Beasts of the Southern Wild

MV5BMTgxNDM5MDM1Ml5BMl5BanBnXkFtZTcwOTYwNzQ3Nw_002The Plot
Ini cerita si kecil Hushpuppy (Quvenzhané Wallis) yang tinggal di desanya, yang disebut Bathtub.

The Comment
Judul film Beasts of the Southern Wild (2012) sebetulnya sudah cukup familiar di telinga movietard, denger-denger, film inilah yang menjadi kuda hitam dipagelaran Academy Award ke-85 dengan mendapat beberapa nominasi bergengsi seperti best motion picture dan pemeran utamanya bahkan masuk menjadi nominee best performance by actress in leading role yang paling muda! Kalau boleh jujur sih, film ini awalnya jelas tidak menjadi pilihan movietard dan teman-teman untuk ditonton karena kelihatan sekali part of festival movie, tetapi embel-embel nominasi film terbaik jelas menjadi penarik why I must watch this movie. Movietard pun juga sempat bertanya-tanya, sebetulnya apa sih yang membuat para juri Oscar mencintai film ini? Rasa penasaran yang besar akhirnya ‘menyeret’ movietard untuk menonton langsung BotSW. Anyway, sebelumnya, movietard sempat pula menyangka film ini sebagai film animasi karena dari judul dan posternya, it looked like one tetapi ternyata bukan *malu*.

MV5BMTQyODU3NDE3N15BMl5BanBnXkFtZTcwMjY0NTM4Nw_002And voila, it’s a cute movie! Melalui skrip yang ditulis Lucy Alibar dan Benh Zeitlin berdasarkan drama pendek satu babak yang ditulis Alibar berjudul Juicy and Delicious, audiens diajak menyelami kehidupan di daerah Bathtub yang sangat sederhana padahal daerah ini masih menjadi bagian dari Louisiana, USA. Di Bathtub yang merupakan  wetlands, and there’s no such an American dream at Bathtub. Melalui kacamata Hushpuppy yang begitu polos, audiens diajak menjadi ‘pengekor’ Hushpuppy, kita diajak mengenal Hushpuppy lebih dekat, si anak piatu yang ditinggal pergi oleh Ibunya dan dipaksa tinggal sendiri oleh sang ayah, Wink. Kisah petualangan Hushpuppy dimulai ketika hujan besar melanda Bathtub yang membuat daerah ini terendam banjir. Ketika para warga mulai meninggalkan Bathtub, sang ayah dan beberapa warga tetap tinggal, melahirkan interaksi Hushpuppy dengan sang ayah dan penduduk yang tersisa yang begitu heartwarming. Sang ayah dan para warga pun realitasnya telah mengajarkan Hushpuppy sendiri tentang arti ketangguhan dan keberanian dalam hidup.

Selain menjadi scriptwriter, Zeitlin juga duduk di bangku director. In my opinion, penyutradaraan Zeitlin realitasnya tidak istimewa dan malah cenderung kasar. Entahlah, karena Zeitlin mengusung faktor realisme seperti layaknya tengah membuat dokumenter padahal kalau merujuk genre film ini yang merujuk ke genre drama fantasy, seharusnya BotSW bisa disajikan dengan lebih manis dan magical secara visual. Tetapi, lepas dari kekasaran dalam gerak kamera sempat membuat movietard agak pusing karena belum terbiasa dan bagaimana di awal Zeitlin lebih asyik ‘berbicara’ dalam bahasa gambar yang membuat audiens menjadi bingung (bahkan mungkin akan memutuskan keluar bioskop), luckily, akting Wallis sebagai hushpuppy saved everything! Akhirnya, movietard paham mengapa juri Oscar jatuh cinta pada BotSW. Selain binatang, realitasnya, anak-anak adalah kacamata terpolos yang tak memiliki prejudice apa-apa ketika bercerita, dan Zeitlin sangat pintar menjadikan Hushpuppy sebagai narator handal yang mengusung cerita BotSW.

MV5BOTkzNzE5MTYwNF5BMl5BanBnXkFtZTcwMTQxNzk2NwYa, BotSW bertindak layaknya buku harian Hushpuppy yang mengajak audiens melihat bagaimana kesedihannya ketika menganggap sang ayah meninggalkannya, ketakutannya ketika badai datang, keberaniannya menarik pelatuk bom, kepergiannya mencari sang Ibu, dan tentunya, [spoiler] ketika Hushpuppy bertemu dengan kawanan babi raksasa aurochs yang entahlah, apakah itu nyata ataukah hanya fantasi, tetapi apakah, keberanian Hushpuppy menghadapi aurochs adalah simbolisme bahwa Hushpuppy telah dewasa? [end spoiler]. Narasi Hushpuppy yang begitu polos -walaupun agak tidak masuk akal karena terdengar sangat pintar sekali- ditambah dengan gerak-gerik Wallis yang begitu natural dalam memerankan karakter Hushpuppy jelas membuat audiens jatuh cinta kepada karakter Hushpuppy. Lihat bagaimana betapa cute-nya ketika Hushpuppy ‘berjuang’ untuk memasak sendiri ataupun memecahkan kepiting. Audiens akan dibuat tertawa oleh Hushpuppy dan diantarkan olehnya untuk menikmati kisah hidup warga di desa Bathtub yang kalau dipikir, memang menderita sekali, tetapi sekali lagi, BotSW adalah buku harian Hushpuppy dimana ia tak pernah berpikir bahwa hidupnya patut dikasihani, justru, audiens diajak melihat kehangatan dan kesederhanaan di dalamnya.

