2010’s Movies End-Note

It’s been a long time not to write my movies review (and yes, a cheesy one), bukan, bukan, karena movietard sudah tiba-tiba dilamar Andrew Garfield dan dibawa ke Inggris, tetapi hanya karena… I didn’t have time to do that. Well, I still watch movies regularly at cinema, but honestly, di bulan desember-Januari ini, just watched some of ‘fine’ movies, dan walaupun ada beberapa film yang cukup memorable, in fact, cute-nya Prince Caspian dalam Narnia: Dawn of Voyager, great solo performance-nya Reynolds dalam Buried, usaha penyelamatan Crowe di Next Three Days, Bridges versi muda yang tetap hot di Tron Legacy hingga betapa cantik elegan-nya Jolie di The Tourist tetap tidak mampu menyelamatkan movietard dari jurang kemalasan untuk menulis review.

Usually, when my laziness strikes back, I used to post my reviews into some short review in a post, but… do you believe that I’m still toooo lazy to do that! But hey, since we’ve just passed 2010 and I missed to write a 2010’s movies end-note for all my beloved readers *snobbish mode*, why don’t you consider this post as 2010’s movies end-note (Okay, I made up the term but do you know that I always write my fave movies at the month –MotM- at my journal, and yes, it consist of some movie-tickets and movie-list that I watched only at cinema, not at my dvd player/laptop) so, if you have a spare time, you could look out my list, and here’s we go

Jan – March’10
Hari Untuk Amanda, Legion, New York I Love You, From Paris With Love, The Box, Percy Jackson and the Olympians: the Lightning Thief, My Name is Khan, Valentine’s Days, Dr. Imaginarium of Parnasuss, The Wolfman, Shutter Island, Alice in Wonderland 3D, and The Lovely Bones
Jan’s fave movie: Percy Jackson and the Olympians: the Lightning Thief
Feb’s fave movie: My Name is Khan
March’s fave movie: The Lovely Bones

The Comment
Di triwulan pertama, si bocah keturunan Zeus, pria hindi yang menderita asperger dan arwah gadis teenager muncuri hati movietard. Jelas, anda tahu bahwa kategori favorit murni berasal dari subyektivitas movietard dan tidak dilihat dari kualitas film itu sendiri. Walaupun Percy Jackson and the Olympians: the Lightning Thief bukanlah termasuk film kaliber Oscar, movietard tetap saja terhibur saat menonton untuk kedua kalinya. Dengan dukungan si cute Logan Lerman, story plot yang modern dan beberapa comical scenes membuat movietard benar-benar terhibur sepanjang film.

Di bulan Februari, movietard tidak dibuai oleh film Hollywood melainkan datang dari ranah Asia, tepatnya India melalui My Name Is Khan, yes, I know it’s a cliche over-dramatic movie was made by Karan Johar tetapi air mata yang keluar begitu deras sepanjang film menunjukkan bagaimana movietard (dengan bodohnya) tetap saja tersentuh dengan cerita pembuktian cinta Sharukh Khan ini. To made it became worth to watch, film ini menjadi pelepas rindu terhadap my favorite hindi actress, Kajol.

Untuk bulan Maret, setelah dibuat kecewa oleh Burton melalui Alice in Wonderland versi 3D, pilihan favorit jatuh kepada The Lovely Bones, sebuah drama after-life yang tentu tidak semegah LOTR tetapi justru membuat movietard jatuh hati dengan narasi polos dan puitis Suzie yang sangat heartbreaking. Dengan dukungan akting para pemain dan visualisasi alam ‘sana’ dengan gaya sureal yang sangat indah ala Jackson, The Lovely Bones realitasnya jauh lebih memorable bagi movietard dibanding karya Scorsese di bulan yang sama, Shutter Island.

April – June’10
Clash of the Titans, When in Rome, Frozen, Ghost Writer and 5 France movies at Festival Sinema Perancis, Iron Man 2, 2 Turkish movies at Turkish Film Festival, Daybreakers, Prince of Persian, Minggu Pagi di Victoria Park, Shrek Forever, Kick Ass, Brothers, Tekken, Oceans, The A Team, Knight and Day
April’s fave movie: Micmacs a Tire Larigot
May’s fave movie: Kick Ass
June’s fave movie: Toy Story 3

The Comment
Bulan April 2011 dimeriahkan oleh Festival Sinema Perancis, and yay, I was glad to be take part at this festival (just as an audience). Walaupun telah kehabisan tiket untuk film La Petit Nicolas, nyatanya komedi satir yang disajikan dengan visualisasi indah dalam Micmacs a Tire Larigot membuat movietard seolah melihat sosok Amelie dalam versi lebih bodor. Selain beberapa film Perancis dengan cita rasa unik, Frozen hadir sebagai atmospheric horror yang cukup membuat movietard ngilu. Begitupun dengan karya terbaru Polanski, The Ghost Writer yang menyajikan twist menarik. At last, bulan April juga ditandai dengan kegagalan cerita putra Zeus versi dewasa. Sorry Worthington, I’m more into Lerman than you.

