Trespass

The Plot
Kyle (Nicolas Cage) dan Sarah (Nicole Kidman) adalah sepasang suami istri yang pada suatu malam, rumahnya didatangi 4 orang pencuri. Dan ini adalah cerita survival mereka.

The Comment
Satu-satunya yang membuat movietard tergerak untuk menonton Trespass (2011) adalah Nicole Kidman. I’ve had wrote about Norton as my favorite actor, but I never write anything about my favorite actress, and voila… it’s her! Yes, I’m a fan of Kidman’s work since Far and Away (1992) until now. But hey, to told you the truth, since I watched The Invasion (2007), I felt there’s something wrong with her, and yes, I talked about the botox. Is it just me, but Kidman now isn’t having any expression while she acted because of the botox? Jujur, rasanya miris melihat Kidman (well, she’s still physically stunning at Trespass) tetapi sangat minim ekpresi, hal yang membuat movietard merindukan kecemerlangannya di To Die For (1995) dan Eyes Wide Shut (1999).

Kembali kepada Trespass, film ini berangkat dengan premis sederhana, bagaimana jika rumah pasangan rich couple di kawasan pinggir kota tiba-tiba di datangi pencuri? But hey, duo scriptwriter Eli Richbourg Karl Gajdusek membalut kisah ini dengan menyajikan twist-twist yang mendasari motif penyerangan kawanan pencuri tersebut maupun motif pertahanan si pemilik rumah dengan alur flashback. Hadirnya twist-twist ini memang diperlukan untuk membuat penonton tetap duduk tenang karena Trespass memiliki setting minim yang hanya disekitar rumah saja. Anyway, Trespass mampu membuat movietard duduk tenang selama kurun waktu 1,5 jam, yang sayangnya, hal ini bukan karena Kidman, tetapi justru Cage yang tampil prima sebagai seorang ayah dan suami yang jago bernegosiasi.

In my opinion, alih-alih menjadi film aksi penyanderaan yang intens, Trespass justru kental dengan nuansa drama. Duo scriptwriter Richbourg dan Gajdusek mencoba mengulik bagaimana sebuah keluarga the have’s yang telah memiliki segalanya, dihadapkan pada keadaan sulit. Ya, lihat ketika Kyle diharuskan memilih untuk membuka brangkas atau membiarkan istrinya meninggal, atau bagaimana ketika Kyle menyuruh istri dan anaknya lari dan meninggalkan dirinya. Movietard menikmati melihat bagaimana usaha keras Cage menyelamatkan keluarganya dari kawanan pencuri tersebut, terutama melalu kepintaran Cage bernegosiasi. Sayangnya, ending Trespass terasa kurang mengigit jika dibandingkan dengan twist-twist yang disajikan sebelumnya.

Sama seperti Kidman yang cantik bagai porselen tetapi minim emosi di film ini, kehadiran Cam Gigandet yang menjadi salah seorang kawanan pencuri juga mencuri perhatian movietard karena wajahnya yang tampan *blushing*. Apalagi, audiens disajikan scence flashback yang melukiskan ketertarikan kedua belah pihak ini. Tetapi toh satu-satunya memorable moment yang disajikan Gigandet di mata movietard adalah ketika ia keluar dari kolam renang saja *wink*. Ya alih-alih menyajikan akting yang menyakinkan sebagai seorang psikopat yang jatuh cinta dengan Sarah, Gigandet masih saja tetap terlihat sebagai si tampan yang waras. Anyway, is it just me, tetapi chemistry antara Gigandet dengan Kidman jauh lebih bagus dibanding dengan Cage dan Kidman.

Trespass disutradai oleh Joel Schumacher, nama besar yang sayangnya, sama seperti Kidman, belum mampu menemukan momentum terbaiknya lagi. Sebelumnya, movietard telah menonton film garapan Schumacher, Twelve (2010) and in my opinion, Trespass jauh lebih bagus dibanding Twelve. As I write before, Trespass menjadi drama keluarga berbalut dengan penyanderaan yang cukup menarik walaupun masih menyajikan kebolongan dalam story plot-nya dan tidak penuh dengan aksi berdarah *Geez, I’m still at iNAFFF mode on, no?*. Ya, dengan skenario yang sudah sangat umum, Trespass realitasnya dieksekusi Schumacher dengan cukup baik, menjadi popcorn movie yang cukup asyik ditonton walaupun bagi movietard, it’s gonna be one of Kidman’s movie that I saw it once, like it, then forget about it later.

Your filthy lust invited them in [Kyle Miller]

Do You Know?
Trespass lagi-lagi menjadi film Kidman yang gagal dipasaran. Dengan budget USD 35 juta, film ini hanya menghasilkan keuntungan USD 25,000, turun dari layar bioskop setelah 10 hari dan keluar versi DVD-nya setelah 18 hari
Produksi Trespass sempat terhenti pada bulan Agustus 2010 ketika Cage tiba-tiba ingin berganti peran menjadi salah seorang pencuri. Tetapi di hari berikutnya, ia kembali mau memerankan karakter Kyle

My Rate
2,5 stars. Trespass is a quite fun survival drama about how a family struggle from a bunch of home invaders. Not really the best work from Kidman and Schumacher, but Cage’s performance was a flawless one.

3 thoughts on “Trespass

  1. haa menurut gue ini film jelek banget lho hahahahha gue juga nntn gara2 nama besar Schumacher, gue dulu nntn Phone Booth-nya Colin Farrel dan mnurut guw itu film terakhir Schumacher yg bagus, sisanya kayak NUmber 23 juga anehh.. oke menurut gw film ini adalah teror perampokan yang aneh ding.. gak ngerti kenapa.. err dan NIcolas cage udah makin drop aja menurut gue.

    • emang untuk ukuran Schumacher film ini masih kurang ‘nendang’ In,
      tapi believe me, it’s so much better dari Twelve yg bikin kita cuma lihat si chace crawford jalan2 di NYC
      anyway, aku cukup suka sama Cage difilm ini, mungkin karena lawan main yg lainnya bener-bener basi aktingnya😀

  2. menurut aku nih film adalah film terjeleknya cage,coz secara aku salah satu penggemar film cage yg rata-rata gooda.but,lumayan lah film ini bisa membuat aku bertahan untuk menonton,coz kecemerlangan akting cage and kidman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s