Mirror Mirror

The Plot
Ini cerita petualang si Putri Snow (Lily Collins) menghadapi Ratu yang kejam, kumpulan kurcaci bandit dan pangeran ganteng yang bodoh.

The Comment
Tarsem Singh is back! Setelah terakhir kali menyapa melalui Immortals (2011)yang cukup berdarah, di tahun 2012 ini, Singh sedikit bersantai dengan menggarap adaptasi dari kisah dongeng sejuta umat yang sudah kita ketahui jalan ceritanya, Snow White and the Seven Dwarfs, melalui film berjudul Mirror Mirror (2012). Berbeda dengan adaptasi kisah dongeng ini sebelumnya, Singh membesut kisah si Putri Snow ini dalam versi yang menonjolkan sisi comedy adventure. Well, setelah dibuat jatuh cinta dengan keindahan adventure dalam The Fall (2006), Movietard berharap Singh juga akan meyajikan adventure yang tak kalah menyenangkan dalam film ini. And voila! Movietard cukup terkejut dengan evolusi yang terjadi dalam story plot-nya, membuat movietard cukup mengernyitkan kening ketika menontonnya. Yang menjadi pertanyaan, apakah Singh berhasil menyajikan petualangan bercitarasa komedi seperti yang ia harapkan?

Ketika film dibuka dengan narasi yang dibawakan oleh si Evil Queen, movietard sudah merasa ada kejanggalan besar dalam story plot Mirror Mirror. Ya, duo scriptwriters Marc Klein dan Jason Keller realitasnya memilih cara tutur yang berbeda dari cerita dongeng yang lazim, yaitu justru melalui si tokoh antagonis, Evil Queen. Kedepannya, kisah generik tentang si Putri yang diusir dari kerajaan oleh ratu yang jahat nyatanya pun dirombak sedemikian rupa. Mirror Mirror memang meninggalkan beberapa poin penting dalam plot asli dari dongeng Grimm Brothers, seperti tidak adanya wake-up kiss karena si Putri-lah yang justru mencium pangeran, perubahan karakterisasi kawanan kurcaci yang dalam film ini menjadi kawanan bandit yang terbuang, kehadiran cermin ajaib dalam bentuk cermin portal yang menjadi suara hati si Evil Queen hingga yang paling membuat movietard tertawa adalah  si Putri dan Evil Queen sama-sama menyukai pangeran tampan bodoh yang entah dengan alasan apa datang ke kerajaan mereka.

Sayangnya, Mirror Mirror tak sempurna secara narasi, yaitu alih-alih membuat kita merasa dekat dengan si tokoh protagonis, si putri Snow malah tampil berjarak dengan audiens. Si Putri Snow memang manis tetapi don’t you think she’s just too sweet?  Di awal film, movietard benar-benar bosan melihat karakter si Putri yang bodoh ini. Untungnya, perubahan pada diri sang putri terjadi ketika si Putri Snow keluar dari istana dan mulai berinteraksi dengan kawanan kurcaci bandit yang melahirkan beberapa cute interaction antara mereka. Tetapi jujur, si Putri Snow disini tampil seolah hanya sebagai sidekick. Well, movietard menyalahkan penggarapan naskah yang kurang dalam dan cast yang kurang tepat, dimana sepanjang film, audiences hanya akan melihat Collins tampil seolah meneguk obat kebahagiaan karena yang ia kerjakan adalah tersenyum-senyum saja. Padahal, Collins berhadapan dengan Julia Roberts sebagai Evil Queen justru memiliki charisma begitu kuat. Akibatnya adalah, si Putri Snow justru tenggelam ketika seharusnya ia tampil sebagai heroine dalam kisah ini.

But hey, there are also some things that I love at Mirror Mirror. The cast is fine. Ya, Julia Roberts tetap tampil menawan. Kapan lagi anda bisa melihat Roberts bermain ‘menyebalkan’ tetapi cute? She’s still the star even when she played as the antagonist one. Evil Queen disini pun realitasnya tidak tampil pure villain karena justru dalam beberapa scenes  keinginannya untuk tetap cantik dengan melakukan perawatan kecantikan yang ‘gila’ ataupun passion-nya terhadap pangeran yang jauh lebih muda yang membuat si Evil Queen berusaha memelet pangeran malah menimbulkan kelucuan bagi audiens. Disini, Klein dan Keller tampaknya memang ‘bersenang-senang’ dalam merombak kisah si putri Snow ini, walaupun jujur, Mirror Mirror telah kehilangan elemen dasar bahwa dongeng ditujukan kepada anak-anak karena beberapa selera humor yang disajikan dalam film ini justru mengandung sexual tension jokes yang agak dewasa.

