The Fighter

The Plot
Ini adalah cerita petinju amatir, Micky Ward (Mark Walhberg) dalam menggapai gelar juara kelas ringan. Yang menarik adalah, bagaimana keluarga Micky ‘berperan’ dalam usaha pencapaian tersebut.

The Comment
Pada awalnya, movietard tidak tertarik dengan film The Fighter (2010). Melihat dari premisnya, The Fighter tampak hanya akan menjadi another sport movies. Bukan, bukannya movietard nggak suka film sports, I love these kind of movies, such us Remember the Titans yang sangat inspiring itu. Masalahnya adalah, The Fighter tidak menjadikan football atau baseball sebagai tema film ini. David O. Russell selaku director dan penulis naskah Scott Silver, Paul Tamasy dan Eric Johnson justru memilih menyoroti tinju, cabang olahraga yang mengandalkan kekuatan individual, bukan kebersamaan tim, and honestly, I’m not really interested with this thing.

Tetapi, dengan masuknya The Fighter dalam bursa nominasi Golden Globe dan Oscar 2011, pasti ada sesuatu yang menarik dalam film ini yang membuatnya dilirik para juri acara tersebut. Jadi, movietard memutuskan untuk menonton The Fighter. And hey! This film told lots more than boxing thing! Alih-alih ‘cuma’ menyoroti usaha Micky menjadi petinju profesional, story plot justru bergulir dari tema paling sederhana, yaitu tentang keluarga Micky, dimulai dengan kehadiran sosok Dicky Eklund (Christian Bale), kakak tiri Micky yang juga mantan petinju but now, became a druggie serta sosok ibu Dickie dan Mickey, Alice Ward (Melissa Leo) yang berperan sebagai manajer Micky dan tetap menginginkan Dicky comeback ke dunia ring.

Dengan lugas, Scott Silver dkk langsung memilih periode terpenting dalam biography Micky untuk disimulasikan dalam pita seluloid, dengan puncak ketika Micky dan Dicky yang selama ini selalu bersama  mulai terpisah. Turning point terbesar justru terletak pada Dicky, terutama pada periode sebelum dan sesudah ia masuk penjara. Movietard sangat menyukai story plot The Fighter yang menonjolkan keterikatan emosi dalam keluarga Ward. O.Russell berhasil menyajikan gambaran bagaimana keluarga Micky yang disfungsional toh tetap membentuk jati diri Mickey. Satu kekalahan yang harusnya tak terjadi jika bukan salah Dicky membuat Micky meninggalkan keluarganya, the only question is, Will Micky reunite again with his family?

At the end, movietard memahami apa yang telah membuat juri-juri jatuh hati pada The Fighter. Walaupun film ini miskin visual efek, story line yang seharusnya menjadi cerita laki-laki from zero to hero ini  justru memiliki esensi yang lebih dalam, tentang betapa pentingnya keluarga. Ketika bertinju dianggap sebagai olahraga keras satu lawan satu, realitasnya, para fighter itu tidak sendiri. They always have their family behind their back. Micky memang tampak sangat manly dengan perawakannya,  tetapi perhatikan bagaimana lembutnya ketika ia menyebut ‘Mama’. Dan perhatikan Dicky, walaupun ia sangat menyebalkan, toh at the bottom line, dia akan selalu menyayangi Micky. Scene favorit movietard adalah ketika Dicky dan sang Ibu yang menangis, lalu mereka berdua bernyanyi bersama di mobil, sebuah bentuk nyata bahwa relationship ibu dan anak sesuai dengan peribahasa, kasih Ibu sepanjang masa.

Anyway, berbicara The Fighter berarti tak luput dari membicarakan Christian Bale, Ia-lah yang menjadi trigger awal movietard untuk menonton film ini. Dan Bale memang tampil sangat superb! Usaha menyamai fisik asli Dicky Eklund yang skinny membuat Bale harus menurunkan berat badannya, tetapi faktanya, bukan saja kesamaan fisik yang membuat Bale tampak pas, perhatikan transformasi karakter Dicky sebelum dan sesudah ia masuk penjara. In my opinion, akhirnya Bale mampu melepaskan bayang-bayang karakter Bruce Wayne, hal yang sebelumnya gagal ia lakukan dalam Terminator Salvation.

Seperti layaknya film biography lainnya, O’Russell juga menyajikan beberapa footage yang tampak seperti asli dalam The Fighter, berupa kilasan pertandingan tinju di ring pun ditampilkan dengan sangat riil. Movietard sangat suka momen ketika Micky tengah bertanding yang seolah mengikutsertakan audiens menjadi bagian dari keluarga Ward di sisi depan Ring. And the last, walaupun anda semua mungkin sudah tahu kemana kisah ini berakhir, tetapi perjuangan keluarga Ward untuk bangkit dari keterpurukan tetaplah layak tonton. A highly recommended!

Yeah, sure I do. You were the pride of Lowell. You were my hero, Dicky [Micky Ward]

Do You Know
Untuk menghasilkan gambar untuk scene pertandingan tinju dan dokumenter akan kehidupan Dicky, O’Russell menggunakan kamera jadul dari era 1990-an
Selain Matt Damon dan Brad Pitt sebagai kandidat untuk memerankan Dicky Eklund, nama besar lainnya yang digosipkan akan terlibat dalam The Fighter adalah Darren Aronofsky sebagai director

My Rate
3,5 stars! 2,5 for the a well written family drama story and a fine execution by O.Russell. Plus, a one stars for Bale’s superb performance! Eventho’ I want the beauty Patrick Bateman backs, creepy Bale as Dicky is one of his greatest performance

3 thoughts on “The Fighter

  1. yg nga suka tinju bisa nonton, yg suka tinju juga bisa nonton, iya keren film ini nga hanya fokus melulu ke tinju tapi justru ke kehidupan patarungnya dan keluarganya, yg menyajikan ‘pertarungan’ yg sebenarnya hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s