Oz the Great and Powerful

MV5BMjMyMzQ1ODM1MF5BMl5BanBnXkFtZTcwMjE2MTQxOQThe Plot
Oscar Diggs (James Franco) hanyalah pesulap yang terbawa angin topan hingga ke Emerald city, dimana ia justru dianggap sebagai penyihir hebat penyelamat negeri.

The Comment
Movietard agak telat menonton Oz the Great and Powerful (2013), yaitu hampir lewat seminggu setelah pemutarannya. Setelah membaca komentar teman moviegoers di lini masa yang menyerang penampilan Franco di film ini, mau tak mau, movietard penasaran, is he that bad? Ekspektasi pun makin merendah mengingat dalam OtGaP, Franco bermain dalam genre yang belum pernah dicobanya, yaitu drama fantasy ala Disney yang berhubungan dengan film musikal klasik The Wizard of Oz (1939). Ya, dengan sedikit mengambil karakter-karakter dari buku The Wonderful Wizard of Oz karangan L. Frank Baum, OtGaP menjadi awal cerita kehadiran si penyihir besar Oz yang nantinya akan ditemui Dorothy dan kawan-kawan di negeri Oz. Sebuah prekuel atas salah satu kisah dongeng klasik yang pernah ada? Dengan mengangkat Raimi yang dalam cv-nya justru lebih ahli menggarap cerita horror daripada drama fantasy? Jujur, Disney tampak ‘gila’ dengan pilihan mereka.

MV5BMjI1MTYyMzM4NF5BMl5BanBnXkFtZTcwNjEyNDAyOQ_002As I wrote above, story plot OtGaP adalah prekuel dari The Wizard of Oz dimana scriptwriter Mitchell Kapner dan David Lindsay-Abaire melebarkan cerita untuk karakter the great witch Oz. Dalam format hitam putih, audiens diperkenalkan dengan si karakter utama yang nama aslinya panjang sekali, but we can call him Oscar or just Oz. Oz adalah pesulap besar kepala yang kerap kali menganggap dirinya hebat padahal sehari-hari, kerjaan Oz  hanyalah melakukan pertunjukkan sulap dalam sirkus keliling dan well, merayu perempuan. Kehidupan ala Casanova realitasnya membawa Oz dalam masalah sehingga mengharuskan ia ‘terbang’ dengan balon udara. Ditengah topan badai, ketika Oz ‘memohon’ ampun, balon udara membawanya ke kota Emerald yang begitu indah bertemu dengan kakak beradik penyihir cantik Theodora (Mila Kunis), Evanora (Rachel Weisz) dan Glinda (Michele Williams) yang menganggap Oz adalah penyihir besar yang akan menyelamatkan kota Emerald dari ancaman penyihir jahat. Sementara in fact, audiens dan Oz sendiri tahu bahwa ia hanyalan pesulap bermulut besar, bukan benar-benar penyihir, Is he gonna success or failed?

Dengan hanya beberapa detik berpikir pun, audiens akan tahu jawaban akan kisah ini. Kapner dan Lindsay-Abaire tetap membuat OtGaP bernafaskan semangat Disney yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme, bahwa didalam setiap diri manusia yang egois, masih tersimpan jiwa kemanusiaan dan kebaikan. Cerita OtGaP memang sesederhana itu, tetapi dibawah pengerjaan Raimi di kursi director, OtGaP menjadi lebih berkelas *walaupun memang tidak se-quirky dongeng orang tua di Big Fish*. Berkelas karena Raimi berhasil menyajikan visualisasi yang begitu membuat kagum. Emerald city’s landscape tampak seperti lukisan kanvas warna warni yang begitu indah. Selain itu, Raimi sukses menghadirkan bintang cantik papan atas Hollywood seperti Kunis, Williams dan Weisz. Above all, Raimi memenuhi janjinya kepada Franco untuk memberi peran utama padanya, salah satu hal yang diledek Franco melalui video greeting birthday Franco kepada Raimi yang cute sekali, no wonder, Raimi akhirnya mengajak Franco di proyek OtGaP ini karena Franco ‘protes’ atas perannya yang minim di trilogy Spiderman dulu.

