X-Men:First Class

The Plot
Ini adalah cerita bagaimana dua mutan paling berpengaruh, Charles Xavier a.k.a Professor X (James McAvoy) dan Erik Lensherr  a.k.a Magneto (Michael Fassbender) bertemu di era 1960-an. Dan di kala itu… mereka masih berteman.

The Comment
Film superheroes apa yang paling dikenang diawal tahun 2000 yang menjadi tonggak bahwa film superheroes itu worth to watch? Sebelum Batman karya Cristopher Nolan lahir, sebelumnya telah ada Spiderman ditangan Sam Raimi, dan tentunya…  X-Men (2000) besutan Bryan Singer. Ya, Movietard cukup terkesan dengan film X-Men yang memberikan kesegaran baru dalam dunia fiksi superheroes. Plot film tersebut tergarap baik dengan ensemble cast yang tak main-main. Kesuksesan X-Men dilanjutkan dengan dua film sekuelnya X2 (2003) dan X-Men The Last Stand (2006), yang sayangnya berakhir dengan kurang begitu memuaskan bagi Movietard yang kala itu menjadi Cyclops-Jean Grey shipper.

Seharusnya, kisah para mutan ini sudah selesai di film ketiga, tetapi Hollywood memang berisi tangan-tangan ala raja midas yang selalu pintar mencari celah, yang menyebabkan X-Men: First Class (2011) lahir. Embel-embel First Class menjadi tanda bahwa ini adalah prekuel dari kisah trilogi X-Men seperti yang movietard sebut diatas. Dan sebelum ditunjukkan siapa saja murid-murid pertama Profesor X, story plot X-Men: First Class mengajak kita melihat kehidupan dua mutan paling terkenal itu ketika mereka masih muda.

Di tahun 1962, para mutan belum dapat menunjukkan jati dirinya dalam masyarakat umum. Erik dan Charles pun hidup dengan garis nasib yang begitu berbeda. Charles masih menjadi pemuda flamboyan upper class ahli telepati yang menggunakan pengetahuannya tentang dunia mutasi genetik untuk menarik perhatian gadis-gadis selagi mengerjakan tesis kuliahnya. Sementara Erik masih menjadi pemuda kalangan biasa saja yang belum sepenuhnya dapat mengontrol emosinya dalam menggerakkan logam karena masih hidup mendendam terhadap Schmidt/Sebastian Shaw (Kevin Bacon), seorang mutan tentara Nazi yang membunuh ibunya di kamp konsentrasi.

Erik dan Charles dipertemukan secara tak sengaja dalam sebuah operasi CIA yang digalang Moira MacTaggert (Rose Byrne) dimana secara heroiknya, Charles menyeburkan dirinya ke lautan untuk menyelamatkan Erik. Selanjutnya, mereka berdua bahu membahu untuk mencegah World War III yang melibatkan perang nuklir antara USA dengan Uni Soviet.  Mereka memang bersatu mencari mutan-mutan muda untuk melawan Shaw. Tetapi, pengalaman Erik sebagai salah satu korban holocaust membuat ia tetap tak percaya adanya kebaikan dalam diri manusia sementara Charles sangat mendambakan adanya harmonisasi kehidupan antara manusia dan mutan.

What can I say about this movie? Jika Captain America: The First Avenger was definitely a cheesy guilty pleasure , X-Men: First Class hadir dengan begitu stunning bercitarasa klasik. Tampilan retro look dalam X-Men: First Class juga terlukis dengan baik *all those January Jones’s white costumes win!*, dan hey, tetap banyak action fight scenes yang asyik dinikmati. Dibawah arahan Matthew Vaughn, X-Men:First Class tampil sebagai prekuel yang tidak mengkhianati filosofi film X-Men sendiri. Dan hasilnya adalah sebuah film action petualangan yang seru yang membuat Vaughn pantas berdiri sejajar dengan J.J Abrams, memang tidak se-amazing reboot Nolan dalam Batman Begins (2006), but for me, Vaughn’s mission accomplished and succeed.

Movietard berterimakasih kepada para scriptwriter X-Men:First Class, Ashley Edward Miller, Zack Stentz, Jane Goldman dan gosipnya, Vaughn si director ikut turun tangan dalam membuat story plot film ini tetap berfondasi pada pendalaman karakter-karakternya. Walaupun kita semua sudah tahu bagaimana akhir nasib karakter-karakter dalam X-Men:First Class, tetapi movietard tetap asyik untuk menonton interaksi diantara mereka. Kredit lebih harus diberikan kepada Jennifer Lawrence yang memerankan Raven/Mystique lengkap dengan kegalauan gaya anak mudanya dalam menghadapi krisis identitas sebagai mutan dengan tampilan aneh. Anyway, Movietard sangat menyukai kedekatan Raven dengan Charles, beside his great chemistry with Erick, Charles also has it with Raven, no?

Tetapi, daya tarik utama X-Men:First Class adalah dua bintang utamanya. Melanjutkan tongkat estafet dari Patrick Stewart dan Ian McKellen, nyatanya McAvoy dan Fassbender bermain sangat baik. McAvoy tidak lagi menjadi naive boy seperti di Atonement (2007), justru dia tampak begitu groovy dan cute dengan aksen british-nya. Dan selanjutnya, McAvoy berkembang menjadi good tutor yang cukup berkarisma. Disisi lain, tak sia-sia movietard menunggu kiprah Fassbender sebagai main actor, he nailed it! Fassbender berhasil menampilkan mutan yang well… manusiawi, could I use this term, no? Ia memang jahat dan menyebalkan, tetapi lihat bagaimana ketika Erik menangis, menandakan bahwa mutan juga manusia *lebai mode on*

Poin plus lainnya *yang ini murni subyektivitas movietard*, X-Men:First Class memiliki banyak dialog yang manis seperti I want you by myside *bromance-tension detected* Oh, I don’t care if the plot wasn’t so depth but still it’s fun to watch a movie like this. Film ini sukses menggambarkan hubungan Charles-Erik yang berada dalam posisi love-hate relationship, dan hey, Vaughn tetap tak melupakan kegemaran Charles dan Erik bermain catur. At last, dengan ensemble akting yang bagus dari para cast-nya yang juga berisi nama-nama yang sangat memikat, adegan aksi yang fast pacing dan cerita yang digarap dengan cukup baik, prekuel ini sangatlah worth to watch. It’s definitely one of my favorite movies at 2011.

There’s so much more to you than you know, not just pain and anger. There’s good in you too, and you can harness all that. You have a power that no one can match, not even me [Charles Xavier to Erik Lensherr]

Do You Know?
Hugh Jackman dan Rebecca Romijn tampil sebagai cameo dalam X-Men:First Class, dan tentunya, mereka tampil sebagai Logan dan Mystique versi dewasa
X-Men: First Class dianggap tidak hanya sebagai prekuel tetapi juga reboot baru yang bisa menjadi awal mula dari franchise X-Men selanjutnya. As long it still consist of Fassavoy, I agreed!
Pada scene Charles di dalam cerebro guna mencari mutan-mutan muda, terdapat karakter Cyclops kecil yang tengah bermain dengan sarung dan bola baseball dan tentunya, mengenakan kacamata hitam. Begitupun dengan karakter Storm kecil yang berambut putih.

My Rate
4 Stars. Another superheroes movie with oldschool-theme! Vaughn kicked our ass with this fast pacing action. Much better than the others superheroes movies at 2011 with its ensemble cast and fassavoy rocks!

One thought on “X-Men:First Class

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s