Harry Potter and the Deathly Hallows:Part 1

The Plot
Alih-alih menyelesaikan tahun ketujuhnya di Hogwarts, Harry Potter (Daniel Radcliffe) justru bertualang ke dunia luar untuk mencari Horcrux guna menghancurkan Voldemort (Ralph Fiennes)

The Comment
Siapa yang tak kenal dengan sosok Harry Potter? Movietard termasuk bagian dari global citizen yang ikut ditarik ke simulacra dunia sihir ala Potter sejak series pertama diluncurkan tahun 2001 lalu. Selama kurun waktu 10 tahun, I always fall in love with this series eventho’ I always found the books always better than Potter’s movies. Tetapi, banyaknya review positif mengenai film Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 (2010) which certified 79% at rotten tomatoes membuat ekspektasi movietard meninggi, and is it a yay for fulfilling my expectation or just a nay?

David Yates kembali duduk dibangku director, so does Steve Kloves sebagai scriptwriter and Radcliffe, Watson and Grint also back as our trio main characters. Yates membawa kita melihat Potter muda yang perlahan loss his innocence karena tidak lagi diproteksi oleh mentor sekaligus sosok pengganti orang tuanya, Dumbledore yang telah meninggal. Jadi, ini adalah kisah teenager yang kebingungan ketika ia dibiarkan sendirian menjalani hidup. Bedanya, Potter adalah penyihir, the chosen one pula yang harus menjalani hidupnya dengan berjuang menghancurkan horcrux (belahan jiwa) Voldemort yang masih tersisa.

Untungnya, Potter tetap mendapatkan bantuan dari dua sahabat terbaiknya, Hermione dan Ron, yang as everybody knows except themselves they’re totally into each other. Dan kisah pencarian horcrux ini turut pula diperumit dengan kehadiran The Deathly Hallows serta sedikit intrik percintaan Ron. What I do love about this movie? Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 versi film jelas mengikuti story plot bukunya dengan sangat baik yang pasti membuat penggemar novel Harry Potter tak akan kecewa.

Movietard suka sekali dengan scene awal penyelamatan Potter menuju The Burrow berupa peminuman polyjouice potion serta pengejaran di tengah hiruk pikuk London yang tak kalah dengan The Dark Knight. It’s definitely a fantastic scene to started this movie! Selain special effect yang sangat flawless, Yates juga bermain kreatif dengan menggunakan animation sequence untuk menjelaskan the Deathly Hallows, and it’s so good! Yang menjadi masalah adalah, pemotongan satu buku menjadi dua film. Honestly, dipertengahan film, Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 ini menjadi agak membosankan because the plot moves is so slowly except for the Nagini’s strike.

Untungnya, akting ensemble cast dalam instalmen ini begitu subtle, para pemeran karakter dewasa memang tak diragukan, tetapi ketiga aktor utamanya yang dahulu diambil lewat audisi berhasil tampil dengan begitu alami. Eventho’ my favorite always going to Draco Malfo because of his creepiness which always amazed me, movietard justru menemukan Watson memerankan Hermione dengan sangat baik dan cantik. Yang aneh adalah, I don’t feel Lord Voldemort and Death Eaters as scariest wizards being, justru, Fiennes, Rickman dan Bonham Carter tampil sangat eksentrik dan menarik.

Dengan spot waktu yang lebih lama, Yates seolah menjadi lebih asik bermain dalam bahasa gambar. Bukan hal yang buruk, because I found this movie is so beautifully filmed. Yates tahu, ketika instalmen ini tidak menyorot Hogwarts wizarding school and Quidditch game, ia membayarnya dengan landscape view kementrian sihir ataupun alam Yorkshire dan pedesaan lainnya dengan sangat indah. Tribut harus diberikan kepada Eduardo Serra, yang sinematografinya dark-bluenya sukses membuat Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 looked like another period movies’ based on its beautiful landscape.

So, is it fulfilled my expectation? Yep, but it still not the best yet. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban jelas tetap yang terbaik bagi movietard (You couldn’t resist Oldman’s charm and Cuaron’s great job, no?). Tetapi kalau menilik dari filmografi Yates, ia berhasil mengeksekusi film ini jauh lebih baik daripada Harry Potter and the Half-Blood Prince kemarin (remember, all of stupid-romance thingy?). Anggap saja Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 sebagai appetizer untuk main course Part 2 yang akan dihidangkan pada Juli 2011 nanti. Just enjoy this movie!

I must be the one to kill Harry Potter [Lord Voldemort]

Do You Know?
Lebih dari 500 tongkat sihir dibuat untuk film Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1, yang berakhir dengan banyaknya tongkat yang rusak.
Pada awalnya, Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 akan dikonversi ke 3D tetapi hal ini di-cancel oleh Warner Bros dan diputuskan hanya part II yang akan di-release dalam format 3D.

My Rate
3,5. I love Potter and Co’s eventho’ his adventure wasn’t a colorful one

2 thoughts on “Harry Potter and the Deathly Hallows:Part 1

  1. kalo pendapat gue.. film ini adalah contoh terbaik bila ingin melihat film yang terbagi menjadi 2 bagian… bagi gue, Yates memotongnya dengan sangat apik.. bagi gue, film harry potter diawali dan ditutup dengan kesan yang amat baik. Saya juga setuju dengan bang mupi, dari segi isi memang lebih bermakna yang ke-6. Hal ini melengkapi variasi jenis film yang dibuat untuk sekuel sebuah judul. Dari film ke-6 kita dapetin filosofi dari cerita harpot, dan itu menjadi penyeimbang di tengah harpot sebagai hiburan semata.
    Pilihan gue jatoh pada harpot 1 dan 7 karena kenangan yang dibangun gak bisa dilupain..
    btw,
    NUMPANG PROMOSI (KRITIK PENONTON)
    Review terbaru kritik penonton ada lima film:
    -inglourious basterds
    -eat pray love
    -step up 3d
    -megamind
    -harry potter and the deathly hallows

    silakan lihat di:
    http://kritikpenonton.wordpress.com/

    bila berminat silakan gabung di group kritik penonton:
    http://www.facebook.com/group.php?gid=273070875272&ref=ts

    bisa juga follow @kritikpenonton / http://twitter.com/kritikpenonton

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s