Short Review: Festival Sinema Perancis 2012

Movietard harus meminta maaf karena lagi-lagi, it’s only a short review, well, salahkan diri movietard sendiri tak pintar me-manage waktu sehingga selalu merasa kesulitan menuangkan waktu untuk menulis. But now, I’m back with… another movie festival! Festival Sinema Perancis 2012 hadir hanya selang satu hari setelah selesainya EoS. Ya, FSP jelas menjadi salah satu festival yang menjadi favorit movietard karena menghadirkan film-film Perancis yang sangat menarik seperti pada FSP 2010 dan FSP 2011 lalu. Sayangnya, FSP yang biasanya hadir di bulan April pada tahun 2012 ini berpindah ke bulan Desember, sempat agak kecewa karena di awal bulan Desember kemarin memang movietard tengah sibuk-sibuknya dengan pekerjaan, but luckily, I could took part at this festival walaupun hanya menonton 3 film saja kali ini.

Beloved [Les Biens-Aimes]
les_bien_aimes_posterThe Plot
Ini adalah kisah perjalanan cinta Madeleine sedari muda hingga tua dan kehidupan percintaan si anak perempuan Madeleine satu-satunya, Vera.

The Comment
Movietard menonton Beloved (2011) sebagai bagian dari acara What’s Next After Blogging yang diadakan panitia FSP bekerja sama dengan Muvila. Beloved sendiri berkisah tentang pencarian cinta sejati ibu dan anak yang dihadirkan dalam rentetan waktu 4 dekade dengan menjelajah beberapa negara Eropa dari Perancis, Ceko hingga Inggris. Di putaran tahun tertentu, kita dapat melihat bagaimana Madeleine muda berjuang bahkan dengan menjadi prostitute sebelum ia menikah, dikecewakan, mencoba kembali mengejar cinta sejatinya, tetapi sayangnya, hingga ia beranjak tua, pencarian cinta Madeleine menemui banyak hambatan, yang membuatnya mau tak mau harus mencari sedikit celah untuk bahagia. Seolah tak mau kalah dengan sang Ibu, kisah cinta Vera pun tak kalah menyakitkan, terlibat dalam hubungan rekan sesama guru, sesungguhnya cinta sejati Vera tertambat pada lelaki yang tak bisa membalas cintanya.

STILL 1Beloved disutradarai Christophe Honore yang berhasil membalut kisah Madeleine muda pada dekade 60-an dengan begitu cute hingga ketika Vera dewasa pada awal 2000-an dalam sebuah plot yang walaupun dibumbui sedikit intrik politik, prostitusi, LGBT, AIDS hingga masalah perselingkuham, Honore sebetulnya mengajukan tema utama tentang how far would you go for love. Walaupun kisah cinta yang disajikan sangat depressing, untungnya, Honore menyajikan kisah ini dalam balutan musikal yang indah dimana para aktornya seperti Sagnier dan Deneuve yang berperan menjadi Madeleine pun diharuskan beberapa kali menyanyi dalam menyuarakan suara hatinya. Setiap lirik-lirik yang dinyanyikan dalam bahasa Perancis memang terdengar indah walau sebetulnya artinya sangat melankolis seperti I can’t live without loving you. In a conclusion, Beloved menjadi sebuah drama yang membuat anda memahami bahwa setiap kisah cinta sejati tak akan selalu berakhir dengan happy ending.

A Gang Story [Les Lyonnais]
standard_634866555381413750The Plot
Ini adalah kisah persahabatan dua orang teman baik yang menjadi gangster di Lyon, Momon Vidal dan Serge Suttel.

