Ted

The Plot
Ini adalah kisah buddy-relationship antara John Bennett (Mark Walhberg) dengan Ted (suara diisi Seth Macfarlane), si boneka teddy bear yang hidup layaknya manusia.

The Comment
Oh wait, boneka teddy bear memangnya bisa hidup? Bisa! Dalam Ted (2012), kisah teddy bear yang hidup selayaknya manusia berhasil digambarkan dengan begitu cute, in not cute related with kids since Seth MacFarlane is the guy behind this story *warning alert*. Bagi audiens yang pernah menonton serial kartun Family Guy atau American Dad, tentunya anda minimal sudah mengenal dunia MacFarlane yang cukup weirdo *Anjing yang dapat berbicara? Ikan Mas Koki yang sebetulnya manusia? Stewie yang bertingkah layaknya orang dewasa?* yang dituangkan dalam serial kartun tersebut. Kini, MacFarlane menyebrang ke layar lebar dengan menggarap film live action pertamanya. Walaupun berbeda medium dan bukan film animasi, realitasnya, MacFarlane tidak pernah meninggalkan cita rasa ala Family Guy yang membesarkannya, dan lahirlah Ted, film komedi dewasa yang tetap penuh dengan berbagai jokes satir dan sarkastik tentang pop culture, suku, agama hingga orientasi seksual.

Story plot Ted berkisah tentang boneka teddy bear yang berkat keajaiban natal tahun 1985, boneka tersebut (selanjutnya dinamai Ted) hidup selayaknya manusia dan menjadi sahabat setia John Bennett yang kaku. Keterkenalan Ted di masa muda sebagai si magic teddy bear lantas membuatnya menjadi besar kepala. Tetapi tenang! Ted tak separah Lindsay Lohan, setidaknya 25 tahun setelahnya, Ted ‘hanya’ menjadi playboy pengangguran yang hobby menghabiskan waktunya dengan menonton televise. Oh wait, I think Ted is a new Lohan karena Ted sepertinya juga pernah melakukan mugshot, dan… Ted juga hobi menghisap ganja sambil sesekali berpesta liar dan menghisap sabu, yang ia lakukan bersama dengan thunder buddies-nya tersayang, John. Friksi antara Ted dan John mulai muncul ketika pacar John, Lori (Mila Kunis) mulai terganggu dengan kehadiran Ted yang dianggap membuat John tak mau dewasa. Dan ketika Ted diminta John untuk mengatur kehidupan sendiri, mampukah Ted melakukannya dan meninggalkan sahabatnya?

Movietard menonton Ted pada jam pemutaran midnite dengan teman and voila! She felt asleep during the movie. Alasannya, ia tak menyukai jokes yang terdapat dalam cerita Ted sementara mostly, audiens di studio tersebut justru tertawa terbahak-bahak dengan rentetan jokes dalam Ted. In my opinion, Ted, selain sudah pasti bukan untuk konsumsi anak-anak, nyatanya toh tidak begitu disukai oleh audiens perempuan. Ya, faktanya dua orang teman movietard merasa tidak terlalu menyukai jokes dalam Ted yang terkesan sexually offensive. Harus diakui, story plot yang dibuat MacFarlane bersama dengan duo penulis dari Family Guy, Alec Sulkin dan Wellesley Wild memang khas buddy movies dengan banyak referensi ke budaya populis dan well, beberapa jokes yang dilontarkan memang terkesan ofensif baik dalam urusan seks, orientasi seksual, suku dan agama. Tetapi kalau boleh jujur, movietard merasa jokes dalam Ted masih dalam kategori ‘aman’ dan smart jika dibandingkan dengan jokes dalam The Hangover dwilogi yang lebih sexually offensive.

In my opinion, MacFarlane dan kawan-kawan realitasnya sangat fasih membesut bromance Ted dan Bennett yang aneh, lucu, dan menggemaskan. Lihat bagaimana mereka berdua bertengkar hingga saling pukul-pukulan, ke-cute-an mereka bernyanyi bersama saat petir menyambar dan hey, kecintaan mereka terhadap film klasik tahun 80-an, Flash Gordon, menunjukkan bahwa relationship Ted dan Bennett benar-benar layaknya relationship kita, bahwa mereka adalah ordinary people dengan ketakutan tertentu dan hey, mereka toh tak pernah tampil sok sempurna bahkan justru agak ‘loser’ sepanjang film yang membuat anda tak bisa membenci Ted dan John. Menyenangkannya, kisah Ted yang awalnya tampak begitu ringan nyatanya mulai berubah pada pertengahan ke belakang. Ya, dengan halus, MacFarlane dkk membawa kita semua melongok kehidupan bromance Ted dan Bennett yang diuji, tepatnya ketika mereka  yang masih kekanakan di usia yang tidak muda diharuskan memgambil keputusan untuk becoming grow up. Disini, Ted justru tampil menjadi kompas bagi John untuk berani menjadi dewasa.

