Super 8

The Plot
Joe Lamb (Joel Courtney) berencana mengisi summer holiday-nya dengan membantu temannya, Charles Kaznyk (Riley Griffiths) membuat film zombie, tetapi, kecelakaan kereta yang melibatkan angkatan udara USA dan alien mengubah segalanya.

The Comment
J.J Abrams is back! Dan anggap saja Super 8 (2011) adalah tribute Abrams terhadap karya Spielberg, E.T. the Extra-Terrestrial (1982) *siapa sih yang mampu membenci E.T. dan penampilan Gertie yang sangat adorable?* dan hey, Spielberg pun ternyata memproduseri film ini. Movietard bertanya-tanya apakah Super 8 menjadi protes kecil Spielberg terhadap dunia sinema yang terlalu memuja teknologi digital dalam menyajikan film anak-anak. Well, I’m definitely a Pixar worshipper, but honestly, beberapa children movies yang justru sangat memorable memang hadir dalam bentuk animasi modern karya Pixar. Nah, Super 8 hadir dengan cita rasa eighties, yang mengingatkan movietard akan one of best children adventure movies, Stand By Me (1986). Jadi, movietard seolah diajak bernostalgia kembali melalui Super 8, sebuah film adventure yang menjadikan karakter anak-anak menjadi ‘heroes’, and is it a good or not?

Ber-setting di tahun 1979, J.J Abrams yang juga menulis story plot-nya langsung mengenalkan audiens dengan tokoh protagonis berusia 14 tahun bernama Joe, dengan penggalan kehidupan Joe dimana empat bulan sebelumnya, ibunya meninggal karena kecelakaan di tempat kerja, ia tak akrab dengan ayahnya yang seorang sherrif, naksir cewek yang lebih tua bernama Alice Dainard (Elle Fanning). Satu-satunya yang menarik bagi Joe adalah, ia dan teman-teman segeng-nya membantu Charles membuat film perburuan zombie, dimana Joe berperan sebagai make-up kordinator. It supposedly stays that simple, tapi kecelakaan kereta api dekat tempat shooting mereka mengubah kehidupan Joe dan teman-temannya, yang memberikan perspektif baru dalam kehidupan Joe sendiri.

Well, that’s the plot, and hey, everyone knows, plot Super 8 tak jauh berbeda dengan main plot  E.T.the Extra-Terrestrial, mengenai kehadiran alien dikota tempat tinggal anak-anak. Honestly, in my opinion, tetap banyak perbedaan yang muncul diantara dua film ini, kalau E.T  berfokus pada hubungan Elliot dengan E.T sendiri yang sangat heartwarming, Super 8 mengambil jarak terhadap karakter Alien dan terfokus pada relasi para anak-anaknya. Bukan hal buruk karena akan membuat kita akan fall in love dengan anak-anak tersebut, tetapi di satu sisi, Super 8 gagal tampil semengharukan E.T  karena kita tidak diajak mengenal karakter alien lebih dekat. Memang ada scene saat alien melakukan kontak dengan telepati dengan Dr. Woodward, tetapi toh, scene saat E.T mencoba mengontak rumahnya jauh lebih touchy.

Selain itu, Super 8 jelas tampil tidak sesederhana E.T. the Extra-Terrestrial, Abrams tampaknya tetap memuja kemajuan teknologi sehingga Super 8 tampil dengan special effect layaknya film-film bertema alien invasion era 2000-an, yang membuatnya tampil terlalu ‘megah’ untuk setting 1979. Lihat bagaimana hebatnya scene train-crashing ataupun pembuatan pesawat melalui benda-benda metal oleh Alien? Di sisi lain, entah kenapa movietard justru agak terganggu dengan kisah Joe yang naksir Alice. Ini membuat Super 8 tampil tidak setulus film anak-anak lainnya, let’s say, seperti Stand By Me. Petualangan yang dialami Joe dan Charles realitasnya mengingatkan movietard dengan petualangan Gordie dan Chris, dan hey, kalau Chris berhasil men-trigger Gordie untuk menjadi penulis lewat dialog yang sangat menyentuh, persahabatan Joe dan Charles kurang terasa dalam karena kehadiran Alice diantara mereka.

