The Host

MV5BMjMwNDg1MTAzNV5BMl5BanBnXkFtZTcwNTk5ODI3OA_002The Plot
Ini kisah ‘perlawanan’ Melanie Stryder (Saoirse Ronan) ketika tubuhnya dikuasai oleh alien yang disebut the souls.

The Comment
Movietard bukanlah pembaca novel-novel karangan Stephanie Meyer. I know how Twilight trilogy was a megabuzz, but still, never interested to read all of Meyer’s novels. But hey, I always watch movie’s adaptation of Meyer’s  novels like Twilight trilogy yang memang meninggalkan perasaan kecewa paska menontonnya. Jadi, ketika The Host (2013) muncul di bioskop Indonesia, sebetulnya movietard bisa saja melewatkan film ini tetapi nama Andrew Niccol yang duduk dibangku sutradara dan scriptwriter-lah yang membuat movietard harus menonton film ini. Simply, I watched three Niccol’s works before like In Time, S1m0ne and Gattaca, and the result, movietard jatuh cinta terhadap gaya penceritaan Niccol. In my opinion, Niccol salah satu dari sedikit sutradara dan penulis yang mampu membalut tema berat seperti science fiction menjadi lebih mudah dinikmati dan lebih menyentuh dengan menggabungkan urusan penggapaian mimpi-mimpi manusia, entah itu mimpi untuk hidup lebih lama, mimpi untuk menjadi sutradara terkenal ataupun mimpi pergi ke outer space.

MV5BMTM4MTA5ODk5OF5BMl5BanBnXkFtZTcwMDcwNjM5OA_002As I wrote above, dalam The Host, Niccol tidaklah mereka ceritanya sendiri melainkan mengadaptasi novel remaja romance science fiction kepunyaan Meyer tersebut. Untungnya, Meyer kali ini tidak berkisah tentang vampir maupun manusia serigala melainkan kisah jiwa manusia yang terdesak didalam tubuhnya sendiri dikarenakan kehadiran alien yang mencoba membaca pikirannya oleh alien parasit berbentuk kelenjar yang menguasai tubuh manusia, yang disebut the souls. Fondasi kisah The Host terdengar begitu pretentious? No, Meyer tidak berkisah tentang perlawanan manusia bumi secara keseluruhan melainkan berfokus kepada seorang karakter perempuan muda pemberani, Melanie. Sayangnya, Melanie tertangkap dan tubuhnya diinvasi oleh the souls, fortunately, kekuatan dan semangat Melanie (and yes, the power of love) berhasil membuat the souls pengisi tubuh Melanie yang bernama Wanderer/Wanda pun takluk. Alih-alih membantu kaum the souls pencari manusia bumi yang tersisa, the seeker, Wanderer yang bisa melihat pikiran Melanie dan mengetahui masa lalunya justru tergerak untuk membantu Melanie menemukan adik dan lelaki yang dicintainya, Jared (Max Irons). Yang menjadi masalah, dengan kehadiran Wanderer dalam tubuh Melanie, bisakah keluarga dan pacar Melanie menerima dirinya yang baru?

I love this movie! Despite all of those harsh critics and poor rating for The Host, I don’t find this movie is bad at all, for me, it’s actually a fine one, so much better than all those Twilight trilogy. Dan pastinya, Ronan berakting jauh, jauh, jauh lebih bagus daripada Kirsten Stewart. What I do love about this movie? As usual, Niccol delivered a very heavy stuff with a beautiful packaging. Cantik disini tidak hanya secara lahiriah dengan kehadiran pesona polos yang ditampilkan Ronan ataupun kecantikan sempurna Kruger dan mereka berdua didampingi para aktor muda yang begitu cute *Max Irons with his British accent is just too hot to hear!*, tetapi selain itu, Niccol kembali menampilkan dunia artifisial yang tak kalah cantik. Kali ini, ia tidak melakukannya di dalam kota melainkan dengan hamparan padang gurun, menghasilkan perpaduan yang menarik ketika mobil-mobil metalik itu tampil bercahaya ditengah padang gurun kecoklatan. Walaupun jujur, movietard sempat mengikik ketika melihat poster The Host yang tampak tingkat contrast-nya ditinggikan sehingga Ronan yang berkulit putih pucat justru tampil begitu tanned.

