Inkaar

10428The Plot
Ini cerita tentang Maya Luthra (Chitrangada Singh) yang mengajukan tuntutan sexual harassment kepada bos-nya sendiri, Rahul Verma (Arjun Rampal)

The Comment
Finally, movietard sukses menonton Hindi movie. Ya, setelah tahun kemarin gagal memenuhi keinginan menonton beberapa Hindi Movie di bioskop, untuk Inkaar (2013) movietard memutuskan langsung untuk menontonnya. Inkaar sendiri di India baru di-release pada tanggal 18 Januari 2013 dan diputar bersamaan di Indonesia. Di Indonesia sendiri, Inkaar hanya diputar di Blitzmegaplex and I watched it only with five Indian audiences and I’m the only one Indonesian. Kenapa sih movietard bersemangat sekali menonton Inkaar? Two words, Arjun Rampal. Rampal adalah aktor india favorit movietard yang kegantengannya memang sanggup membuat movietard drooling. Setelah kegagalan menonton Chakravyuh (2012) dimana Rampal juga menjadi main actor membuat movietard tak mau mengulang kesalahan yang sama. Apalagi dalam Inkaar, Rampal memerankan karakter dengan appearance yang oke, seperti yang ia lakukan dalam drama keluarga We are Family (2010), walaupun tema yang diangkat dalam Inkaar jauh lebih berat, yaitu tentang pelecehan seksual dalam dunia kerja.

inkaar-4aBerlatar belakang India tepatnya kota Mumbai, Inkaar menyoroti kisah dua orang pimpinan di advertising agency KK and Doyle, Rahul -I know, it’s the most common name for Indian guy- adalah chief executive officer yang dituduh oleh rekan sekerjanya, national creative head yang memegang dua anak perusahaan iklan, Maya, melakukan pelecehan seksual selama mereka bekerja sama 7 tahun. Kesaksian keduanya dilakukan secara bergantian kepada dewan direksi dengan dimediasi oleh pekerja sosial. Cerita keduanya membawa audiens ikut ber-flashback ke masa lampau, yang didalamnya terdapat awal kisah pertemuan Rahul dan Maya, dimana Rahul memperkerjakan Maya sebagai scriptwriter. Selain mereka berdua, para rekan kerja pun memberikan kesaksian masing-masing, dimana ada yang memihak Rahul dengan mengatakan Rahul tak pernah melecehkan dan menganggap Maya adalah perempuan ambisius yang memanfaatkan Rahul, tetapi ada juga yang di pihak Maya dan percaya bahwa dahulu, Maya dan Rahul memang pernah saling mencintai.

Jika audiens berharap mendapatkan adegan thriller yang berdarah, lupakan. Inkaar murni film drama tanpa adegan mencekam, kecuali scene pemecahan beberapa gelas. Inkaar justru menjadi film yang banyak ‘omong’ layaknya film-film bertema pengadilan. Bedanya, tak ada kehadiran hakim ataupun bukti fisik, yang ada, para dewan direksi bertindak layaknya juri yang menilai kesaksian Rahul dan Maya. Dua versi yang berbeda yang disajikan dalam kurun waktu dua hari dalam ruang rapat yang sempit, membuat audiens menikmati kisah perjalanan Rahul dan Maya yang memburuk setelah Maya mendapatkan posisi yang lebih tinggi. Kesaksian Maya bahwa ia merasa dilecehkan oleh Rahul, berkali-kali dibantah oleh Rahul, membuat audiens seperti layaknya para dewan direksi pun menjadi kebingungan dalam menilai siapakah yang benar dan siapakah yang berbohong. Apalagi, cerita mereka berdua pun begitu believable yang membuat audiens semakin sulit memilih, apakah percaya kesaksian Maya dengan karakter yang lebih emosional, ataukan Rahul yang tampak lebih tenang.

