This Means War

The Plot
Tuck (Tom Hardy) dan FDR (Chris Pine) adalah agen CIA yang bersahabat dekat, dan ini cerita mereka melawan penjahat dan juga persaingan mereka memperebutkan Lauren (Reese Witherspoon).

The Comment
Movietard sempat bingung memilih untuk menonton This Means War (2012) atau The Vow (2012). Tetapi, coworker yang sudah menonton keduanya merekomendasikan This Means War yang menurutnya lebih lucu dibanding The Vow. Melihat premisnya, This Means War memang akan tampil menghibur dengan mengusung cita rasa romanticcomedy berbalut action. A mixed genre seperti ini pernah ditampilkan juga dalam Knight & Day (2010), dan tampaknya menjadi pilihan aman bagi para produser Hollywood karena it’s a win-win solution bagi pasangan yang datang ke bioskop. Kaum lelaki akan terhibur dengan adegan aksi yang cukup seru dan kaum perempuan akan menyukai romantisme di dalamnya. Yang menjadi pertanyaan, apakah This Means War sukses menghasilkan hiburan yang memuaskan bagi seluruh pihak?

This Means War realitasnya menyajikan story plot dengan formula romantic comedy. Duo scriptwriter Timothy Dowling dan Simon Kinberg mengolah main plot berupa urusan relationship antara perempuan dan laki-laki di usia 30-an di kota metropolitan, dimana Lauren yang patah hati didaftarkan temannya untuk mencari jodoh di situs dating online, tempat dimana ia ‘bertemu’ si british guy, Tuck yang telah bercerai dan memiliki satu putra. Lauren dan Tuck berkencan di dunia nyata, dan seharusnya, cerita ini berakhir bahagia. But wait, rekan kerja Tuck, FDR yang tampan, hedonis dan narsis luar biasa ternyata juga tak sengaja bertemu dengan Lauren, dan ia juga menyukai Lauren. Yang terjadi selanjutnya, keduanya memutuskan untuk bersaing mendapatkan Lauren, yang membuat Lauren kebingungan untuk memilih diantara mereka berdua tanpa tahu kalau keduanya berteman. It sound so familiar like a romantic comedy-generic formula, no?

Tetapi, This Means War memiliki nilai plus dibanding rom-com biasa. Disutradarai McG yang memang ahli dalam membuat film adventure penuh aksi seperti yang telah ia lakukan melalui re-boot Charlie’s Angels (2000), This Means War tampil penuh aksi layaknya dua film tersebut. Ya, Dowling dan Kinberg tahu caranya memanjakan kaum laki-laki dengan membalut komedi romantis ini dengan side-plot aksi, yaitu dengan menjadikan karakter Tuck dan FDR sebagai agen CIA. Membuat This Means War menyajikan begitu banyak adegan aksi seru, yang melibatkan penggunaan senjata, gadget-gadget canggih di markas CIA, balapan mobil, perkelahian tangan kosong, aksi pengintaian yang cute, hingga aksi sabotase terhadap acara kencan lawan *all those opening scene was so amazing, no? Reminded me with some of James Bond’s movie*. Walaupun terdengar begitu jantan, tetapi audiens perempuan tetap akan menyukai sideplot tersebut, karena alih-alih menyajikan pertarungan keras, pertarungan yang ditampilkan Tuck dan FDR justru memang dibuat begitu komikal untuk mengundang tawa audiens.

Sayangnya, cita rasa komedi yang begitu dijaga dalam This Means War sedikit menjadi bumerang. Terlalu asyik menggarap rangkaian plot komikal justru membuat karakter Lauren seolah tenggelam. Pencarian ‘the one’ melalui rangkaian adegan curhat dengan sahabatnya, Trish, ataupun kencan-kencan yang dilalui Lauren bersama kedua lelaki tersebut terlihat kurang tulus karena pada akhirnya, Lauren selalu dihadapkan dengan huru hara yang diakibatkan dua laki-laki tersebut. Selain itu, plot garapan Dowling dan Kinberg memiliki holes dibeberapa bagian seperti betapa mudahnya pertarungan Tuck dan FDR dengan Heinrich ataupun bagaimana seorang british guy bisa menjadi anggota CIA. Tetapi, untuk urusan plot percintaan, Dowling dan Kinberg menggarapnya dengan baik karena sukses membuat movietard terkecoh dengan siapa yang akan dipilih Lauren pada akhir cerita. Ya, movietard yang biasanya bisa menebak siapa yang akan menjadi couple di akhir cerita, dibuat cukup bingung karena kedua laki-laki tersebut memang memiliki kualitas sangat oke yang membuat everygirl wants them to be her boyfriend, made me couldn’t choose just one of them, I want them both! *eeeaaaa*

Para main actors-nya pun menampilkan akting yang solid. Witherspoon –diusianya yang sudah tidak muda- tetap memiliki aura irresistible yang kuat, I guess she’s everyone loveable actress, no?  Sementara untuk karakter dua laki-laki yang menemani Witherspoon, FDR diperankan oleh Pine yang look so totally fine dan si British hunk berbibir seseksi Angelina Jolie, Tom Hardy sebagai Tuck. Kehadiran Pine dan Hardy jelas sangat memanjakan mata audiens perempuan, selain ketampanan mereka, movietard sangat menyukai bromance-tension antara mereka berdua. Ya, ada cita rasa buddy movie yang kental dalam This Means War, ketika karakter Tuck yang kaku ditabrakan dengan FDR yang womanizer, hasilnya adalah sebuah persahabatan erat yang dimata Lauren seperti the new Lennon-McCartney. Bahkan, ketika akhirnya Tuck dan FRD bertengkar dan saling cemburu memperebutkan Lauren, perang urat syaraf antara mereka berdua itu justru terlihat begitu cute.

This Means War mengajak audiens melihat akhir perjalanan Lauren to find her true love, tetapi, dengan banyaknya hura hara yang dihadirkan melalui karakter Tuck dan FDR, perjalanan cinta Lauren tidak tampil klise melainkan begitu menarik dengan banyak aksi kedua jagoan cinta yang tentunya mengundang tawa audiens. Seolah belum cukup, audiens –mostly perempuan- pun dibuat senang dengan bagaimana Pine dan Hardy tampil charming in their own way. Ya, Pine dan Hardy tampaknya memang menjadikan This Means War sarana bersenang-senang mereka sebelum melangkah ke film blockbuster yang menguras fisik dan emosi mereka. Lepas dari kekurangan minor yang sudah dituliskan movietard sebelumnya, This Means War sangat asyik dinikmati karena McG sukses menyajikan sebuah romantic comedy dengan fast-pace action yang menyenangkan. It’s a fun and entertaining movie that I’d watch it again someday.

Don’t choose the better man, choose the man who makes you a better woman [Trish]

Do You Know?
This Means War awalnya mendapat rating R dikarenakan terdapat beberapa sexual content didalamnya, tetapi MPAA kemudiannya mengubahnya menjadi PG-13
Sebelum Hardy dan Pine bergabung, nama-nama seperti Bradley Cooper dan James Franco sempat ditawari peran tetapi mereka menolaknya

My Rate
3 stars. With its mixed genre, This Means War became (unexpectedly) good movie which made me laugh aloud because of its comical scenes. And Pine and Hardy was another pure enjoyment to watch and…  fantasize #justsaying

2 thoughts on “This Means War

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s