Seven Something

The Plot
Ini adalah omnibus tiga cerita cinta dari Thailand yang dibagi dalam kontinuum usia, yaitu diusia 14, 21, 28 dan 42.

The Comment
Seperti layaknya kebiasaan Blitzmegaplex yang suka menayangkan film-film produksi Thailand (Ingat ATM Errak Error, 30 Fabulous, Suckseed, dll?), Seven Something (2012) menjadi film romantic comedy kesekian yang di-release di Indonesia dan ditengah audiens yang sudah lumayan ‘melek’ dengan perfilman Thailand. Buktinya adalah movietard sendiri yang sudah mulai hafal dengan muka Chantavit Danasevi, si aktor ganteng yang bermain di Hello Stranger dan ATM Errak Error. Ya, ranah perfilman dalam negeri kita toh mulai diinvasi oleh film-film produksi Thailand. Thailand yang sebelumnya dikenal dengan kualitas film horror-nya nyatanya juga tak kalah apik ketika membesut romantic comedy. Dan Seven Something menjadi salah satu bukti bagaimana perfilman negara tetangga lagi-lagi jauh lebih maju daripada industri perfilman lokal. Berbeda dari film romcom Thailand sebelumnya yang biasanya diisi sepasang muda-mudi yang jatuh cinta dengan menonjolkan sisi komedi dalam perjalanan cinta mereka, Seven Something mengambil format omnibus yang berisi tiga cerita cinta yang berdiri sendiri dengan karakter-karakter yang berbeda. Kesamaannya hanyalah bahwa karakter-karakter ini hidup di Thailand dengan ditambah kehadiran satu acara news CH3 News yang selalu muncul walaupun sedikit dalam tiga cerita tersebut. Acara CH3 News ini bukanlah benang merah ketiganya, tetapi hanya sebagai penanda bahwa ketiga kisah ini berjalan dalam koridor waktu yang sama. Tiga kisah, tiga pasangan utama dan dibesut oleh tiga sutradara yang berbeda. Cerita pertama berjudul ’14’ adalah kisah cinta abg berusia 14 tahun, si lelaki bernama Puan dan si gadis bernama Milk. Kecintaan Puan akan dunia media sosial membuat hubungannya dengan Milk kerapkali bermasalah. Ketika video Milk bernyanyi di-share Puan di Youtube yang mengundang kemarahan Milk mmebuat kedewasaan Puan diuji,  relakah ia menghentikan kebiasaannya bermain di dunia maya seperti harapan Milk?

Dari kisah cinta ‘centil’ ala abg, kita diajak menyelami cerita kedua 21/28′, sesuai judulnya, kisah ini menyoroti hubungan antara John dan Mam. Mereka berdua bertemu pertama kali di usia 21 tahun ketika sama-sama membintangi film romantic comedy, terlibat cinta lokasi, berpacaran dan well, berpisah. Selang 7 tahun, Mam kembali mencari John seiring dengan lahirnya wacana pembuatan sekuel film mereka sebelumnya. Akankah Mam sukses membujuk John yang sudah berhenti dari dunia keartisan? Dari kisah Jon dan Nam yang terdapat part lucu dan sedih, audiens diajak menuju ‘42.195’ yang  jauh lebih dewasa, melibatkan salah satu personil 2PM, Nichkyun yang karakternya adalah sebagai pemuda 24 tahun yang bertemu dengan perempuan berusia 42 tahun. Mereka bertemu di taman yang berlanjut pada ketertarikan si perempuan terhadap lomba lari marathon yang akan diikuti si pemuda. Kegiatan berlatih lari bersama ini tentunya melahirkan perasaan hangat pada keduanya yang sayangnya terbentur pada usia. Akankah mereka mampu menghadapi perbedaan usia ini?