Well, rasanya movietard sangat tak adil membandingkan Super 8 dengan kedua masterpiece diatas, jadi mari kita lihat sisi positifnya. Lepas dari banyaknya plot holes yang pasti membuat logika audiens bertanya-tanya, Super 8 is a fun movie. Ya, adventure Joe dan kawan-kawannya pasti akan membuat orang dewasa pun akan iri. In my opinion, Super 8 mengajarkan kepada kita semua tentang keberanian. Dari sebuah proyek iseng pembuatan film zombie yang berakhir dengan petualangan bertemu alien yang mencekam, tokoh anak-anak ini mengajarkan betapa kuatnya ikatan antara mereka sehingga mereka tak ragu untuk menghadapi bahaya demi menyelamatkan temannya, terdengar bodoh tetapi tetap asyik dinikmati bukan? Anyway, movietard justru paling menyukai proses pembuatan film Charles yang tak segan-segan memakai setting asli demi sebuah ‘production value’ dan hey, film pendek tentang perburuan zombie besutan Charles yang hanya menjadi background toh tak kalah dengan Super 8 sendiri, that movie was so cute!
Walaupun tidak puas dengan penyelesaian Abrams di ending film, hal ini termaafkan dengan bagaimana Joe dan kawan-kawannya tampil begitu natural dan cute sepanjang film. Lihat bagaimana ekspresi dan dialog anak-anak ini saat mereka ketakutan, begitu polos dan membuat kita tertawa. Anyway, walaupun karakter geng anak-anak ini *kecuali Elle Fanning yang cantik* tidak ada yang tampak dengan ketampanan sempurna ala Hollywood tetapi justru tampil dengan apa adanya, but hey, they’re too adorable to watch *cubit-cubit pipi Joe*. In my opinion, Abrams patut diberikan kredit karena mampu menampilkan citarasa eighties dengan begitu sempurna melalui setting dan landscape yang ada. Rasanya, Hollywood sedang gemar bernostalgia karena cukup banyak summer movies ditahun 2011 yang memakai setting di masa lampau, dan hey, I do love it!

At the end, as I wrote before, Super 8 was a fun adventure movie dengan sentuhan humor yang manis lewat karakter anak-anak yang begitu adorable. Jelas, ini adalah adalah tribute Abrams untuk  E.T. the Extra-Terrestrial yang telah memberikan masa kecil penuh warna kepada Abrams. Walaupun tidak melampaui dan setara dengan masterpiece Spielberg tersebut, Super 8 jelas jauh lebih bagus dibandingkan film-film science fiction sekarang ini, tidakkah kita sudah terlalu lelah mengikuti petualangan manusia yang berteman dengan robot itu? Nah, Abrams dengan Super 8-nya hadir, menjadi penyelamat dan sekaligue reminder kepada anak-anak untuk melepaskan diri dari balutan PSP, smartphone dan laptop because boys, adventure is out there, so let’s play and feel it together!

Bad things happen… but you can still live [Joe Lamb]

Do You Know?
Judul film Super 8 diambil dari nama format film ‘Super 8 mm’ yang dikeluarkan Kodak pada tahun 1965, yang digunakan oleh Charles untuk men-shoot film zombie buatannya
Sepeda legendaris dalam E.T. the Extra-Terrestrial juga hadir dalam Super 8, menjadi bagian dari benda-benda yang tertarik ketika pesawat alien tengah dibuat
Super 8 juga menjadi tribute Adams untuk sutradara George Romero, dimana dalam film zombie yang dibuat Charles terdapat perusahaan ‘Romero Chemicals’

My Rate
3,5 stars! Super 8 was a fun adventurous movie with its eighties theme! I’m not glad with its huge execution of alien-thing, but the kids gang was so adorable and natural to watch for

One thought on “Super 8

  1. yg pulang duluan sebelum credit tittle kelar dijamin nyesel…

    sumpah film indie buatan mereka tuh kocak banget :)))

    dan gw suka totalitas si gendut as director “IT’S VALUE”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s