Another film festival also comes to Jakarta on May, and it was Turkish Film Festival yang diadakan secara gratis oleh Turkey Embassy di Blitzmegaplex. Between two movies that I watched, the last one (sorry, I forget it was ‘I Saw the Sun’ or not) made me cried really really loud. Cerita tentang kaum pedalaman yang pindah ke kota paska perang saudara sangatlah menyentuh. In my opinion, rasa yang dihadirkan dalam Turkey’s movies ini sangat berbeda dibanding film Hollywood yang biasa ditonton. Anyway, about my May favorite, it goes to KickAss, Vaughn berhasil menyajikan film summer yang begitupun fun dan siapa yang tak suka melihat Chloe Moretz being a cool hit girl?

June means… Toy Story 3’s month! Pixar menutup franchise terbesar mereka dengan sempurna, yang membuktikan para genius geek di rumah produksi itu nyatanya tetap memiliki hati dan idealisme, bukan cuma kebutuhan materi. Toy Story 3 is an inspiring, meaningfull and heartwarming story with outstanding animation picture CGI and a clean-jokes. It’s definitely a great movie!  Anyway, beberapa film di bulan Juni juga cukup menyenangkan ditonton seperti Oceans yang diproduksi oleh rumah produksi Perancis, ataupun film produksi indie berjudul Brothers yang menunjukkan kualitas akting superb Maguire. At last, it still always gonna be remembered as Toy Story and Pixar’s month.

Juli – Sept’ 10
Eclipse, Inception, Despicable Me 3D, The Sorcerer’s Apprentice, Salt, The Last Airbender, Killers, Shanghai, Sang Pencerah, Peepli Live, We are Family, Hello Stranger, The Switch, Centurion, Legends of Guardians 3D
Juli’s fave movie: Inception
Aug’s fave movie: –
Sept’s fave movie: Sang Pencerah

The Comment
Di Triwulan ketiga, tepatnya bulan Juli, perhatian movietard terpecah dengan World Cup South Africa (and yay, hala my Espana!). And from movie’s world, some August movies was fun movie like Despicable Me and Salt, and there was also became a bad one like Jacob and Edward’s stupid fighting at Eclipse. But my favorite goes to Inception! Christopher Nolan kembali membawa anda memasuki dunia roller coaster melalui alam mimpi dengan membawa Di Caprio, Hardy, Watanabe and Gordon-Levitt! I don’t need anymore reason to explaine why Inception became my number 1, do I?

Di bulan Agustus, movietard tak punya film favorit di bioskop. I watched Salt again, and yes that’s a fun movie and Jolie is really a great heroine. Di sisi lain, Shanghai menyajikan jalinan cerita yang cukup menarik tetapi tetap saja tak menjadi favorit, begitupun dengan Killers yang hanya membuat movietard tertawa. Tetapi setidaknya Salt, Shanghai dan Killers tak seburuk The Last Airbender yang bahkan tak mampu membuat movietard tersenyum sedikitpun dalam bioskop dan sepanjang film hanya menggerutu.

Justru ketika bulan bergeser ke September, beberapa film yang ditonton movietard justru sangat memorable and consist of some movies from Asia continent too! Dari India, Peepli Live menghadirkan cita rasa petani India yang begitu satir dan riil, sementara dari family drama, modernitas keluarga Hindi disuguhkan dalam We are Family. Tak hanya dari India, Thailand pun menghasilkan salah satu romantic comedy yang sangat fun to watch melalui Hello Stranger. Tak mau kalah, Hollywood melalui Legends of Guardians 3D buatan Synder juga mampu membuat movietard terpukau. Tetapi favorit di bulan September adalah karya anak negeri, Sang Pencerah. Dibesut oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh aktor watak nomor satu Indonesia, Lukman Sardi, biografi KH Ahmad Dahlan ini terasa sangat bersahabat, mengajak anda melihat Islam dari sisi terputihnya.

