The Social Network

The Plot
Ini cerita Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg) yang, as everybody knows, he’s the founder of the biggest social network in the world nowadays, facebook.

The Comment
The Social Network (2010) adalah salah satu film yang ditunggu movietard tahun 2010 ini. Why? Because this movie got a positive reviews, it’s certified as 97% fresh at RottenTomatoes and to made it perfect, Ebert gave maximum stars! Dengan semua embel-embel itu, jelas The Social Network membuat ekspektasi movietard meninggi walaupun seperti yang kita tahu, it’s not a real Zuckerberg’s biography karena film yang didasari dari buku The Accidental Billionaires tidak mendapatkan konfirmasi keabsahan dari Zuckerberg.

Walaupun terdapat dramatisasi cerita, Aaron Sorkin tetap membuat story plot dengan mengikuti garis besar perjalanan Zuckerberg. Sorkin membawa kita mengenal Zuckerberg yang putus cinta dan meng-hack sistem komputerisasi Harvard guna mencuri foto mahasiswanya yang menjadi cikal bakal Facebook, menyelami pertemanan Zuckerberg dengan Eduardo Saverin (Andrew Garfield), pencarian koneksi melalui Sean Parker (Justin Timberlake) hingga pada tuntutan perdata teman-temannya paska kesuksesan Facebook.

Salah satu kunci kesuksesan The Social Network memang terletak pada kelugasan skrip yang dibuat Sorkin dengan alur maju mundur. Movietard sangat menyukai karakterisasi  Zuckerberg di film ini, si geek yang anti sosial, menyebalkan, dan mungkin menderita OCD, but at same time, we all know he’s just a smart guy who a lil bit naive. Ditambah lagi, Sorkin membuat banyak hentakan melalui dialog-dialog Zuckerberg yang smart dan funny. I, personally, felt The Social Network’s script as a great one even though it’s just one sided opinion.

Kekuatan naskah Sorkin mampu diterjemahkan dengan sangat sempurna oleh Jesse Eisenberg dan kawan-kawan. Tribut lebih diberikan kepada Eisenberg yang memerankan Zuckerberg dengan sangat believable dan tanpa emosi yang berlebih. Eisenberg membuat Zuckerberg tampak sebagai genius freak yang introvert. Sulit rasanya membayangkan seorang aktor mampu memainkan karakter yang sekaku ini tetapi tetap loveable, dan Eisenberg mampu menjawab tantangan ini.

I shouldn’t forget to gave tribute for the director who made this movie, David Fincher. Walaupun movietard merasa The Social Network adalah film yang sangat populis untuk ukuran Fincher. But, he’s certainly doing a great job. Gerak kamera yang cepat membuat sekuens film ini tetap terjaga hingga akhir walaupun untuk beberapa saat, audiens mungkin dibuat sedikit bingung dengan banyaknya bahasa program komputerisasi yang ada.

At the end, lepas dari segala kontriversi keabsahan cerita yang dianggap Zuckerberg sendiri as a fiction, anda tak seharusnya melewatkan The Social Network.  It’s a very intense drama about a geek guy who had an billion dollar asset, yang alih-alih menonjolkan sisi greedy si geek, The Social Network justru menjad cerita detil mengenai idealisme dan usaha Zuckerberg di awal perjalanannya membangun kerajaan Facebook. The Social Network jelas bukan memorabilia akurat mengenai Zuckerberg, tetapi, it’s definitely a great movie.

The rest of my attention is back at the offices of Facebook, where my colleagues and I are doing things that no one in this room, including and especially your clients, are intellectually or creatively capable of doing [Mark Zuckerberg]

Do You Know?
Sepupu Jesse  Eisenberg, Eric Fisher, bekerja sebagai desainer di Facebook. Eric dan Jesse bahkan membuat situs OneUpMe.com bersama
Karakter kembar Tyler dan Cameron Winklevoss diperankan oleh dua aktor yang tidak berhubungan darah, Armie Hammer dan Josh Pence. Diperlukan CGI untuk menggabungkan wajah Hammer ketubuh Pence agar kembar identik Winklevoss terwujud.

My Rate
4,5 stars! A brilliant script, a fascinating directing, a well-done act and a beautiful score, that’s all made The Social Network be a perfect one.

7 thoughts on “The Social Network

  1. well.. everyone knows social network is one of most anticipated movie of the year (terbukti dari fully seat sneaky preview yang jam 11 malem pulak)

    great script even it’s too technical (saat mark menjawab 256bits codes sambil keluar class.. WOOWWW…!! i don’t even know there is need 5bits for permission, BRAIN IS GIFTED.. and dare to be EXCLUSIVE is how Entrepreneur thinking) , but not EXPLOITATION

    gw ga tau apakah audience lain yg tidak berbackground I.T science bener2 paham betapa geniusnya mark itu termasuk roommatesnya dan eduardo.. (kenapa eduardo..?? karna untuk menilai cantik tidaknya seorang cewek mark PERLU untuk menanyakan ALGORYTHMnya kepada seorang wardo..) , typically geeks.

    and you know what..??

