Zero Dark Thirty

MV5BMTM2MDYxMjk0Ml5BMl5BanBnXkFtZTcwOTAzMDY3OAThe Plot
Ini kisah Maya (Jessica Chastain) anggota CIA yang memburu kurir kepercayaan Osama bin Laden, Abu Ahmed, dengan harapan, akan membawa pencariannya ke teroris nomor satu dunia.

The Comment
Siapa sih yang tak suka menyaksikan bagaimana karakter dalam kehidupan nyata direkam dalam pita seluloid? Faktanya, film menjadi media paling friendly dan mudah untuk dicerna untuk memahami kisah hidup para karakter nyata dibandingkan menghabiskan waktu berhari-hari untuk membaca buku biografi mereka. Selama puluhan tahun, ratusan biografi orang-orang terkenal telah dihadirkan melalui pita seluloid. Terkenal sendiri memiliki makna, ada yang terkenal karena kebaikannya maupun terkenal karena kejahatannya. Nah, Zero Dark Thirty (2012) menyoroti yang kedua, tepatnya mengenai teroris paling terkenal di abad 21 yang mungking hit search digoogle hanya kalah dari Justin Bieber, Osama Bin Laden. Sebetulnya, memang tak butuh waktu lama setelah Bin Laden meninggal untuk dibuatkan filmnya. Tetapi tunggu, movietard peringatkan sejak awal, walapun mengusung kisah pencarian Bin Laden, ZDT bukanlah film biografi Bin Laden, melainkan murni film drama yang mengambil sudut pandang seorang heroine bernama Maya.

MV5BODcyODQ1ODU1N15BMl5BanBnXkFtZTcwOTU0NTU1OA_002Mark Boal yang menjadi scriptwriter ZDT mengambil kurun waktu pencarian Bin Laden, yaitu tahun 2001 s.d 2011. Diawal film, audiens diajak menikmati layar hitam dengan hanya mendengar suara-suara via telepon yang terjadi pada tahun 2001 tepatnya ketika terrorist attack 9 September 2001 di USA. Setelah itu, setting berganti ke Pakistan, sama seperti Maya yang ‘fresh’, audiens pun sama fresh-nya mengenai cara pencarian informasi ala CIA, dan well, yang kita ketemukan adalah penyiksaan beyond imagination yang membuat terjengit. Boal tak mau sibuk membuat kita bertanya-tanya, dengan cepat dan melalui fragmen-fragmen yang dibagi perjudul, audiens dibuat terpaku pada karakter Maya yang terobsesi pada kurir kepercayaan Bin Laden, Abu Ahmed. Sesekali, audiens diajak melihat sisi rapuh Maya seperti ketika rekan sekerja meninggal pada kasus bom bunuh diri. Tetapi selebihnya, audiens diajak melihat Maya tumbuh dewasa di layar, Ia yang awalnya buta akan cara kerja under-radar CIA pun tumbuh menjadi seorang perempuan tangguh dan mampu membuat kagum petinggi CIA.

Apa yang membuat ZDT asyik dinikmati walaupun memiliki durasi 2,5 jam? Padahal toh, Boal sebetulnya hanya merekonstruksi kisah pencarian Bin Laden dimana klimaks dalam kehidupan nyata Bin Laden pada pertengahan tahun 2011 pun sudah diketahui akhirnya oleh semua penduduk dunia. Jadi, sisi keterkejutan akan ending jelas tak ada. Menurut movietard, Boal mampu mengolah plot berdasarkan true event ini menjadi menarik karena menghadirkan sisi para pekerja intelijen Amerika yang jarang diketahui audiens, dan well, membuat audiens berjengit ketika melihat cara interogasi yang dilakukan CIA. Ya, alih-alih menjadi film perang yang bombastis layaknya Saving Private Ryan, ZDT justru berkembang menjadi layaknya cerita detektif. Audiens diajak melihat usaha Maya dengan peralatan hanya berupa ratusan kaset rekamanan dan foto berusaha mencari sosok yang selama ini menjadi obsesinya selama hampir sepuluh tahun. Ya, ZDT bukanlah film yang memamerkan rentetan penggunaan teknologi canggih, film ini justru tampak begitu ‘kasar’ dalam memotret kegiatan investigasi agen-agen Amerika yang katanya serba maju itu.

