Warrior

The Plot
Ini cerita Tommy Conlon ( Tom Hardy) yang kembali bersua dengan ayahnya, Paddy (Nick Nolte) dan kakak laki-lakinya, Brendan (Joel Edgerton), dan yang menyatukan mereka bertiga adalah turnamen mixed martial arts.

The Comment
Movietard sudah melihat Warrior (2011) sebagai upcoming september movie di di blitznews. Tetapi, baru di bulan Oktober 2011 ini, Warrior di-release, itupun hanya secara eksklusif di Blitzmegaplex saja. Honestly, Warrior menarik perhatian karena ada nama british hunk Tom Hardy. Hardy, bersama dengan Gordon Levitt di tahun 2010 lalu mencuri perhatian dalam Inception. Apalagi, Movietard pernah menonton sebentar Bronson (2009), film dimana Hardy tampil sebagai kriminal botak gendut yang menakutan. Jadi, ketika nama Hardy muncul dalam sebuah film berjudul sangat jantan dengan poster yang menonjolkan dirinya dan seorang laki-laki lain yang keduanya bertelanjang dada, movietard ‘memaksa; diri menonton Warrior walaupun jam sudah menunjukkan pukul 11 pm. And, how about the result?

Warrior memperkenalkan audiens dengan karakter Tommy, tentara angkatan laut AS yang dikirim ke Irak dan telah kembali kerumah ayahnya. Jelas tersirat, hubungan keduanya tak baik. Si ayah dulunya adalah tentara alkoholik yang gemar melakukan kekerasan dalam rumah tangga, membuat Tommy dan ibunya terpaksa kabur. Di kota yang berbeda, karakter Brendan menjadi middle class guy yang terjebak kredit rumah. Dengan semua konflik keluarga tersebut, yang justru menyatukan mereka adalah turnamen mixed martial arts bernama Sparta dengan hadiah 5 juta dolar, dimana baik Tommy dan Brendan  masing-masing memiliki motif untuk memenangkannya.

Disutradai oleh Gavin O’Connor yang juga membantu Cliff Dorfman dan Anthony Tambaki untuk menulis skripnya, Warrior, yang walaupun dari judulnya, it’s sound soooo a guy movie, realitasnya juga cocok ditonton perempuan. Jika kamu pernah menonton The Fighter (2010), Warrior hampi setipe. Ya, kedua film ini sama-sama bertema family drama dengan memasukkan figthting sports didalamnya. Yang membedakan, jika The Fighter masih menonjolkan peran perempuan melalui karakter Ibu Dicky dan Mickey, Warrior tampil lebih maskulin, dimana poros cerita terdapat pada para laki-laki keluarga Colon.

Story plot Warrior tidak hanya berisi pertarungan dimana para lelaki menanggalkan baju mereka dan bertarung di dalam ring dengan melakukan trik-trik yang berbahaya guna mematikan lawan, kekuatan Warrior justru terletak pada perkembangan karakter para lelaki keluarga Colon dan relasi mereka bertiga. Para lelaki keluarga Colon mengajarkan kita betapa pentingnya kekuatan maaf. Sederhana memang, tetapi jujur, movietard terenyuh menonton film ini. Terenyuh melihat bagaimana maskulinitas tradisional faktanya justru mengekang para laki-laki, padahal toh tidak ada salahnya para laki-laki untuk saling berbicara heart to heart, menangis, memeluk hingga mengatakan ‘I love you’ kepada ayah dan/atau saudara laki-lakinya.

Scriptwriter Gavin O’Connor dan Cliff Dorfman pun tak hanya berbicara mengenai pertarungan keluarga Colon dalam batasan ring tinju, ada juga potongan-potongan sinisme kepada Amerika sendiri. Warrior jelas menggambarkan para eks tentara ataupun tentara yang masih aktif mengalami kelelahan akibat perang yang berujung pada stress secara psikologis. Walaupun tidak dijelaskan secara eksplisit, karakter si ayah menjadikan alkohol untuk pelariannya, ataupun, seperti Tommy, yang setelah menyaksikan rekannya mati di meda perang, langsung memutuskan AWOL (absence without leave) dan menjadikan pertarungan mixed martial arts sebagai pelariannya. Di sisi lain, melalui karakter Brendan yang menjadi ordinary american guys, Warrior mempertanyakan kembali apakah American dream benar-benar ada mengingat banyaknya kredit bermasalah yang dialami sebagian besar masyarakatnya. Dan lagi-lagi pertarungan mixed martial arts menjadi pelarian diri dari rutinitas Brendan sebagai seorang ayah dan guru.

Nolte bermain bagus menjadi seorang ayah yang mencoba bertobat, lihat ekpresi Nolte saat Tommy memakinya, it’s so touched! Begitupun dengan Edgerton yang berperan sebagai kakak, ayah hingga unknown hero yang berusaha menggapai mimpi jadi juara. Tetapi, bintang dalam Warrior adalah Hardy. Ya, memerankan Tommy adalah salah satu flawless performance Hardy, movietard sangat suka melihat bagaimana Tommy ‘grew up’ dalam film ini, dibalik sifat Tommy yang kaku dan suka berbicara menyakitkan, Tommy realitasnya memiliki sisi lembut. [Spoiler] lihat ekspresinya ketika ia memeluk ayahnya di tempat tidur paska si ayah kembali mabuk dan bagaimana ia menangis dalam pelukan si kakak di ring tinju [end of spoiler].

Berfokus pada plot drama toh tidak membuat Warrior melupakan aksi brutal di ring tinju. Walaupun cukup klise dibeberapa bagian, kemenangan demi kemenangan dalam pertarungan mixed martial arts yang digapai kakak beradik Colon tetaplah asyik dinikmati walaupun kadang membuat movietard sedikit terjengit melihat betapa berbahayanya pertarungan itu. Nilai plus lainnya, O’Connor pun tak lupa memasukkan commentary layaknya pertandingan asli yang membuat Warrior tampil cukup otentik, lengkap dengan segala drama di pinggir ring-nya. Tetapi, dibalik semua pertarungan tersebut, Warrior jelas mengajarkan kepada kita bagaimana family is a worth fighting. It’s definitely a must to watch.

Shit. He’s just some old vet I train with. He means nothing to me. From what I hear he means nothing to you, either, so you got balls talking about forgiveness  [Tommy Conlon]

Do You Know?
Untuk memerankan Tommy, Hardy harus menambah berat otot tubuhnya sebanyak 28 pounds (14 kilogram), dengan berat badan Hardy bertambah secara keseluruhan menjadi 100 kilogram
O’Connor dan Tambakis membuat peran Paddy Colon memang untuk Nolte. Walaupun studio sempat menolak men-casting Nolte, O’Connor tetap bersikukuh untuk menggunakannya
Hardy, Edgerton, supporting actor Grillo, director O’Connor dan scriptwriter Tambakis sempat tinggal serumah saat syuting Warrior berlangsung

My Rate
4 stars! 2 stars for its emotional story about family by guy’s view point which make me -as a woman- could understand what their feeling. Hardy and Nolte’s flawless performance definitely deserved another 2 stars.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s