MV5BMTA1NjE0NzcwOTBeQTJeQWpwZ15BbWU3MDkzNDIzNzgOtGaP tampak sempurna dari segi cast tetapi faktanya, banyak komentar di lini masa yang mengatakan Franco is the bad thing at OtGaP because he’s being himself. Jujur, movietard cukup rajin mengikuti kiprah Franco dan suka sekali menonton video-video Franco *Yes, I’m his fan*. Franco selalu sukses membuat movietard tertawa seperti ketika ia setengah mengantuk membacakan puisi tentang Obama, menyanyikan lagu Selena Gomez atau Goyte, menjadikan kucingnya sebagai barbell, memparodikan Bieber, dalam kesemua video tersebut, Franco memang terlihat begitu easy going dan fun, hal itulah yang juga tampak di OtGaP, kelihatan sekali Franco memang bersenang-senang dan selalu tersenyum seolah tengah ‘high’ di OtGaP. Yang menjadi pertanyaan, is that the real him? In my opinion, Franco still acted in every videos he made for and surely, for OtGaP he acted enough well. Dua tahun lalu, movietard pernah membaca tulisan seorang wartawan majalah GQ yang mengikuti aktivitas Franco dikelas perkuliahan master-nya, and voila, you don’t see the fun side of Franco in there. Di kelas queer theory, Franco dengan asyik berdiskusi dengan dosen dan teman-temannya, that’s not Franco like we saw at videos and movies, no?

In my opinion, menonton OtGaP sesungguhnya cukup seru walaupun entah kenapa, movietard justru lebih terhibur dengan tingkah laku bocah lelaki yang menonton disebelah movietard kala itu. Ya, kalau untuk penonton dewasa, OtGaP pasti akan menghadirkan komentar ‘seru sih tapi kok…’ dan kemudian datanglah pemikiran seperti, pertarungannya ‘adu pintar’-nya hanya seperti itu, duel maut dua penyihirnya kok kurang greget dan banyak pemikiran ‘kurang’ lainnya. Tapi mari kita kesampingkan nalar dewasa tersebut dan melihat OtGaP dengan kacamata anak-anak yang polos. Movietard toh mau tak mau tertawa ketika melihat bagaimana bocah lelaki disebelah terkaget-kaget dan menjerit ‘is he alive? Is he alive?’ ketika melihat si hero penyelamat negeri Emerald itu hampir mati.  Ya, menonton OtGaP sesungguhnya adalah adventure yang menyenangkan dan memanjakan mata. Melalui kedetailan Raimi mengolah kota Emerald dengan warna-warni yang indah dan penuh dengan mahluk-mahluk ajaib, OtGaP adalah sebuah kisah dongeng yang terasa begitu manis untuk dinikmati.

MV5BMjMwMTU4NDM5MF5BMl5BanBnXkFtZTcwMjQxNDAyOQ_002Raimi pun sepertinya telah dinasehati oleh Disney untuk tetap bermain pada rel yang seharusnya. Raimi memang menyajikan kisah tentang sakit hati ataupun triangle love tetapi, para karakter dalam OtGaP tetaplah tribute Raimi terhadap dunia dongeng yang selalu ada dalam alam imajinasi kita *ingat kata-kata Oz tentang penyihir haruslah bertampang seram dan terbang dengan sapu lidi?*, Raimi pun juga tetap menyajikan karakter-karakter dalam batas si baik dan si buruk yang jelas dan begitu komikal. Kehadiran putri berambut pirang yang baik hati melalui sosok Putri Glinda *Williams in her very cutest look* dan hey, kehadiran si karakter monyet pembantu Finley dan gadis keramik ‘China Girl’ pun turut meramaikan OtGaP dengan begitu cute. Honestly, movietard bahkan jauh lebih menyukai interaksi Oz dengan Finley dan China Girl yang menghasilkan sparks lebih hebat dibandingkan dengan chemistry Oz dengan putri Glinda dan Thedora yang biasa saja.

But hey! OtGaP tidak sepenuhnya tunduk pada norma-norma Disney. Untuk membuat OtGaP menjadi tontonan yang lebih seru, Raimi bermain-main dengan dongeng, dimana ia menggabungkan kejaiban fairy tale dengan sisi modernisme melalui sains, yang syukurnya, disetujui Disney. Well, apa mungkin Disney sendiri yang menginginkan hal ini karena merasa sudah bosan dengan kisah dongeng mereka seperti yang pernah kita lihat dalam Enchanted dimana Disney ‘mengolok-olok’ kisah dongeng princess mereka? Suka atau tidak, OtGaP adalah jawaban jelas bagi para anak-anak bahwa belajar ilmu pengetahuan dari Thomas A. Edison jauh lebih penting daripada pembelajaran ilmu supernatural. Pesan film ini jelas, bahwa kekuatan terbaik terletak pada otak manusia, bukan dari kekuatan sihir. Kembali kepada OtGaP, adventure Oz untuk menjadi ‘penyihir’ di negeri Oz realitasnya begitu asyik untuk dinikmati diselingi dengan humor yang agak dewasa untuk ukuran Disney dan tidak  se-heartwarming yang selama ini biasa kita lihat dalam kartun-kartun Pixar, but overall, it’s still a fun movie to watch.