MV5BMTY4MzkwMDcxOV5BMl5BanBnXkFtZTcwOTY4MDY3OADisutradarai oleh Kathryn Bigelow yang telah memenangkan Oscar sebagai best director melalui kisah tentara pencari bom The Hurt Locker, Bigelow memang sudah ahli memotret momen-momen drama kemanusiaan yang berkisah tentang para unknown heroes seperti ini. Dan hey, kerja keras Bigelow faktanya telah membawa ZDT menjadi salah satu nominee untuk best picture di Academy Award ke-85 lalu. Anyway, dari segi sinematografi, ZDT sendiri hadir mirip seperti rekaman dokumenter yang sebetulnya not a kind of my taste karena jujur, beberapa scene-scene seru jadi kurang mengigit dikarenakan minimnya pencahayaan dalam film seperti ketika invasi para tentara yang justu menjadi begitu gelap  dimana pencahayaan hanya datang dari kacamata night vision guna memelihara ke-‘real’-an cerita ini. Memang sih, movietard tidak mengharapkan kisah perburuan Bin Laden ini disajikan seindah invasi Jepang melalui Pearl Harbor, tetapi dengan banyaknya gambar yang agak gelap dibagian klimaks, movietard  merasa adegan klimaks tersebut dapat disajikan dengan lebih baik.

Lepas dari gaya penyutradaaran Bigelow seperti yang movietard tulis diatas, ZDT sebetulnya ‘curang’ karena Boal menjadikan karakter utama dalam ZDT adalah seorang perempuan, dan sudut pandangan Maya disini hadir tanpa judgemental apa-apa. Ia -sama seperti audiens- awalnya tak menyangka bahwa pekerjaan CIA dalam mengintrograsi para tahanan akan sekejam itu, dan hey, Maya toh mampu melewati dan membawa perubahan dalam pola pencarian informasi yang ada. Dan setelahnya, audiens diajak merapat ke sisi Maya, menjadi pendukungnya bahkan ketika para rekan CIA meremehkannya, yang membuat audiens tentunya berharap Maya ‘menang’ di akhir cerita. Pintarnya, Bigelow melakukan pemilihan aktris yang tepat untuk karakter Maya, yaitu Chastain. Chastain mungkin bukan aktris yang masuk kategori cantik, tetapi talentanya memang begitu cemerlang dan ia terasah secara profesional dalam bidang drama dari sekolah seni terbaik di USA, Juilliard. Dalam ZDT, Chastain berhasil menampilkan transformasi karakter Maya dengan baik, membuatnya tampil tangguh sekaligus tetap mengundang simpatik audiens, yang membuat karakter Carrie Mathison yang diperankan Claire Danes dalam Homeland tampak seperti anak cengeng yang haus akan cinta *oops*.

MV5BODQzOTg2ODI1MF5BMl5BanBnXkFtZTcwNzE2NDAzOA_002ZDT mungkin tidak menjadi everyone’s movie dikarenakan tema yang diusungnya memang agak berat apalagi menjelang akhir film, beberapa scenes yang disajikan bisa membuat audiens terjengit. Tetapi jangan takut! Secara keseluruhan, Boal dan Bigelow nyatanya lebih mengedepankan sisi humanisme karakter utama daripada sisi terorisme ataupun politik yang kotor sehingga membuat film ini tetap mudah dicerna audiens. Walaupun sinematografi yang kurang well-made, tetapi Chastain yang bermain cantik membuat ZDT menjadi worth to watching walaupun kisah ZDT memang tidak sekontroversial film-film perang lain. Dengan alur yang terjalin dengan baik, audiens akan mengikuti perjalanan Maya hingga akhir film. Anyway, movietard merekomendasikan kamu untuk menyediakan waktu untuk menonton film ini. Faktanya, menonton ZDT dapat membuka mata audiens akan satu kisah sejarah dunia yang kelam melalui medium alternatif yang justru sangat menghibur. ZDT pun sebetulnya mengajukan satu pertanyaan yang paling mendasar, ketika misi balas dendam yang mengusung kekerasan dilakukan atas alasan memelihara keamanan dan kehormatan negara, bukankah hal ini tetap saja melahirkan efek domino untuk melahirkan kekerasan kembali dari kaum yang telah ditindas?

Do You Know?
Zero Dark Thirty pada masa produksinya mengusung nama produksi For God and Country. Zero Dark Thirty adalah nama kode militer untuk 30 menit setelah tengah malam untuk sebuah misi yang besar yang penuh kerahasiaan
Mark Boal membuat karakter utama Zero Dark Thirty, Maya, berdasarkan sosok perempuan nyata yang menurut kabar, memang terdapat seorang perempuan yang ada dalam penyerbuan di malam pertengahan tahun 2011 itu, yang bekerja sebagai anggota CIA
Konten torture yang terdapat dalam Zero Dark Thirty sempat menuai kontroversi, salah satunya dari anggota Senat yang menduuh CIA memberikan informasi yang seharusnya rahasia kepada pembuat film

My Rate
3 stars. Zero Dark Thirty is a ‘real’ drama of an investigation of the most wanted terrorist for USA, Osama bin Laden. Which made ZDT became interesting is on how it used a woman’s point of view, Maya. And Maya rocks the screen!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s