MV5BMzE3NzA1MTkwM15BMl5BanBnXkFtZTcwMjE2NjM5OA_002The Host memang tak sempurna karena memiliki pace yang begitu lambat dalam menyoroti kisah cinta tokoh utamanya dengan begitu mendayu. Jujur, love story plot dalam The Host memang terasa cukup membingungkan dengan kisah bagaimana dua orang gadis *yes, let’s say the Wanderer is a girl* yang terperangkap dalam satu tubuh menyukai 2 orang pria yang berbeda. Ya, dibandingkan film-film Niccol sebelumnya yang jauh lebih heavy text, The Host memang tampak seperti selingan yang ringan. But hey, Niccol kan memang ‘cuma’ mengadaptasi sebuah novel remaja yang dikhususkan untuk pasar teenage girl dimana memang poin percintaan ini menjadi main theme, bukan sebuah novel aksi yang berisikan perjuangan Melanie dan kawan-kawan melawan the seeker guna mengambil alih kembali bumi. Kisah The Host tidak se-pretentious itu dan jelas akan mengecewakan para fanboys atau audiens pria yang menginginkan action packaged didalammnya. Selain itu, Niccol juga tampaknya merasa tak perlu memberikan dasar alasan maupun penyelesaian yang kuat tentang bagaimana invasi the souls ke bumi dan lebih memilih memberikan screen time kepada momen pertemuan Melanie dengan Jared dengan cuplikan flashback pacaran mereka yang begitu cute. Niccol juga lebih suka menyoroti hubungan Melanie/Wanderer dengan para lelaki yang mereka sukai melalui adegan kissing yang cukup hot, membuat movietard membatin dalam hati, Ronan is such a lucky girl that could kiss those two hot boys -Max Irons and Jake Abel-, a lot.

Selain kisah cinta main characters-nya, interaksi Wanderer dengan para manusia bumi pemberontak yang ia temui dalam gua  juga memiliki porsi yang cukup besar dalam The Host. Movietard pun justru sangat menyukai momen-momen ini karena menunjukkan bagaimana akting Ronan begitu superb. In my opinion, Ronan mampu membawakan karakter Wanderer dengan baik. Di awal, karakter Wanderer seringkali berbicara dengan nada datar dan tempo yang lambat layaknya robot. Sebagai seorang asing yang memang bukanlah manusia, Wanderer memang akan bertingkah seperti itu. Seiring berjalanannya film, movietard melihat perubahan ketika Wanderer mulai memiliki perasaan, dimana ia tampil lebih emosional seperti ketika adik Melanie jatuh sakit, melihat ‘keluarga’-nya mati begitu saja, hingga tentunya ketika Wanderer jatuh cinta. Selain tampil apik sebagai Wanderer, narasi jiwa Melanie pun dibawakan dengan sangat menarik dan menghadirkan kelucuan oleh Ronan. Ya, walaupun hanya dalam bentuk dialog naratif, Ronan sukses menunjukkan perbedaan karakter Wanderer dan Melanie seutuhnya, mau tak mau, melihat bagaimana kedua berdebat sendiri beberapa kali menghadirkan humor yang mengundang tawa movietard.

MV5BMTk5MzY1MzQwOF5BMl5BanBnXkFtZTcwNjg0NTk1Nw_002Jujur, mata movietard beberapa kali hampir ‘tergenang’ air mata ketika menonton The Host, entah karena narasi Ronan sebagai Wanderer/Melanie yang tampil begitu menyentuh sehingga membuat kita -manusia- merasa malu, entah karena mood menonton saat itu memang tengah sensitif sehingga menonton kisah cinta anak baru gede seperti ini saja membuat movietard begitu terharu. In a conclusion, dibalik semua kekejaman kritikus terhadap The Host, for me in a lady’s view, The Host wasn’t a bad one! Kisah cinta anak manusia dan alien ini dihadirkan dengan begitu cute dan dibalut dengan bumbu sciene fiction yang ringan sehingga tidak menghilangkan sisi fun ketika movietard menontonnya. Walaupun The Host memang bukan karya terbaik Niccol *Gatacca was still his best work tho’!* tetapi sekali lagi, Niccol sukses membalut sebuah film yang sebetulnya memiliki tema paling cliche menjadi jauh lebih baik dengan mengulik sisi humanisme, bahwa pada hakikatnya rasa humanisme, cinta dan pengorbanan bisa tumbuh pada diri siapa, bahkan terjadi pada diri yang bukanlah seorang human.

This is a love story and that might not seem like a big deal, except for one thing. This is the future and humanity is all but extinct. We have been invaded by another species but there are a few of us left who still fight back [Melanie]

Do You Know?
Sebelum Ronan masuk, Dianna Agron sempat diaudisi untuk peran Melanie. Liam Hemsworth pun sempat ikut audisi untuk peran Jake dan Ian Somerhalder sempat diaudisi untuk peran supporting yang menjadi love interest Wanderer, Ian
The Host menjadi film ketiga dimana Niccol mengajak Rachel Roberts untuk ikut bermain. Setelah menjadi main actrees dalam S1m0ne dan ikut bermain di In Time

My Rate
3 stars. The Host is a good romantic science fiction especially for woman’s since the triangle love’s drama is the main plot but lucikily, the cliche-love theme was well-delivered by Niccol. Plus, Ronan’s performance is great and perfectly suit as Melanie/Wanderer.

2 thoughts on “The Host

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s