Dengan durasi yang cukup lama persegmen, Seven Something toh nyatanya tampil tidak seluwes omnibus cinta lainnya seperti Paris, Jet’aime. Ya, durasi yang lama hampir 3 jam mungkin menjadi salah satu faktor penyebabnya karena di beberapa bagian, film ini terasa datar. Walaupun tidak sempurna,  film ini nyatanya sukses mengajak audiens mengenang kembali perjalanan kisah cinta masing-masing. kita dibuat tertawa melihat betapa geek-nya Puan tetapi juga tak bisa menyalahkan kecintaannya akan social media, because for god’s sake, He’s 14 years old, bagi Puan dan kebanyakan anak sekolah seusianya slurpee dan bermain facebook tentunya jauh lebih fun dibanding memusingkan masalah pencarian jodoh. Ya, kisah Puan-Milk yang manis realitasnya memang dibalut dengan begitu manis. Movietard sangat suka bagaimana ke‘cute‘an Milk berhasil dimaksimalkan melalui rangkuman adegan video ataupun foto yang dibuat Puan. Menonton segmen ’14’ seperti layaknya membaca komik remaja buatan Jepang. Cute dan menghibur untuk dibaca tetapi mudah dilupakan.

Beranjak kekisah kedua, konflik yang ditawarkan pun lebih berat. John dan Mam adalah gambaran pasangan modern saat ini, mereka awalnya dimabuk cinta tetapi kesuksesan justru membuat hubungan mereka memburuk. Ah, tinggal ganti set kehidupan artis yang tengah naik daun tersebut dengan kehidupan sehari-hari kita, dimana terjadi pergantian fase hidup dari kuliah menjadi kerja yang tentunya menuntut komitmen lebih. Ya, ketika pasangan anda ternyata sudah berubah, what will you do? Dalam kasus Mam, kembalinya ia ke kehidupan John awalnya hanya untuk membujuk John membintangi sekuel nyatanya menghadirkan kembali rentetan memori cinta lama mereka. Bagi movietard, 21/28 tampil cukup cute terutama pada sesi flashback kisah pertemuan pertama John dan Mam ditengah keindahan pantai Thailand. Tetapi entah kenapa, si pemeran John tampak kaku begitu kaku, yang membuat chemistry pasangan ini tidak sebagus pasangan Puan dan Milk. Anyway, movietard akhirnya terpuaskan melihat cameo Chantavit (dan artis-artis cantik Thailand lainnya jebolan Hello Stranger dan ATM) dalam segmen ini.

Tetapi, favorit movietard dalam Seven Something adalah segmen terakhir, 42.195, yang melahirkan perasaan lebih campur aduk. Berbeda dengan dua segmen sebelumnya yang menonjolkan sisi romantic comedy, segmen ketiga justru tampil begitu believable tanpa unsur romantis yang berlebihan. Romantis dalam segmen ketiga adalah hanya berlari marathon bersama tanpa sedikitpun acara merekam aktivitas berdua, foto-foto atau ciuman. Ya, kedua karakter yang name-less ini bertemu secara tak sengaja, dan takdirlah yang menuntun mereka berdua untuk saling berbagi semangat untuk berlari marathon. Yang paling membuat perasaan movietard terenyuh adalah perubahan dalam diri yang dialami si karakter perempuan, yaity pada proses move-on, yang dianalogikan dengan kekuatannya untuk ikut berlari marathon. Menyenangkannya, cerita di segmen ini juga disajikan dengan narasi yang cukup lucu, yang membuat audiens ikut menyelamai perjalanan dua karakter ini. Kalau boleh jujur, tak ada yang istimewa dari akting karakter lelakinya, tetapi justru karakter perempuanlah yang tampil begitu istimewa. At the end, Seven Something menyajikan rangkaian cerita yang cukup fresh, bahkan untuk takaran film Thailand sendiri. A very nice movie for you, asian movie lover!

If you want to run, just run 1 km. But if you want to make a differences, just do marathon  [ Nameless guy at Segmenr 42.195 ]

Do You Know?
Seven Something, sesuai judulnya, memang mengandung begitu banyak unsur 7 (tujuh) dalam story plot-nya dan realitasnya, film ini adalah hadiah ulang tahun berdirinya rumah produksi GTH, yang telah berusia 7 tahun
Sebelum film diputar, salah seorang pemerannya, Nichkhun mengirimkan pesan kepada para fans-nya di Indonesia, it’s enough funny for me because I never see any Hollywood actors and actress did that

My Rate
3 stars. Seven Something is a nice Thailand romantic comedy movie,  with beautiful ensembles cast and modern story plot which has a great resemblance with Indonesia’s life.  Between those 3 segment, I loved the last segment more than two previous segments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s