The Comment
Sebetulnya, movietard tidak menjadikan A Gang Story (2011) sebagai pilihan utama untuk ditonton karena kurang terlalu menyukai genre action. But hey, membaca sinopsisnya membuat movietard cukup tertarik karena berfokus pada masa tua para gangster. A Gang Story menyajikan rangkuman kisah persahabatan antara Momon dan Serge, mereka berteman sejak masih kecil, melakukan kejahatan ‘kecil’ mencuri buah di waktu remaja, dipenjara, menjadi bagian dari kawanan perampok di Lyon, hingga ketika mereka sudah menua. A Gang Story sendiri diceritakan dalam alur flashback dimana Momon tua yang hidup tenang dan tengah menghadapi acara pembabtisan cucunya mendapat kabar bahwa Serge ditangkap, membuat geng tua Lyon kembali bersama-sama menolong Serge. Ya, persahabatan antara laki-laki yang begitu kuat jelas menjadi tema utama film ini, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kesemua pengorbanan yang dilakukan atas nama persahabatan itu setimpal?

340795_133954500044956_107904395983300_183961_1558206418_oA Gang Story dibesut Olivier Marchal yang sebelumnya berprofesi sebagai polisi. Profesi Marchal ini menjadi nilai plus karena Marchal tentunya mengetahui detil bagaimana proses interogasi yang menyakitkan ataupun sidang-sidang yang menyebalkan. Selain adegan aksi penembakan dibeberapa bagian yang cukup thrilling, Marchal pun tak segan memberikan twist terkait dengan loyalitas itu sendiri. A Gang Story mengajak audiens memihak kepada Momon, si penjahat yang bahkan menurut polisi pun adalah penjahat dengan prinsip hidup yang baik. Dibandingkan adegan aksinya, movietard justru lebih menyukai sisi dramanya. Ya, A Gang Story memang lebih banyak menyoroti konflik yang dihadapi Momon, dimana ia harus memilih untuk melindungi keluarganya ataukah melindungi sahabatnya. Anyway, nilai plus dari A Gang Story adalah ketika ber-flashback ke masa remaja, Serge dan Momon diperankan oleh aktor-aktor yang begitu cute!

Camille Redouble
Camille-redouble-3The Plot
Camille berusia 41 tahun ketika ia dan suaminya berpisah, tetapi keajaiban di malam 31 Desember membawa Camille kembali ke usia 16 tahun

The Comment
Camille Redouble (2012) menjadi closing FSP untuk wilayah DKI Jakarta. Selain free ticket, audiens bahkan mendapatkan pop corn dan cola gratis, is it great, no? Two thumbs up buat panitia penyelenggaranya ya! Kembali kepada Camille Redouble, tema kembali kepada masa lalu tentunya sangat menarik, siapa sih yang tak ingin mengubah hal-hal menyebalkan yang terjadi di masa lalu, memperbaikinya demi masa depan yang jauh lebih baik? Dan melalui sosok Camille, kita diajak untuk melihat usaha Camille memperbaiki hidupnya, seperti bersikukuh untuk membawa sang Ibu melakukan scan, dan yang utama, usaha Camille menghindari calon suaminya di masa high school karena ia tak mau dirinya melalui perpisahan yang menyakitkan dengan Eric, tetapi romansa masa muda tentunya tak dapat dihindarkan, dan Camille dibuat berjuang keras karenanya.

20091992.jpg-r_640_600-b_1_D6D6D6-f_jpg-q_x-xxyxxCamille Redouble disutradarai Noemie Lvovsky yang juga berperan sebagai Camille dewasa dan remaja. Well, movietard sempat agak aneh melihat Lvovsky yang -maaf- sudah agak tua kembali ke bangku sekolah dengan mengenakan pakaian-pakaian yang tentu akan mengundang tawa audiens. Tetapi, mari lupakan kecanggungan itu, Lvovsky mampu membalut ‘petualangan’ Camille kembali ke masa lalu dengan begitu manis, kita diajak melihat persahabatan Camille dengan 3 sahabatnya melalui girl-chitchat yang sangat lucu, interaksi Camille dengan guru fisikanya, hingga tentunya ke momen-momen pendekatan yang dilakukan Eric kepada Camille. Kesemuanya mengalir dengan begitu manis dan mengundang tawa. In my opinion, Lvovsky sebetulnya mengajak kita kembali ke masa lalu Camille bukan untuk merubahnya, tetapi sebagai refeksi bahwa seberapa besarpun Camille berniat mengubah masa lalu, when it come to love and and the thing that you love, it always find the way to come to you. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s