Then, I also love Hammer’s part. Sama seperti Evil Queen, siapa sih yang mampu melepaskan mata dari kegantengan Armie Hammer yang tampil hanya dengan boxer putih paska pakaiannya dicuri kaum kurcaci bandit? He looked so fine, look alike with Ken-doll walaupun yang dilakukan Hammer disini juga sama sia-sianya dengan Collins, ia hadir hanya sebagai pemanis dalam Mirror Mirror tanpa karakterisasi yang kuat, menyedihkan, no?  Ketiga, para kurcaci bandit juga tampil tak kalah lucu walaupun screen-time yang mereka miliki tak banyak dan harus berbagi dengan teman-temannya, tetapi they’re just so adorable. Kurcaci favorit movietard adalah Napoleon yang begitu stylist dalam mendandani si Putri Snow. The last, I love Mirror Mirror’s visualization and costumes. Ya, Singh memang sangat capable dalam menggarap visualisasi kisah-kisah dongeng seperti ini, his imagination is just incredible! Plus, movietard sangat suka melihat parade kostum dalam Mirror Mirror yang begitu indah. Ingat kan dengan yellow-coat Putri Snow ataupun kostum dengan topi-topi unik pada pesta dansa? They’re just too cute, no?

In conclusion, Singh menyajikan Mirror Mirror just as a fine one. Walaupun fantasi yang dihadirkan Klein dan Keller memang cukup berani tetapi toh, Klein dan Keller masih berbaik hati tidak mempermak dongeng ini sepenuhnya, yang membuat Mirror Mirror menjadi ‘serba tanggung’ dari segi penceritaan. Mirror Mirror memang agak out of the box bagi audiens yang mengharapkan kisah dongeng yang tetap setia terhadap asal muasalnya karena film ini cukup kuat menyajikan joke-joke yang mengandung unsur sexual tension, tetapi dibagian lain, sentuhan kegilaan ini tak lagi terlihat dan berubah menjadi like ordinary drama movie. Mungkin Singh memang membuat Mirror Mirror hanya untuk sekedar having fun tanpa memperdulikan kelogisan berpikir seperti ketika si Putri Snow bernyanyi dalam gaya Bollywood. Padahal sesungguhnya, Mirror Mirror dapat menjadi lebih baik, dimana setidaknya Singh dapat dalam menyajikan dongeng komedi postmodern yang jauh lebih cerdas dan maksimal daripada ini.

They’re not wrinkles. They’re just crinkles [The Evil Queen]

Do You Know?
Tarsem Singh sebetulnya tidak suka dengan judul Mirror Mirror, dalam sebuah interview, ia menginginkan judul yang lebih sederhana untuk film ini, Snow
Saoirse Ronan adalah pilihan pertama untuk memerankan karakter Putri Snow, tetapi perbedaan umur yang jauh antara Ronan dengan lawan mainnya Armie Hammer membuat ia terpaksa merelakan peran Snow kepada Collins.
Mirror Mirror adalah film terakhir bagi designer kostum Eiko Ishioka *and those costumes are sooooo cute!*

My Rate
2 stars. Like most of Sings’s movies, Mirror Mirror is beautifully made with its gorgeous visualization. Eventhough the adaptation’s story was not good enough to become a memorable adventure, Roberts’s Evil Queen performance was a good one!

3 thoughts on “Mirror Mirror

  1. “don’t you think she’s just too sweet? ”

    Hmmm… di versi aslinya aslinya, yang membenci Snow White itu ibu kandungnya. Tapi diubah jadi ibu tiri karena terlalu kelam untuk dongeng.

    Saya gak pernah nganggap Snow White itu putri yang lemah dan baik hati. Ingat hukuman apa yg ia berikan ibunya di ending (dongeng)? Ibunya disuruh berdansa pakai sepatu api sampai mati.

    Setuju soal kostum yang spektakuler. Walopun gelar Snow White fav saya persembahkan ke Blanche (Ludwig Revolution) yang manipulatif.

    • Agreed. Dongeng” original Grimm memang lebih kejam dibanding versi modern sekarang ini.
      Dan seharusnya Putri Snow memang lebih tough, tetapi seperti yang sudah saya tulis, penggarapan karakter yang kurang dalam dan cast yang kurang tepat membuat Putri Snow yang diperankan Lily Collins terlihat begitu manis😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s