Bachelorette

The Plot
Ini kisah petualangan Regan (Kirsten Dunst) dan geng B-friends di malam sebelum hari pernikahan teman segeng mereka, Becky (Rebel Wilson)

The Comment
Hollywood telah menginvasi kita dengan cerita kenakalan para pria menjadi tontonan yang ‘menyenangkan’. Dimulai dengan cerita guy high schooler yang belajar seks melalui American Pie, beranjak lebih dewasa dengan menyoroti para kaum lelaki pekerja melalui 40 Years Old Virgin maupun The Hangover. Yang menjadi pertanyaan, apakah Hollywood selalu melupakan perempuan? Well, perempuan pernah dimanjakan dengan keglamouran Carrie dan kawan-kawan melalui Sex and The City dan begitu banyaknya romantic comedy yang hanya berkisar masalah pencarian jodoh. But hey, akhirnya perempuan diajak untuk melihat diri mereka sendiri yang nyatanya bisa ‘gila’ melalui Bridesmaids (2011), dan yang beredar baru-baru ini, Bachelorette (2012). Jujur, movietard terkejut dengan kehadiran Bachelorette di bioskop Indonesia -walaupun cuma terbatas di Blitzmegaplex- tetapi melihat deretan cast Bachelorette dan premis ceritanya yang harusnya menarik membuat movietard menonton Bachelorette di layar lebar.

Story plot Bachelorette berfokus pada dua bridesmaids dan satu maid of honor untuk teman segeng mereka semasa di High School, Becky, yang kalau dilihat sebetulnya paling biasa, dibanding ketiga sahabatnya yang cantik. Dengan hanya mengambil potret malam sebelum pernikahan, seharusnya kisah pesta lajang perempuan ini sederhana karena yang diinginkan Becky hanya duduk-duduk di hotel sambil makan es krim saja. Tetapi, dua teman geng mereka, Gena (Lizzy Caplan) dan Katie (Isla Fisher) bukanlah tipekal perempuan normal. Dimulai dengan kehadiran kokain yang dibawa Gena, malam sebelum pernikahan itu menjadi moment huru hara yang membuat Regan si maid of honor pusing kepala. Hanya dalam waktu semalam, terjadi begitu banyak insiden, dimulai dari gaun pengantin Becky yang robek, Katie yang overdose, berkunjung ke stripper club, flirting dengan Trevor (James Marsden) si Bestman. Bisakah Regan membereskan semua hiruk pikuk yang terjadi hanya dalam waktu beberapa jam saja?

Naskah Bachelorette yang berfokus pada relasi ketiga sahabat yang mengalami malam yang gila ini dibesut oleh Leslye Headland yang juga duduk di kursi director. Headland sendiri nama yang tidak familiar karena Bachelorette adalah film pertama yang ditulis dan dibesut Headland. Bagusnya, Headland cukup fasih dalam mengantarkan Bachelorette menjadi comedy drama yang cukup berisi. Alih-alih menyajikan huru hara yang sexist, Headland justru memberikan sideplot percintaan yang begitu cute melalui cerita Gena yang belum bisa move on harus menghadapi mantan pacarnya, Clyde (Adam Scott). In my opinion, Caplan dan Scott benar-benar memiliki chemistry yang pas dalam film ini dan menghadirkan beberapa cute memorable moments bagi movietard. Headland juga menyajikan sideplot kisah kasih tak sampai Joe kepada Katie yang disukainya sejak masih jaman di high school. Terdengar begitu cliche, no?  Tetapi, Headland mampu membawa keklisean cerita cinta masa sma ini menjadi begitu cute dengan karakter Gena dan Katie yang memang agak ‘abnormal’.

Honestly, movietard bahkan lebih menyukai film ini dibanding Bridesmaid yang menurut banyak orang jauh lebih bagus dibanding Bachelorette. Tetapi jujur, ketika menonton Bridesmaid, movietard tidak merasa empati dengan karakter Annie yang diperankan Kirsten Wiig karena I just think she’s a fool because she closed her eyes to the best thing (example: the cop-guy) and always see the bad version, sementara di Bachelorette, main character Regan yang diperankan Kirsten Dunst justru tampil begitu dominan, kuat, menyebalkan tetapi dibalik perfect look tersebut, Regan is just like us, yang memiliki kekurangan. Obsesi Regan untuk tampil perfect sehingga rela menjadi bulimia realitasnya menjadi message alert buat kita semua, love doesn’t relate with perfection, love yourself and then you could be love. Ketika Regan mengatai-ngatai Becky di telepon kepada dua sahabatnya, anda tahu bahwa protes Regan adalah kejujuran hatinya, mengapa  ia yang lebih cantik, terpelajar, berdedikasi pada dunia sosial realitasnya belum dilamar.

