Premium Rush

The Plot
Ini adalah petualangan seru di sore hari kurir pengantar paket dengan sepeda di New York bernama Wilee (Joseph Gordon-Levitt).

The Comment
Nama Joseph Gordon-Levitt -selanjutnya disingkat JGL- jelas menjadi penarik utama movietard ke bioskop untuk menonton Premium Rush (2012). Yang mengikuti account Twitter dan Tumblr JGL pasti pernah menonton posting-an video kecelakaan JGL yang melibatkan robeknya tangan JGL ketika syuting Premium Rush. Seberbahaya apa sih memangnya aksi yang dilakukan JGL dalam film ini? Well, tenang saja, JGL toh tidak menjelma menjadi superhero yang berlarian di gedung pencakar langit ataupun melawan monster besi raksasa, ia ‘cuma’ tampil sebagai kurir sepeda di pusat kota New York. Ya, sepanjang film, sebagian besar aksi yang dilakukan JGL cuma mengayuh sepedanya dengan cepat dan ‘menyalip’ mobil-mobil, tetapi hey, JGL toh mampu menjalakan petualangan bike messenger menjadi tampak as cool as superhero.

Plot Premium Rush sendiri realitasnya begitu simpel dari segi kontinuum waktu. Dengan sedikit alur maju mundur, film ini hanya memotret kisah Wilee yang harus mengantarkan amplop kepunyaan sahabatnya, Nima (Jamie Chung) dalam kurun waktu beberapa jam di sore hari. Untuk menambah bumbu cerita, perjalanan Wilee dibuat tak mudah karena selain dihadang padatnya jalan di New York, ia juga berhadapan dengan polisi bernama Bobby (Michael Shannon) yang juga mengincar kupon itu. Ya, amplop yang diantarkan Wilee memang sangat berharga [spoiler] berisi kupon seharga 50.000 US dollar yang berguna sebagai free pass Anak Nima memasuki Amerika Serikat [end of spoiler]. Dengan waktu yang terus berjalan dengan cepat, kisah adventure bermisi kemanusiaan yang diusung Wilee dengan ditemani pacarnya ini menjadi lebih seru untuk dinikmati.

Story plot Premium Rush dibuat oleh David Koepp dengan dibantu John Kamps. Koepp sendiri telah memiliki background yang luar biasa. Ya, ia adalah scriptwriter yang telah menelurkan Spiderman dan beberapa film-film blockbuster lainnya, tetapi toh, dalam Premium Rush, Koepp justru membuat kisah heroik seorang bike messenger yang begitu sederhana. Sederhana belum tentu tidak bagus, Koepp yang kali ini memutuskan juga untuk duduk dibangku sutradara realitasnya berhasil membesut Premium Rush menjadi cukup intense untuk ukuran film aksi dengan budget minim yaitu hanya ± 35 juta US dollar. Ya, ketika berbagai film-film blockbuster meledakkan puluhan jutaan dollar demi parade efek ledakan dan senjata yang canggih ataupun ketika franchise film mobil balap menawarkan aksi pencurian gila-gilaan, aksi dalam Premium Rush hanya menawarkan bagaimana kelincahan Wilee dalam bersepeda sambil menghindari diri tertangkap dari si polisi korup dan polisi patroli jalan.

What I do love about this movie?JGL himself! Akhirnya JGL kembali memangku jabatan main actor setelah sibuk menjadi sidekick di The Dark Knight Rises (2012) dan beberapa film besar lainnya. Walaupun kalau boleh jujur, his performance wasn’t strong as I thought karena yang dilakukan JGL sepanjang film ini hanyalah mengayuh sepedanya dengan cool. Ya, walaupun JGL toh mampu membawakan petualangan Wilee si bike messenger tampil as cool as superhero tetapi jujur, ada lack of emotion yang ditampilkan oleh karakter Wilee sendiri. Apalagi, karakter Wilee realitasnya tak jauh beda dengan peran JGL sebagai John Blake di The Dark Knight Rises, sepertinya, movietard hanya melihat pengulangan karakter a good guy tried to be a hero, eh? Jujur, I’m kinda miss on seeing JGL portray as a very dark-intriguing character  like he did on Mysterious Skin (2004) where he gave his best performance as a guy prostitute.

Tetapi, movietard tak sepenuhnya menyalahkan JGL, as I wrote before, skrip yang ditulis Koepp memang begitu sederhana dan beberapa dialog yang terdengar begitu chessy dengan sedikit bumbu komedi yang ditampilkan oleh karakter polisi patroli jalan yang di-‘kerjai’ oleh Wilee. Kesemuanya termaafkan karena Koepp mampu membalut Premium Rush dengan cukup intense. Tetapi yang paling movietard sayangkan adalah, Koepp menyia-nyiakan talenta si aktor watak serba bisa, Michael Shannon, yang sejujurnya bisa tampil lebih creepy di film ini jika karakternya jauh lebih dieksplor. Jika membandingkan dengan hasil kerja Koepp yang sukses dalam mengajak audiens berempati terhadap karakter Green Goblin, rasanya Koepp juga mengerjakan story plot Premium Rush sebagai sarana ‘bersenang-senang’ karena ia menampilkan semua karakternya dalam batas hitam putih yang begitu jelas.

Ah, movietard terlalu banyak mengktritik, no? Above all, dibalik kekurangan yang dituliskan diatas, Premium Rush adalah film aksi sederhana yang dibalut rapi dengan pace yang cepat. Ya, menonton perjalanan Wilee terasa sangat thrilling seperti layaknya menonton Amazing Race karena petualangan Wilee dipacu oleh waktu yang semakin minim. Apalagi, Koepp memberikan beberapa scenes yang cukup gila tepatnya ketika Wilee membayangkan apa yang selanjutnya akan terjadi terhadap jalur yang diambilnya. In conclusion, perjalanan tanpa batas dengan ketidakhadiran rem di sepeda Wilee menyusuri kota New York realitasnya menjadikan Premium Rush menjadi film aksi yang cukup menarik untuk ditonton di masa ‘sepi’-nya bioskop setelah berakhirnya summer movies At last, Premium Rush sukses menyajikan jalinan cerita aksi yang menarik yang tak kalah dengan film-film blockbuster dengan teknologi CGI spektakular.

I like to ride. Fixed gear. No brakes. Can’t stop. Don’t want to, either [Wilee]

Do You Know?
Kecelakaan yang menimpa JGL seperti yang telah movietard tulis diatas terjadi ketika sepeda JGL menabrak taksi dan lalu ia jatuh ke jalan aspal, yang membuat ia harus mendapatkan 31 jahitan di tangan.
Joe Quirk, penulis novel The Ultimate Rush (1998), mengajukan tuntutan kepada Sony Picture terkait dengan film Premium Rush yang dianggap menjiplak novelnya. Pada bulanJuli 2012, tuntutan Quirk ditolak oleh Juri federal.
Syuting Premium Rush dianggap sebagai bagian dari acara reality televisi berjudul Triple Rush yang berkisah tentang para kurir sepeda di New York, dimana banyak dari para stunts dan karakter di film ini adalah pengisi acara reality tersebut.

My Rate
4 stars. I’m so excited to seeing JGL backs as main actor! And eventho’ Premium Rush was kind of a a low budget movie with a simple story line, this movie was enough good with those intense action part and humanity part.

4 thoughts on “Premium Rush

  1. gue jatuh cinta sama opening film ini yg menurut gue keren, hihihi walopun bener, ceritanya sangaaaat sederhana. kayak amazing race mini😀 (oya dan ini film dgn referensi kota New York yg oke jg hihi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s