    FUNNIEST THING
    how can you refresh friend request page waiting for notif from your friend (ex-girlfriend exactly) every single minute as a FACEBOOK FOUNDER…

    can you just doit something with erica’s database account ?? or JUCS HACK the account..!! as simple as that.

    on my humble opnion 4/5 (karna masih mengandung yawning session, apa karna udah tengah malem pulak kali yah :p)

    • makasih atas commentnya yang panjangnya hampir menyamai reviewnya (ini pujian, dont you think you should make your own blog?)
      gue pikir masalah terakhir yang menurut lo funny itu, gimana Mark memilih merefresh instead of menghack fbnya Erica,
      itu sengaja dibuat seperti itu karena adegan itu jadi point penting moral dalam film ini kali yu,
      Mark uda grow up dimana dia uda mulai berdamai dengan dirinya dan lingkungannya sendiri,
      kalo dia kembali menghack fbnya Erica, ya sama aja dong kejadiannya balik ke scene awal saat dia menulis blog dan menghack sistem komputer harvard
      yang ingin disampaikan Fincher adalah,
      facebook bukan hanya social network terbesar yang membuat Zuckerberg jadi milyader,
      dibalik semua itu, selain ada intrik, fb jadi sarana yang mendewasakan si bocah geek ini😀

  2. iya sih.. tapi nge-refreshnya itu ga usah every single minute juga kali , si eisenberg dari film terakhirnya zombieland kan yah..?? bisa dibilang naek kasta juga, di zombieland yg dia notabene gamer freak yg resah tiap saat sampe2 nyiptain beberapa cara membasmi zombie BERUBAH jadi damn genius yg saking penuh tuh otaknya ngomongnya sampe ga ada titik koma plus datar tanpa ekspresi.. dan hebatnya lagi seolah2 dia bener2 paham & gape banget waktu ngejelasin berbagai codingan program (dalam hati.. bagi secuil dunk otak lo.. :P)

  3. Gue juga baru nonton film ini. Dan i must say, (as an anti-Facebook person) film ini boleh juga. Gak seperti yang gue bayangkan dulu. Gue pikir bakal jadi film pop. Ternyata jadi tipe-tipe The Firm gitu ya… Hehe.

    Dan soal adegan Zuck ngajuin friend request ke account FB Erica, tadinya gue juga sempet mikir, “di-hack aja kali”. Tapi mungkin emang karena Zuck pengen bener-bener diakui sebagai temen oleh Erica, makanya lebih baik dia nunggu friend request-nya disetujui aja daripada cuma nge-hack.

    Oh! Soal akting Eisenberg, keliatan sih usahanya buat nyamain dengan the real Zuck. Cuma bedanya, kayanya Zuck yang asli lebih gugupan deh orangnya daripada di film. Kalo di film, keliatan banget persona “I’m better than all of you” nya. Tapi hot kok! Jauh lebih hot dari orang asli-nya (pastinya ^0^). Zuckerberg harus berterima kasih tuh sama Eisenberg, udah bikin dirinya keliatan keren di film. Hehehehehe….

    BTW, nyebut-nyebut ZOMBIELAND, gue jadi inget. Isn’t it ironic kalo inget-inget salah satu dialog Eisenberg di film itu? Dia pernah bilang, “The best thing about Zombieland, is no more Facebook updates”. Dan sekarang, dia berperan jadi founder Facebook-nya sendiri. Ha!

    • Agreed, gue juga berasa Eisenberg berhasil menghadirkan persona Zuckeberg yang jauhhhhhh lebih okay daripada Zuck aslinya, but well, it’s a part dramatization at movie sih, tapi di Social Network, Eisenberg oke banget aktingnya,
      I know we couldnt calling for Oscar but well, maybe a MTV movie award? well, he deserves such kind of award sih😀

      Scene Zuck merefresh FB Erica memang intriguing ya,
      tapi saya bilang, that’s the point of this movie kok, setuju sama kamu, diakui teman secara nyata, ataupun karena Zuck uda dewasa dan seperti yang lawyernya bilang, you’re not a bad person, you’re just trying to look bad,
      gue rasa Fincher dan Sorkin berusaha menghadirkan karakter Zuck yang sebetulnya juga ordinary human yang punya perasaan dan butuh temen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s