21 Jump Street

The Plot
Morton Schmidt (Jonah Hill) dan Greg Jenko (Channing Tatum) adalah polisi yang bergabung dengan unit penyamaran 21 Jump Street, dan ini petualangan mereka back to school untuk menyelidiki peredaran narkoba.

The Comment
Di Hollywood, 21 Jump Street adalah tiga kata yang begitu terkenal. Ya, 21 Jump Street adalah nama serial televisi yang menjadi titik awal perjalanan salah satu aktor besar Hollywood, Johnny Depp. Serial televisi ini dulu diputar selama kurang lebih 4 season pada akhir dekade 80-an sampai 90 awal. Jujur, movietard sendiri belum pernah menontonnya sama sekali sehingga sekarang termasuk part of virgin audiences yang menonton adaptasi serial tersebut ke layar lebar, 21 Jump Street (2012). 21 Jump Street versi layar lebar sendiri mengusung Tatum dan Hill menjadi main actor-nya. Melihat dua nama tersebut movietard sebetulnya membayangnya film aksi kelas B dengan eksekusi yang biasa saja. Tetapi, review positif yang beredar dalam lini masa twitter pada pemutaran premiere 21 Jump Street di Jakarta membuat ekpektasi movietard meninggi, banyak yang berkomentar film ini ‘lucu’ dan ‘gokil’. So, I watched it and yes, it’s a very fun-buddy-cop comedy movie!

21 Jump Street dibuka dengan flashback pada saat masa sekolah, memperlihatkan karakter Schmidt yang pintar tapi nerd dan Jenko si bodoh yang populer. Adegan singkat tersebut berlanjut dengan pertemuan mereka kembali di akademi polisi. Sadar akan kekurangannya masing-masing, keduanya justru berteman baik sampai benar-benar ‘lulus’ menjadi polisi. Masalah datang ketika dalam penangkapan bandar mariyuana, Jenko bertindak ceroboh yang membuat keduanya dikirim ke unit baru, unit peyamaran 21 Jump Street. Tugas pertama mereka adalah menyelidiki peredaran drugs baru yang bentuknya mirip alat kontrasepsi, HFS. Penyelidikan ini toh tak mudah karena diwarnai gegar budaya Jenko dan Schmidt kembali ke masa sekolah yang diperparah dengan adanya pertukaran strata, membuat Schmidt menikmati peran barunya sebagai si populer sementara Jenko yang dahulu atlet sekolah harus berhadapan dengan dunia para kaum nerd pecinta chemistry. Pergolakan perubahan peran tersebut realitasnya mewarnai pertemanan dan usaha penyelidikan mereka kedepannya.

Rasanya, movietard harus meminta maaf karena menganggap remeh Jonah Hill. Hill, selain menjadi karakter utamanya, juga menulis skrip 21 Jump Street bersama dengan Michael Bacall. And suprsingly, Bacall dan Hill menyajikan cita rasa yang begitu segar dalam film ini. 21 Jump Street jelas bukan sarana nostalgia terhadap serial televisinya *walaupun ada wtf-moment yang berhubungan dengan cameo dari serial televisinya*, tetapi 21 Jump Street is a new fresh taste with the same package’s name. Bacall dan Hill kelihatan sekali begitu fasih dalam mengobservasi dunia high school saat ini dengan menyajikan banyak referensial yang satir seperti dengan peran penting You Tube dalam kehidupan remaja yang memang suka sharing apapun atau seperti saat karakter Jenko protes akan Glee. Sama seperti ketika Tina Fey menulis Mean Girls (2004) yang begitu lucu dan witty karena benar-benar ‘memahami’ dunia sekolah, Bacall dan Hill juga melakukan yang sama melalui 21 Jump Street, only it’s funnier and wittier dan penuh dengan humor-humor yang berisi kosa kata vulgar, f and p-words.

