Tinker Tailor Soldier Spy

The Plot
Ini adalah petualangan George Smiley (Gary Oldman), seorang pensiunan british intelligence yang diminta untuk menyelidiki keberadaan agen ganda dalam dinas rahasia Inggris tersebut.

The Comment
Tinker Tailor Soldier Spy (2011) sebetulnya bisa saja terlewatkan oleh movietard, but hey, everyone needs to see it since it’s the movie that gave the most talented British Actor, Mr. Oldman his 1st best actor nominee at Academy Award *Holly shit, where have you been for so long, academy awards committee?*. Kisah Tinker Tailor Soldier Spy sendiri diadaptasi dari novel berjudul sama karangan John le Carre yang menceritakan tentang kehidupan seorang mata-mata Inggris di masa perang dingin, George Smiley. Yes, Smiley is a spy, just like Bond, but the question which usually come, is this movie going to be like James Bond’s movies? Absolutely, it’s not a Bond type movie. Main character dalam Tinker Tailor Soldier Spy adalah seorang mantan agen yang menjalani kehidupan masa tuanya dengan tenang, Smiley yang diperankan Oldman. Oldman sendiri jelas sudah terlalu tua untuk berjibaku dengan musuh layaknya Bond yang diperankan Craig. Tetapi tenang saja, anda tetap akan melihat Smiley bertarung, hanya saja bukan bukan dengan fisik, tetapi dengan kemampuan nalar dan interogasi Smiley yang menakjubkan.

Naskah yang ditulis Bridget O’ Connor dan Peter Straughan mengajak audiens memasuki dunia spionase Inggris pada dekade 70-an yang suram melalui potret British Intelligence bernama ‘The Circus’. Entry point dalam story plot Tinker Tailor Soldier Spy dimulai ketika pimpinan The Circus mencurigai salah satu dari 5 orang mata-mata terbaiknya, yaitu  Alleline (Tinker), Haydon (Tailor), Bland (Soldier), Esterhase (poorman)  dan Smiley sendiri sebagai agen ganda yang bekerja untuk Uni Soviet. Sayangnya, hal ini tak terungkap seiring dengan kegagalan sebuah misi di Hungaria yang membuat The Circus memasuki babak baru paska kematian si pemimpin dan pemberhentian Smiley. But wait, Smiley bersama timnya, Peter (Benedict Cumberbatch) dan Jerry (Stephen Graham) kembali memasuki jaring-jaring The Circus untuk menemukan siapakah agen ganda yang disisipkan mata-mata handal Soviet, Karla, dalam jajaran eksekutif di British Intelligence tersebut.

Tinker Tailor Soldier Spy is definitely a part of Europe movie, where words speak louder than action. Digarap oleh director asal Swedia Tomas Alfredson, Alfredson tak mau memanjakan audiens dengan aksi-aksi bersenjata hebat dan parade gadget-gadget  yang biasanya disajikan film-film spionase khas Hollywood. Tinker Tailor Soldier Spy justru tampil dengan begitu tradisional, yang menonjolkan kekuatan indepth interview dengan para saksi kunci, kumpulan arsip fisik ataupun pesan kode yang dikirim via telegram. Gaya penyutradaraan Alfredson yang cenderung melakukan shoot jarak dekat terhadap objek-objek benda mati seperti tas, bidak catur, berkas arsip yang diangkut dalam lift barang seolah menjadi penguat citarasa tradisional khas Inggris dalam film spionase ini. In my opinion, kehadiran objek-objek mengembalikan kita kepada realitas bahwa mata-mata bukanlah pekerjaan uber-cool dengan pistol dan baju yang glamor, melainkan pekerjaan serius di balik meja yang menuntut kecerdasan dalam membaca fakta dari berkas-berkas yang ada.