inkaar630In my opinion, Inkaar tampil solid dan cukup fresh sebagai drama percintaan yang berbeda dari kebanyakan Hindi movies. Ya, dibandingkan dengan film produksi Karan Johar yang selalu mengusung misi cinta sejati, main character baik dan cerita yang menguras air mata, Inkaar justru tampil ‘gelap’ dengan tema yang lebih menarik, karakter yang berada di zona abu-abu, dan format narasi dengan alur flashback. Banyaknya alur flashback nyatanya tidak membuat bosan karena audiens menikmati proses pengumpulan kepingan bukti-bukti guna menentukan apakah tuduhan Maya itu benar adanya. Inkaar pun tampil juga cukup modern dengan tak banyak waktu terbuang untuk nyanyian karena porsi nyanyian dalam Inkaar tak lama. Dan Thank God, tak ada satupun adegan menari bersama yang dilakukan dua karakter utama sama sekali. Sutradara Sudhir Mishra yang juga menulis skip film ini dibantu oleh Manoj Tyagi berani keluar dari pakem ‘bernyanyi dan menari’ dan lebih memilih berfokus pada penguatan karakter Rahul dan Maya sekaligus merekam interaksi keduanya.

Dan nyatanya, movietard sangat puas dengan performance Rampal di film ini baik dari segi akting dan penampilan fisik. Rampal sendiri selama karir di industri film memang kerap memilih peran-peran yang bervariasi dan kebanyakan tidak menuntut penampilan fisik yang sempurna seperti ketika ia tampil botak dalam Ra One (2011), tetapi hey, di Inkaar, Rampal berhasil mengeluarkan sex appeal sebagai seorang eksekutif korporat yang tampil begitu tenang dan menggoda. But told you the truth, akting Rampal yang begitu kuat toh membuat movietard berada dipihak Rahul dan menganggap Maya yang berbohong, segala gesture dan pembawaan Rampal berhasil membuat movietard percaya pada kisah menurut versinya. Luckily, Rampal didampingi oleh Singh yang bermain tak kalah apik, Singh berhasil menyajikan karakter Maya sebagai alpha woman diantara dominasi pria, ia arogan dan keras tetapi audiens dapat melihat besarnya letupan cinta Maya kepada Rahul yang sayangnya telah berubah menjadi sakit hati ketika Rahul seolah hanya menganggap Maya salah satu dari mistress-nya.

inkaar1_660_122112035358_011713121037Inkaar tampil sempurna dengan jalan cerita yang fresh, gambar-gambar yang indah dan colorful walaupun shoot sepanjang film terasa sangat sinetron formulaic dan above all, Inkaar didukung dengan penampilan dua aktor utamanya yang bermain cemerlang. Satu-satunya kekurangan Inkaar adalah ketidakberanian Mishra yang tak berbicara pelecehan seksual dengan lebih dalam dimana seolah pelecehan seksual tersebut tampak hanya sebagai tempelan. Mishra memang menyajikan twist di akhir film yang disertai dengan penjelasan dari point of view kedua karakter utamanya, tetapi toh, suka atau tidak, Inkaar realitasnya tetap ber-spirit percintaan pemuda pemudi modern India yang tengah dihadapkan pada kesalahpahaman. Lepas dari kekurangan tersebut, movietard sangat menikmati menonton Inkaar yang memang disajikan keluar pakem dari hindi movies yang biasanya ada dan tentunya, as usual, Rampal memberikan memori yang menyenangkan. Rasanya jika ada waktu senggang, movietard akan menonton film ini kembali. A worth to watch!

Come on, flirting is fun, goddamn it! We are in advertising agency [Rahul]

Do You Know?
Inkaar memiliki kesamaan tema dengan film Hollywood berjudul Disclosure yang bercerita tentang pelecehan seksual yang terjadi antara atasan dan bawahan, tetapi Mishra mengatakan bahwa cerita tentang pelecehan seksual bisa terjadi di lingkungan kantor mana saja.
Guna mendapatkan nilai estetika yang sesuai, setting kantor untuk advertising agency KK and Doyle dalam Inkaar realitasnya menggunakan advertising agency asli di Mumbai yaitu Leo Burnett dan Grey Worldwide

My Rate
3,5 stars. Inkaar is not ordinary love story between a man and woman, the clash ego between Rahul and Maya is fun to watch, and Rampal had a strong lead performance.

3 thoughts on “Inkaar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s