I don’t want to be a good man… I want to be a great one [Oz]

Do You Know?
Oz the Great and Powerful kira-kira ber-setting 20 tahun sebelum kejadian di buku The Wonderful Wizard of Oz dan film The Wizard of Oz (1939)
Oz the Great and Powerful dibuat Raimi dengan hati-hati untuk menjaga rating Parental Guidance Suggested (PG) seperti yang dikehendaki Disney. Dan sebagai tribute untuk film The Wizard of Oz, pembukaan film dilakukan dalam format yang sama dengan film tersebut, yaitu hitam dan putih dengan rasio 4:3 yang kemudian berubah menjadi berwarna dengan aspek rasion 2.35:1
Robert Downey Jr dan Johnny Depp sempat ditawarkan peran sebagai Oz

My Rate
3 stars. Oz the Great and Powerful is a fun movie with beautiful-colorful landscape visualization of Emerald city. And eventho’ people hate Franco’s performance as Oz, I love his interaction with Finley and China Girl.

4 thoughts on “Oz the Great and Powerful

  1.  Well well, actually we are in the same boat sih.. As ussual gw ga komen klo emang kita ngga confront-kan nggi..?? Yah lets say gw bergabung dgn lo melawan linimasa yg mengatakan film ini buruk.. And they said its all because franco?! *ngga ngerti lagi  

    Mau ga mau diskusi kita lebih menjurus ke akting franco. First of all byk yg bilang krna franco menjadi dirinya sendiri? Uuhh ohh i was wondering, mereka pasti ga akrab sma franco deh.. Klo yg lo bilang nggi, franco its totally different saat belajar dikampus.. Well gw ga tau apakah mereka udah nonton film indie yg franco peranin atau film yg di-direct franco langsung.. Lets say “Howl” , “The broken tower” , “I want your love”.. To be honest gw bukan fanboy of Mr Franco justru skr lgi NGEFANS NGEFANS-NYA sama adeknya *okaygapenting*. Franco yg gw kenal aselinya anaknya emang fun, total, passionate dan serakah(in a good way) doi sering mengeksplor character yg memang punya soul dan kontribusi yg kuat #gitulah..

    Apa yg gw coba bilang menonton Oz klo lo bilang tempatkan diri kita sebagai anak2, klo gw bilang Layaknya menonton yg nike ardila bilang.. #nyayik dunia ini.. Panggung sandiwaraa.. Hey!! its just like theater musical, just sit, sing along, and enjoy it.. Gw rasa raimi juga nyadarin hal ini and then mendirect seperti yg seharusya  

    Pada kenyataannya IMHO liat durasi dua jam lebih terasa mengalir khan?! Liat sendiri pelem2 dgn durasi 2jem lebih lagi hype belakangan ini.. INI PENTING!! buat gw pribadi dgn durasi selama itu bagaimana membuat pantat kita tidah resah ditempat duduk-nya.. Sampe akhirnya ketiduran, Atau justru bela-belain nahan pipis krna ga rela ngelewatin 3menit aja scene film tsb  

    Gw sendiri saat akan menonton Oz lebih berekspektasi nantinya disuguhkan tiga dimensi yg WE OW WE, dan gw puas!! Liat teknologi yg dipake disney ini gw amazed.. Gabungan CGI, Green screen dan digital imaging yg spertinya msh tergolong baru.. Move on ke Scriptnya, GUWE!! cengar cengir sendiri sepanjang pelem.. Inih script bener2 nyindir gw as a man.. Klo lo mau liat kaya apa cowo-cowo usia 25-30 yah kaya gitu.. Gombalannya (satu gombalan NYOS yg sama), Dilema akan berumah tangga tapi diberatkan akan passionnya “to be a great man” #tsaah, nazar sesuatu yg klo gw blablabla.. Gw bakal blabalabla.., how to using aji mumpung.. Dan akhirnya kedewasaan dimana kebijaksanaan yg datang justru biasanya datang dari teman2 dan keluarga yg trus menerus meyakinkan dgn support positif dan juga role model-nya.. Disamping byk pelajaran hidup yg bisa diambil dari dongeng yg bagus  

    POKOKNYA gw suka OZ, scriptnya, actingnya, visualisasinya, eksekusinya.. (tpi tetep ga abis pikir sama yg pengen battle yg WOW.. Situ kita ini harry potter?!) 3,5/5 dan pastinya gw ga sabar nungguin sekuelnya!!😀

    • Adeknya si Dave Franco ya? hahahaha quite enjoy watching him and Franco did stupid things at Funny or Die sih. Yes, gue juga nonton film yang lo tuliskan diatas, Howl, Broken Tower, Cheri dan film doi yang dulu semacam Sonny, dan menurut gue sih tetep merujuk pada hasil tulisan wartawan GQ yg pernah ngikutin Franco, dia bilang Franco org yang serius, nggak seenjoy yg selama ini kita lihat di tv.

      Gue sendiri suka OtGaP, menurut gue filmnya fun dan asyik tetapi memang ini tipekal Disney sekali ya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s