Storyplot Aibar dan Zeitlin memang tidak banyak berbicara mengenai kondisi sosial dan politik warga Bathtub dalam lingkup yang luas. Memang terdapat sideplot evakuasi yang dilakukan oleh tim dokter dengan membawa para warga Bathtub yang tersisa ke rumah sakit, tetapi, alih-alih memperbesar konflik diranah ini, BotSW realitasnya tetap kembali berfokus pada hubungan Hushpuppy dengan sang ayah. Dengan mengenyampingkan eksplanasi kehidupan sosial terhadap kaum yang ‘terpinggirkan’, BotSW terasa tetap jujur karena sekali lagi, BotSW adalah cerita-nya Hushpuppy, Hushpuppy yang terlalu muda tentunya tidak paham tentang keadaan sosial di sekelilingnya. Ia tidak tahu kalau seharusnya anak kecil meminum susu, bukan bir, tetapi, satu yang ia tahu, ia harus menjadi anak perempuan tangguh seperti yang diajarkan oleh sang ayah. BotSW jelas menjadi salah satu reminder bahwa di dunia yang begitu luas, perjuangan untuk bertahan hidup akan selalu ada, bahkan melalui sosok anak perempuan kecil berusia 6 tahun.

MV5BNTgxMzU5MTM3NV5BMl5BanBnXkFtZTcwNTgzODUzNw_002

Empat jempol harus diberikan kepada akting menawan Wallis yang tampil begitu mengesankan di usia yang begitu muda. Wallis berhasil mengantarkan BotSW menjadi film adventure sederhana yang sangat menghibur. Entahlah, jika bukan Wallis yang memerankan, apakah BotWS akan memiliki feel yang sama karena jujur, Hushpuppy adalah satu-satunya magnet yang membuat movietard setia mengikuti gerak geriknya sepanjang film. Movietard belum menonton Zero Dark Thirty yang memberikan nominasi yang sama kepada Chastain, tetapi kalau saja movietard adalah seorang juri Oscar, rasanya ingin sekali memberikan suara kepada Wallis sebagai pemenangnya. Selain karena jatuh cinta dengan akting Wallis dalam BotSW, rasanya hal ini menjadi bentuk keadilan yang bisa diberikan kepada karakter Hushpuppy, dimana ketika anak-anak lain seusianya sudah asyik bermain dengan IPad dan gadget canggih lainnya, Hushpuppy justru sudah harus belajar menghadapi alam yang kejam. In a conclusion, BotSW pastinya akan disukai audiens pecinta film-film festival, tetapi jikapun anda penggemar film blockbuster, tak ada salahnya mencoba menengok sedikit perjuangan anak kecil perempuan yang begitu cute ini, a highly recommended!

When daddy kill me I won’t be forgotten. I’m recording my story for the scientists in the future. In a million years, when kids go to school, they gonna know: Once there was a Hushpuppy, and she lived with her daddy in The Bathtub [Hushpuppy]

Do You Know?
Beasts of the Southern Wilds mendapatkan 4 (empat) nominasi Oscar. Dua diantaranya adalah masuk dalam Best Motion Picture of the Year dan Best Performance by an Actress in a Leading Role
Quvenzhané Wallis dan ibunya mengakui bahwa mereka berbohong mengenai usia Wallis ketika audisi. Persyaratan usia untuk karakter Hushpuppy adalah enam tahun tetapi Wallis baru berusia lima tahun. Tetapi Zeitlin jatuh cinta dengan akting Wallis dan memilihnya dari 4,000 anak lainnya.
Lebih dari setengah para pemain Beasts of the Southern Wilds berasal dari Louisiana, tepatnya daerah dataran rendah bayou, termasuk Quvenzhané Wallis. Louisiana sendiri memang menjadi setting untuk film ini.

My Rate
4 stars. Beast of the Southern Wild is a nice and heartwarming adventure story of a little girl with his father, neighbors and nature itself. At the first, I’ll give it 3 stars but Quvenzhané Wallis’s superb performance deserved a one big star, love her!

3 thoughts on “Beasts of the Southern Wild

  1. wah… makasih banyak ya ulasannya. Jadi penasaran. jujur dah gak ngikutin award-award and film-film baru sekarang… tapi karena follow blogmu, jadi tetap bisa update…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s