The Avengers

The Plot
sekumpulan manusia/mahluk super ajaib –Iron Man, Thor, Captain America, Hulk, Black Widow and Hawkeye– dikumpulkan Nick Furry pemimpin S.H.I.E.L.D untuk menyelamatkan bumi.

The Comment
The Avengers (2012) jelas menjadi salah satu film blockbuster paling ditunggu setidaknya selama dua tahun ini. Bagaimana tidak, buzz seputar film dimana para superheroes buatan Marvel ini berkumpul bahkan sudah hadir lewat film-film perorangan para superheroes yang akan terlibat dalam mega proyek The Avengers. Ya, clue-clue cikal bakal hadirnya The Avengers sudah tersebar melalui Incredible Hulk (2008), Iron Man 2 (2010), Thor (2011) dan Captain America: The First Avenger (2011). Sayangnya, spectacleship dalam The Avengers yang begitu ‘wah’ harus rela kekurangan satu selebriti, si manusia laba-laba Spiderman yang tidak bisa ikut arisan para jagoan Marvel kali ini dan lebih memilih hadir dengan film perorangannya pada musim panas tahun ini. Dengan kekurangan si manusia laba-laba, apakah The Avengers tetap bisa tampil megah dan berhasil memuaskan fanboy maupun penikmat film biasa seperti movietard? And the answer is, IT WAS!!

Menilik story plot-nya, The Avengers sebetulnya memiliki premis yang begitu sederhana, ini ‘cuma’ cerita tentang bagaimana sekumpulan manusia/alien/monster yang selama ini menjadi the other bersama-sama menyelamatkan bumi *well, New York in this case*, dari tangan mahluk planet Asgard yang menganggap dirinya dewa, Loki (Tom Hiddleston). Yes, it’s just about the good vs. the bad, tanpa perlu menjadi ahli nujum, anda semua sudah tahu bagaimana cerita ini akan berakhir. Tetapi, The Avengers beruntung ditangani oleh orang yang tepat, director Joss Whedon, Whedon, yang juga  menulis skrip The Avengers sangat mengerti bagaimana menerjemahkan dunia komik ke layar lebar. Dan Whedon sukses menyajikan sebuah cerita aksi yang menyenangkan with all those good humor and good characterization. Walaupun Whedon tidak seberani Nolan yang membuat series Batman dengan begitu subtil, tetapi, Whedon berhasil menyajikan kisah pembuka dari mega franchise The Avengers yang sangat layak.

Sangat layak karena The Avengers memenuhi semua syarat akan film blockbuster yang bagus. Ya, Whedon menggarap The Avengers dengan begitu rapi dengan pacing yang tepat dan penuh adegan aksi yang keren. But hey, as I wrote before, I love The Avengers’s characterization and humor, and those are better than its action. Jujur, dibanding adegan aksi pada paruh sepertiga belakang film yang memiliki kemiripan dengan Transformer 3:Dark of The Moon dimana New York luluh lantak akibat giant’s steel creatures, movietard justru jatuh cinta dengan bagaimana Whedon bersenang-senang dalam membuat karakterisasi para superheroes dalam The Avengers. Whedon sukses membuat kesemua karakter superheroes memiliki fondasi yang cukup kuat –hal yang selama ini selalu diabaikan pada film-film bergenre aksi-. Whedon menggambarkan karakterisasi para punggawa The Avengers dengan begitu jelas, membuat audiens bisa melihat Starks akan selalu menjadi si bad guy, Rogers is a sweet one, Thor is the Jock dan si laki-laki pemalu adalah Banner.

Selain karakterisasi yang kuat, kekuatan The Avengers terletak pada chemistry para aktor-aktornya. Movietard sangat suka melihat interaksi antara Rogers yang patriotik dihadapkan dengan Starks yang snob, hubungan yang penuh pengertian *bromance detected* antara Starks dan Banner, family issues antara Thor dan Loki, hingga begitu jelasnya unresolved sexual tension antara Black Widow dan Hawkeye. Anyway, chemistry yang mengalir dengan begitu lucu juga terjadi ketika Agent Phill Coulson *I love Coulson the fangirl! He’s so adorable and likable. Especially when he was with The Captain, he’s like the ultimate fangirl!* atau lihat bagaimana Thor yang kaku selalu diledek oleh Starks, atau… ketika Loki berniat menceramahi Hulk, yang berakhir dengan hasil tak terduga dan mengundang tawa audiens. Ah, The Avengers menyuguhkan banyak sekali scenes comical yang mengalir apa adanya tanpa harus membuat para karakternya tampil slapstick. Yes, I can’t remember any specific of those funny moments because there were so many, membuat movietard begitu menikmati setiap detiknya untuk tertawa.