Headland juga kembali menyajikan nobody’s perfect melalui dua karakter teman Regan. Siapa sangka Gena yang cuek, junkie, sok feminist dan terkesan player justru masih cinta pada pacar lamanya? Dan si cantik dan modis Katie yang selalu tampak happy nyatanya menyimpan rahasia dimana ia pernah memotong pergelangan nadinya. Ya, dibalik semua huru hara yang terjadi, toh everything happened for a reason, no? Dan baik Regan, Gena dan Katie ‘didewasakan’ melalui moment pesta lajang ini. Bachelorette jelas ‘a girl movie’ tetapi jangan takut! Para pria toh tidak dibuat tampil douche dalam Bachelorette, mereka justru menjadi pendamping yang baik bagi para perempuan yang tengah high ini, seperti Joe yang menolak berhubungan seks dengan Katie ataupun Cylde yang akhirnya mengakui alasannya tak muncul mengantar Gena. Bagi movietard, diantara para bestman, yang tentu mencolok adalah Clyde yang diperankan Adam Scott, he’s too cute to ignore no? Sorry Marsden, this time I  gave my heart to Scott. 

Cast performance yang kuat dari Dunst, Caplan dan Fisher adalah nyawa dari film ini. Ketiganya membuat cerita Bachelorette yang sebetulnya bisa menjadi menyebalkan justru tampil begitu heartwarming. Ya, alih-alih mengutuk keji ketiga perempuan egosentris yang merusak gaun pengantin temannya ini, audiens justru akan mencintai mereka. Dan menyenangkannya, Headland menulis Bachelorette melalui point of view yang sangat perempuan sekali. Selain tak henti-hentinya tertawa ketika menonton film ini, movietard juga sangat menyukai pesan yang diberikan. Paruh awal Bachelorette memang bernuansa komedi yang akan membuat kita tertawa terbahak-bahak, tetapi pada setengah paruh ke belakang, cita rasa komedi ini mulai menghilang dan justru menonjolkan pesan tentang persahabatan dan cinta. Menonton Bachelorette seperti menonton perjalanan diri sendiri ketika  menghadapi moment teman-teman sekolah anda sudah menikah sementara kehidupan percintaan anda belum jelas, yang pasti Regan dkk telah mengajarkan bahwa menghisap kokain sebelum pesta pernikahan hanya akan membawa dampak buruk.

Sir? Sir! I will suck your dick if you get us there in two minutes [ Gena to Cab Driver ]

Do You Know?
Bachelorette diproduseri oleh Will Ferrell dan Adam McKay, keduanya memang sudah bekerja sama pada film-film yang dibintangi Ferrell dan membuat website Funny or Die
Bachelorette melakukan debut pada Sundance Film Festival pada bulan Januari 2012 dan baru release di Amerika Serikat 8 bulan setelahnya, pada bulan September 2012
Lagu yang dinyanyikan Clyde berjudul I’m Gonna Be (500 miles) adalah lagu lawas dari band The Proclaimers yang berasal dari Skotlandia

My Rate
4 stars. Bachelorette is definitely a fun-girl-movie with all those messed up thingy just one night before the wedding! Dunst performance is so flawless as bitch but hey, we still love her, no? And Caplan-Scott’s chemistry made this film became cuter!

6 thoughts on “Bachelorette

  1. wahhh…boleh juga nih.
    abis baca review ini jadi pengen nonton filmnya. hehe

    mampir-mampir ke blog gue , ada review dan bisa nonton film-film pendek oke, ada blogroll lo juga kok hehehe

    Salam kenal🙂

  2. makasikk yak udah mau nntn film ini sama akuuuh hahahahhahaha *gak related dgn reviewnya gini komen gue* tapi bener deh, gue tuh abis nntn film ini tetiba pgn punya dvdnya (meskipun bajakan) krn have fun bgt filmnya :)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s