What I do love about this movie? Ted himself. Karakter Ted yang out of the box memang sulit dipercaya keberadaannya (come on, he’s just a doll, no?) tetapi toh visualisasi Ted –dengan dibantu kecemerlangan efek CGI- hadir dengan begitu believable di layar. Too cute too ignore, no? Apalagi, Ted ‘lahir’ begitu apa adanya dengan tingkah lakunya layaknya playboy kelas kakap. Ya, dibalik kelembutan bulu-bulunya dan mata bulatnya yang lucu, toh Ted tampil layaknya bad guys type dengan mulut yang nyinyir.  In my opinion, MacFarlane sangat fasih dalam menampilkan smart jokes yang keluar dari mulut Ted, well, mungkin Ted adalah refleksi MacFarlane sendiri akan dirinya? Dan alih-alih memilih karakter cowok ganteng – MacFarlane memilih tokoh boneka beruang untuk memerankan si laki-laki nyinyir ini karena jelas, seperti layaknya gorgeous man can do no wrong, Teddy Bear also can do no wrong, no?

Ted jelas salah satu film buddy movie yang cerdas, nakal dan lucu berat tanpa harus menampilkan adegan-adegan slapstick norak ataupun adegan sok jantan dengan banyak tembakan pistol. Ya, kunci dari Ted adalah ketulusan relasi Ted dan Bennett yang begitu polos dan loveable dengan konlusi yang begitu manis. Kekuatan Ted lainnya adalah skrip yang dibuat MacFarlane dengan begitu brilian, menunjukkan selera humor MacFarlane sendiri yang cerdas tetapi juga ‘kacau’. Memang, beberapa jokes dalam Ted terkesan rasis, sexually offensive dan sangat populis (Susan Boyle, Katty Perry, Taylor Lautner dan artis-artis lain dan beberapa referensial terhadap budaya delapan puluhan yang movietar tak ngeh pun tak urung kena sasaran tembak MacFarlane),tetapi toh jokes tersebut justru membuat karakter Ted tampil begitu cemerlang, membuat movietard tak akan memandang teddy bear dengan pandangan yang sama lagi sejak menonton Ted. Bagi movietard, Ted jelas menjadi salah satu film comedy buddy movie terbaik di era modern ini. Definitely a must watch for… adult only!

Wow, look at you! Half Muslim and half American and you sold 37 million records! [Ted to Norah Jones]

Do You Know?
Ted berhasil menggeser The Hangover sebagai film dengan rating restricted (R-Rated) yang mendapat pendapatan terbanyak di seluruh dunia.
Selain mengisi suara Ted, pergerakan Ted melalui sistem motion capture juga dilakukan MacFarlane
Perhatikan berapa banyak cameo selebritis Hollywood yang muncul dalam Ted, selain Sam Jones, Norah Jones kehadiran si pengantin baru Ryan Reynolds membuat movietard menjerit

My Rate
4 Stars.  Ted is a witty, sarcasm, out of the box and definitely a super duper fun movie! MacFarlane was totally having fun when he made Ted’s script. All of those jokes build Ted as a sweet comedy for adult. Yes, only for adult, you don’t wanna your children play bong like Ted, no?

3 thoughts on “Ted

  1. waktu gue baca sinopsis dan liat trailer film ini.. entah kenapa gue langsung teringat film the muppets. menurut gue.. ceritanya 11-12 dimana berkisah tentang persahabatan cowok sama bonekanya dan ceweknya mulai terganggu karena si cowok nggak bisa memilih antara bonekanya atau si cewek.
    tapi karena gue penasaran mau tau seberapa menghiburnya film ini.. jadilah gue nonton dengan mengesampingkan sementara kemiripan antara ted dengan the muppets.
    omg! ted ini malah melebihi ekspektasi gue. the muppets menghibur sih.. cuma mungkin lebih buat anak2 kali ya? hehehe.. =p f* jokes.. rasis.. sex offensive malah bikin ted super fun yang bikin 1 studio nggak berhenti ngomong : sumpah geblek banget! hahaha.. =D walau ending nya sudah bisa di tebak.. ciamik deh si MacFarlane.
    norah jones? omg! suka deh gue lihatnya walau cuma sekian menit.

    last but not least.. happy 3rd anniversary to this blog ya jeung.. tetaplah me-review! 4.5/5 stars for your blog! plot.. comment.. yaaa.. spoiler2 dikiiitt.. tapi komplit dah buat sebuah movie blog. lanjuuutt.. hahaha.. =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s