Oct – Dec’10
Wall Street: Money Never Sleep, 3 Korean movies at Korean Movie Show (Running Turle, My Wife Got Married, Lovers of 6 Years), A Barefoot Dream, Step Up 3, The Social Network, Eat Pray Love, Megamind 3D, Stone, Life as We Know It, Going the Distance, Red, Harry Potter and Deathly Hallow part 1,  5 movies at INAFFF (Monster, The Disappearance of Alice Creed, The Clinic, Dream Home, The Girl Who Played with the Fire),9 movies at Jiffest (Honey/Bal, Space Tourist, Son of Babylon, The Wedding Photographer, Scott Pilgrim vs. The World, Incendies, Pinoy Sunday, Outrage, Biutiful), Tangled, Due Date, The Next Three Days, Alpha and Omega 3D, Tron Legacy 3D, Buried, Devil
Oct’s fave movie: The Social Network
Nov’s fave movie: Harry Potter and the Deathly Hallows part 1
Dec’s fave movie: Tangled

The Comment
Triwulan keempat tak hanya menjadi triwulan tersibuk dalam pekerjaan tetapi juga dunia menonton movietard. There’s was 3 film festivals at my list (dan itu belum termasuk Q film Festival dan Europe on Screen yang tak dihadiri movietard). Festival film di bulan Oktober adalah Korean Movie Show di Blitzmegaplex. Since my besties who love korean-pop came to Jakarta, I accompanied her to watch some of these movies. Apalagi, di bulan ini movietard juga menonton A Barefoot Dream, official selection dari South Korea untuk Oscar 2011 yang  sangat menyentuh. Could I say Korean invasions isn’t only about K-pop and K-drama but also comes to big screen? We’ll see later then.

Oktober juga menjadi bulan yang sibuk bagi perfilman Hollywood. Walaupun Eat Pray Love hadir tanpa greget, Wall Street 2: Money Never Sleeps hadir dan tetap mampu menunjukkan betapa charm-nya Douglas diusia senja dan ditambah dengan hadirnya Stone di layar lebar yang menjadi pelepas kerinduan movietard terhadap sosok Edward Norton. Above all, bintang dari semua film tersebut adalah The Social Network buatan Fincher. Dengan fast-pacing script, dukungan akting prima, hingga score musik yang amazing, The Social Network menjadi favorit movietard di bulan ini.

INAFFF 2010 comes at November! Pada festival INAFFF 2010 ini, Movietard menonton 5 film bergenre slasher dan thriller (dan tetap menghindari genre horror). The Disappearance of Alice Creed is my INAFFF’s favorite, dan walaupun INAFFF cukup menyenangkan bagi movietard tetapi predikat favorit bulan November justru diberikan kepada Yates yang sukses mengeksekusi Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 dengan sempurna. Walaupun movietard kurang menyukai pacing cerita yang agak lambat, sinematografi yang indah dan akting natural para pemainnya menjadikan film ini as my November’s movie.

2010 ditutup dengan kehadiran Jiffest di bulan Desember, yang tahun sebelumnya berhasil membuat movietard jatuh cinta setengah hidup dengan Gordon Levitt melalui (500) Days of Summer. Di pagelaran Jiffest tahun ini, drama yang justru mencuri perhatian adalah Son of Babylon yang membuat movietard menangis. And a really big thanks for Jiffest, yang juga sukses mengantarkan Scott Pilgrim vs. the World dan Biutiful ke layar lebar. And how’s about December’s movie? Pilihan movietard jatuh kepada fairytale Disney, Tangled. Postmodernisme dimaknai Disney dengan mulai mendekonstruksi dongeng lawas mereka dan hasilnya sangat baik. Story plot Tangled yang sangat manis dan penuh pastiche dibalut dengan keindahan gambar CGI dengan format hand-drawn membuat film ini menjadi favorit movietard di bulan Desember.

And here’s my conclusion, dibanding tahun 2009 yang menyajikan hype dikalangan moviegoers melalui re-boot Star Trek dan diakhiri dengan kemegahan 3D dalam Avatar, movie spectacle di 2010 memang tak tampak sebesar tahun lalu. Inception hadir sebagai blockbuster, tetapi Nolan sendiri paham Inception tak akan dapat menandingi kesuksesan The Dark Knight. The Social Network memang menawan, but hey, we talked about Fincer, the guy who brought us Fight Club, jadi sudah menjadi keharusan bagi The Social Network untuk dieksekusi dengan bagus. Walaupun begitu, Toy Story 3 menyelamatkan tahun ini, dan well, menyelamatkan jiwa movietard yang selama ini percaya dengan moto ‘Don’t grow old, you don’t have to’, Andy saja bisa dewasa dan mengikhlaskan Woody, so well, rasanya movietard harus lebih banyak dari Andy. So pals, let’s say adios for 2010, cheers!

5 thoughts on “2010’s Movies End-Note

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s