Kesan drama berat dengan pace yang lambat diperkuat Alfredson yang membuka film ini dengan sebuah close-up shoot yang lama terhadap pemandangan kota Inggris yang suram. Ditambah lagi, audiens pun harus dihadapkan dengan alur maju mundur antara past dan present yang membuat struktur cerita menjadi lebih rumit. But wait, realitasnya, hal ini tidak Tinker Tailor Soldier Spy menjadi membosankan karena movietard toh tidak tertidur sama sekali ketika menontonnya. Duo scriptwriter O’ Connor dan Straughan berhasil membuat audiens tetap setia mengikuti petualang Smiley, dimana setiap kali menit bertambah, selembar demi selembar informasi-informasi penting mengenai identitas agen ganda dipaparkan. Melalui alur maju mundur tersebut, O’ Connor dan Straughan mengijinkan audiens mengambil peran detektif layaknya Smiley dalam melakukan investigasi melalui wawancara dengan sesama koleganya dalam The Circus.

Walaupun menonton Tinker Tailor Soldier Spy membutuhkan kemampuan dan konsentrasi tinggi audiens untuk menangkap setiap detil cerita yang berlapis tersebut, toh movietard sangat menyukai story plot-nya. Dalam balutan nuansa Inggris zaman dulu, intrik–intrik integritas, loyalitas dan persahabatan ditampilkan dengan halus dalam Tinker Tailor Soldier Spy, dimana lagi-lagi film ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa dalam instansi pemerintah apapun dan pada masa apapun, kepentingan pribadi individu dan kelompok akan lebih diutamakan daripada kepentingan pemerintah. Jadi, ketika Alfredson membawa kita pada ending petualang Smiley dengan sebuah jawaban yang tampak sempurna, yang tersisa adalah sebuah ironi karena in real life, equilibrium semacam ini tidak akan terjadi.

What I do love more about this movie? The actors! Tinker Tailor Soldier Spy adalah film yang didominasi oleh para aktor papan atas Inggris. Performance yang kuat dan luar biasa memang diberikan Oldman, tetapi ia didukung oleh ensemble casts yang tak main-main. Seolah mengukuhkan betapa terhormatnya Oldman, si penerima Best Actor tahun lalu, Firth rela menjadi pendukung di film ini bersama dengan Hinds, Cumberbatch, Hardy *Whoa, another Hardy’s movie in a month after This Means War*, Strong dan Hurt. Para ensemble casts tersebut memberikan bangunan karakter yang kuat dengan kapasitasnya masing-masing. In conclusion, walaupun Tinker Tailor Soldier Spy tidak menampilkan sama sekali adegan aksi yang bombatis, it’s a great spy-movie drama which Hollywood don’t make this movie these day because it’s not everyone’s a cup of tea. Penggarapan yang rapi dari Alfredson dan dukungan akting solid dari Oldman dan kawan-kawan membuat Tinker Tailor Soldier Spy worth to watch.

We are not so very different, you and I. We’ve both spent our lives looking for the weaknesses in one another [George Smiley]

Do You Know?
Film  Tinker Tailor Soldier Spy diadaptasi dari novel berjudul sama karangan John Le Carre yang terbit pada tahun 1974. Le Carre (dikenal juga sebagai David Cornwell) adalah mantan pekerja intelijen di dinas rahasia Inggris, MI5 dan M16 pada dekade 50 dan 60-an
Sebelum peran Ricky Tarr diperankan Tom Hardy, nama Michael Fassbender telah masuk tetapi ia mengalami konflik jadwal syuting dengan X-Men: First Class.
Gary Oldman ditawarkan untuk mengenakan wig rambut berwarna abu-abu, tetapi ia menolaknya dan lebih memilih untuk mem-bleaching rambutnya sehingga mendapakan persona diri setengah baya yang lebih natural

My Rate
3,5 stars. Tinker Tailor Soldier Spy is a classic seventies-espionage drama which has complex story and visually stunning. The fabulous performance by it ensemble casts, and mostly Mr. Oldman deserved another stars. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s