoker adalah para cast-nya. Tiga aktor utamanya bermain dengan menawan yang membuat audiens tak akan dapat memilah siapa yang protagonis dan antagonis. Kidman -dengan screen time yang cukup minim- mampu tampil total dengan kerapuhannya tetapi juga memiliki sex appeal yang tinggi. Wasikowska, yang diberikan ruang lebih luas, nyatanya dapat bercerita melalui gesture dan mimiknya yang terlihat polos tetapi juga menampilkan sisi dingin. Tetapi, bintang dalam Stoker adalah Goode. Movietard cukup rajin menonton film-film Goode, dan sejauh ini, ia selalu tertutup oleh kecemerlangan aktor lainnya seperti dalam Brideshead Revisited dimana ia dikalahkan Ben Wishaw, dalam Watchmen ia dikalahkan karakter Rorschach. Terakhir kali movietard menonton Goode bermain dalam a very so-so romantic comedy Leap Year dengan Amy Adams, and now, Goode muncul dengan begitu menawan melalui Stoker. Karakter paman Charlie tampil penuh percaya diri dan menggoda seperti ketika Bale memerankan Patrick Bateman. Ia mampu menggoda Evelyn dan India dengan tetap terlihat classy. tetapi hey, siapa yang tak luluh melihat ekspresi Goode ketika beradu akting dengan Mulroney dalam kilasan flashback di dalam mobil which surprisingly, made us love Charlie, for me, he’s the star of Stoker.

In a conclusion, Stoker isn’t everyone’s movie since it’s a story told with picture rather than dialogues. Ya, dalam Stoker terlihat bahwa ‘gaya’ jauh lebih penting dari substansi isi film ini sendiri karena as I wrote above, ada beberapa hal yang justru hingga film berakhir masih mengundang pertanyaan. Kalau bukan karena besutan Chan-wook yang indah, Stoker mungkin justru menjadi film slasher dengan banyak darah ataupun lebih menjurus ke soft porn. Apalagi, Stoker jelas tak peduli dengan nilai-nilai etis, ketika dunia dipenuhi dengan berbagai bentuk kekerasan yang dilakukan remaja, Stoker justru hadir menambah ke-painful-an tersebut, seolah menasbihkan kekerasan dan menunjukkan kelakuan ekstrim remaja melalui sosok India yang menyimpan banyak letupan tanpa alasan yang jelas. But luckily, Stoker nyatanya mampu tampil begitu cantik selama 99 menit sehingga tidak menjadi disturbing movie bagi movietard since I enjoyed to watch it. And above all, movietard jauh lebih menyukai Stoker dibanding Oldboy walaupun mungkin bagi banyak moviegoers, Oldboy jauh lebih bagus. Tetapi berani bertaruh, semua moviegoers setuju bahwa Goode sebagai Paman Charlie memang jauh lebih ganteng daripada karakter utama pria dalam Oldboy.

Just as a flower does not choose its color, we are not responsible for what we have come to be [India Stoker]

Do You Know?
Skrip Stoker sempat masuk dalam daftar ‘black list’ tahun 2010, yaitu list skrip-skrip terbaik yang belum diproduksi
Sebelum Wasikowska dan Kidman masuk, cast original Stoker adalah Carrey Mulligan untuk berperan sebagai India Stoker dan Jodie Foster sebagai Evelyn Stoker
Sebelum Matthew Goode terpilih, Colin Firth, Michael Fassbender, James Franco dan Joel Edgerton sempat masuk bursa sebagai Paman Charlie. Firth bahkan sudah di-cast tetapi kemudian ia menolaknya

My Rate
3 stars. Stoker‘s story is definitely a slow pacing with some plot holes indeed. But Chan-Wook’s beautiful visualization and beautiful look and amazing performance by three main actors make Stoker is very worth to watch.

10 thoughts on “Stoker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s