Chronicle

The Plot
Paska menyentuh sebuah batu di dalam gua, tiga orang remaja laki-laki mendapat ‘berkah’ berupa kemampuan telekinesis, dan ini cerita mereka.

The Comment
Movietard menonton Chronicle (2012) tanpa mendapat referensi sedikitpun mengenai isi film ini terlebih dahulu lewat lembar IMDB dan sebagainya. I was watching the trailer when I watched The Iron Lady one week before, and Chronicle seemed enough cool, terutama ketika melihat adegan mobil dipulir hanya dengan kekuatan pikiran oleh seorang remaja laki-laki. And how about the result? Without a doubt, I recommended this low budget superheroes sciencefiction movie as a must see! Honestly, di tahun 2012 ini, Chronicle menjadi film pertama yang membuat movietard merasakan kembali hype serunya menonton di bioskop sambil menjerit.

Chronicle datang dengan premis sederhana, bercerita tentang tiga anak muda yang tidak sengaja memiliki kemampuan telekinesis. Konflik dihadirkan oleh scriptwriter Max Landis dengan menciptakan tiga karakter utama yang berbeda untuk disatukan dalam keadaan tersebut, ada Andrew (Dane DeHaan) si penyendiri yang kerap kali di-bully dan lebih sukamelihat dunia dari balik lensa handycam, Matt (Alex Russell), saudara sepupu Andrew yang pintar dan gemar mengutip kata-kata filsuf dan Steve  (Michael B. Jordan) si populer yang pandai bersilat lidah. Tentunya, audiens diajak melihat interaksi dan keseharian mereka setelah memiliki kekuatan baru yang ubercool itu.

Apalagi, Landis membalut cerita petualangan ketiganya dalam Chronicle menjadi fun adventure yang tentunya membuat banyak remaja iri. Siapa sih yang tidak akan iri melihat ketiga remaja tersebut bisa menggerakan apa saja yang mereka mau, terbang di udara, bermain baseball di antara awan-awan, hingga mampu memindahkan mobil di tempat parkir? It seemed so cool, no? Nilai plus lainnya, alih-alih menghadirkan karakter yang try so hard to be a real hero, para remaja di Chronicle justru tampil apa adanya dan hanya berniat menggunakan kekuatannya untuk hal-hal yang tidak serius. Masalah baru datang ketika Andrew mulai melewati batas dan menggunakan kemampuan telekinesis untuk melukai orang-orang disekelilingnya, termasuk dua sahabatnya sendiri.

Berbeda dengan film-film superheroes lain *could we describe those telekinetic-power as part of superheroes, no?*, Chronicle hadir sedikit berbeda dari segi eksekusi. Awalnya, movietard belum terbiasa dengan format Chronicle yang seolah menggunakan hand-held camera hasil rekaman orang pertama. Melalui video kamera utama yang tak lain adalah handycam yang dipegang main character Andrew, dan ditambah dengan beberapa handycam lain seperti kepunyaan teman sekolah mereka ataupun kamera di Rumah Sakit, realitasnya Chronicle dieksekusi Trank dengan cukup rapi. Bahkan, Trank memanfaatkan documentary-style ini secara maksimal dalam story plot Chronicle, seperti menghadirkan cliffhanger melalui layar goes black karena kamera Andrew tiba-tiba rusak.

Walaupun seolah berformat found footage, Trank tak lupa menyajikan kesenangan khas ala film superheroes dalam Chronicle, terutama di bagian fighting scene! In my opinion, visualisasi pertarungan di udara antara Andrew dan Matt disajikan dengan stunning layaknya film-film superheroes ber-budget besar. Selain visualisasi tersebut, yang justru membuat movietard jatuh hati dengan Chronicle adalah the story plot itself yang justru banyak menekankan pada sisi drama dibanding adegan aksi. Penulisan skrip yang brilian dilakukan Landis, membuat Chronicle tidak hanya memaparkan cerita ringan tentang betapa asyiknya memiliki kekuatan super, melainkan tampil lebih dalam dengan memaparkan cerita tragedi remaja melalui karakter Andrew.

Format hand-held camera realitasnya juga memudahkan audiens untuk seolah menjadi bagian dari Chronicle. Klimaksnya terdapat pada setengah film kebelakang yang jauh lebih kelam, tepatnya ketika Landis menyodorkan cerita kerapuhan relasi manusia, baik dalam lingkup keluarga, teman sepermainan dan tetangga yang berujung dengan bagaimana Andrew ‘melepaskan’ kekecewaannya terhadap dunia yang dianggapnya tidak bersahabat. At last, Landis dan Tranks membayar kesabaran audiens menjadi mata video kameranya dengan ending yang cukup emosional, yang mengajarkan kepada kita bahwa petualangan di masa muda memang selalu berharga mahal.

I am an Apex Predator. Does the lion feel bad killing the gazelle? Do people feel remorse when they kill a fly? [Andrew Detmer]

Do You Know?
Biaya produksi Chronicle (2012), believe it or not, hanya sebesar USD 15 juta
Gadis berambut pink yang menjadi tertarik pada Andrew di pesta Steve tak lain adalah pacar asli Dane DeHaan si pemeran Andrew
Scriptwriter Max Landis adalah anak sutradara John Landis, yang terkenal dengan film An American Werewolf in London (1981)

My Rate
3,5 stars! Chronicle is definitely an entertaining movie with a well-written story about superhero, science fiction and also mixed with teenage life’s triumphs and tragedies. A must see!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s