Karakterisasi yang dibuat Whedon nyatanya mampu diterjemahkan dengan baik oleh ensemble cast The Avengers. Ketika nama Downey Jr hadir, it seems he’ll takeover this movie by himself but hey, walaupun Downey Jr tetap tampil kocak mengganggu seperti perannya dalam Iron Man dan Sherlock Holmes, justru, movietard dibuat jatuh hati dengan Mark Ruffalo. Ketika tahu Edward Norton sempat melakukan negosiasi untuk peran Banner/Hulk tetapi gagal sehingga ia digantikan Mark Ruffalo. Honestly, I’m part of the haters who got mad when Norton is outcasted for the first. But after saw The Avengers, I’m impressed with Ruffalo’s performance. Ruffalo did pretty well as Banner/Hulk, he smashes my heart even when he’s become a giant green monster, he’s still adorable no? Remember when he punched Thor after they fight the worm thing? I would be up for his own movie…Yes, sexually, I kind of attracted to Bruce Banner. Selain Ruffalo, Hemsworth juga tampil begitu lucu, I always get LOL-ing when Thor came on screen, I mean how wouldn’t? Johansson tampil menyakinkan sebagai heroine yang cantik, aura maskulin yang membuat fangirl bersorak juga berhasil ditampilkan dengan baik Renner, dan pastinya, I love Gregg as agent Coulson! In my opinion, all those actors did such amazing performances of their characters.

Oops, I just wrote this review like a fangirl’s note, no? Well, back to the movie, in my opinion, The Avengers berhasil tampil bukan hanya sebagai film superheroes yang penuh aksi memukau saja tetapi juga memiliki kekuatan dari segi akting dan chemistry yang baik. I’m not really into action movies, but The Avengers was tooooo good. Simpel, ini adalah salah satu film superheroes terbaik keluaran Marvel yang pernah dibuat, Whedon berhasil melebarkan apa yang selama ini gagal dibuat dalam film-film superheroes dengan ensemble cast, menampilkan konflik yang mengalir dengan believable tanpa memunculkan perang berbagi layar antara karakternya. In conclusion, The Avengers menjadi pembuktian Whedon  untuk masuk kedalam lingkaran sutradara ‘berisi’ yang membuat film superheroes menjadi penting, berjejer bersama dengan Sam Raimi (Spiderman), Byan Singer (X-Men) dan Christopher Nolan (Batman), menghembuskan nafas baru bahwa kalau digarap dengan serius, film-film superheroes tidak hanya bisa tampil menghibur tetapi juga berkelas, It’s definitely a well-crafted movie!

I gotta say, it’s an honour to meet you, officially. I sort of met you, I mean, I watched you while you were sleeping. I mean, I was, I was present while you were unconscious, from the ice. You know it’s really just a, just a huge honour to have you on board [Agent Phil Coulson]

Do You Know?
Sebelum menonton The Avengers, perkaya referensi anda dengan menonton Thor (2011) dan Captain America: The First Avenger (2011) karena story plot film ini terkait dengan kekuatan energi Tesseract yang diceritakan dalam dua film tersebut.
The Avengers memecahkan rekor pembukaan weekend terbesar dengan penghasilan $200.3 juta dollar, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Harry Potter: Deathly Hallows Part 2, just make a ring-a-bell for sequel!
Menurut director Joss Whedon, The Avengers versi asli memiliki tambahan scene 30 menit yang diharapkan akan keluar pada saat DVD The Avengers dirilis ke pasaran

My Rate
4 stars! The Avengers is a well crafted-entertaining movie. The conflicts, the action, the dialogue with lots humor, and the characterization are perfect. One of my favorite of entertaining movie that I’ll re-watch again! A must see!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s