Story plot 21 Jump Street yang biasa saja digarap duo director Phil Lord dan Chris Miller cukup baik. Lord dan Miller tampaknya memang lebih fokus dalam mengaduk perut audiens dibanding menyajikan rentetan adegan aksi yang breath-taking. Untungnya, Lord dan Miller didukung oleh casts yang bermain begitu lepas, it seem they really have a great time in this movie. Siapa sangka Tatum yang ototnya begitu besar nyatanya mampu tampil bodoh *Oh well, tampangnya Tatum memang sudah cukup kelihatan bodoh sih sepanjang film*. No, I mean, Tatum mampu mengimbangi Hill yang memang a truly comedian. Interaksi keduanya, yang walaupun mengandung banyak humor terkait penis, tampak begitu natural dan cute di mata movietard. They have cute-comedic chemistry very well!  Selain itu, 21 Jump Street juga diramaikan dengan kehadiran Kapten pemarah yang diperankan Ice Cube dan siswa pintar yang menjadi pengedar yang tak lain adalah adik James Franco, Dave Franco yang tampil cakep dan juga tak kalah lucu di film ini.

In my opinion, bintang dalam 21 Jump Street adalah Hill yang memerankan Schmidt dengan begitu funny adorable. Lihat bagaimana kepolosan  Schmidt berdoa kepada Korean’s Jesus.  Ya, Hill berhasil memanfaatkan secara maksimal jiwa komedian yang ia punya dalam setiap scenes-nya, dan hebatnya, Hill bisa menjaga penampilannya dalam 21 Jump Street untuk tidak over the top dengan slapstick yang norak. Yang membuat tambah menyenangkan, Hill dan Bacall berhasil menyajikan fondasi yang kuat dari segi penceritaan 21 Jump Street. Movietard sangat suka terhadap perubahan karakter Schmidt dan Jenko yang terasa begitu hidup tanpa terkesan menggurui, menyampaikan poin terpenting dalam kehidupan dua polisi muda ini, bahwa kembali ke sekolah yang awalnya dianggap Schmidt sebagai momok menakutkan nyata justru melahirkan makna baru, sekolah bukan tempat belajar melainkan proses belajar itu sendiri, yang menyadarkan mereka berdua tentang arti dari ‘teammate’ sebenarnya.

At the end, 21 Jump Street memang menjanjikan sesuatu yang berbeda dengan premis awal, alih-alih menjadi film aksi polisi dalam menghadapi agen narkoba, cita rasa buddy comedy yang dibawakan oleh Tatum dan Hill justru bersinar begitu kuat dibanding plot utamanya. Walaupun 21 Jump Street sebetulnya hanya melakukan pengulangan terhadap formula komedi slapstick yang ada, tetapi Bacall dan Hill sangat fasih dalam mengemas joke-joke yang ada dalam sebuah skrip yang begitu lucu with satirical-smart-vulgar dialogues. In my opinion, 21 Jump Street adalah sebuah film ‘lama’ yang menyodorkan cita rasa komedi super konyol dengan satirisme lifestyle dunia high school zaman sekarang. Apalagi, seperti yang telah movietard tulis sebelumnya, film ini juga dengan didukung oleh kumpulan aktor yang pas dan terlihat sekali sangat bersenang-senang di dalamnya. A highly recommended for everyone who needs to get laugh.

We’re like, in the end of “Die Hard” right now, only it’s our actual life! [Schmidt]

Do You Know?
Channing Tatum sempat ragu mengambil peran sebagai officer Jenko. Ia baru mengambilnya setelah melewatkan dua kali dan diyakinkan oleh Hill.
Hill kehilangan berat badan sebanyak 20 kg dikarenakan dalam perannya sebagai police officer, ia dan Tatum melakukan banyak latihan fisik.
Kesuksesan 21 Jump Street membuat Sony Picture mengumukan adanya sekuel berjudul 21 Jump Street: The Second Jump yang juga akan menghadirkan duo Tatum-Hill. The great thing is, duo Hill-Bacall akan kembali menulisnya skripnya. Yay!

My Rate
3 stars. 21 Jump Street was one of funny and witty comedy for this year. All the jokes, even though sometimes it’s R-rated vulgar jokes, keeps coming and made us laugh. Anyway, Hill’s superb performance and great writing deserved one star.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s